Skip to main content

Attitude Is Everything

by Jeff Keller · December 2025 · 14 min read

Pengacara yang Tidak Bahagia

Table of contents

Pengacara yang Tidak Bahagia 

Bayangkan ini: Anda mencapai semua yang Anda impikan. Lulus dari sekolah hukum. Menikah dengan cinta masa kuliah Anda. Punya pekerjaan sebagai pengacara dengan gaji yang layak. 

Dari luar, hidup Anda sempurna. 

Tapi setiap pagi ketika alarm berbunyi, ada perasaan berat di dada Anda. Anda bangun dengan perasaan hampa. Anda pergi ke kantor dengan tubuh, tapi pikiran Anda di tempat lain. Anda bertanya pada diri sendiri: "Apakah ini saja? Apakah ini yang namanya hidup?" 

Inilah Jeff Keller pada awal tahun 1980-an. 

Dia punya segalanya di atas kertas. Tapi dia merasa terjebak. Frustrasi. Tidak bahagia. Dan yang terburuk—dia tidak tahu mengapa atau bagaimana mengubahnya. 

Suatu malam, secara tidak sengaja (atau mungkin bukan kebetulan), dia melihat iklan di TV. Sebuah program bernama "The Mental Bank"—tentang bagaimana keyakinan bawah sadar kita membentuk segalanya yang kita capai. 

Jeff biasanya tidak menonton infomercial. Tapi malam itu, sesuatu membuatnya bertahan. Dia membeli program itu. Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia memahami konsep yang akan mengubah segalanya: 

Pikiran kita menciptakan realitas kita. 

Dia mulai membaca buku demi buku—Napoleon Hill, Og Mandino, Norman Vincent Peale. Dia mulai mengubah cara dia berpikir, berbicara, dan bertindak. 

Empat tahun kemudian, Jeff Keller keluar dari profesi hukum dan menjadi pembicara motivasi—mengajarkan orang lain bagaimana sikap bisa mengubah hidup. 

Dan inilah yang dia pelajari: Attitude is Everything—Sikap Adalah Segalanya.


Bagian 1: Sikap Adalah Jendela Anda Melihat Dunia

Dua Orang, Satu Kejadian, Dua Realitas Berbeda 

Bayangkan dua orang berada di acara yang sama—katakanlah, pelatihan kerja yang wajib. 

Orang pertama duduk di belakang, lengan terlipat, wajah cemberut. Dia berpikir: "Ini buang-buang waktu. Saya sudah tahu semua ini. Saya bisa menggunakan waktu ini untuk pekerjaan yang sebenarnya." 

Orang kedua duduk di depan, membuat catatan, bertanya. Dia berpikir: "Ini kesempatan bagus. Mungkin ada satu ide yang bisa membantu saya. Networking di sini juga bisa bermanfaat." 

Acara yang sama. Presenter yang sama. Konten yang sama. 

Tapi pengalaman yang sangat berbeda. 

Mengapa? Karena sikap mereka berbeda. 

Jeff Keller menjelaskan: Sikap Anda adalah seperti jendela yang Anda gunakan untuk melihat dunia. Jendela yang bersih membuat Anda melihat peluang, keindahan, kemungkinan. Jendela yang kotor membuat Anda melihat masalah, hambatan, keterbatasan. 

Jendela Anda Perlu Dibersihkan 

Ketika Anda lahir, jendela mental Anda bersih. Anda melihat dunia dengan keajaiban, rasa ingin tahu, tanpa prasangka. 

Tapi seiring waktu, jendela itu mulai kotor: 

  • Kritik dari orang lain
  • Kegagalan yang menyakitkan
  • Penolakan yang melukai
  • Kekecewaan yang menumpuk
  • Keraguan diri yang tumbuh

Semakin lama, semakin kotor. Dan Anda mulai melihat dunia melalui jendela yang penuh dengan noda negatif. 

Tapi inilah kabar baiknya: Anda bisa membersihkan jendela itu kapan saja. 

Tidak ada yang bisa membersihkan jendela Anda kecuali Anda sendiri. Ini adalah pilihan Anda. Dan pilihan ini memiliki konsekuensi—bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk seluruh hidup Anda.

