The Business School For People Who Like Helping People
by Robert T. Kiyosaki · January 2026 · 17 min read
Pertanyaan yang Mengubah Segalanya
Table of contents
Pertanyaan yang Mengubah Segalanya
"Kamu orang kaya, Robert. Kamu nggak butuh network marketing. Kenapa kamu merekomendasikan ini ke kami?"
Pertanyaan itu datang dari seorang teman yang duduk di ruang tamu Robert Kiyosaki suatu malam. Di ruangan itu ada sekitar 15 orang—kebanyakan teman lama, beberapa kenalan baru—yang penasaran kenapa penulis buku "Rich Dad Poor Dad" yang sudah kaya raya malah mempromosikan bisnis network marketing.
"Kamu betul," jawab Kiyosaki. "Aku tidak butuh network marketing untuk menghasilkan uang. Aku sudah punya bisnis dan investasi yang cukup. Tapi itulah kenapa aku merekomendasikannya—karena aku tidak mendapat keuntungan finansial dari merekomendasikannya."
Ruangan hening. Semua orang bingung.
"Kalian tahu apa masalah terbesar di dunia saat ini?" lanjut Kiyosaki. "Bukan kemiskinan. Bukan pengangguran. Tapi kurangnya pendidikan finansial yang benar.
Sekolah mengajarkan kita untuk menjadi karyawan yang baik. Mereka tidak mengajarkan bagaimana membangun kekayaan. Mereka tidak mengajarkan bagaimana uang bekerja untuk kita—bukan kita bekerja untuk uang.
Dan network marketing—bukan karena produknya, bukan karena income potentialnya—tapi karena sistem pendidikannya, adalah salah satu sekolah bisnis terbaik yang bisa diakses oleh orang biasa."
Teman-temannya masih skeptis. Kiyosaki mengerti. Dia sendiri dulu skeptis.
"Biarkan aku jelaskan," katanya. "Ini bukan tentang jualan sabun atau suplemen. Ini tentang mengubah kuadran hidupmu—dari kiri ke kanan. Dan network marketing adalah jembatan paling aman dan paling murah untuk menyeberang."
Malam itu, Kiyosaki menjelaskan delapan nilai tersembunyi yang membuat network marketing menjadi pendidikan bisnis yang luar biasa—nilai yang tidak ada hubungannya dengan produk yang dijual.
Dan malam itu mengubah cara teman-temannya melihat kesempatan bisnis.
Mari kita pelajari apa yang Kiyosaki ajarkan malam itu.
Bagian 1: Kuadran ESBI—Di Mana Posisi Anda?
Sebelum masuk ke delapan nilai, Kiyosaki menggambar diagram sederhana di papan tulis:
E | B
---|---
S | I
"Semua orang menghasilkan uang dari salah satu dari empat kuadran ini," jelasnya.
Kuadran E (Employee—Karyawan)
"Ini adalah 80% populasi. Mereka bekerja untuk orang lain. Mereka menukar waktu dengan uang. Keamanan adalah prioritas mereka. Mereka bilang:
- 'Aku cari kerja yang aman'
- 'Berapa gajinya?'
- 'Benefit dan tunjangan apa yang aku dapat?'"
Masalahnya: Kamu hanya bisa kaya kalau kamu kerja. Berhenti kerja = berhenti dapat uang.
Kuadran S (Self-Employed—Wiraswasta)
"Ini adalah 15% populasi. Mereka kerja untuk diri sendiri. Dokter, pengacara, konsultan, pemilik toko kecil, freelancer. Mereka bilang:
- 'Kalau kamu mau sesuatu dilakukan dengan benar, lakukan sendiri'
- 'Aku tidak suka bos'
- 'Aku mau kontrol penuh'"
Masalahnya: Mereka tidak punya bisnis—mereka adalah bisnis. Kalau mereka berhenti kerja, income berhenti. Bahkan lebih parah dari E, karena mereka kerja lebih lama dan lebih keras.
