As a Man Thinketh
by James Allen · December 2025 · 16 min read
Buku Kecil yang Mengubah Jutaan Hidup
Table of contents
Buku Kecil yang Mengubah Jutaan Hidup
Tahun 1902. James Allen, seorang penulis miskin berusia 31 tahun, duduk di perpustakaan kecil di rumahnya di Ilfracombe, Inggris.
Hidupnya tidak mudah. Ayahnya dibunuh ketika James masih remaja, memaksanya berhenti sekolah dan bekerja untuk menghidupi keluarga. Dia bekerja sebagai sekretaris selama 15 tahun—pekerjaan yang membosankan tapi membayar tagihan.
Tapi di malam hari, James menulis. Dia merenungkan pertanyaan yang telah mengganggu manusia sejak awal peradaban:
"Mengapa beberapa orang sukses sementara yang lain gagal? Mengapa beberapa orang bahagia sementara yang lain menderita? Apakah kita adalah korban keadaan, atau kita pencipta nasib kita sendiri?"
Setelah bertahun-tahun meditasi dan observasi, dia menulis sebuah esai kecil. Hanya 25 halaman. Dia menyebutnya "As a Man Thinketh"—diambil dari Amsal 23:7:
"Karena seperti yang dia pikirkan di dalam hatinya, demikianlah dia."
Penerbit awalnya skeptis. Terlalu pendek. Terlalu filosofis. Siapa yang akan membeli ini?
Tapi ketika diterbitkan tahun 1903, sesuatu yang luar biasa terjadi.
Buku itu menyebar dari tangan ke tangan. Dari negara ke negara. Satu abad kemudian, buku kecil itu telah terjual lebih dari 2 juta kopi dan diterjemahkan ke puluhan bahasa. Buku ini telah menginspirasi pemimpin, entrepreneur, atlet, dan jutaan orang biasa di seluruh dunia.
Mengapa? Karena James Allen mengungkap kebenaran sederhana namun revolusioner:
"Seorang manusia adalah hasil literal dari pikirannya."
Anda bukan korban keadaan. Anda adalah arsitek hidup Anda sendiri. Dan alat paling powerful yang Anda miliki adalah pikiran Anda.
Bagian 1: Pikiran dan Karakter—Taman Batin Anda
James Allen memulai dengan metafora yang indah:
"Pikiran seorang manusia dapat dibandingkan dengan taman."
Taman itu bisa dirawat dengan cerdas, atau dibiarkan terbengkalai. Tapi apakah dirawat atau tidak, sesuatu akan tumbuh.
Jika pemiliknya tidak menanam benih yang berguna, maka benih-benih tanaman liar akan terbang masuk dan tumbuh. Tanaman liar tidak meminta izin. Mereka hanya tumbuh.
Pikiran Anda sama persis.
Jika Anda tidak sengaja menanam pikiran yang baik—pikiran tentang keberanian, optimisme, cinta, pertumbuhan—maka pikiran liar akan masuk: ketakutan, keraguan, kebencian, keluhan.
Dan apa yang tumbuh di taman batin Anda akan menentukan karakter Anda.
Anda Adalah Hasil dari Pikiran Anda
Allen menulis dengan tegas:
"Seorang manusia adalah hasil literal dari pikirannya. Seperti yang dia pikirkan, bukan sesekali, tapi secara konsisten—demikianlah dia."
Lihat orang yang selalu mengeluh. Apa yang terjadi pada karakternya? Dia menjadi pahit, negatif, orang yang tidak menyenangkan untuk diajak berkumpul.
Lihat orang yang selalu bersyukur. Apa yang terjadi pada karakternya? Dia menjadi optimis, penuh harapan, orang yang menarik orang lain kepadanya.
Ini bukan kebetulan. Karakter adalah jumlah kumulatif dari semua pikiran Anda.
Karakter adalah Mahkota Prestasi
Allen menekankan sesuatu yang kita sering lupakan di era modern ini:
"Karakter yang mulia bukan anugerah kebetulan atau takdir—tapi hasil alami dari usaha yang berkelanjutan dalam berpikir benar."
