21 Days to a Big Idea
by Bryan Mattimore · December 2025 · 15 min read
Ketika Anak-Anak Lebih Kreatif dari Kita
Table of contents
Ketika Anak-Anak Lebih Kreatif dari Kita
Tahun 1968. George Land, seorang peneliti yang telah mengembangkan tes kreativitas untuk NASA, memiliki ide cemerlang. Jika tes ini bisa mengukur kreativitas calon astronot dewasa, mengapa tidak mencobanya pada anak-anak?
Ia memberikan tes yang sama kepada 1.600 anak berusia lima tahun.
Hasilnya mengejutkan: 98% dari anak-anak tersebut menunjukkan tingkat kreativitas yang luar biasa tinggi. Mereka genius dalam berpikir kreatif.
Land penasaran. Apa yang terjadi seiring anak-anak tumbuh dewasa? Apakah kreativitas mereka tetap tinggi?
Ia melacak anak-anak yang sama dan menguji mereka lagi pada usia 10 tahun. Kali ini, hanya 30% yang masih menunjukkan kreativitas tinggi.
Pada usia 15 tahun? Turun lagi menjadi 12%.
Dan ketika Land memberikan tes yang sama kepada orang dewasa berusia 25 tahun ke atas? Hanya 2% yang masih kreatif.
Apa yang terjadi? Mengapa kreativitas kita mati seiring kita dewasa?
Jawabannya sederhana namun menyakitkan: kita telah diajarkan untuk menjadi "realistis." Kita diajarkan bahwa ide gila adalah konyol. Bahwa mimpi harus masuk akal. Bahwa ada cara "benar" dan cara "salah" untuk melakukan sesuatu.
Sistem pendidikan kita, lingkungan kerja kita, bahkan keluarga kita secara tidak sengaja membunuh kreativitas kita—demi efisiensi, demi kepatuhan, demi "bermain aman."
Tapi inilah kabar baiknya: kreativitas tidak hilang. Ia hanya tertidur. Dan Bryan Mattimore, dalam bukunya "21 Days to a Big Idea," menunjukkan cara membangunkannya kembali.
Mattimore bukanlah teoretikus yang bicara dari menara gading. Selama 25 tahun, ia telah memfasilitasi lebih dari 1.000 sesi brainstorming untuk perusahaan Fortune 500 seperti Ford, Unilever, Pepsi, dan Kraft—menghasilkan lebih dari 3 miliar dolar AS dalam inovasi baru.
Ia tahu apa yang berhasil. Dan ia telah menyusunnya menjadi program 21 hari yang akan mengubah cara Anda berpikir tentang ide, bisnis, dan kemungkinan.
Inilah cerita tentang bagaimana Anda bisa menemukan kembali kreativitas anak-anak Anda. Dan bagaimana, dalam hanya 21 hari, Anda bisa melahirkan ide besar yang mengubah hidup Anda.
Bagian 1: Mengapa Kreativitas Adalah Kunci
Bisnis Membutuhkan Kreativitas
Ketika mendengar kata "kreativitas," kebanyakan orang langsung berpikir tentang seniman, penulis, atau musisi. Kreativitas dan bisnis? Sepertinya tidak cocok.
Tapi ini adalah miskonsepsi besar.
Untuk membangun bisnis yang sukses, Anda membutuhkan kreativitas di setiap langkah:
- Ide bisnis yang orisinal membutuhkan kreativitas
- Produk yang menonjol membutuhkan kreativitas
- Marketing yang menarik perhatian membutuhkan kreativitas
- Solusi masalah sehari-hari membutuhkan kreativitas
Tanpa kreativitas, bisnis Anda hanya akan menjadi salinan murahan dari yang sudah ada. Dan salinan murahan tidak pernah menang dalam jangka panjang.
Blok Kreativitas yang Kita Hadapi
Kebanyakan orang tidak merasa kreatif karena beberapa blok mental:
"Saya bukan orang kreatif." Ini adalah kebohongan terbesar yang kita ceritakan pada diri sendiri. Ingat statistik George Land? Anda LAHIR kreatif. Anda hanya perlu menemukan kembali kreativitas itu.
"Saya tidak punya waktu untuk ide gila." Mattimore menunjukkan bahwa Anda hanya butuh kurang dari satu jam sehari selama 21 hari. Investasi waktu yang minimal untuk hasil yang bisa mengubah hidup.
"Ide saya tidak cukup bagus." Tidak ada ide yang langsung sempurna. Setiap ide besar dimulai sebagai ide kecil yang kemudian diperbaiki, dikembangkan, dan disempurnakan.
