Tribe of Mentors
by Timothy Ferriss · December 2025 · 16 min read
Ketika Kehidupan Terasa Berantakan
Table of contents
Ketika Kehidupan Terasa Berantakan
Desember 2016. Timothy Ferriss—penulis buku laris "The 4-Hour Workweek," podcaster dengan ratusan juta download, investor di puluhan startup unicorn—duduk sendirian di rumahnya.
Depresi.
Tidak, bukan sedih biasa. Depresi klinis yang membuatnya meragukan segalanya. Karir yang sukses terasa hampa. Hubungan yang rumit. Perasaan stuck meskipun secara objektif "berhasil."
Di titik terendahnya, dia mengingat sesuatu: setiap kali dia merasa lost, dia menelepon mentor—orang-orang yang sudah melewati badai yang dia hadapi.
Tapi kali ini, dia ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Dia ingin mengumpulkan wisdom dari banyak mentor sekaligus. Dan lebih penting: dia ingin membagikannya.
Jadi dia mengirim email ke 130+ orang paling sukses dan menarik yang dia kenal—dari atlet olimpiade hingga CEO, dari seniman hingga ilmuwan, dari miliarder hingga biarawan—dan mengajukan 11 pertanyaan yang sama.
Pertanyaan tentang rutinitas. Tentang kegagalan. Tentang nasihat yang mereka sesalkan tidak mereka tahu lebih awal. Tentang bagaimana mereka bangkit ketika jatuh.
Dan mereka menjawab.
"Tribe of Mentors" adalah hasilnya—sebuah buku yang seperti mengundang 130 orang paling bijak di planet ini untuk dinner dan bertanya hal-hal yang benar-benar penting.
Inilah wisdom yang mereka bagikan.
Bagian 1: Pagi Menentukan Hari—Ritual yang Mengubah Hidup
Mengapa Rutinitas Pagi Penting?
Hampir setiap mentor yang diwawancara Tim memiliki rutinitas pagi yang sangat disengaja.
Bukan karena mereka "morning person." Tapi karena mereka menyadari kebenaran sederhana: cara Anda memulai hari menentukan seluruh hari Anda.
Jika Anda bangun dan langsung cek email—Anda mengizinkan orang lain mendikte prioritas Anda.
Jika Anda bangun dan langsung scroll media sosial—Anda mengisi otak Anda dengan noise sebelum sempat berpikir jernih.
Jika Anda bangun dalam reactive mode—Anda akan menghabiskan sepanjang hari bereaksi, bukan bertindak.
Rutinitas Pagi Para Master
1. Jangan Sentuh Ponsel (Setidaknya 1 Jam Pertama)
Ini muncul berulang kali. Naval Ravikant, investor dan filosof: "Satu jam pertama hari adalah milik saya. Tidak ada email. Tidak ada berita. Tidak ada media sosial."
Arianna Huffington bahkan tidak mengizinkan ponsel di kamarnya. "Ponsel Anda adalah alarm terburuk. Anda tidur dengan musuh."
2. Gerakan Tubuh
Tidak harus olahraga berat. Tapi gerakan.
Arnold Schwarzenegger masih ke gym pukul 6 pagi di usia 70-an. Brené Brown berjalan dengan anjingnya. Tony Robbins melakukan cold plunge dan trampoline.
Mengapa? Karena tubuh yang bergerak membangunkan otak. Darah mengalir. Energi meningkat. Anda merasa alive.
3. Meditasi atau Journaling
Lebih dari 80% mentor melakukan salah satu (atau keduanya) setiap pagi.
Ray Dalio, miliarder pendiri Bridgewater: "Meditasi adalah gift terbesar yang pernah saya terima. Ini memberi saya kejernihan pikiran dan ketenangan yang tidak bisa saya dapatkan dari hal lain."
Tim Ferriss sendiri journaling setiap pagi—menulis tiga hal yang dia syukuri, tiga hal yang akan membuat hari ini hebat, dan satu affirmasi.
4. Baca atau Dengar yang Inspiratif
Seth Godin membaca tulisan filosofis. Chase Jarvis mendengarkan podcast. Beberapa membaca puisi.
Intinya: masukkan sesuatu yang mengangkat pikiran Anda sebelum dunia menghujaninya dengan problem.