Kita hidup di dunia yang terobsesi dengan hasil eksternal: uang, status, penampilan. Tapi Allen mengingatkan kita:
Prestasi sejati bukanlah harta yang Anda kumpulkan atau posisi yang Anda capai—tapi karakter yang Anda bangun.
Seseorang bisa kehilangan semua kekayaannya dalam satu hari. Tapi karakternya? Itu miliknya selamanya.
Dan karakter yang mulia—integritas, keberanian, kebaikan, ketekunan—adalah hasil dari secara sengaja memilih pikiran yang benar, hari demi hari, tahun demi tahun.
Praktek: Merawat Taman Anda
Pertanyaan sederhana untuk hari ini:
Jika pikiran Anda adalah taman, apa yang tumbuh di sana sekarang?
Apakah taman Anda penuh dengan:
- Rasa syukur atau keluhan?
- Keberanian atau ketakutan?
- Cinta atau kebencian?
- Harapan atau keputusasaan?
Apa pun yang tumbuh sekarang adalah hasil dari benih yang Anda tanam—atau biarkan tumbuh—di masa lalu.
Kabar baiknya? Anda bisa mulai menanam benih baru hari ini.
Bagian 2: Pikiran dan Keadaan—Cermin Batin Anda
Inilah bagian yang paling kontroversial dari buku Allen, tapi juga yang paling transformatif:
"Keadaan eksternal seseorang akan selalu ditemukan secara harmonis terkait dengan keadaan internal mereka."
Dengan kata lain: Hidup Anda di luar adalah cerminan dari hidup Anda di dalam.
"Tapi Saya Adalah Korban Keadaan!"
Kita semua pernah berkata atau berpikir:
- "Saya miskin karena ekonomi buruk"
- "Saya tidak bahagia karena pasangan saya"
- "Saya gagal karena saya tidak punya kesempatan"
- "Saya stress karena pekerjaan saya"
Allen dengan lembut tapi tegas menantang ini:
"Manusia tidak menarik apa yang dia inginkan, tapi apa yang dia adakan."
Bukan keinginan yang menentukan hidup Anda—tapi pikiran dominan Anda.
Anda bisa menginginkan kesuksesan, tapi jika pikiran dominan Anda adalah: "Saya tidak cukup baik," "Ini terlalu sulit," "Saya selalu gagal"—maka Anda akan menarik kegagalan.
Anda bisa menginginkan hubungan yang bahagia, tapi jika pikiran dominan Anda adalah kecurigaan, kritik, dan ketidakpuasan—maka Anda akan menarik konflik.
Hukum Tarik-Menarik Pikiran
Allen menjelaskan:
"Pikiran yang buruk tidak bisa menghasilkan kondisi yang baik. Pikiran yang baik tidak bisa menghasilkan kondisi yang buruk."
Ini bukan magic. Ini sebab-akibat.
Seseorang yang terus-menerus berpikir negatif:
- Bahasa tubuhnya memancarkan negativitas
- Kata-katanya penuh keluhan
- Sikapnya mengusir orang
- Dia tidak melihat peluang bahkan ketika ada di depan mata
Hasilnya? Dia menciptakan kondisi yang buruk—tapi dia menyalahkan "keadaan."
Sebaliknya, seseorang yang secara konsisten berpikir konstruktif:
- Dia melihat peluang di mana orang lain melihat masalah
- Dia menarik orang-orang yang membantu
- Dia bertindak dengan keyakinan
- Dia bertahan ketika orang lain menyerah
Hasilnya? Dia menciptakan kondisi yang baik—dan orang lain menyebutnya "beruntung."
Penderitaan Sebagai Guru
Tapi Allen tidak naif. Dia tahu hidup tidak selalu mudah.
Dia menulis:
"Penderitaan adalah indikator bahwa kita selaras dengan hukum yang salah."
Kadang Anda menderita karena kesalahan Anda sendiri—pikiran buruk menciptakan kondisi buruk.
Kadang Anda menderita sebagai bagian dari pertumbuhan—seperti atlet yang melatih otot sampai sakit untuk menjadi lebih kuat.