"Saya tidak tahu harus mulai dari mana." Inilah mengapa program 21 hari ini ada—untuk memberi Anda struktur, metode, dan langkah demi langkah.
Bagian 2: Fondasi Program 21 Hari
Yang Anda Butuhkan untuk Memulai
Sebelum memulai program, Anda perlu menyiapkan beberapa hal sederhana:
1. Buku Catatan "Ide Besar" Ini adalah rumah untuk semua ide Anda selama 21 hari. Bukan di laptop atau smartphone—tulis dengan tangan. Ada sesuatu tentang menulis tangan yang mengaktifkan bagian kreatif otak kita dengan cara yang berbeda.
2. Komitmen Satu Jam Sehari Tidak harus berturut-turut. Jika Anda melewatkan satu hari, lanjutkan di hari berikutnya. Yang penting adalah konsistensi, bukan kesempurnaan.
3. Klub Ide Besar (Opsional) Anda tidak harus melakukan ini sendirian. Ajak teman, kolega, atau keluarga untuk membentuk "klub ide besar." Bertemu sekali atau dua kali sebulan, berbagi ide, dan saling mendorong.
Membuat Success Footprint
Sebelum Anda bahkan tahu apa ide besar Anda, Mattimore menyarankan untuk membuat "success footprint"—jejak kesuksesan.
Ini adalah latihan yang cerdas: visualisasikan kesuksesan Anda sebelum Anda mencapainya.
Bayangkan ide bisnis Anda sudah sukses. Sekarang tanyakan:
- Berapa banyak revenue yang dihasilkan per tahun?
- Berapa banyak pelanggan yang Anda miliki?
- Di industri apa bisnis ini berada?
- Masalah apa yang diselesaikan?
- Mengapa orang mencintai produk/layanan ini?
- Apa yang membuat bisnis ini unik?
Dengan menuliskan kriteria kesuksesan di awal, Anda menciptakan target yang jelas. Nantinya, ketika Anda menghasilkan puluhan ide, Anda bisa mengukur setiap ide terhadap "success footprint" ini.
Arena Passion (Bidang Ketertarikan)
Mattimore meminta Anda membuat daftar minimal 30 bidang yang Anda minati atau passionate tentangnya.
Mengapa 30? Karena memaksa Anda untuk melampaui yang jelas. Lima pertama mudah—hobi Anda, pekerjaan Anda, minat utama. Tapi untuk sampai ke 30, Anda harus menggali lebih dalam.
Mungkin Anda tidak menyadari Anda passionate tentang:
- Cara kerja kota-kota
- Sejarah kuliner
- Kesehatan mental remaja
- Teknologi pendidikan
- Fashion sustainable
- Gaming untuk edukasi
Semakin banyak "arena passion" yang Anda identifikasi, semakin luas kemungkinan ide yang bisa muncul.
Bagian 3: Fase 1 - Membangunkan Kreativitas (Hari 1-7)
Program 21 hari dibagi menjadi empat fase. Fase pertama fokus pada membangunkan kembali kreativitas yang tertidur.
Hari 1: Teknik Wishing (Berkhayal)
Ingat ketika Anda masih kecil dan Anda berharap bisa terbang? Atau punya super power? Atau pergi ke dunia lain?
Kembali ke mindset itu.
Latihan: Buat daftar minimal 20 hal yang Anda harapkan bisa ada atau bisa Anda lakukan. Jangan sensor diri Anda. Semakin gila, semakin baik.
Contoh wishes:
- "Saya ingin bisa teleportasi ke mana saja"
- "Saya ingin rumah yang membersihkan dirinya sendiri"
- "Saya ingin bisa belajar bahasa baru dalam semalam"
- "Saya ingin pakaian yang tidak pernah kotor"
Setelah membuat daftar, tanyakan: "Apakah ada cara untuk membuat wish ini menjadi ide bisnis yang viable?"
Teleportasi mungkin tidak mungkin, tapi bagaimana dengan aplikasi yang membuat koordinasi perjalanan kelompok menjadi se-instant teleportasi?
Rumah yang membersihkan diri sendiri? Mungkin robot vacuum yang pintar, atau layanan cleaning on-demand dengan booking instant?