Template Rutinitas Pagi (30-60 Menit)
Jika Anda hanya punya 30-60 menit di pagi hari, inilah template sederhana yang direkomendasikan banyak mentor:
Menit 1-5: Hidrasi Minum 500ml air. Tubuh Anda dehidrasi setelah tidur. Menit 5-15: Gerakan Stretching, yoga, push-up, atau jalan cepat.
Menit 15-25: Meditasi atau Journaling Duduk tenang dan fokus pada napas, atau tulis thoughts Anda.
Menit 25-30: Set Intention Tanyakan: "Apa satu hal yang, jika saya selesaikan hari ini, akan membuat saya merasa accomplished?"
Tidak perlu sempurna. Yang penting konsisten.
Bagian 2: Kekuatan Mengatakan "Tidak"
Paradoks Kesuksesan
Semakin sukses Anda, semakin banyak peluang yang datang.
Kedengarannya bagus, kan? Masalahnya: lebih banyak peluang berarti lebih banyak distraksi.
Derek Sivers, pendiri CD Baby yang menjual perusahaannya seharga $22 juta, punya filosofi radikal: "Jika bukan 'Hell Yeah!', maka itu 'No'."
Artinya: jika Anda tidak merasa sangat excited tentang sesuatu—tolak.
Undangan dinner networking? No. Proyek yang "interesting tapi tidak amazing"? No. Kesempatan yang "bagus untuk CV" tapi tidak align dengan tujuan Anda? No.
Mengapa Kita Sulit Bilang Tidak?
Paulo Coelho, penulis "The Alchemist": "Kita bilang yes karena kita takut kehilangan kesempatan. Kita takut menyinggung. Kita takut terlihat tidak baik."
Tapi kebenaran yang menyakitkan: setiap yes untuk hal yang salah adalah no untuk hal yang benar.
Setiap jam yang Anda habiskan untuk meeting yang tidak penting adalah jam yang Anda curi dari pekerjaan yang benar-benar penting.
Setiap komitmen yang Anda buat karena "tidak enak menolak" adalah komitmen yang mengambil energi dari keluarga atau kesehatan Anda.
Seni Mengatakan Tidak dengan Anggun
Mentor-mentor ini bukan kasar. Mereka hanya jelas tentang prioritas mereka.
Template 1: The Honest No "Terima kasih sudah berpikir tentang saya. Sayangnya saya sedang overcommitted dan tidak bisa memberikan perhatian yang ini butuhkan. Saya harus respectfully decline."
Template 2: The Redirect "Ini di luar expertise saya, tapi saya kenal seseorang yang mungkin cocok. Boleh saya hubungkan?"
Template 3: The Policy "Saya punya policy pribadi untuk tidak [accept speaking engagements / join advisory boards / dll]. Tapi saya appreciate Anda bertanya."
Yang penting: jangan buat excuse. Jika Anda bilang "Saya sibuk bulan ini," mereka akan tanya lagi bulan depan. Be honest. Be direct. Be kind.
Nasihat Terbaik tentang Fokus
Dari Debbie Millman, designer dan host podcast: "Sibuk adalah bentuk baru dari lazy. Sibuk berarti Anda tidak membuat prioritas."
Dari Whitney Cummings, comedian: "Saya belajar bahwa 'Saya tidak punya waktu' sebenarnya berarti 'Itu bukan prioritas saya.' Dan itu okay—selama Anda jujur tentang itu."
Dari Kevin Kelly, pendiri Wired Magazine: "Produktivitas bukan tentang melakukan banyak hal. Produktivitas adalah tentang melakukan hal yang benar."
Bagian 3: Kegagalan adalah Guru Terbaik
Pertanyaan yang Membuka Luka
Salah satu pertanyaan Tim yang paling powerful: "Apa kegagalan terbesar atau momen paling sulit yang mengajar Anda sesuatu?"
Jawaban-jawabannya mengejutkan—bukan karena dramatis, tapi karena jujur.
Kegagalan yang Membentuk
Brené Brown, peneliti keberanian dan vulnerability:
"Kegagalan terbesar saya adalah ketika saya mencoba menjadi orang yang saya pikir orang lain inginkan—alih-alih menjadi diri saya sendiri. Saya kehilangan diri saya dalam prosesnya. Butuh breakdown untuk saya menyadari: Anda tidak bisa mencapai keberanian tanpa vulnerability."
Ben Stiller, aktor dan sutradara:
"Film pertama yang saya sutradarai adalah bencana di box office. Saya merasa seperti kegagalan total. Tapi kegagalan itu memaksa saya bertanya: 'Apakah saya membuat film untuk validation, atau karena saya punya cerita yang ingin saya ceritakan?' Jawaban itu mengubah segalanya."