Tapi bagaimana Anda berpikir tentang penderitaan menentukan apakah itu menghancurkan atau membentuk Anda.
Dua orang mengalami kebangkrutan:
- Yang pertama berpikir: "Saya pecundang. Saya tidak akan pernah sukses." Dia hancur.
- Yang kedua berpikir: "Ini pelajaran mahal. Apa yang bisa saya pelajari?" Dia tumbuh.
Keadaan yang sama. Pikiran yang berbeda. Hasil yang berlawanan.
Pertanyaan Kunci
Allen mengajak kita bertanya:
"Jika hidup saya sekarang adalah cerminan dari pikiran saya—apa yang pikiran saya katakan tentang saya?"
Lihatlah:
- Hubungan Anda
- Keuangan Anda
- Kesehatan Anda
- Karir Anda
Apa yang mereka cerminkan tentang pikiran dominan Anda?
Jujur pada diri sendiri. Ini bukan tentang menyalahkan diri sendiri—tapi tentang memberdayakan diri sendiri.
Karena jika pikiran Anda menciptakan keadaan Anda sekarang, maka pikiran baru bisa menciptakan keadaan baru.
Bagian 3: Pikiran dan Kesehatan—Tubuh Mengikuti Pikiran
Allen mengamati sesuatu yang sekarang dikonfirmasi oleh sains modern:
"Tubuh adalah hamba pikiran."
Pikiran Anda tidak hanya membentuk karakter dan keadaan—tapi juga kesehatan fisik Anda.
Pikiran yang Sakit, Tubuh yang Sakit
Pernahkah Anda sakit perut sebelum presentasi penting?
Pernahkah Anda merasa lelah setelah seharian penuh stress, meskipun tidak bekerja fisik?
Pernahkah Anda bangun dengan sakit kepala setelah semalam memikirkan masalah?
Itu bukan kebetulan. Pikiran langsung mempengaruhi tubuh.
Allen menulis:
"Pikiran yang kotor mengotori darah dengan cepat. Pikiran yang jernih membuat darah murni."
Dalam bahasa modern:
- Pikiran cemas menghasilkan kortisol (hormon stress)
- Kortisol kronis melemahkan sistem imun
- Sistem imun lemah membuat Anda rentan penyakit
Sebaliknya:
- Pikiran damai menghasilkan endorfin
- Endorfin memperkuat sistem imun
- Sistem imun kuat membuat Anda sehat
Penyakit Dimulai dari Pikiran
Allen tidak mengatakan semua penyakit disebabkan pikiran. Tapi dia mengatakan pikiran adalah faktor besar yang diabaikan.
"Pikiran yang penuh ketakutan dengan cepat menghancurkan tubuh yang terkuat."
Berapa banyak orang sakit bukan karena virus atau bakteri—tapi karena stress kronis, kekhawatiran konstan, atau kebencian yang mengakar?
Dokter modern sekarang mengakui: 70-80% penyakit terkait stress.
Allen sudah menulis ini 120 tahun lalu.
Tubuh Sebagai Ekspresi Pikiran
Lihatlah orang-orang di sekitar Anda:
Orang yang selalu khawatir: Wajah tegang, bahu kaku, pernapasan pendek.
Orang yang penuh kedamaian: Wajah rileks, postur terbuka, pernapasan dalam.
Orang yang pahit dan pendendam: Rahang mengeras, mata dingin, ekspresi keras.
Orang yang penuh cinta dan kebaikan: Mata hangat, senyum alami, energi positif.
Tubuh tidak berbohong. Tubuh mengekspresikan apa yang ada di dalam pikiran.
Kekuatan Pikiran Positif
Allen menekankan:
"Pikiran yang ceria, bahagia, dan tenang, yang dipelihara dengan baik, menghasilkan tubuh yang anggun dan bermartabat dengan kondisi kesehatan yang baik."
Ini bukan tentang menekan emosi negatif atau berpura-pura bahagia.
Ini tentang secara sengaja memilih pikiran yang melayani kesehatan Anda, bukan yang menghancurkannya.
Ketika Anda khawatir tentang sesuatu yang di luar kontrol Anda—pilih untuk fokus pada apa yang bisa Anda kontrol.