Hari 2-3: Questioning Assumptions (Mempertanyakan Asumsi)
Kita hidup dengan ribuan asumsi yang tidak pernah kita pertanyakan:
- Kursi harus punya empat kaki
- Mobil harus punya roda
- Buku harus punya halaman
- Toko harus punya lokasi fisik
Latihan: Pilih satu topik yang Anda minati. Buat daftar minimal 15 asumsi tentang topik itu. Lalu tantang setiap asumsi.
Contoh dengan "kursi":
- Asumsi: Kursi harus punya kaki
- Tantangan: Bagaimana kalau kursi tanpa kaki? → Bean bag chair, kursi gantung
- Asumsi: Kursi harus diam di satu tempat
- Tantangan: Bagaimana kalau kursi bergerak? → Kursi roda, kursi gaming dengan roda
- Asumsi: Kursi harus untuk satu orang
- Tantangan: Bagaimana kalau untuk banyak orang? → Sofa panjang, stadium seating
Dari setiap asumsi yang ditantang, buat minimal tiga ide produk atau layanan baru.
Hari 4: Twenty Questions (20 Pertanyaan)
Terkadang cara terbaik untuk menemukan jawaban adalah dengan mengajukan pertanyaan yang tepat.
Latihan: Buat daftar 20 pertanyaan tentang tantangan kreatif Anda. Gunakan prompt seperti:
- "Bagaimana kalau...?"
- "Apa yang akan terjadi jika...?"
- "Siapa yang...?"
- "Mengapa...?"
- "Kapan...?"
- "Di mana...?"
Contoh untuk "bisnis delivery makanan":
- Bagaimana kalau makanan diantarkan oleh drone?
- Apa yang terjadi jika pelanggan bisa melihat dapur secara live?
- Siapa yang tidak terlayani oleh delivery saat ini?
- Mengapa orang tidak memesan makanan sehat?
- Kapan waktu terbaik untuk promosi?
Proses mengajukan dan menjawab pertanyaan ini sering menghasilkan ide-ide baru yang tidak terduga.
Hari 5: Teknik "And" (Dan)
Ini adalah teknik favorit Mattimore untuk brainstorming cepat. Ia sering menantang orang untuk menghasilkan ide dalam 30 detik menggunakan teknik ini.
Cara kerja:
1. Ambil dua set kartu
2. Satu set berisi kata benda, satu set berisi kata sifat
3. Ambil satu kartu dari setiap set secara acak
4. Kombinasikan kedua kata tersebut untuk menghasilkan ide baru
Contoh: "Taman" + "Ribut"
- Ide 1: Speaker outdoor yang menyebar suara merata di seluruh taman untuk pesta
- Ide 2: Peredam suara mesin pemotong rumput agar tidak mengganggu tetangga
- Ide 3: Taman bermain dengan sensor suara yang membuat musik ketika anak-anak bermain
Jika Anda ingin fokus pada industri tertentu, tetapkan kata benda dan variasikan kata sifat. Contoh: "Kopi" (tetap) + [kata sifat acak]
- Kopi + Cepat = Kopi instant premium dengan rasa artisan
- Kopi + Sehat = Kopi dengan suplemen kesehatan
- Kopi + Virtual = Aplikasi kelas barista virtual
Hari 6-7: Idea Hooks (Pengait Ide) & Trend Bending
Idea Hooks: Ambil ide dari industri lain dan "hook" (kaitkan) ke industri Anda.
Contoh terkenal: Sepeda dari kardus. Seorang entrepreneur Israel mengambil ide kardus yang tahan air dan kuat, lalu mengaplikasikannya ke sepeda—menghasilkan sepeda murah, ramah lingkungan, dan inovatif.
Trend Bending: Gunakan internet untuk riset tren terbaru, lalu "bengkokkan" (bend) tren tersebut untuk kebutuhan Anda.
Banyak perusahaan menerbitkan trend report gratis. Baca report ini, identifikasi tren, lalu tanyakan:
- Bagaimana tren ini bisa diaplikasikan di industri saya?
- Siapa yang belum terlayani oleh tren ini?
- Apa kebalikan dari tren ini?
Bagian 4: Fase 2 - Menghasilkan Ide dalam Jumlah Besar (Hari 8-14)
Fase kedua fokus pada kuantitas. Tujuannya adalah menghasilkan sebanyak mungkin ide—puluhan, bahkan ratusan.
Hari 8-9: Patent Prompts & Benefit Word Mashing
Patent Prompts: Jelajahi database paten (gratis dan tersedia online) untuk menemukan teknologi atau bahan baru. Tanyakan: "Bagaimana saya bisa menggunakan teknologi ini dengan cara yang berbeda?"