Soman Chainani, penulis bestseller:
"Saya diterima di Harvard Medical School. Keluarga saya sangat bangga. Tapi saya tahu deep down, saya ingin jadi penulis. Saya dropout di tahun pertama. Keluarga saya kecewa. Bertahun-tahun saya struggle. Tapi akhirnya, saya menulis novel yang jadi New York Times bestseller. Kegagalan terbesar saya adalah hampir tidak mengikuti passion saya."
Pola yang Muncul
Di antara semua cerita kegagalan, tiga pola muncul:
1. Kegagalan Eksternal vs Internal
Kegagalan eksternal (bisnis bangkrut, proyek gagal, ditolak) terasa besar tapi lebih mudah di-recover.
Kegagalan internal (kehilangan diri sendiri, hidup untuk ekspektasi orang lain, tidak jujur dengan nilai Anda) jauh lebih destruktif dan lasting.
2. Kegagalan adalah Data, Bukan Identitas
Orang sukses tidak bilang "Saya gagal." Mereka bilang "Saya mencoba sesuatu dan tidak berhasil. Sekarang saya tahu apa yang tidak work."
Kegagalan adalah feedback loop. Bukan vonis.
3. Fast Failure is Better Than Slow Dying
Lebih baik coba sesuatu dan gagal dalam 6 bulan daripada menghabiskan 10 tahun dalam pekerjaan yang Anda benci karena takut mengambil risiko.
Pertanyaan Refleksi
Dari Cheryl Strayed, penulis "Wild":
"Ketika menghadapi pilihan sulit, tanyakan pada diri sendiri: 'Apa yang akan saya sesalkan tidak saya lakukan di ranjang kematian?'
Anda tidak akan menyesalkan mencoba dan gagal. Anda akan menyesalkan tidak pernah mencoba."
Bagian 4: Buku-Buku yang Mengubah Hidup
Pertanyaan Paling Disukai Tim
"Apa buku yang paling sering Anda berikan sebagai hadiah?"
Jawaban-jawabannya mengungkap buku-buku yang benar-benar transformatif—bukan sekadar "bagus," tapi life-changing.
Buku yang Muncul Berulang Kali
1. "Man's Search for Meaning" - Viktor Frankl
Muncul di hampir setiap kategori mentor.
Cerita psikiater yang selamat dari kamp konsentrasi Nazi dan menemukan bahwa meaning—bukan kesenangan—adalah yang membuat hidup layak dijalani.
Quotes yang sering disebutkan: "Di antara stimulus dan respons ada ruang. Di ruang itu ada kekuatan kita untuk memilih respons kita. Dalam respons kita terletak pertumbuhan dan kebebasan kita."
2. "The War of Art" - Steven Pressfield
Tentang Resistance—kekuatan internal yang mencegah kita melakukan pekerjaan kreatif kita.
Seth Godin: "Buku ini mengubah cara saya melihat procrastination. Ini bukan tentang lazy. Ini adalah self-sabotage yang sistematis."
3. "Sapiens" - Yuval Noah Harari
Sejarah umat manusia yang mengubah perspektif tentang siapa kita dan ke mana kita pergi.
Naval Ravikant: "Buku ini membuat saya menyadari berapa banyak dari 'kebenaran' yang kita percayai sebenarnya hanya shared fictions yang kita sepakati bersama."
4. "Meditations" - Marcus Aurelius
Tulisan pribadi kaisar Romawi tentang filosofi Stoic.
Tim Ferriss: "Ini bukan buku untuk dibaca sekali. Ini buku untuk hidup seumur hidup. Setiap kali saya kembali, saya menemukan wisdom baru."
5. "The Power of Myth" - Joseph Campbell
Tentang struktur universal dari cerita-cerita hero di semua kultur.
George Lucas menggunakan ini untuk membuat Star Wars. Ratusan penulis menggunakan ini untuk memahami storytelling.
Buku Underrated yang Powerful
Selain bestseller terkenal, ada buku-buku yang kurang dikenal tapi sangat berdampak:
- "The Bed of Procrustes" - Nassim Taleb - Aforisme tentang kompleksitas dunia
- "Siddhartha" - Hermann Hesse - Pencarian spiritual dan self-discovery
- "When Things Fall Apart" - Pema Chödrön - Tentang memeluk ketidakpastian
- "The Prophet" - Kahlil Gibran - Puisi tentang kehidupan, cinta, dan kebebasan
Pelajaran: Baca untuk Transformasi, Bukan Akumulasi
Kevin Kelly: "Saya tidak pernah menghitung berapa banyak buku yang saya baca per tahun. Yang penting adalah: berapa banyak buku yang mengubah cara saya berpikir?"