Kisah Viktor Frankl—Memilih Sikap di Neraka 

Viktor Frankl adalah seorang psikiater Austria yang menghabiskan bertahun-tahun di kamp konsentrasi Nazi. Dia kehilangan keluarganya. Dia menderita kelaparan, penyiksaan, penghinaan. 

Namun di tengah neraka itu, Frankl membuat penemuan yang luar biasa: 

"Antara stimulus dan respons ada ruang. Di ruang itu adalah kekuatan kita untuk memilih respons kita. Dalam respons kita terletak pertumbuhan dan kebebasan kita." 

Bahkan ketika segalanya diambil darinya—kebebasan, keluarga, kesehatan—ada satu hal yang Nazi tidak bisa ambil: kemampuannya untuk memilih sikapnya. 

Dia memilih untuk melihat penderitaannya sebagai sesuatu yang bermakna. Dia memilih untuk tetap berharap. Dan itu menyelamatkan hidupnya—secara harfiah dan secara psikologis. 

Jika Frankl bisa memilih sikapnya di kamp konsentrasi, Anda bisa memilih sikap Anda di situasi apa pun yang Anda hadapi.


Bagian 2: Anda Adalah Magnet Manusia 

Enam Kata yang Mengubah Segalanya 

Earl Nightingale, penulis sukses terkenal, merangkum rahasia kesuksesan dalam enam kata:

"Kita menjadi apa yang kita pikirkan." 

Sederhana. Tapi sangat powerful. 

Jika Anda berpikir Anda akan sukses, Anda akan menarik situasi, orang, dan kesempatan yang membawa Anda lebih dekat ke kesuksesan. 

Jika Anda berpikir Anda akan gagal, Anda akan menarik situasi yang mengonfirmasi keyakinan itu. 

Ini bukan magic. Ini adalah bagaimana otak Anda bekerja. 

Pikiran Dominan Menentukan Arah Hidup Anda 

Bukan pikiran sesekali yang penting. Yang penting adalah pikiran dominan—pikiran yang menguasai sebagian besar waktu Anda. 

Jika pikiran dominan Anda adalah: "Saya tidak pernah cukup baik," maka Anda akan bertindak sesuai dengan itu. Anda akan menghindari tantangan. Anda akan sabotase diri sendiri. Anda akan menarik bukti yang mengonfirmasi keyakinan itu. 

Tapi jika pikiran dominan Anda adalah: "Saya capable dan saya terus belajar," Anda akan bertindak berbeda. Anda akan mencoba hal-hal baru. Anda akan bangkit setelah gagal. Anda akan melihat hambatan sebagai pelajaran, bukan sebagai bukti ketidakmampuan Anda. 

Pikiran mendahului tindakan. Tindakan menciptakan hasil. 

Visualisasi—Membuat Film di Pikiran Anda 

Jeff Keller menceritakan bagaimana dia menggunakan visualisasi untuk mengubah karirnya. 

Ketika dia masih pengacara yang tidak bahagia, dia mulai memvisualisasikan dirinya sebagai pembicara motivasi. Dia membayangkan: 

  • Berdiri di depan auditorium penuh orang
  • Berbicara dengan percaya diri
  • Melihat orang-orang mengangguk, tersenyum, terinspirasi
  • Menerima tepuk tangan di akhir presentasi

Dia melakukan ini setiap hari. Selama berbulan-bulan. Tanpa bukti bahwa ini akan terjadi.

Tapi visualisasi itu menciptakan sesuatu dalam pikirannya: keyakinan bahwa ini mungkin. 

Dan ketika dia mulai percaya itu mungkin, dia mulai bertindak sesuai dengan keyakinan itu. Dia belajar berbicara di depan umum. Dia mulai menulis artikel. Dia mulai networking dengan orang-orang di industri motivasi. 

Empat tahun kemudian, visualisasinya menjadi kenyataan. 

Pikiran Anda menciptakan blueprint. Tindakan Anda membangun rumah.


Bagian 3: Komitmen Menggerakkan Gunung

Minat vs Komitmen 

Banyak orang tertarik pada kesuksesan. Tapi hanya sedikit yang berkomitmen pada kesuksesan. 

Apa bedanya? 

Minat: "Saya ingin menurunkan berat badan... tapi hanya jika tidak terlalu sulit." Komitmen: "Saya akan menurunkan berat badan. Titik. Saya akan melakukan apa pun yang diperlukan." 

