Skip to main content

The Business of the 21st Century

by Robert T. Kiyosaki · December 2025 · 15 min read

Dua Ayah, Dua Nasihat yang Berbeda

Table of contents

Dua Ayah, Dua Nasihat yang Berbeda

Robert Kiyosaki punya dua ayah. 

Ayah Kandung—seorang profesor, PhD, kepala departemen pendidikan di Hawaii. Bekerja keras setiap hari. Gaji besar. Rumah bagus. Tapi selalu khawatir tentang uang. Selalu bilang: "Belajar yang rajin, dapat nilai bagus, lalu cari pekerjaan yang aman dengan benefit yang baik." 

Ayah Teman (Rich Dad)—pengusaha yang hanya lulus SMA. Memiliki berbagai bisnis. Bekerja keras di awal, tapi kemudian sistemnya bekerja untuknya. Tidak khawatir tentang uang. Selalu bilang: "Sekolah itu penting, tapi jangan bekerja untuk uang. Buat uang bekerja untuk kamu." 

Dua orang pintar. Dua filosofi yang sangat berbeda. 

Ayah kandungnya pensiun dengan pensiun profesor yang layak—tapi tidak cukup untuk hidup nyaman tanpa khawatir. Ketika tagihan medis datang, uangnya terkuras. 

Rich Dad-nya pensiun kaya. Bisnisnya terus menghasilkan uang meskipun dia tidak lagi bekerja aktif setiap hari. Ketika dia meninggal, keluarganya diwariskan sistem yang terus menghasilkan pendapatan. 

Perbedaannya bukan pada seberapa keras mereka bekerja. Keduanya pekerja keras.

Perbedaannya adalah di kuadran mana mereka menghasilkan uang. 


Fast forward ke 2021. Kiyosaki duduk di sebuah kafe di Phoenix, Arizona. Di sebelahnya duduk seorang pria muda—lulusan universitas top, gelar master, bekerja di perusahaan Fortune 500 selama 5 tahun. 

"Saya melakukan semua yang orang tua saya suruh," kata pria itu. "Nilai bagus. Universitas bagus. Pekerjaan bagus. Tapi saya hampir tidak bisa bayar cicilan student loan saya. Saya

tidak bisa beli rumah. Saya tidak punya tabungan. Dan setiap kali saya dapat raise, pajak makan sebagian besar kenaikan itu. Apa yang salah?" 

Kiyosaki tersenyum—senyum yang pahit. Karena dia mendengar cerita yang sama dari ribuan orang. 

Apa yang salah? Sistemnya

Sistem yang dirancang untuk era industrial—di mana Anda belajar, dapat pekerjaan, bekerja 40 tahun, lalu pensiun dengan pensiun yang bagus—sudah usang

Di abad ke-21, sistem lama itu tidak bekerja lagi. Pensiun tidak menjamin kenyamanan. Pekerjaan "aman" tidak ada lagi. Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, generasi muda mungkin akan lebih miskin dari orang tua mereka—meskipun lebih berpendidikan. 

Tapi ada harapan. Ada model bisnis baru yang sempurna untuk abad ke-21. Model yang tidak memerlukan modal besar. Tidak memerlukan gelar khusus. Tidak memerlukan pengalaman bisnis sebelumnya. 

Model yang Kiyosaki sebut "The Perfect Business for the 21st Century."

Mari kita mulai.


Bagian 1: ESBI Quadrant—Empat Cara Menghasilkan Uang 

Kiyosaki membagi cara orang menghasilkan uang menjadi empat kuadran:

E - Employee (Karyawan) 

Anda menukar waktu dengan uang. Anda bekerja untuk orang lain. 

Karakteristik: 

  • "Saya perlu pekerjaan yang aman"
  • "Benefit apa yang saya dapat?"
  • "Berapa hari liburan saya?"

Masalahnya: 

  • Pajak tertinggi—pemerintah potong gaji sebelum masuk ke tangan Anda
  • Tidak punya kontrol—bos/perusahaan mengontrol waktu dan income Anda
  • No leverage—Anda hanya punya 24 jam sehari
  • Kalau Anda berhenti bekerja, income berhenti

S - Self-Employed / Small Business Owner (Wiraswasta)

Anda punya bisnis kecil, tapi bisnis itu sangat bergantung pada Anda. 

Contoh: dokter, pengacara, konsultan, freelancer, pemilik restoran yang masih masak sendiri.