Ketika Anda marah pada seseorang—pilih untuk memaafkan, bukan untuk kepentingan mereka, tapi untuk kesehatan Anda sendiri.
Kesehatan sejati dimulai dari pikiran yang sehat.
Bagian 4: Pikiran dan Tujuan—Kompas Hidup Anda
Allen membuat observasi yang tajam:
"Mereka yang tidak memiliki tujuan sentral dalam hidup mereka mudah menjadi korban dari kekhawatiran, ketakutan, dan kesulitan kecil—semua itu adalah indikasi kelemahan."
Tanpa tujuan, pikiran Anda mengembara. Dan pikiran yang mengembara adalah pikiran yang rentan.
Kekuatan Tujuan
Bayangkan kapal tanpa tujuan. Dia hanya mengapung, terbawa arus, terdampar di mana pun angin membawanya.
Sekarang bayangkan kapal dengan tujuan yang jelas: "Pelabuhan New York." Bahkan ketika ada badai, kapten tahu ke mana harus mengarahkan kapal.
Tujuan adalah kompas batin Anda.
Allen menulis:
"Seseorang harus memiliki tujuan yang sah dan berguna, dan menjadikan pencapaiannya sebagai titik pusat pikiran."
Ketika Anda punya tujuan yang jelas:
- Pikiran Anda terorganisir
- Energi Anda terarah
- Keputusan Anda lebih mudah
- Godaan lebih mudah ditolak
- Kegagalan tidak menghancurkan—karena Anda tahu ke mana Anda pergi
Dari Keraguan Menuju Kepastian
Orang tanpa tujuan selalu dalam keraguan:
- "Apa yang harus saya lakukan?"
- "Apakah ini pilihan yang benar?"
- "Bagaimana jika saya gagal?"
Orang dengan tujuan punya kejelasan:
- "Apakah ini membawa saya lebih dekat ke tujuan saya?"
- Jika ya → lakukan.
- Jika tidak → tinggalkan.
Sesederhana itu.
Allen menulis:
"Bahkan jika dia gagal berulang kali dalam mencapai tujuannya, kekuatan karakter yang dia dapatkan akan menjadi ukuran kesuksesan sejatinya."
Anda mungkin tidak selalu mencapai apa yang Anda tuju. Tapi proses mengejar tujuan yang mulia membentuk Anda menjadi orang yang lebih baik.
Dan itu adalah kemenangan sejati.
Mulailah Hari Ini
Tidak perlu tujuan yang grandiose. Mulailah dengan sesuatu.
Bukan: "Saya ingin sukses." (Terlalu vague)
Tapi: "Saya akan membangun bisnis yang melayani 1,000 pelanggan dalam 3 tahun." (Spesifik)
Bukan: "Saya ingin sehat."
Tapi: "Saya akan lari 5km tanpa henti dalam 6 bulan."
Tujuan yang jelas memberikan pikiran Anda sesuatu untuk difokuskan, bukan hanya hal-hal untuk dikhawatirkan.
Bagian 5: Faktor Pikiran dalam Pencapaian—Fondasi Kesuksesan
Allen mengungkap rahasia yang tidak disukai banyak orang:
"Semua pencapaian, baik di dunia bisnis, intelektual, atau spiritual, adalah hasil dari pikiran yang diarahkan dengan pasti."
Tidak ada shortcut. Tidak ada keberuntungan murni. Pencapaian adalah hasil dari pikiran yang terfokus.
Kemenangan Dimulai di Dalam
Sebelum atlet memenangkan medali emas, dia sudah menang di pikirannya—ribuan kali. Dia membayangkan dirinya menang. Dia percaya dia bisa menang. Dia melatih pikirannya sebelum melatih tubuhnya.
Sebelum entrepreneur membangun bisnis jutaan dolar, dia sudah membangunnya di pikirannya terlebih dahulu. Dia melihat visi. Dia percaya pada kemungkinan. Dia tidak membiarkan keraguan menghentikannya.
Allen menulis:
"Pikiran yang lemah tidak menghasilkan pencapaian yang kuat."