Minat: "Saya ingin memulai bisnis... kalau saya punya modal." Komitmen: "Saya akan memulai bisnis. Saya akan cari cara untuk mendapat modal." 

Orang yang berminat punya alasan mengapa mereka tidak bisa. Orang yang berkomitmen menemukan cara bagaimana mereka bisa. 

Kekuatan Kata "Saya Akan" 

Jeff Keller menekankan: Ketika Anda berkomitmen, alam semesta bergerak untuk membantu Anda. 

Bukan karena magic. Tapi karena komitmen mengubah cara Anda melihat dan bertindak: 

  • Anda lebih waspada terhadap peluang
  • Anda lebih berani mengambil risiko
  • Anda lebih persisten menghadapi hambatan
  • Anda menarik orang yang ingin membantu Anda

Dengan talenta biasa dan ketekunan luar biasa, semua hal bisa dicapai.


Bagian 4: Masalah Adalah Peluang yang Menyamar

Tujuh Cara Kesulitan Melayani Anda 

Ketika masalah datang, respons alami kita adalah: "Mengapa ini terjadi pada saya?" 

Jeff Keller mengajak kita untuk bertanya pertanyaan yang berbeda: "Apa peluang yang tersembunyi dalam masalah ini?" 

Napoleon Bonaparte pernah berkata: "Setiap kesulitan membawa benih manfaat yang setara atau lebih besar." 

Berikut tujuh cara kesulitan sebenarnya melayani Anda: 

1. Kesulitan mengungkapkan potensi tersembunyi: Anda tidak tahu seberapa kuat Anda sampai Anda diuji. 

2. Kesulitan memaksa Anda berpikir kreatif: Ketika jalan lama tidak bekerja, Anda harus menemukan jalan baru. 

3. Kesulitan membangun karakter: Siapa Anda di saat sulit adalah siapa Anda sebenarnya. 

4. Kesulitan memberikan perspektif: Setelah melewati krisis besar, masalah kecil tidak terasa besar lagi. 

5. Kesulitan membuat Anda lebih berempati: Penderitaan Anda membuat Anda lebih memahami penderitaan orang lain. 

6. Kesulitan membawa Anda ke arah baru: Kadang pintu harus tertutup agar jendela bisa terbuka. 

7. Kesulitan mengajarkan pelajaran berharga: Kegagalan adalah guru terbaik jika Anda mau belajar. 

Rahasia Kebahagiaan 

"Rahasia kebahagiaan adalah menghitung berkat Anda sementara orang lain menghitung masalah mereka." 

Di tengah krisis, selalu berusaha mempertahankan sikap optimis dan pikiran terbuka—karena ini adalah lingkungan yang akan memungkinkan Anda menemukan manfaat dalam kesulitan Anda.


Bagian 5: Kata-Kata Membuka Jalan 

Kata-Kata Anda Menciptakan Realitas Anda 

Pikiran Anda penting. Tapi kata-kata Anda bahkan lebih powerful—karena kata-kata adalah pikiran yang diucapkan dengan suara keras. 

Kata-kata menciptakan keyakinan. Keyakinan menciptakan tindakan. Tindakan menciptakan hasil. 

Jika Anda terus berkata: 

  • "Saya tidak pernah bisa..." → Anda tidak akan pernah bisa.
  • "Ini terlalu sulit..." → Ini akan terasa terlalu sulit.
  • "Saya selalu gagal..." → Anda akan terus gagal.

Bukan karena kata-kata itu benar. Tapi karena kata-kata itu membentuk keyakinan Anda, dan keyakinan Anda membentuk tindakan Anda. 

Eksperimen Sederhana 

Coba ini selama satu minggu: 

Setiap kali seseorang bertanya, "Bagaimana kabar Anda?" jangan jawab dengan: 

  • "Biasa saja."
  • "Lumayan."
  • "Ya, gitu deh."

Sebaliknya, jawab dengan antusias: 

  • "Luar biasa!" 
  • "Fantastis!" 
  • "Tidak pernah lebih baik!"

Pada awalnya, ini akan terasa aneh. Bahkan mungkin bohong. 