Kuadran B (Business Owner—Pemilik Bisnis)
"Ini adalah 4% populasi. Mereka punya sistem atau orang lain yang bekerja untuk mereka. McDonald's, Starbucks, franchise besar. Mereka bilang:
- 'Aku cari orang yang kompeten untuk menjalankan sistem'
- 'Aku bangun sistem yang bisa berjalan tanpa aku'
- 'Aku bekerja ON bisnis, bukan IN bisnis'"
Kelebihannya: Mereka punya leverage. Sistem dan orang lain bekerja untuk mereka. Mereka bisa pergi liburan dan uang tetap masuk.
Kuadran I (Investor)
"Ini adalah 1% populasi. Mereka membuat uang bekerja untuk mereka. Real estate, saham, bisnis, obligasi. Mereka bilang:
- 'ROI-nya berapa?'
- 'Cashflow-nya berapa?'
- 'Kapan aku balik modal?'"
Kelebihannya: Passive income sejati. Uang menghasilkan uang.
Kiyosaki berhenti dan menatap audiensnya.
"Sekarang pertanyaan penting: Di kuadran mana kamu sekarang? Dan di kuadran mana kamu ingin berada?"
Kebanyakan orang di ruangan itu ada di E atau S. Dan kebanyakan ingin pindah ke B atau I.
"Nah," kata Kiyosaki, "inilah masalahnya: Kamu tidak bisa pindah kuadran dengan mindset kuadran lama.
Orang E punya mindset keamanan dan stabilitas. Mereka takut risiko.
Orang S punya mindset perfeksionisme dan kontrol. Mereka takut delegasi.
Tapi untuk sukses di B dan I, kamu butuh mindset berbeda: sistem, leverage, dan kepercayaan pada orang lain.
Dan di sinilah network marketing masuk. Ini adalah sekolah bisnis yang mengajarkan kamu bagaimana berpikir dan bertindak seperti orang B dan I—dengan risiko finansial yang sangat rendah."
Bagian 2: Delapan Nilai Tersembunyi Network Marketing
Kiyosaki kemudian menjelaskan mengapa dia merekomendasikan network marketing—dan tidak ada hubungannya dengan produk atau income janji-janji.
Nilai 1: Pendidikan Bisnis Dunia Nyata dengan Biaya Murah
"Berapa biaya untuk MBA dari universitas top?" tanya Kiyosaki. "Seratus ribu dollar? Dua ratus ribu dollar? Dan setelah lulus, kamu punya skill apa? Skill untuk menjadi karyawan yang lebih baik di kuadran E.
Sekarang bandingkan dengan network marketing. Biaya untuk memulai? Paling mahal biasanya cuma beberapa ratus dollar. Dan apa yang kamu pelajari?
- Sales dan marketing - skill paling penting dalam bisnis
- Leadership - bagaimana memimpin dan memotivasi orang
- Communication - berbicara di depan umum, presentasi, persuasi
- People skills - bekerja dengan berbagai tipe orang
- Overcoming rejection - mental toughness
- Time management - menjalankan bisnis sambil tetap kerja full-time
- Financial education - bagaimana uang bekerja
Ini adalah skill kuadran B—skill yang tidak diajarkan di sekolah formal. Dan kamu belajarnya dengan praktek langsung, bukan hanya teori."
Cerita: Kiyosaki menceritakan temannya yang punya PhD tapi tidak bisa jualan. "Dia brilian dalam teori, tapi di dunia nyata, dia tidak bisa mengubah pengetahuan jadi uang. Network marketing mengajarkan skill yang sekolah lewatkan: bagaimana berkomunikasi dan menjual ide."
Nilai 2: Jalur Pengembangan Pribadi yang Menguntungkan
"Network marketing bukan hanya bisnis," kata Kiyosaki. "Ini adalah program pengembangan pribadi yang kamu dibayar untuk menjalaninya.