Karakteristik: 

  • "Kalau Anda mau sesuatu dikerjakan dengan benar, kerjakan sendiri"
  • "Tidak ada yang bisa melakukan ini sebaik saya"

Masalahnya: 

  • Anda bukan pemilik bisnis—Anda adalah bisnis itu sendiri
  • Kalau Anda sakit atau liburan, bisnis berhenti
  • Anda bekerja lebih keras daripada employee, kadang 70-80 jam per minggu
  • Pajak masih tinggi

Kiyosaki bilang: "S bukan berarti Self-Employed. S adalah Slave—budak dari bisnis Anda sendiri."

B - Business Owner (Pemilik Bisnis) 

Anda punya sistem. Bisnis berjalan tanpa Anda. 

Karakteristik: 

  • Anda punya tim dan sistem yang bekerja untuk Anda
  • Bisnis bisa jalan meskipun Anda tidak ada
  • Anda fokus pada strategi, bukan operasi sehari-hari

Keuntungannya

  • Leverage—sistemnya bekerja 24/7
  • Passive income—uang masuk meskipun Anda tidak bekerja
  • Pajak lebih rendah—banyak insentif pajak untuk business owner

Contoh: Ray Kroc tidak membuat burger terbaik di dunia. Tapi dia punya sistem yang disebut McDonald's yang bisa direplikasi di seluruh dunia. 

I - Investor 

Uang Anda bekerja untuk Anda. 

Ini adalah tujuan akhir. Anda tidak lagi bekerja untuk uang. Uang Anda yang bekerja. 

Pertanyaan Penting 

Kiyosaki bertanya: "Di kuadran mana Anda sekarang? Dan di mana Anda ingin berada?" 

Kebanyakan orang berada di E atau S—di sisi kiri quadrant. Mereka menukar waktu dengan uang. 

Orang kaya berada di B dan I—di sisi kanan quadrant. Mereka punya aset yang menghasilkan uang untuk mereka. 

Masalahnya: Sekolah mendidik kita untuk menjadi E atau S, bukan B atau I. 

Seluruh sistem pendidikan dirancang untuk menciptakan karyawan yang baik—bukan pemilik bisnis atau investor. 

Jadi pertanyaan berikutnya: Bagaimana pindah dari sisi kiri ke sisi kanan?


Bagian 2: Mengapa Sistem Lama Tidak Bekerja Lagi

Tiga Kepalsuan Besar 

Kiyosaki mengidentifikasi tiga "kebohongan" yang diajarkan sistem lama:

1. "Pergi ke Sekolah, Dapat Pekerjaan yang Baik" 

Dulu ini benar. Di era industrial, diploma adalah tiket ke middle class. 

Sekarang? Jutaan lulusan universitas bekerja di Starbucks dengan student loan $50,000+. Mereka punya gelar, tapi tidak punya financial security. 

Kenapa? 

Karena sekolah mengajarkan academic skills dan professional skills—tapi tidak mengajarkan financial skills. 

Anda belajar sejarah, matematika, sains. Tapi tidak belajar: 

  • Bagaimana uang bekerja
  • Perbedaan antara aset dan liabilitas
  • Bagaimana pajak bekerja
  • Bagaimana membangun passive income

Hasilnya: orang pintar yang tidak tahu apa-apa tentang uang. 

2. "Bekerja Keras dan Anda Akan Kaya" 

Ini adalah kebohongan terbesar. 

Banyak orang bekerja keras sepanjang hidup mereka—dan pensiun miskin.

Kenapa? 

Karena kerja keras di kuadran yang salah tidak akan membuat Anda kaya. Kerja keras sebagai E atau S akan membuat Anda sibuk dan lelah—tapi tidak kaya. 

Anda perlu bekerja keras di kuadran yang benar—B dan I. 

3. "Simpan Uang dan Investasi dalam Reksa Dana Jangka Panjang"

"Pay yourself first. Simpan 10% gaji. Investasi di stock market. Diversifikasi."

Kedengarannya bijaksana. Tapi ada masalah:

Pertama: Uang disimpan di bank kehilangan nilai karena inflasi. Bunga bank 2%, inflasi 5%—Anda kehilangan 3% per tahun. 

Kedua: Mutual funds dan financial advisor mengambil fee yang menggerogoti return Anda. 