Tapi perhatikan apa yang terjadi: 

1. Orang akan tersenyum mendengar respons Anda (dan energi positif itu menular)

2. Anda akan mulai fokus pada hal-hal baik dalam hidup Anda (karena otak Anda mencari bukti untuk mendukung kata-kata Anda) 

3. Energi Anda akan meningkat (karena kata-kata dan emosi saling terhubung) 

Jeff Keller tidak menyarankan Anda berbohong. Dia menyarankan Anda memilih untuk fokus pada sisi positif dari situasi Anda—karena selalu ada sisi positif jika Anda mau melihatnya.

Berhenti Mengeluh 

Mengeluh adalah racun untuk sikap positif. 

Setiap kali Anda mengeluh, Anda: 

  • Memperkuat hal negatif
  • Membuat diri Anda dan orang lain merasa buruk
  • Menciptakan siklus negatif yang sulit dihentikan

Jeff Keller menantang Anda: Cobalah satu hari tanpa mengeluh. 

Satu hari penuh. Tidak mengeluh tentang cuaca. Tidak mengeluh tentang pekerjaan. Tidak mengeluh tentang macet. Tidak mengeluh tentang apa pun. 

Sulit? Ya. Tapi transformatif. 

Ketika Anda berhenti mengeluh, Anda memaksa otak Anda untuk menemukan solusi alih-alih fokus pada masalah.


Bagian 6: Bergaul dengan Orang Positif 

Anda Adalah Rata-Rata Lima Orang Terdekat Anda 

Orang-orang yang menghabiskan waktu dengan Anda memiliki dampak signifikan pada aset paling berharga Anda: pikiran Anda. 

Jika Anda menghabiskan waktu dengan orang-orang yang: 

  • Selalu mengeluh → Anda akan menjadi lebih negatif
  • Tidak punya ambisi → Ambisi Anda akan menurun
  • Takut mengambil risiko → Anda akan lebih takut

Tapi jika Anda menghabiskan waktu dengan orang-orang yang: 

  • Optimis dan antusias → Energi positif akan menular
  • Punya tujuan besar → Anda akan terinspirasi untuk bermimpi lebih besar
  • Mengambil tindakan → Anda akan termotivasi untuk bertindak

Batasi Waktu dengan Orang Negatif 

Jeff Keller jujur: Kadang Anda tidak bisa sepenuhnya menghindari orang negatif—mereka mungkin keluarga, kolega, atau tetangga. 

Tapi Anda bisa membatasi exposure Anda. 

  • Jangan makan siang dengan orang yang hanya mengeluh
  • Jangan ikut gossip di kantor
  • Jangan menelepon teman yang selalu membuatmu merasa buruk tentang dirimu sendiri

Ini bukan tentang menjadi tidak baik. Ini tentang melindungi kesehatan mental Anda.

Cari Mentor dan Komunitas Positif 

Secara aktif cari orang-orang yang sudah berada di tempat yang Anda ingin capai. 

  • Baca buku mereka
  • Dengarkan podcast mereka
  • Ikuti komunitas mereka
  • Minta mentorship jika memungkinkan

Kesuksesan Anda akan meningkat ketika Anda membangun jaringan yang mendukung visi Anda.


Bagian 7: Hadapi Ketakutan Anda dan Tumbuh

Ketakutan Adalah Bagian dari Kesuksesan 

Tunjukkan pada saya orang sukses, dan saya akan tunjukkan pada Anda seseorang yang menghadapi ketakutannya dan mengambil tindakan. 

Ketakutan adalah normal. Semua orang merasakannya. 

Perbedaannya adalah: Orang sukses bertindak meskipun takut. Orang yang tidak sukses membiarkan ketakutan melumpuhkan mereka. 

Anda Lebih Kuat dari Ketakutan Anda 

Jeff Keller berbagi pengalamannya sendiri. Ketika dia memutuskan untuk menjadi pembicara, dia sangat takut berbicara di depan umum. 

Tangan gemetar. Suara bergetar. Keringat dingin. 

Tapi dia melakukannya. Dan melakukannya lagi. Dan lagi. 

Setiap kali dia melakukannya, ketakutannya berkurang sedikit. Kepercayaan dirinya tumbuh sedikit. 

Sampai suatu hari, dia menyadari: Dia tidak lagi takut. 

Bukan karena ketakutan menghilang. Tapi karena dia membuktikan pada dirinya sendiri bahwa dia bisa melakukannya meskipun takut. 