Kebanyakan program pengembangan pribadi, kamu harus bayar. Seminar, workshop, coaching—semuanya keluar uang.
Tapi di network marketing? Kamu belajar sambil menghasilkan. Dan yang lebih penting: kamu dipaksa untuk tumbuh."
Kiyosaki menjelaskan: "Kalau kamu malu-malu, kamu harus belajar bicara dengan orang asing. Kalau kamu takut ditolak, kamu harus hadapi rejection berkali-kali sampai kamu kebal. Kalau kamu tidak bisa memimpin, kamu harus belajar—karena downline kamu butuh leadership.
Bisnis ini akan expose semua kelemahan kamu. Dan kalau kamu mau sukses, kamu harus perbaiki kelemahan itu.
Itulah mengapa banyak orang gagal di network marketing—bukan karena sistemnya tidak kerja, tapi karena mereka tidak mau berubah. Mereka mau hasil tanpa transformasi personal."
Nilai 3: Lingkaran Teman yang Mendukung Impian Anda
"Ayah kayaku bilang: 'Tunjukkan lima orang terdekatmu, dan aku akan tunjukkan masa depanmu,'" kata Kiyosaki.
"Masalahnya, kebanyakan orang dikelilingi oleh orang-orang yang takut dan negatif:
- 'Network marketing itu scam'
- 'Cari kerja tetap yang aman saja'
- 'Jangan ambil risiko'
- 'Mimpi itu tidak realistis'
Ini adalah crab mentality—seperti kepiting di ember yang saling tarik ke bawah ketika ada yang mau keluar.
Tapi ketika kamu join network marketing yang baik, kamu masuk ke lingkaran orang-orang yang:
- Positive dan supportive
- Punya mimpi besar
- Percaya pada pertumbuhan
- Mau membantu kamu sukses
Karena di network marketing, ketika kamu sukses, upline kamu sukses. Jadi mereka punya insentif untuk benar-benar membantu kamu—bukan kompetisi, tapi kolaborasi."
Insight penting: "Kalau kamu punya mimpi besar dan kamu cerita ke teman-teman E dan S, mereka akan tertawa atau mengecilkan mimpimu. Tapi kalau kamu cerita ke komunitas network marketing yang baik, mereka akan bilang: 'Itu bagus! Ayo aku bantu kamu capai itu!'"
Nilai 4: Kekuatan Jaringan
Kiyosaki mengutip hukum Metcalfe: "Nilai dari sebuah jaringan adalah kuadrat dari jumlah pengguna."
"Artinya: semakin besar jaringan, semakin powerful. Tapi kebanyakan orang kerja sendirian. Mereka punya skill, tapi tidak punya network.
Di network marketing, kamu belajar networking yang sejati—bukan sekadar tukar kartu nama, tapi membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan.
Kamu belajar:
- Bagaimana bertemu orang baru tanpa canggung
- Bagaimana membangun kepercayaan
- Bagaimana maintain hubungan
- Bagaimana memberi value duluan sebelum minta
Ini adalah skill yang akan berguna sepanjang hidup—tidak peduli bisnis apa yang kamu jalankan."
Nilai 5: Sistem Bisnis yang Bisa Diduplikasi
"Ini yang membedakan kuadran B dari S," jelas Kiyosaki. "Orang S punya skill personal yang sulit diduplikasi. Dokter bedah yang brilian tidak bisa mengkloning skillnya dengan mudah.
Tapi pemilik McDonald's tidak harus jadi chef terbaik. Mereka punya sistem yang bisa diajarkan ke remaja 16 tahun dan dia bisa jalankan.
Network marketing yang baik punya sistem yang bisa diduplikasi:
- Training yang terstandarisasi
- Material marketing yang sudah jadi
- Script dan presentation yang proven
- Support system yang jelas
- Step-by-step blueprint
Kamu tidak harus genius. Kamu tidak harus punya skill khusus. Kamu hanya harus mengikuti sistem yang sudah terbukti bekerja.