Jangan baca untuk menambah angka. Baca untuk mengubah diri Anda.
Bagian 5: Nasihat untuk Diri Sendiri di Masa Lalu
"Apa yang Ingin Anda Katakan pada Diri Anda yang 30 Tahun?"
Pertanyaan ini menghasilkan nasihat paling personal dan powerful.
Tema yang Muncul Berulang
1. Berhenti Peduli Apa yang Orang Pikirkan
Dari Arianna Huffington: "Saya akan bilang ke diri saya: 'Kamu tidak bisa menyenangkan semua orang. Dan mencoba melakukannya akan menguras energimu dan mencegahmu menjadi dirimu yang sebenarnya.'"
Dari Whitney Cummings: "Opini orang lain tentangmu bukan urusanmu. Mereka punya masalah mereka sendiri yang mereka proyeksikan padamu."
2. Investasi Terbaik adalah Kesehatan
Dari Tim Ferriss sendiri: "Jaga tubuhmu sekarang. Jangan anggap enteng tidur, exercise, dan makanan sehat. Di usia 40-an, kamu akan membayar konsekuensi dari keputusan di usia 30-an."
Dari Kelly Starrett, ahli physical therapy: "Tubuh tidak memaafkan. Setiap cedera yang kamu abaikan di usia 20-an akan kembali haunt kamu di usia 40-an."
3. Mulai Lebih Awal (Tapi Tidak Pernah Terlambat)
Dari Daymond John, pendiri FUBU: "Jangan tunggu 'waktu yang tepat.' Waktu yang tepat tidak akan pernah datang. Mulai dengan apa yang kamu punya sekarang."
Dari Susan Cain, penulis "Quiet": "Saya wish saya mulai menulis 10 tahun lebih awal. Tapi saya juga tahu: saya tidak siap 10 tahun lalu. Jadi... mulai sekarang dengan di mana kamu ada."
4. Hubungan adalah Segalanya
Dari Esther Perel, terapis hubungan: "Investasi terbaikmu bukan di real estate atau saham. Investasi terbaikmu adalah di relationships. Orang-orang yang kamu cintai dan yang mencintaimu adalah yang akan bertahan ketika segalanya runtuh."
Dari Sam Kass, mantan chef Gedung Putih: "Habiskan lebih banyak waktu dengan orang tuamu. Mereka tidak akan ada selamanya. Aku kehilangan ayahku di usia 60-an dan wish aku punya lebih banyak conversations dengan dia."
5. Kegagalan Tidak Akan Membunuhmu
Dari Brené Brown: "Hal yang paling kamu takuti—penolakan, kegagalan, terlihat bodoh—tidak akan membunuhmu. Yang akan membunuhmu adalah menyesalkan tidak pernah mencoba."
Dari Ben Stiller: "Ambil risiko sekarang. Di usia 30-an, kamu punya lebih sedikit tanggung jawab dan lebih banyak energi untuk bounce back. Di usia 50-an, stakes-nya lebih tinggi."
Nasihat yang Paling Mengejutkan
Dari Casey Neistat, YouTuber dengan 12 juta subscribers:
"Saya akan bilang ke diri saya: 'Kamu tidak perlu kuliah. Sistem pendidikan tradisional tidak dirancang untukmu. Dan itu okay. Jalurmu berbeda—dan itu adalah kekuatanmu.'"
Controversial? Ya. Tapi dia membuktikannya dengan membangun karir yang luar biasa tanpa gelar.
Bagian 6: Billboard Imaginaris—Pesan untuk Dunia
"Jika Anda Punya Billboard Raksasa dengan Apa Pun, Apa Pesannya?"
Ini adalah pertanyaan tentang nilai inti mereka—apa yang begitu penting sampai mereka ingin seluruh dunia mengetahuinya.
Pesan yang Mengubah Perspektif
"This Too Shall Pass"
Dari Janna Levin, astrofisikawan:
"Ketika segala sesuatu hebat, ini mengingatkan kita untuk tidak terlalu attached. Ketika segala sesuatu terrible, ini mengingatkan kita bahwa ini tidak permanen. Empat kata ini adalah wisdom tertinggi."