Ketiga: Ketika pasar crash—seperti 2008 atau 2020—tabungan Anda lenyap. Dan Anda tidak punya kontrol atas itu. 

Kiyosaki tidak bilang "jangan menabung." Dia bilang: "Jangan bergantung hanya pada menabung dan investasi pasif. Bangun aset yang Anda kontrol." 

Realitas Abad ke-21 

Inilah kenyataannya: 

  • Pekerjaan "aman" tidak ada lagi. Perusahaan melakukan layoff tanpa warning. AI dan automation menggantikan pekerjaan. Outsourcing ke negara dengan upah lebih murah.
  • Pensiun perusahaan menghilang. Generasi sebelumnya punya pension—uang setiap bulan seumur hidup. Sekarang? 401k yang nilai fluktuatif tergantung pasar.
  • Biaya hidup naik lebih cepat dari gaji. Rumah, pendidikan, healthcare—semuanya lebih mahal. Tapi gaji tidak naik secepat itu.
  • Student debt melumpuhkan generasi muda. Rata-rata lulusan keluar dengan debt puluhan juta—dan memulai hidup dewasa sudah dalam "lubang" finansial.

Sistem lama dirancang untuk era industrial. Kita sekarang di era informasi—dan sistemnya belum berubah.


Bagian 3: Bisnis Sempurna untuk Abad ke-21

Kiyosaki mengajukan pertanyaan: "Kalau sistem lama tidak bekerja, apa solusinya?"

Bagi kebanyakan orang, membuka bisnis tradisional bukan opsi realistis karena: 

  • Butuh modal besar (ratusan juta sampai milyaran)
  • Butuh lokasi fisik dan inventory
  • Butuh karyawan dan overhead tinggi
  • Risiko tinggi—90% bisnis baru gagal dalam 5 tahun

Tapi ada model bisnis yang menyelesaikan semua masalah ini: Network Marketing (atau Direct Selling). 

Mengapa Network Marketing? 

Kiyosaki menulis (dan ini kontroversial): "Network marketing adalah bisnis sempurna untuk abad ke-21." 

Mengapa? 

1. Modal Rendah 

Anda bisa mulai dengan investasi kecil—sering di bawah 10 juta rupiah. Bandingkan dengan franchise McDonald's yang butuh milyaran. 

2. Tidak Perlu Inventory atau Lokasi Fisik 

Perusahaan yang handle produksi, shipping, customer service. Anda fokus pada membangun jaringan. 

3. Melatih Anda Menjadi Business Owner 

Ini adalah "business school" yang Anda dibayar untuk belajar—bukan membayar untuk belajar.

Anda belajar: 

  • Leadership
  • Communication
  • Sales and marketing
  • Team building
  • Personal development

Skill-skill ini adalah skill B dan I quadrant—yang tidak diajarkan di sekolah.

4. Leverage 

Ketika Anda punya tim 100 orang yang masing-masing bekerja part-time, Anda punya leverage dari 100 orang—tanpa harus gaji mereka, tanpa harus manage operasional mereka. 

5. Passive Income Potential 

Setelah membangun jaringan, Anda bisa mendapat residual income—income yang terus masuk meskipun Anda tidak aktif lagi. 

Tapi Bukankah Network Marketing itu... 

Kiyosaki tahu apa yang orang pikir: "Bukankah itu skema piramida? Bukankah hanya orang di atas yang untung?" 

Dia menjawab dengan tegas: 

Network marketing yang legal bukan skema piramida. Skema piramida adalah illegal karena uang hanya dari recruitment tanpa produk nyata. 

Network marketing legal punya: 

  • Produk atau jasa nyata yang orang beli
  • Kompensasi dari penjualan produk, bukan hanya recruitment
  • Support dan training dari perusahaan

Dan tentang "hanya orang di atas yang untung": 

Kiyosaki bilang: "Dalam network marketing, orang bisa menghasilkan lebih banyak dari orang yang merekrut mereka. Dalam corporate job? Karyawan TIDAK PERNAH bisa menghasilkan lebih dari bos mereka." 

Jadi sebenarnya corporate structure yang lebih seperti piramida—CEO di atas, karyawan di bawah, dan Anda tidak bisa melewati bos Anda.


Bagian 4: Delapan Aset yang Anda Bangun 

Kiyosaki menekankan: "Network marketing bukan tentang produk. Produk hanyalah kendaraan. Yang sebenarnya Anda bangun adalah aset." 