Formula Sederhana 

Ketika Anda percaya Anda bisa melakukan sesuatu, Anda punya keberanian untuk bergerak maju meskipun takut. 

Keberanian + Tindakan = Kepercayaan Diri 

Kepercayaan diri tidak datang dari berpikir positif. Kepercayaan diri datang dari bukti bahwa Anda bisa mengatasi hal-hal sulit. 

Jadi hadapi ketakutan Anda. Ambil tindakan kecil. Buktikan pada diri sendiri.


Bagian 8: Keluar dan Gagal 

Kegagalan Adalah Guru Terbaik 

Jeff Keller berkata dengan tegas: Anda tidak akan pernah sangat sukses atau mengembangkan talenta Anda sepenuhnya kecuali Anda bersedia menghadapi ketakutan Anda dan gagal. 

Orang-orang sukses bukan orang yang tidak pernah gagal. Mereka adalah orang yang gagal lebih banyak dari orang lain—dan tetap maju. 

  • Thomas Edison gagal ribuan kali sebelum menemukan bola lampu
  • Michael Jordan di-cut dari tim basket SMA-nya
  • Walt Disney dipecat dari surat kabar karena "kurang imajinasi"
  • Oprah Winfrey dipecat dari pekerjaan presenter TV pertamanya

Mereka semua gagal. Berkali-kali. Tapi mereka tidak berhenti. 

Mengubah Perspektif tentang Kegagalan 

Kebanyakan orang melihat kegagalan sebagai akhir. Orang sukses melihat kegagalan sebagai data

"Oh, cara ini tidak bekerja. Mari coba cara lain." 

Setiap kegagalan membawa Anda lebih dekat ke kesuksesan—karena Anda mengeliminasi satu cara yang tidak bekerja. 

Bertindak Meskipun Tidak Sempurna 

Jangan menunggu sampai Anda siap. Jangan menunggu sampai Anda tahu segalanya. Jangan menunggu sampai sempurna. 

Mulai sekarang. Mulai dengan apa yang Anda punya. 

Anda akan membuat kesalahan. Anda akan terlihat bodoh. Anda akan gagal.

Dan itu tidak apa-apa. Karena di sisi lain kegagalan adalah pertumbuhan.


Bagian 9: Networking yang Menghasilkan 

Kesuksesan Dimulai dari Anda, Tapi Tumbuh Melalui Jaringan 

Jeff Keller mengakui: Salah satu breakthrough terbesar dalam karirnya datang dari satu koneksi. 

Dia bertemu Stu, kontributor newsletter "Think and Grow Rich." Stu menyarankan agar newsletter itu menulis cerita tentang Jeff—bagaimana dia berubah dari pengacara menjadi pembicara motivasi. 

Cerita itu diterbitkan. Ribuan orang membacanya. Telefon Jeff berdering dengan permintaan berbicara. Produk "Attitude is Everything" mulai terjual. 

Semua dari satu koneksi. 

16 Teknik Networking yang Efektif 

Jeff membagikan beberapa prinsip networking: 

1. Be excellent di bidang Anda: Networking tanpa kompetensi tidak berguna

2. Berikan nilai terlebih dahulu: Jangan selalu minta. Tawarkan bantuan

3. Follow up konsisten: Satu pertemuan tidak cukup. Bangun hubungan jangka panjang

4. Hadiri acara industri: Tempatkan diri Anda di mana orang-orang target Anda berada

5. Gunakan media sosial dengan bijak: Tapi jangan lupakan koneksi tatap muka 

Sikap Adalah Segalanya dalam Networking 

Ketika Anda networking, sikap Anda menentukan apakah orang ingin terhubung dengan Anda. 

Jika Anda positif, antusias, dan autentik—orang akan tertarik kepada Anda. Jika Anda negatif, egois, atau palsu—orang akan menghindari Anda. 

Orang ingin bekerja dengan orang yang energinya baik. Pastikan Anda adalah orang itu.


Penutup: Ubah Sikap Anda, Ubah Hidup Anda

Di akhir buku, Jeff Keller merangkum semuanya: 

Sikap saja tidak akan membawa Anda ke kesuksesan. Tapi tanpa sikap positif, Anda tidak bisa mengambil tindakan positif. 