Anda tidak bisa berpikir, "Saya mungkin gagal... tapi saya coba," dan mengharapkan kesuksesan besar. Pikiran yang ragu-ragu menghasilkan usaha yang setengah hati. Usaha setengah hati menghasilkan hasil yang biasa-biasa saja.
Ketekunan Lahir dari Keyakinan
Mengapa beberapa orang menyerah setelah kegagalan pertama, sementara yang lain mencoba 100 kali?
Perbedaannya adalah pikiran.
Yang menyerah berpikir: "Lihat, saya memang tidak bisa. Saya sudah bilang ini tidak akan berhasil."
Yang bertahan berpikir: "Ini adalah pelajaran. Apa yang salah? Bagaimana saya bisa coba lagi dengan cara berbeda?"
Allen menulis:
"Kesuksesan yang kuat dan tahan lama adalah hasil dari bertahun-tahun mengumpulkan upaya yang tekun dan sabar."
Orang-orang melihat kesuksesan semalam dan berpikir itu keberuntungan. Mereka tidak melihat 10 tahun pikiran yang disiplin, bertahan melalui kegagalan demi kegagalan.
Pikiran Menentukan Nasib
Allen menutup bagian ini dengan pernyataan yang powerful:
"Seseorang tidak dapat langsung memilih keadaan hidupnya, tetapi dia dapat memilih pikirannya, dan begitu mempengaruhi dan membentuk keadaan hidupnya secara tidak langsung namun pasti."
Anda tidak bisa kontrol ekonomi. Tapi Anda bisa kontrol bagaimana Anda berpikir tentang ekonomi.
Anda tidak bisa kontrol apa yang orang lain lakukan. Tapi Anda bisa kontrol bagaimana Anda merespons.
Dan dalam jangka panjang, pikiran Anda—bukan keadaan Anda—yang menentukan nasib Anda.
Bagian 6: Visi dan Ideal—Bintang Pemandu Anda
Allen menulis dengan puitis:
"Pemimpi adalah penyelamat dunia."
Di dunia yang cynical, ini terdengar naif. Tapi Allen memaksudkan sesuatu yang dalam.
Kekuatan Visi
Setiap pencapaian besar dimulai sebagai visi di pikiran seseorang:
- Pesawat terbang dimulai sebagai visi Wright Brothers
- Internet dimulai sebagai visi para ilmuwan
- Kemerdekaan dimulai sebagai visi para pahlawan
Visi adalah apa yang Anda lihat di pikiran Anda sebelum dunia melihatnya di realitas.
Allen menulis:
"Cita-cita Anda adalah janji dari apa yang akhirnya akan Anda jadi. Visi Anda adalah nubuat dari apa yang akhirnya akan Anda ungkapkan."
Ketika seorang anak miskin bermimpi menjadi dokter, orang tertawa. Tapi mimpi itu adalah benih dari realitas masa depan—jika dia rawat dengan pikiran yang benar.
Jangan Biarkan Realitas Saat Ini Membunuh Visi Anda
Ini adalah ujian terbesar: Bisakah Anda memegang visi Anda bahkan ketika realitas saat ini mengatakan itu mustahil?
Allen menulis:
"Orang yang menghargai visi hati yang indah, cita-cita yang mulia, dalam hatinya, suatu hari akan menyadarinya."
Tapi kebanyakan orang membiarkan realitas saat ini membunuh visi mereka:
- "Saya tidak punya uang." → Mimpi mati.
- "Saya tidak punya koneksi." → Mimpi mati.
- "Saya sudah terlalu tua." → Mimpi mati.
Padahal setiap orang sukses pernah di posisi itu. Perbedaannya? Mereka tidak membiarkan realitas saat ini mendiktekan masa depan mereka. Mereka membiarkan visi mereka membentuk realitas baru.
Kesabaran dengan Visi
Visi tidak terwujud dalam semalam.
Allen menulis:
"Seseorang hanya dapat naik, menaklukkan, dan mencapai dengan mengangkat pikirannya."