Delapan aset itu adalah: 

1. Real-World Business Education 

MBA biaya ratusan juta—dan mengajarkan teori dari buku teks. 

Network marketing memberikan education langsung tentang: 

  • Bagaimana memulai dan menjalankan bisnis
  • Bagaimana menangani rejection
  • Bagaimana membangun tim
  • Bagaimana memecahkan masalah real-time

Dan Anda dibayar untuk belajar—bukan membayar. 

2. Profitable Path of Personal Development 

Untuk sukses di network marketing, Anda harus bertumbuh sebagai pribadi.

Anda harus: 

  • Mengatasi fear of rejection
  • Belajar berkomunikasi dengan efektif
  • Develop leadership skills
  • Bangun kepercayaan diri

Bisnis ini akan expose setiap kelemahan Anda—dan memaksa Anda untuk grow. Ini adalah personal development dengan insentif finansial. 

3. Circle of Friends with Similar Core Values 

Jim Rohn bilang: "Anda adalah rata-rata dari lima orang yang paling sering Anda habiskan waktu bersama." 

Kalau lingkaran Anda adalah karyawan yang complain tentang bos—Anda akan jadi seperti mereka. 

Network marketing menempatkan Anda di komunitas orang yang: 

  • Ingin financial freedom
  • Willing to work for it
  • Support each other
  • Think like business owner

Environment ini akan transform Anda. 

4. The Power of Your Own Network 

Jaringan adalah aset paling berharga di abad ke-21. 

Ketika Anda punya jaringan ratusan atau ribuan orang, Anda punya: 

  • Access to opportunities
  • Resources
  • Support system
  • Distribution channel

Ini adalah aset yang tidak bisa dibeli—hanya bisa dibangun. 

5. Duplicable, Fully Scalable Business 

Ketika Anda punya sistem yang bisa diduplikasi, Anda bisa scale tanpa batas.

Seorang dokter hanya bisa melayani X pasien per hari—ada limit fisik. 

Seorang network marketer bisa duplicate sistem ke 10, 100, 1000 orang—tanpa limit.

Ini adalah kekuatan leverage. 

6. Incomparable Leadership Skills 

Anda tidak bisa memaksa orang di network marketing. Mereka bukan karyawan Anda.

Jadi Anda harus lead—inspire, motivate, support. 

Leadership skill yang Anda develop di sini applicable di setiap area kehidupan: keluarga, karir, community. 

7. Mechanism for Genuine Wealth Creation 

Network marketing menciptakan true wealth—bukan hanya income. 

Anda membangun aset yang: 

  • Generate passive income
  • Bisa diwariskan (dalam banyak perusahaan)
  • Appreciate over time seiring jaringan tumbuh

Ini adalah wealth building, bukan salary earning. 

8. Big Dreams and the Capacity to Live Them 

Yang paling penting: bisnis ini mengajarkan Anda untuk bermimpi besar lagi.

Sistem pendidikan membunuh mimpi. "Bersikap realistis. Jangan berharap terlalu banyak."

Network marketing bilang: "Impikan impian terbesar Anda—lalu buat plan untuk mencapainya." 

Dan ketika Anda melihat orang biasa—dari background biasa, pendidikan biasa—mencapai kebebasan finansial, Anda mulai percaya itu possible untuk Anda juga.


Bagian 5: Mindset Shift yang Dibutuhkan 

Dari Security ke Freedom 

Employee mindset: "Saya butuh security. Gaji tetap. Benefit. Certainty." 

Business owner mindset: "Saya mau freedom. Kontrol atas waktu saya. Unlimited potential. Willing to trade short-term security untuk long-term freedom." 

Anda tidak bisa punya keduanya. 

Security dan freedom adalah trade-off. Semakin banyak security yang Anda minta, semakin sedikit freedom yang Anda punya. 

Dari "Bekerja untuk Uang" ke "Membangun Aset" 

Employee berpikir: "Berapa gaji per bulan?" 

Business owner berpikir: "Berapa nilai aset yang saya bangun bulan ini?"

Orang kaya tidak bekerja untuk uang. Mereka membangun aset yang menghasilkan uang. 

Network marketing mengajarkan ini secara langsung. Di awal, mungkin income kecil. Tapi yang Anda bangun adalah aset—jaringan yang akan terus generate income. 

Dari "Saya Tidak Bisa" ke "Bagaimana Saya Bisa?" 