Dan ketika kamu bisa ajari downline kamu sistem yang sama—dan mereka mengajarkan ke downline mereka—inilah leverage sejati."
Nilai 6: Mentorship—Akses ke Orang Sukses
"Berapa biaya untuk hire business coach yang baik?" tanya Kiyosaki. "Ribuan dollar per bulan. Dan belum tentu mereka sukses di bidang yang kamu mau.
Tapi di network marketing, upline yang sukses punya insentif finansial untuk mengajarkan kamu sukses. Mereka dibayar ketika kamu sukses. Jadi mereka akan dedicate waktu dan energi mereka untuk coaching kamu—gratis.
Ini adalah akses langsung ke orang-orang yang sudah mencapai apa yang kamu inginkan. Mereka sudah membuat kesalahan, sudah belajar, sudah menemukan formula yang kerja. Dan mereka akan share semua itu dengan kamu.
Di dunia bisnis tradisional, orang sukses tidak punya waktu untuk ajari kamu. Atau kalau ada, mereka charge mahal. Tapi di network marketing, teaching adalah bagian dari business model."
Nilai 7: Leverage—Mengalikan Usaha Anda
"Ini adalah konsep paling penting yang tidak dipahami orang E dan S," kata Kiyosaki dengan serius.
"Orang E dan S percaya: Kerja keras = Sukses.
Mereka pikir kalau mereka kerja dua kali lebih keras, mereka akan dapat dua kali lebih banyak uang. Tapi ada limit. Sehari cuma 24 jam. Fisik kamu ada limit.
Orang B dan I percaya: Leverage = Sukses.
Ada dua jenis leverage:
1. Leverage of Systems - sistem yang bekerja untuk kamu
2. Leverage of People - orang lain yang bekerja dalam sistemmu
Network marketing mengajarkan kedua-duanya.
Ketika kamu punya 10 orang dalam jaringan, dan mereka masing-masing kerja 10 jam seminggu, kamu punya leverage 100 jam. Ketika mereka masing-masing punya 10 orang lagi, kamu punya leverage 1,000 jam.
Ini adalah bagaimana orang kaya berpikir: Bagaimana aku bisa multiply usahaku?"
Contoh powerful: "Ketika kamu kerja sebagai dokter, kamu dibayar untuk waktu kamu. Satu jam = satu fee. Kalau kamu tidak kerja, tidak ada income.
Tapi kalau kamu punya jaringan 1,000 orang yang masing-masing menghasilkan $100 per bulan, kamu punya $100,000 per bulan—tanpa kamu harus kerja 1,000 jam."
Nilai 8: Passive Income atau Residual Income
"Ini adalah holy grail," kata Kiyosaki. "Ini adalah perbedaan antara orang yang kerja untuk uang dan orang yang punya uang bekerja untuk mereka.
Passive income adalah uang yang terus masuk bahkan ketika kamu tidak bekerja.
Kebanyakan orang punya active income:
- Berhenti kerja = berhenti dapat gaji
- Tidak kerja hari ini = tidak dapat komisi hari ini
- Tutup toko = tidak ada penjualan
Tapi dengan residual income dari network marketing yang baik:
- Kamu bangun jaringan sekali, dan dia terus menghasilkan
- Orang dalam jaringan kamu terus konsumsi produk setiap bulan
- Kamu dapat komisi dari konsumsi berulang itu—bahkan ketika kamu tidur
Ini mengajarkan kamu konsep asset yang menghasilkan cashflow—fondasi dari kekayaan sejati."
Bagian 3: Mengapa Banyak Orang Gagal (dan Bagaimana Anda Bisa Berbeda)
Kiyosaki jujur: "Tidak semua orang sukses di network marketing. Faktanya, kebanyakan orang gagal. Tapi bukan karena sistemnya tidak kerja—tapi karena orang tidak komit untuk belajar."