Hari demi hari, Anda merawat visi Anda dengan pikiran yang sejalan:
- Ketika orang lain menonton TV, Anda belajar skill baru
- Ketika orang lain mengeluh, Anda mencari solusi
- Ketika orang lain menyerah, Anda mencoba lagi
Visi memerlukan pikiran yang konsisten, bukan yang sesekali.
Bagian 7: Ketenangan—Mahkota Kebijaksanaan
Allen menutup dengan bab yang paling indah: Ketenangan.
Setelah berbicara tentang pikiran, tujuan, dan pencapaian—dia mengingatkan kita akan satu hal:
"Ketenangan pikiran adalah salah satu permata indah dari kebijaksanaan."
Kekuatan dalam Ketenangan
Dunia menghargai aksi, kesibukan, dan kebisingan. Tapi Allen mengingatkan:
"Orang yang tenang, yang selalu menguasai diri, yang berjalan dengan seimbang, adalah orang dengan pikiran yang terlatih."
Perhatikan orang-orang yang Anda kagumi. Pemimpin sejati. Mereka tidak panik. Mereka tidak reaktif. Mereka tenang—bahkan di tengah badai.
Mengapa? Karena mereka menguasai pikiran mereka, bukan dikuasai oleh pikiran.
Dari Badai Menuju Kedamaian
Allen menulis:
"Semakin tenang seseorang, semakin besar kesuksesannya, pengaruhnya, kekuatannya untuk berbuat baik."
Ketenangan bukan berarti pasif. Ketenangan adalah kekuatan yang terkontrol.
Seperti danau yang tenang—airnya dalam dan kuat. Sementara air yang beriak hanya di permukaan—dangkal dan lemah.
Praktek Ketenangan
Bagaimana mencapai ketenangan?
Allen memberikan formula sederhana:
"Ketenangan pikiran datang dari kontrol diri yang tekun."
Setiap kali Anda:
- Merasa marah tapi memilih untuk tidak bereaksi
- Merasa cemas tapi memilih untuk fokus pada nafas
- Merasa tergoda tapi memilih untuk tetap pada prinsip
Anda melatih otot ketenangan.
Dan seperti otot fisik, semakin sering dilatih, semakin kuat.
Kedamaian Sebagai Tujuan Akhir
Allen menutup dengan kata-kata yang indah:
"Ya, kemanusiaan sepenuh hati merindukan Kebenaran, merindukan kedamaian, ketenangan, dan istirahat yang selamanya bertahan."
Pada akhirnya, semua pencapaian, semua kesuksesan, semua kekayaan—tidak akan memuaskan jika Anda tidak punya kedamaian batin.
Anda bisa punya segalanya tapi tetap gelisah. Atau Anda bisa punya sedikit tapi punya kedamaian—dan itu sudah cukup.
Penutup: Revolusi Dimulai dari Pikiran
James Allen menutup bukunya dengan kata-kata sederhana namun profound:
"Sebagaimana manusia berpikir, demikianlah dia."
Buku kecil ini, yang ditulis lebih dari satu abad lalu oleh seorang penulis yang hampir tidak dikenal, telah mengubah jutaan hidup karena satu alasan sederhana:
Kebenaran yang disampaikannya adalah kebenaran abadi.
Tidak peduli kapan Anda lahir. Tidak peduli di mana Anda tinggal. Tidak peduli apa kondisi Anda sekarang.
Pikiran Anda adalah kekuatan yang paling powerful yang Anda miliki.
Lima Kebenaran Inti
Mari kita rangkum kebijaksanaan Allen:
1. Anda Adalah Hasil dari Pikiran Anda
Bukan keadaan yang membentuk Anda—tapi bagaimana Anda berpikir tentang keadaan itu.
2. Karakter Adalah Prestasi Sejati
Bukan uang atau status—tapi siapa Anda menjadi adalah ukuran kesuksesan sejati.
3. Keadaan Eksternal Mencerminkan Keadaan Internal
Jika Anda ingin mengubah hidup Anda, mulailah dengan mengubah pikiran Anda.
4. Tubuh Mengikuti Pikiran
Kesehatan fisik terkait erat dengan kesehatan mental dan emosional.
5. Ketenangan Adalah Kekuatan Tertinggi
Bukan dalam kebisingan dan kesibukan—tapi dalam ketenangan dan kontrol diri kekuatan sejati ditemukan.