Ketika pertama mendengar tentang network marketing, kebanyakan orang bilang: 

"Saya tidak bisa jualan." "Saya tidak punya waktu." "Saya tidak kenal banyak orang." "Saya terlalu tua/muda." 

Semua ini adalah excuse. 

Orang sukses bertanya pertanyaan berbeda: "Bagaimana saya bisa belajar? Siapa yang bisa mengajarkan saya? Apa yang perlu saya ubah?" 

Network marketing akan expose semua limiting beliefs Anda—dan memaksa Anda untuk overcome mereka.


Bagian 6: Why the Rich Get Richer 

Kiyosaki menjelaskan satu hal yang tidak pernah diajarkan di sekolah: Orang kaya bermain dengan aturan berbeda. 

Tax Code 

Employee dibayar → dipotong pajak → sisanya untuk hidup. 

Business owner menghasilkan income → pakai untuk expenses bisnis (deductible) → sisanya baru kena pajak. 

Contoh sederhana: 

Anda E, gaji 10 juta/bulan. Pajak 20% = 2 juta. Sisa 8 juta untuk hidup. 

Anda B, bisnis generate 10 juta/bulan. Anda pakai 4 juta untuk expenses bisnis (marketing, training, transport, meals dengan prospek—semua deductible). Sisanya 6 juta baru kena pajak 20% = 1.2 juta. 

Income sama. Pajak lebih rendah. Cash flow lebih besar. 

Ini legal. Ini bahkan encouraged oleh pemerintah untuk stimulate economy.

Tapi sekolah tidak pernah mengajarkan ini. 

Debt 

Orang miskin/middle class takut debt—dan rightfully so, karena mereka pakai debt untuk liabilitas (mobil, gadget, lifestyle). 

Orang kaya pakai debt untuk aset—hal yang menghasilkan cashflow. 

Mereka borrow dengan bunga 5% untuk invest di aset yang return 15%. Profit 10%.

Ini adalah financial intelligence yang tidak diajarkan di sekolah.


Bagian 7: Bagaimana Memulai 

Kiyosaki memberikan langkah praktis: 

1. Pilih Perusahaan Network Marketing yang Tepat 

Kriteria: 

  • Perusahaan yang established (minimal 5 tahun)
  • Produk yang Anda percaya dan bisa Anda pakai sendiri
  • Compensation plan yang adil
  • Training dan support system yang kuat
  • Leadership dan culture yang baik

Jangan pilih berdasarkan produk saja. Pilih berdasarkan sistem dan kultur.

2. Commit Minimal 3-5 Tahun 

Ini bukan get-rich-quick scheme. 

Tahun 1-2: Anda belajar. Income mungkin kecil atau bahkan merugi. Tahun 3-4: Anda mulai profitable. Sistem mulai jalan. Tahun 5+: Passive income mulai significant. 

Kebanyakan orang quit di tahun pertama—tepat sebelum mereka akan breakthrough.

3. Treat It Like Real Business 

Jangan treat ini seperti hobby. Treat seperti bisnis sungguhan: 

  • Set aside waktu dedicated setiap hari/minggu
  • Invest dalam training dan personal development
  • Track numbers dan metrics
  • Attend events dan trainings
  • Be coachable

4. Focus on Building People, Not Selling Products 

Ini adalah kunci yang membedakan network marketing yang sukses dari yang gagal.

Orang yang gagal fokus pada selling produk. 

Orang yang sukses fokus pada building people—mengajarkan, melatih, support tim mereka untuk sukses. 

Ketika Anda build people, products akan terjual dengan sendirinya.

5. Develop the 8 Assets 

Ingat: Anda tidak membangun bisnis produk. Anda membangun: 

  • Skills
  • Network
  • Leadership
  • Personal growth
  • System
  • Passive income stream
  • Dreams

Ini adalah aset yang akan serve Anda seumur hidup—di bisnis apa pun.


Penutup: Dua Pilihan di Depan Anda 

Kiyosaki menutup buku dengan dua skenario: 

Skenario 1: Status Quo 

Anda tetap di jalur lama: 

  • Sekolah → Pekerjaan → 40 tahun bekerja → Pensiun (semoga cukup)
  • Berharap perusahaan tidak layoff
  • Berharap ekonomi tidak crash
  • Berharap tabungan cukup untuk pensiun

Ini adalah bet pada harapan—bukan pada kontrol. 