Contoh: Kardus super kuat tahan air yang disebutkan sebelumnya. Selain sepeda, apa lagi yang bisa dibuat?
- Furniture sementara untuk bencana alam
- Packaging produk mewah yang eco-friendly
- Material bangunan untuk rumah darurat
Benefit Word Mashing: Ambil area passion Anda dan "mash" (gabungkan) dengan modifier benefit seperti:
- Smart/pintar
- Cepat
- Edukatif
- Informational
- Sehat
- Virtual
- Digital
- Futuristic
- Mobile
- Growing/berkembang
Contoh: "Fashion" + "Smart" = Pakaian dengan sensor kesehatan, atau app yang menyarankan outfit berdasarkan cuaca dan jadwal
Hari 10-11: Worst Idea Technique (Teknik Ide Terburuk)
Ini mungkin teknik paling menyenangkan: sengaja buat ide terburuk yang Anda bisa.
Mengapa? Karena ketika Anda mencoba membuat ide buruk, Anda melepaskan semua ketakutan untuk salah. Dan dalam proses itu, sering muncul ide-ide bagus.
Latihan: Pilih masalah, lalu buat 10 solusi TERBURUK yang bisa Anda bayangkan.
Contoh masalah: "Orang tidak suka antri"
- Ide buruk 1: Buat antrian lebih panjang lagi!
- Ide buruk 2: Tidak ada antrian sama sekali, semua orang berebutan
- Ide buruk 3: Orang harus bayar untuk antri
- Ide buruk 4: Antrian virtual dimana Anda tidak tahu kapan giliran Anda \
Sekarang balik setiap ide buruk:
- Antrian lebih panjang → Bagaimana kalau antrian menjadi experience yang menyenangkan dengan entertainment?
- Tidak ada antrian → System reservasi yang pintar
- Bayar untuk antri → Fast pass system seperti di theme park
- Antrian virtual → App yang memberitahu posisi Anda secara real-time
Hari 12-14: Kombinasi Semua Teknik
Pada hari-hari ini, Anda mengkombinasikan semua teknik yang sudah dipelajari:
- Wishing
- Questioning Assumptions
- Twenty Questions
- "And" Technique
- Idea Hooks
- Trend Bending
- Patent Prompts
- Worst Idea Technique
Gunakan minimal tiga teknik berbeda untuk menghasilkan minimal tiga ide bisnis baru dalam arena passion Anda.
Di titik ini, buku catatan Anda harus penuh dengan puluhan, mungkin ratusan ide.
Bagian 5: Fase 3 - Memilih dan Mengembangkan Ide Terbaik (Hari 15-18)
Sekarang saatnya dari kuantitas ke kualitas.
Hari 15-16: Billboarding (Papan Iklan)
Teknik ini membantu Anda mengidentifikasi ide mana yang paling kuat dan marketable.
Bayangkan ide Anda adalah papan iklan di jalan tol. Orang hanya punya beberapa detik untuk melihatnya. Apa yang harus ada di papan iklan agar mereka mengingat?
Tiga langkah Billboarding:
1. Buat nama yang catchy Nama harus jelas menggambarkan apa produk/layanan Anda dan masalah apa yang diselesaikan.
Contoh: Peredam suara untuk mesin pemotong rumput
- Nama pilihan: "SiLawn" (Silent Lawn), "MuteMower", atau "QuietCut"
2. Daftar semua benefit Tulis minimal 5-6 benefit produk Anda. Jangan hanya fitur—fokus pada benefit untuk pelanggan.
Contoh SiLawn:
- Tidak ada lagi tetangga yang komplain
- Bisa memotong rumput pagi-pagi tanpa merasa bersalah
- Mengurangi polusi suara di lingkungan
- Anak-anak bisa tidur siang tanpa terganggu
- Anda bisa mendengar musik/podcast sambil memotong rumput
3. Pilih benefit terkuat dan buat slogan Pilih satu benefit yang paling powerful dan jadikan itu slogan Anda.
Contoh: "Never Fight with Your Neighbors, Ever Again!"
Atau: "Mow Anytime, Disturb No One"
Latihan billboarding ini memaksa Anda untuk jelas tentang value proposition. Jika Anda tidak bisa membuat billboard yang menarik, mungkin ide Anda belum cukup kuat.
Hari 17: Creative War Room (Ruang Perang Kreatif)
Visualisasi adalah kunci untuk pengembangan ide. Mattimore menyarankan membuat "Creative War Room"—ruang (atau dinding atau papan) di mana Anda mem-visualisasikan semua aspek ide besar Anda.