Anda bisa memiliki semua talenta di dunia. Semua pengetahuan. Semua resources. Tapi jika sikap Anda negatif, Anda akan sabotase diri sendiri di setiap langkah.

Formula Sederhana 

THINK → SPEAK → ACT 

1. Pikirkan pikiran positif dan dominan 

2. Bicarakan kata-kata yang memberdayakan 

3. Bertindak meskipun takut, meskipun tidak sempurna 

Pertanyaan untuk Anda 

Hari ini, sekarang, tanyakan pada diri Anda: 

  • Bagaimana jendela mental Anda? Sudahkah Anda membersihkannya?
  • Apa pikiran dominan Anda? Apakah itu membawa Anda lebih dekat atau lebih jauh dari tujuan Anda?
  • Kata-kata apa yang Anda ucapkan hari ini? Apakah itu memberdayakan atau melemahkan Anda?
  • Tindakan apa yang Anda hindari karena takut? Apa yang akan terjadi jika Anda melakukannya hari ini?

Keputusan yang Mengubah Segalanya 

Seperti yang William James katakan: "Manusia dapat mengubah hidup mereka dengan mengubah sikap pikiran mereka." 

Jeff Keller membuktikan ini. Dia mengubah dari pengacara yang tidak bahagia menjadi pembicara motivasi yang menginspirasi ribuan orang. 

Anda juga bisa. 

Tidak perlu talenta luar biasa. Tidak perlu uang banyak. Tidak perlu tampang ganteng atau cantik. 

Yang Anda butuhkan adalah keputusan untuk mengubah sikap Anda.

Mulai hari ini. Mulai dengan satu pikiran positif. Satu kata yang memberdayakan. Satu tindakan yang berani. 

Karena sikap adalah segalanya—dan sikap Anda ada dalam kontrol Anda.

Sekarang pergilah dan pilih sikap yang akan membawa Anda ke hidup yang Anda inginkan.


Tentang Buku Asli 

"Attitude is Everything: Change Your Attitude... and You Change Your Life!" pertama kali diterbitkan pada tahun 1999 dan telah menjadi klasik abadi dalam genre self-help. 

Jeff Keller adalah pembicara motivasi dan pelatih yang fokus pada pengembangan pribadi dan dampak transformatif dari pola pikir positif. Setelah lulus dari sekolah hukum dan berpraktik sebagai pengacara, dia merasa tidak puas dengan hidupnya dan memutuskan untuk mengejar panggilannya yang sebenarnya: mengajarkan perbaikan diri. 

Sejak itu, dia telah bekerja dengan berbagai organisasi untuk membantu mengembangkan high achievers. Artikel-artikelnya telah muncul di publikasi nasional dan internasional, termasuk Selling Power, The Pryor Report Management Newsletter, The Toastmaster, dan The Chamber of Commerce Pacesetter. 

Yang membuat buku ini istimewa: 

  • Ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis yang mengubah karirnya
  • Pendekatan langsung dan praktis, bukan teori abstrak
  • Dibagi dalam tiga bagian yang mudah diikuti: Think, Speak, Act
  • Penuh dengan contoh kehidupan nyata dan cerita inspiratif
  • Prinsip-prinsip yang timeless dan dapat diterapkan oleh siapa saja

Untuk pemahaman lengkap dan latihan-latihan praktis, sangat disarankan membaca buku aslinya. Buku ini dirancang sebagai manual sukses yang memberikan rencana langkah-demi-langkah untuk mengambil kontrol atas hidup Anda dan melepaskan potensi luar biasa Anda. 

Ringkasan ini memberikan esensi dari 12 pelajaran utama dalam buku, tetapi buku lengkapnya menawarkan lebih banyak detail, nuansa, dan contoh-contoh yang akan membuat konsep-konsep ini benar-benar tertanam dalam pikiran Anda. 

Ingat kata-kata Jeff Keller: 

"Anda tidak membutuhkan talenta, uang, atau tampang bagus untuk memiliki sikap yang luar biasa. Anda hanya perlu membiasakan diri menggunakan respons energi tinggi dan positif." 

Sikap Anda adalah pilihan Anda. Pilih dengan bijak. 

Karena sikap adalah segalanya.

 

That's the end — you've finished this summary.

Read next: Metaskills
Back to top

Similar books