Alasan Orang Gagal:
1. Mereka Cari Uang Cepat, Bukan Pendidikan
"Mereka join dengan ekspektasi: 'Aku akan kaya dalam 6 bulan!' Ketika tidak terjadi, mereka quit. Mereka tidak mengerti bahwa value sesungguhnya adalah pendidikan bisnis, bukan uang instan."
2. Mereka Tidak Mau Berubah
"Network marketing akan expose kelemahan kamu. Kalau kamu takut rejection, itu akan keluar. Kalau kamu tidak bisa berkomunikasi, itu akan jelas. Kalau kamu tidak bisa lead, itu akan terlihat.
Orang yang sukses bilang: 'Oke, ini kelemahan aku. Aku harus perbaiki.'
Orang yang gagal bilang: 'Sistem ini tidak cocok untuk aku,' dan quit."
3. Mereka Dengar Orang yang Salah
"Ketika kamu mulai network marketing, orang-orang negatif di sekitar kamu akan bilang:
- 'Itu pyramid scheme'
- 'Teman-teman aku yang join semua gagal'
- 'Hanya orang di atas yang kaya'
Dan kebanyakan orang dengar ini dan quit sebelum sempat belajar.
Tapi ingat: Jangan ambil advice dari orang yang tidak punya hasil yang kamu inginkan. Kalau mereka tidak punya financial freedom, mengapa kamu dengar advice financial mereka?"
4. Mereka Tidak Commit untuk Timeline yang Realistis
"Kalau kamu kuliah, kamu commit 4 tahun. Kalau kamu sekolah kedokteran, kamu commit 8-10 tahun. Kalau kamu bangun karir korporat, kamu commit 20-30 tahun.
Tapi banyak orang join network marketing dan expect hasil dalam 3-6 bulan. Ketika tidak terjadi, mereka bilang 'ini tidak kerja.'
Commit minimal 3-5 tahun untuk belajar skill dan bangun jaringan. Kalau kamu lakukan itu dengan serius, hasilnya akan datang."
Bagian 4: Ini Bukan untuk Semua Orang (dan Itu Oke)
Kiyosaki sangat jelas: "Network marketing bukan untuk semua orang. Dan itu tidak masalah."
Network Marketing BUKAN untuk Kamu Jika:
1. Kamu sudah punya bisnis sukses di kuadran B atau portfolio investasi di kuadran I
"Kalau kamu sudah di sana, kamu tidak butuh ini. Kamu sudah belajar skill yang perlu."
2. Kamu cari uang cepat tanpa usaha
"Ini bukan skema cepat kaya. Ini adalah pendidikan bisnis. Kalau kamu tidak mau belajar dan kerja, jangan masuk."
3. Kamu tidak mau berubah
"Kalau ego kamu terlalu besar untuk belajar, kalau kamu tidak mau hadapi kelemahan kamu, network marketing akan menyakitkan dan kamu akan quit."
Network Marketing COCOK untuk Kamu Jika:
1. Kamu stuck di kuadran E atau S dan ingin pindah ke B atau I
"Ini adalah jembatan paling murah dan paling aman untuk pindah kuadran."
2. Kamu mau belajar skill bisnis dunia nyata tanpa risiko kehilangan banyak uang
"Kalau kamu buka restoran dan gagal, kamu bisa kehilangan ratusan ribu dollar. Kalau kamu join network marketing dan 'gagal,' kamu hanya kehilangan beberapa ratus dollar—tapi kamu dapat pendidikan yang tidak ternilai."
3. Kamu suka membantu orang lain sukses
"Ini adalah bisnis untuk orang yang genuine peduli pada kesuksesan orang lain. Karena kamu hanya sukses ketika kamu bantu downline kamu sukses."
4. Kamu punya mimpi besar tapi tidak punya modal besar
"Dengan modal kecil dan komitmen waktu part-time (10-15 jam per minggu), kamu bisa bangun asset yang menghasilkan passive income. Tidak ada bisnis lain yang tawarkan
ini dengan entry barrier serendah ini."