Yang masuk dalam War Room:
- Sketsa prototipe
- Nama-nama potensial
- Slogan dan tagline
- Target market
- Strategi PR dan iklan
- Rencana penjualan
- Kompetitor
- Roadmap pengembangan
Gunakan whiteboard, corkboard, atau seluruh dinding. Tempel post-it notes, print gambar, gambar sketsa. Ini adalah tempat di mana ide Anda hidup dan bernafas.
Creative War Room bukan hanya alat creative problem solving—ini juga alat prioritas projek. Ketika Anda melihat semuanya di satu tempat, Anda bisa lebih mudah melihat apa yang penting dan apa yang bisa ditunda.
Hari 18: Research Pasar (Sederhana)
Anda tidak perlu menghabiskan ribuan dolar untuk focus group profesional. Mulai sederhana:
Interview orang-orang di sekitar Anda:
- Teman
- Keluarga
- Kolega
- Orang asing di kafe
Tanyakan pertanyaan yang dirancang untuk belajar, bukan menjual:
- "Apa masalah terbesar yang Anda hadapi terkait [topik]?"
- "Bagaimana Anda mengatasi masalah itu sekarang?"
- "Jika ada solusi ideal, seperti apa itu?"
- "Apa yang akan membuat Anda mau mencoba produk baru?"
Buat prototipe sederhana: Bahkan prototipe kasar lebih baik daripada tidak ada. Jauh lebih mudah bagi orang untuk memberikan feedback jika mereka punya sesuatu yang konkret untuk direaksi.
Prototipe bisa sesederhana:
- Sketsa di kertas
- Mockup digital sederhana
- Demonstrasi konsep dengan benda yang sudah ada
- Video penjelasan
Bagian 6: Fase 4 - Eksekusi dan Peluncuran (Hari 19-21)
Fase terakhir adalah tentang membawa ide dari kertas ke dunia nyata.
Hari 19: Refine dan Polish
Berdasarkan feedback yang Anda dapatkan, refine ide Anda:
- Apa yang perlu diperbaiki?
- Apa yang harus ditambahkan?
- Apa yang harus dihilangkan?
- Apakah value proposition cukup jelas?
Update billboard Anda. Update Creative War Room Anda. Buat versi kedua dari prototipe jika perlu.
Hari 20: Plan Eksekusi
Sekarang saatnya membuat action plan konkret:
Langkah-langkah berikutnya:
- Siapa yang perlu Anda libatkan? (Co-founder, investor, mentor)
- Apa resources yang Anda butuhkan? (Uang, keahlian, teknologi)
- Apa timeline realistis? (3 bulan, 6 bulan, 1 tahun)
- Apa milestone pertama? (Build MVP, dapatkan 100 pelanggan pertama, dll)
Identifikasi hambatan:
- Apa yang bisa menghentikan Anda?
- Bagaimana Anda akan mengatasi hambatan tersebut?
- Siapa yang bisa membantu?
Hari 21: Commit dan Mulai
Hari terakhir bukan tentang perencanaan lagi. Ini tentang komitmen.
Buat komitmen publik: Ceritakan ide Anda ke orang lain. Ini menciptakan akuntabilitas. Ketika Anda memberitahu orang, Anda lebih mungkin untuk benar-benar melakukannya.
Ambil satu langkah pertama hari ini: Tidak peduli sekecil apa pun. Daftarkan domain. Buat akun social media. Kirim email ke calon co-founder. Beli bahan untuk prototipe.
Action mengalahkan perfeksi. Ide terbaik di dunia tidak berguna jika tidak pernah dieksekusi.
Penutup: Kreativitas Adalah Perjalanan, Bukan Destinasi
Pesan Penting dari Mattimore
Bryan Mattimore mengakhiri bukunya dengan pesan powerful: persistensi adalah kunci kreativitas.
Kreativitas bukan tentang menunggu inspirasi datang seperti petir. Kreativitas adalah disiplin. Kreativitas adalah showing up setiap hari dan melakukan pekerjaan.
Beberapa hari Anda akan merasa stuck. Beberapa hari ide mengalir dengan mudah. Yang penting adalah Anda terus muncul.
Growth Mindset
Mattimore sangat menekankan pentingnya growth mindset—melihat kegagalan sebagai kesempatan belajar, bukan akhir dari segalanya.
Setiap ide yang tidak berhasil mengajarkan sesuatu. Setiap prototipe yang gagal membawa Anda lebih dekat ke yang berhasil.