"You Are Going to Die"
Dari Cheryl Strayed:
"Bukan untuk menakut-nakuti. Tapi untuk membebaskan. Kita semua akan mati. Jadi berhenti buang waktu untuk hal-hal yang tidak penting. Hidup sekarang."
"Be Here Now"
Dari Ram Dass (melalui banyak mentor yang mengutipnya):
"Masa lalu adalah memori. Masa depan adalah imajinasi. Satu-satunya yang nyata adalah sekarang. Dan kebanyakan dari kita melewatkannya."
"No One Is Coming to Save You"
Dari Kamal Ravikant:
"Kedengarannya keras. Tapi ini membebaskan. Tidak ada knight in shining armor. Tidak ada deus ex machina. Jika hidup Anda akan berubah, Andalah yang harus mengubahnya."
"The Obstacle Is the Way"
Dari Ryan Holiday (dan Marcus Aurelius):
"Apa yang menghalangi jalan menjadi jalan. Setiap hambatan adalah kesempatan untuk praktek virtue, untuk belajar, untuk tumbuh."
"Be So Good They Can't Ignore You"
Dari Steve Martin (sering dikutip):
"Jangan fokus pada politics, networking, atau shortcut. Fokus pada craft. Menjadi luar biasa baik di apa yang Anda lakukan. Sisanya akan mengikuti."
Pesan yang Paling Sederhana tapi Paling Profound
Dari Derek Sivers:
"Whatever you decide, you're wrong."
"Artinya: Tidak ada keputusan yang 'benar.' Setiap pilihan punya trade-off. Jadi berhenti overthinking. Pick one and make it work."
Bagian 7: Nasihat Buruk yang Harus Diabaikan
"Apa Nasihat Buruk yang Sering Anda Dengar?"
Ini mungkin pertanyaan paling valuable—karena menghindari nasihat buruk sama pentingnya dengan mengikuti nasihat baik.
Top Nasihat Buruk yang Harus Diabaikan
1. "Follow Your Passion"
Cal Newport dan banyak mentor lainnya menolak ini.
Alasannya: Passion adalah hasil dari menjadi baik di sesuatu, bukan prerequisite. Kebanyakan orang tidak punya "passion" yang jelas. Dan bahkan jika ada, passion tanpa skill tidak akan membayar bills.
Nasihat yang lebih baik: "Be so good they can't ignore you." Bangun skill yang valuable. Passion akan mengikuti.
2. "You Can Have It All"
Dari Arianna Huffington:
"Ini adalah kebohongan yang dijual kepada perempuan—dan semakin banyak kepada laki-laki juga. Kamu tidak bisa have it all sekaligus. Ada trade-offs. Keputusan yang kamu buat punya konsekuensi. Dan itu okay."
3. "Work-Life Balance"
Dari Jeff Bezos:
"Itu framing yang salah. Ini bukan tentang balance—seperti timbangan yang harus equal. Ini tentang harmony. Ada waktu ketika kerja butuh lebih fokus. Ada waktu ketika keluarga butuh lebih fokus. Fleksibilitas adalah kunci, bukan balance rigid."
4. "Fake It Till You Make It"
Dari Brené Brown:
"Ini adalah resep untuk burnout dan imposter syndrome. Jangan berpura-pura jadi orang yang kamu bukan. Sebaliknya: Be honest about where you are and committed to where you're going."
5. "Never Give Up"
Dari Seth Godin:
"Ini nasihat terrible. Kamu harus give up—pada hal-hal yang tidak working. Winner quit sepanjang waktu. Mereka quit hal yang salah sehingga mereka bisa fokus pada hal yang benar. The art is knowing what to quit and what to stick with."
6. "Do What You Love and Money Will Follow"
Dari Naval Ravikant:
"Ini romantis tapi naif. Kenyataannya: lakukan sesuatu yang valuable, lakukan dengan excellence, dan uang akan mengikuti. Love might come later—dan itu lebih sustainable."
Pola yang Muncul
Nasihat buruk biasanya adalah nasihat yang:
1. Terlalu simplistic untuk dunia yang kompleks
2. Mengabaikan trade-offs yang nyata
3. Berdasarkan luck atau privilege tapi dipresentasikan sebagai formula universal
4. Terdengar bagus di surface tapi tidak practical dalam implementasi
Penutup: Wisdom Anda Sendiri
Paradoks dari Buku Nasihat
Tim Ferriss mengakhiri buku dengan paradoks yang indah:
"Saya mengumpulkan nasihat dari 130+ orang paling sukses di planet ini. Tapi nasihat terbaik yang bisa saya berikan adalah: filter semua nasihat—termasuk yang ada di buku ini—melalui lens pengalaman dan nilai Anda sendiri."