Skenario 2: Ambil Kontrol 

Anda memutuskan untuk pindah dari sisi kiri quadrant (E/S) ke sisi kanan (B/I).

Anda mulai membangun aset yang akan generate passive income. 

Anda invest 5 tahun hidup Anda untuk belajar skill yang akan serve Anda 50 tahun berikutnya.

Ini adalah bet pada diri sendiri—dan Anda control hasilnya. 

Pertanyaan Terakhir 

Kiyosaki bertanya: "Apa yang lebih berisiko?" 

  • Bergantung pada perusahaan untuk pekerjaan dan security?
  • Atau membangun bisnis dan aset sendiri?

Kebanyakan orang pikir pekerjaan lebih aman. Tapi sejarah membuktikan sebaliknya. 

Satu-satunya security sejati adalah kemampuan untuk menciptakan value dan membangun aset. 

Call to Action 

Anda tidak harus setuju dengan semua yang Kiyosaki tulis. 

Anda tidak harus langsung join network marketing. 

Tapi Anda harus menghadapi pertanyaan ini dengan jujur:

1. Apakah jalur yang Anda ikuti sekarang akan membawa Anda ke financial freedom? 

2. Apakah Anda membangun aset—atau hanya menukar waktu dengan uang? 

3. Apakah Anda punya rencana untuk passive income—atau Anda berharap tabungan dan pensiun cukup? 

4. Apakah Anda belajar financial education—atau Anda hanya ikut arus? 

Jawaban jujur atas pertanyaan-pertanyaan ini akan menentukan masa depan finansial Anda.

Seperti yang Rich Dad katakan pada Kiyosaki bertahun-tahun lalu: 

"Pekerjaan adalah solusi jangka pendek untuk masalah jangka panjang. Kalau kamu mau financial freedom, kamu harus berpikir dan bertindak seperti business owner dan investor—bukan seperti employee." 

Abad ke-21 bukan tentang bekerja lebih keras. Abad ke-21 adalah tentang bekerja lebih cerdas—dan di kuadran yang tepat. 

Pertanyaannya sekarang: Di kuadran mana Anda akan memilih untuk berada?


Tentang Buku Asli 

"The Business of the 21st Century" diterbitkan pada tahun 2010 dan menjadi salah satu buku paling kontroversial dari Robert T. Kiyosaki. 

Robert T. Kiyosaki adalah penulis bestseller "Rich Dad Poor Dad"—salah satu buku personal finance paling laris sepanjang masa dengan 40+ juta kopi terjual di seluruh dunia. 

Buku ini kontroversial karena Kiyosaki secara terbuka mendukung network marketing sebagai model bisnis—sesuatu yang banyak orang skeptis tentangnya. Banyak kritikus mengatakan dia dibayar oleh perusahaan network marketing untuk promote model bisnis ini. 

Kiyosaki merespons: "Saya tidak dibayar oleh perusahaan mana pun. Saya menulis buku ini karena saya percaya ini adalah salah satu cara terbaik bagi orang biasa untuk belajar menjadi business owner dengan modal rendah." 

Terlepas dari kontroversi, buku ini menawarkan perspektif menarik tentang: 

  • Mengapa sistem pendidikan dan employment traditional tidak lagi adequate
  • Perbedaan fundamental antara cara karyawan dan business owner berpikir tentang uang
  • Pentingnya financial education yang tidak diajarkan di sekolah
  • Model bisnis alternatif untuk abad ke-21

Untuk pemahaman lengkap tentang filosofi Kiyosaki dan argumen detailnya, sangat disarankan membaca buku aslinya. Dia memberikan banyak contoh personal, cerita, dan analisis mendalam yang tidak bisa sepenuhnya ditangkap dalam ringkasan. 

Anda tidak harus setuju dengan semua yang dia tulis—tapi perspektifnya layak untuk dipertimbangkan, terutama jika Anda merasa sistem traditional tidak bekerja untuk Anda. 

Sekarang pergilah dan edukasi diri Anda tentang uang—karena seperti yang Kiyosaki selalu katakan: "Intelligence finansial bukan tentang berapa banyak uang yang Anda hasilkan. Tapi berapa banyak uang yang Anda simpan, berapa keras uang itu bekerja untuk Anda, dan berapa generasi yang bisa Anda support dengan uang itu."

 

That's the end — you've finished this summary.

Read next: Second Chance
Back to top

Similar books