Jangan takut mencoba. Jangan takut gagal. Takut pada tidak mencoba sama sekali.
Tiga Takeaway Utama
1. Berpikir Seperti Anak-Anak Lagi Lepaskan ketakutan orang dewasa. Impian gila anak-anak adalah fondasi inovasi dewasa. Airplanes dimulai dari mimpi manusia bisa terbang. Virtual reality dimulai dari mimpi bisa pergi ke dunia lain.
2. Kuantitas Menghasilkan Kualitas Semakin banyak ide yang Anda hasilkan, semakin besar kemungkinan menemukan yang benar-benar bagus. Jangan puas dengan 5 ide—buat 50. Jangan puas dengan 50—buat 100.
3. Eksekusi Mengalahkan Perfeksi Ide sempurna yang tidak pernah dijalankan kalah dari ide cukup-bagus yang dieksekusi dengan baik. Mulai sekarang. Mulai dengan tidak sempurna. Perbaiki sambil jalan.
Langkah Selanjutnya untuk Anda
Program 21 hari adalah awal, bukan akhir. Setelah menyelesaikan program:
Jadikan kreativitas sebagai habit:
- Luangkan 15-30 menit setiap hari untuk ide baru
- Bawa buku catatan kemana-mana untuk menangkap ide spontan
- Join atau buat klub ide besar untuk akuntabilitas
Terus belajar:
- Baca tentang industri yang berbeda
- Ikuti trend global
- Pelajari skill baru
Test, iterate, improve:
- Launch ide Anda sekecil apapun
- Dapatkan feedback dari real users
- Perbaiki berdasarkan data, bukan asumsi
Kata Akhir
Di dunia yang penuh dengan sapi cokelat (ingat Purple Cow?), kreativitas adalah yang membedakan Anda. Di era di mana AI bisa melakukan banyak pekerjaan rutinitas, kemampuan berpikir kreatif dan menghasilkan ide original adalah superpower Anda.
Anda tidak perlu menjadi genius. Anda tidak perlu gelar MBA. Anda tidak perlu modal besar. Yang Anda butuhkan adalah:
- Komitmen satu jam sehari selama 21 hari
- Keberanian untuk berpikir berbeda
- Persistensi untuk terus mencoba
Seperti yang dibuktikan George Land, Anda SUDAH kreatif. Kreativitas itu ada di dalam diri Anda—tertidur, menunggu untuk dibangunkan.
Program 21 hari ini adalah alarm clock-nya.
Sekarang saatnya bangun.
Tentang Buku Asli
21 Days to a Big Idea: Creating Breakthrough Business Concepts ditulis oleh Bryan Mattimore dan diterbitkan untuk pertama kali oleh Diversion Books.
Bryan W. Mattimore adalah co-founder dari Growth Engine Company, sebuah innovation agency berbasis di Connecticut. Selama 25 tahun karirnya, ia telah:
- Memfasilitasi lebih dari 1.000 sesi brainstorming
- Mengelola lebih dari 200 proyek inovasi
- Menghasilkan lebih dari $3 miliar dalam penjualan baru untuk klien Fortune 500
Klien-kliennya termasuk Kraft, Unilever, Ford, BNY Mellon, LVMH, Merck, dan Pepsi. Ia juga inventor dari Bright Ideas, sebuah game training kreativitas, dan penulis buku "Idea Stormers: How to Lead and Inspire Creative Breakthroughs."
Buku "21 Days to a Big Idea" lahir dari pengalaman Mattimore dalam ribuan sesi brainstorming. Ia melihat bahwa orang-orang memiliki potensi kreatif yang luar biasa, tetapi mereka membutuhkan struktur dan teknik yang tepat untuk membukanya.
Untuk pemahaman yang lebih mendalam, sangat disarankan membaca buku aslinya. Mattimore memberikan lebih banyak contoh, latihan tambahan, dan nuansa yang tidak bisa sepenuhnya ditangkap dalam ringkasan.
Buku ini ideal untuk:
- Aspiring entrepreneur yang mencari ide bisnis
- "Intrapreneur" korporat yang ingin inovasi dalam organisasi mereka
- Siapa saja yang merasa stuck secara kreatif
- Tim yang ingin meningkatkan kapasitas brainstorming
- Orang yang ingin mengubah passion menjadi bisnis
Mulai hari ini. Ambil buku catatan. Commit satu jam. Biarkan kreativitas Anda bangun.