Tidak ada yang cocok untuk semua. Apa yang bekerja untuk Arnold Schwarzenegger mungkin tidak bekerja untuk Anda. Apa yang mengubah hidup Brené Brown mungkin tidak resonate dengan Anda.
Dan itu okay.
Tiga Pelajaran Meta dari Tribe of Mentors
1. Tidak Ada Satu Jalan Menuju Sukses
130 orang, 130 jalan berbeda. Ada yang dropout, ada yang PhD. Ada yang mulai muda, ada yang career change di 40-an. Ada yang ikut passion, ada yang pragmatis dulu.
Kesamaan mereka: mereka semua committed pada craft mereka dan willing to work hard.
2. Kebiasaan Kecil > Motivasi Besar
Hampir semua mentor berbicara tentang routine, sistem, dan kebiasaan—bukan tentang motivasi atau inspiration.
Mengapa? Karena motivasi naik-turun. Kebiasaan adalah yang bertahan.
3. Self-Knowledge adalah Superpower
Orang yang paling sukses sangat tahu:
- Apa yang mereka bagus dan tidak bagus
- Apa yang memberi energi dan menguras energi
- Apa nilai-nilai non-negotiable mereka
- Kapan harus push dan kapan harus rest
Mereka tidak mencoba jadi orang lain. Mereka jadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.
Pertanyaan untuk Anda
Sekarang giliran Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan Tim:
1. Apa buku yang mengubah cara Anda berpikir?
2. Apa satu kebiasaan yang, jika Anda mulai hari ini, akan mengubah tahun depan Anda?
3. Apa yang ingin Anda katakan pada diri Anda 5 tahun lalu?
4. Jika Anda punya billboard, apa pesannya?
5. Apa nasihat buruk yang hampir Anda ikuti?
Jawab dengan jujur. Tuliskan. Dan kemudian: act on it.
Karena seperti yang Tim sering katakan: "Knowledge without action is just entertainment."
Anda baru saja membaca wisdom dari 130+ world-class performers. Sekarang pertanyaannya adalah:
Apa yang akan Anda lakukan berbeda mulai besok?
Tentang Buku Asli
"Tribe of Mentors: Short Life Advice from the Best in the World" diterbitkan pada November 2017 sebagai companion untuk buku sebelumnya, "Tools of Titans."
Tim Ferriss adalah penulis buku-buku bestselling termasuk "The 4-Hour Workweek," "The 4-Hour Body," dan "The 4-Hour Chef." Podcast-nya, "The Tim Ferriss Show," telah didownload lebih dari 900 juta kali dan consistently ranked #1 business podcast.
Format buku ini unik: 130+ wawancara pendek dengan tokoh-tokoh dari berbagai bidang—bisnis, seni, olahraga, sains, hiburan. Setiap orang menjawab pertanyaan yang sama, membuat pembaca bisa membandingkan perspektif dan menemukan pola.
Mentor yang diwawancara termasuk:
- Bisnis: Ray Dalio, Arianna Huffington, Ben Horowitz, Naval Ravikant
- Kreator: Brené Brown, Seth Godin, Paulo Coelho, Susan Cain
- Atlet: Shaun White, Kelly Slater, Laird Hamilton
- Hiburan: Jamie Foxx, Ben Stiller, Kal Penn
- Dan banyak lagi dari berbagai bidang
Untuk mendapat manfaat penuh, sangat disarankan membaca buku aslinya. Setiap wawancara adalah treasure trove of wisdom, dan Anda bisa memilih untuk fokus pada mentor dari bidang yang paling relevan dengan Anda.
Ringkasan ini hanya menangkap essence dari beberapa tema universal—buku lengkapnya menawarkan 600+ halaman nasihat yang bisa Anda kembali lagi dan lagi sepanjang hidup Anda.
Sekarang pergilah dan bangun tribe of mentors Anda sendiri—baik melalui buku, podcast, atau (yang terbaik) relationships nyata dengan orang-orang yang beberapa langkah di depan Anda.
Karena seperti kata pepatah: "If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together."
Dan perjalanan ini lebih menyenangkan—dan lebih mungkin berhasil—ketika Anda punya tribe.