Bagian 5: Cara Memilih Network Marketing yang Tepat
Kiyosaki memberi warning: "Tidak semua network marketing company sama. Ada yang bagus, ada yang buruk, ada yang scam."
Kriteria Memilih Company yang Baik:
1. Track Record dan Stabilitas
- Sudah berapa lama company ini ada? (Minimal 5 tahun lebih baik)
- Apakah mereka profitable dan stabil secara finansial?
- Apakah leadership company punya integritas?
2. Produk yang Berkualitas dan Bernilai
- Apakah kamu sendiri akan pakai produk ini bahkan kalau tidak ada business opportunity?
- Apakah produknya competitive di pasar?
- Apakah harganya reasonable?
3. Compensation Plan yang Adil
- Apakah orang baru punya kesempatan sama seperti orang lama?
- Apakah mayoritas komisi pergi ke distributor, bukan company?
- Apakah ada passive/residual income component?
4. Training dan Support System
- Apakah ada training program yang jelas dan terstruktur?
- Apakah upline benar-benar support dan ajari kamu?
- Apakah ada tools dan resources yang adequate?
5. Culture dan Values
- Apakah culture-nya positive dan ethical?
- Apakah mereka fokus pada helping people atau hanya recruitment?
- Apakah mereka mengajarkan prinsip bisnis yang benar?
Red Flags yang Harus Dihindari:
- Company yang fokus pada recruitment, bukan produk
- Janji get-rich-quick yang tidak realistis
- Pressure untuk beli inventory dalam jumlah besar di depan
- Tidak ada refund policy atau money-back guarantee
- Company yang tidak transparan tentang compensation plan
Penutup: Keputusan Ada di Tangan Anda
Kiyosaki menutup presentasinya malam itu dengan statement powerful:
"Aku tidak meminta kalian untuk join network marketing hari ini. Aku tidak meminta kalian untuk beli produk apa pun. Aku tidak dapat komisi dari apapun yang kalian lakukan.
Yang aku minta adalah: Buka pikiran kalian.
Selama puluhan tahun, kalian diajarkan satu cara untuk menghasilkan uang: Sekolah yang bagus → Nilai yang bagus → Kerja yang aman → Pensiun.
Tapi sistem itu sudah tidak bekerja lagi. Orang-orang dengan gelar tinggi terjebak dalam rat race—kerja keras setiap hari tapi tidak pernah mencapai kebebasan finansial.
Network marketing—kalau kamu pilih company yang tepat dan commit untuk belajar skill bukan hanya cari uang cepat—adalah salah satu jalur terbaik untuk:
1. Belajar skill bisnis kuadran B tanpa risiko besar
2. Bangun asset yang menghasilkan passive income
3. Tumbuh sebagai pribadi melalui challenges yang akan kamu hadapi
4. Membangun network yang supportive dan powerful
5. Membantu orang lain mencapai kebebasan finansial sambil mencapai milikmu sendiri
Apakah setiap orang yang join akan jadi miliarder? Tidak. Tapi setiap orang yang commit akan belajar skill yang akan valuable sepanjang hidup—skill yang tidak diajarkan di sekolah atau universitas manapun.
Jadi pertanyaannya bukan: 'Apakah aku harus join network marketing?'
Pertanyaannya adalah: 'Di kuadran mana aku mau menghabiskan sisa hidupku? Dan apa yang aku bersedia lakukan untuk sampai di sana?'"
Refleksi: Tiga Pertanyaan untuk Anda
Sebelum kamu mengambil keputusan apapun, jawab tiga pertanyaan ini dengan jujur:
1. Di Kuadran Mana Kamu Sekarang?
E - Karyawan yang menukar waktu dengan gaji? S - Wiraswasta yang menjadi slave untuk bisnis sendiri? B - Pemilik sistem yang berjalan tanpa kamu? I - Investor yang punya uang menghasilkan uang?
Jujur saja. Tidak ada yang salah dengan kuadran manapun. Tapi kamu harus tahu di mana kamu berdiri.