Pertanyaan untuk Anda
James Allen mengajak kita merenungkan:
"Jika saya adalah hasil dari pikiran saya, siapa yang saya bentuk hari ini?"
Setiap hari, Anda membuat pilihan:
- Pikiran apa yang Anda biarkan masuk
- Pikiran apa yang Anda rawat
- Pikiran apa yang Anda tolak
Dan pilihan-pilihan kecil ini, diakumulasikan selama bertahun-tahun, menjadi nasib Anda.
Hari ini, pikiran apa yang akan Anda tanam?
Langkah Pertama Anda
Buku ini bukan untuk dibaca sekali lalu dilupakan. Ini adalah manual untuk hidup yang perlu dibaca berulang kali.
Mulai hari ini:
Pagi: Sebelum membuka ponsel, tanyakan: "Pikiran pertama apa yang akan saya tanam hari ini?"
Siang: Ketika menghadapi tantangan, tanyakan: "Apakah saya merespons dengan pikiran yang konstruktif atau destruktif?"
Malam: Sebelum tidur, refleksikan: "Pikiran apa yang mendominasi hari saya? Apakah itu membawa saya lebih dekat ke orang yang saya ingin jadi?"
Dalam Sebulan:
Anda akan mulai melihat pola pikiran Anda.
Dalam Enam Bulan:
Karakter Anda akan mulai berubah.
Dalam Setahun:
Keadaan hidup Anda akan mulai mencerminkan perubahan batin Anda.
Kata Terakhir dari James Allen
Allen menutup dengan harapan yang indah:
"Orang yang telah menaklukkan keraguan dan ketakutan telah menaklukkan kegagalan. Pikiran setiap pemikirannya disertai dengan kekuatan, dan semua kesulitan dengan berani dihadapi dan bijaksana ditangani."
Anda tidak perlu menjadi jenius. Anda tidak perlu lahir dengan keuntungan khusus. Anda hanya perlu menguasai pikiran Anda.
Dan jika Anda bisa melakukan itu—tidak ada yang bisa menghentikan Anda menjadi versi terbaik dari diri Anda.
Seperti yang Allen tulis dengan indah:
"Kelemahan orang yang berusaha keras menjadi kekuatan. Kesalahan dan kebodohan akan berubah menjadi kebijaksanaan dan keindahan. Pikiran yang terlatih adalah guru kehidupan."
Jadi mulailah melatih pikiran Anda hari ini.
Karena seperti yang Anda pikirkan, demikianlah Anda akan menjadi.
Tentang Buku Asli
"As a Man Thinketh" pertama kali diterbitkan pada tahun 1903 dan tetap menjadi salah satu karya paling berpengaruh dalam literatur pengembangan diri.
James Allen (1864-1912) adalah seorang penulis filosofis Inggris yang menulis hampir 20 buku, tetapi "As a Man Thinketh" tetap menjadi yang paling terkenal dan berpengaruh.
Buku asli sangat singkat—hanya sekitar 25 halaman—tapi padat dengan kebijaksanaan. Allen menulis dengan gaya puitis dan meditatif yang mengundang pembaca untuk merenungkan setiap kalimat.
Buku ini telah menginspirasi generasi pemimpin pemikiran, termasuk Norman Vincent Peale ("The Power of Positive Thinking"), Napoleon Hill ("Think and Grow Rich"), dan Earl Nightingale ("The Strangest Secret").
Untuk pengalaman penuh dari keindahan bahasa dan kedalaman filosofis Allen, sangat disarankan membaca buku aslinya. Ringkasan ini menangkap ide-ide inti, tetapi prosa Allen yang meditatif dan puitis adalah pengalaman yang tidak bisa sepenuhnya direplikasi.
Buku ini pendek—bisa dibaca dalam satu jam—tapi jika Anda benar-benar merenungkannya, bisa mengubah sisa hidup Anda.
Sekarang pergilah dan rawatlah taman batin Anda dengan bijaksana.
Karena seperti yang Anda pikirkan di dalam hati Anda, demikianlah Anda.