2. Di Kuadran Mana Kamu Ingin Berada dalam 5-10 Tahun?
Kalau jawabannya masih E atau S, tidak masalah. Fokus jadi yang terbaik di kuadran itu.
Tapi kalau jawabannya B atau I, kamu perlu jembatan untuk pindah. Dan itu butuh:
- Pendidikan bisnis yang benar
- Perubahan mindset
- Support system yang tepat
- Praktek langsung
Network marketing menawarkan semua itu dengan risiko finansial rendah.
3. Apa yang Kamu Bersedia Korbankan untuk Pindah Kuadran?
Tidak ada yang gratis. Untuk pindah dari E/S ke B/I, kamu harus bersedia:
- Invest waktu (10-15 jam per minggu selama 3-5 tahun)
- Keluar dari comfort zone
- Hadapi rejection dan failure berkali-kali
- Belajar skill baru yang awalnya canggung
- Grow sebagai pribadi
Kalau kamu tidak bersedia bayar harga itu, lebih baik kamu tetap di kuadran E atau S—dan itu okay.
Tapi kalau kamu bersedia, network marketing bisa jadi vehicle yang membawa kamu ke financial freedom.
Pesan Terakhir: Ini tentang Lebih dari Uang
Kiyosaki menutup dengan reminder penting:
"Rich Dad mengajarkan aku: Kehidupan sejati dimulai ketika kamu punya pilihan.
Ketika kamu harus kerja untuk bayar tagihan, kamu tidak punya pilihan. Kamu slave untuk uang.
Tapi ketika kamu punya passive income yang cukup untuk tutup semua expense, sesuatu yang magical terjadi: Kamu akhirnya bebas untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai dan passion-mu.
Kamu bisa pilih kerja karena kamu cinta apa yang kamu lakukan—bukan karena kamu butuh gaji.
Kamu bisa pilih untuk menghabiskan waktu dengan keluarga—bukan terjebak di kantor.
Kamu bisa pilih untuk pursue passion dan mimpi—bukan hanya survive.
Itulah mengapa aku merekomendasikan network marketing—bukan karena produknya, tapi karena pendidikan dan opportunity untuk mencapai kebebasan itu."
Tentang Buku Asli
"The Business School For People Who Like Helping People" diterbitkan pada tahun 2001 sebagai bagian dari seri "Rich Dad's Advisors."
Robert T. Kiyosaki adalah penulis bestseller internasional "Rich Dad Poor Dad" yang telah terjual lebih dari 40 juta kopi di seluruh dunia. Dia adalah educator finansial, entrepreneur, dan investor yang mission-nya adalah meningkatkan financial literacy secara global.
Penting untuk dicatat: Kiyosaki tidak mempromosikan company network marketing tertentu dalam buku ini. Dia menganalisis network marketing sebagai business model dan educational vehicle—bukan sebagai produk atau company spesifik.
Buku ini kontroversial karena topiknya. Banyak orang punya bias negatif terhadap network marketing. Tapi Kiyosaki mengajak kita melihat melampaui bias dan mengevaluasi nilai pendidikan dan skill development yang ditawarkan model bisnis ini.
Untuk pemahaman lengkap tentang filosofi Kiyosaki mengenai kuadran cashflow dan bagaimana network marketing fit dalam strategi financial freedom, sangat disarankan membaca buku aslinya bersama dengan "Cashflow Quadrant" yang memberikan foundation konsep ESBI.
Sekarang giliran kamu. Bukan untuk decide apakah join network marketing atau tidak—tapi untuk decide di kuadran mana kamu mau hidup, dan apa yang kamu bersedia lakukan untuk sampai di sana.
Karena seperti yang Rich Dad selalu bilang: "Orang miskin dan kelas menengah bekerja untuk uang. Orang kaya membuat uang bekerja untuk mereka."
Pertanyaannya: Kamu mau jadi yang mana?