Ultra-Processed People
by Chris van Tulleken · December 2025 · 14 min read
Eksperimen yang Mengubah Segalanya
Table of contents
Eksperimen yang Mengubah Segalanya
Bayangkan ini: Seorang dokter berusia 42 tahun, sehat, atletis, dengan berat badan ideal. Ia memutuskan melakukan eksperimen pada dirinya sendiri.
Selama empat minggu, 80% dari makanannya akan berasal dari makanan ultra-proses—sereal kotak, roti kemasan, nugget ayam, pizza beku, minuman bersoda, camilan dalam bungkus plastik mengkilap.
Ini bukan makanan aneh atau ekstrem. Ini adalah makanan yang ada di hampir setiap rumah. Makanan yang iklannya kita lihat setiap hari. Makanan yang kita berikan pada anak-anak kita tanpa pikir panjang.
Apa yang terjadi dalam empat minggu?
Chris van Tulleken, presenter BBC dan dokter dengan gelar PhD, mengalami transformasi yang menakutkan:
- Berat badan naik 7 kg (dari 72 kg menjadi 79 kg)
- Tidurnya hancur - insomnia dan mimpi buruk
- Wasir muncul untuk pertama kali dalam hidupnya
- Libido menurun drastis
- Mood swing dan perasaan depresi
- Kecanduan - ia merasa tidak bisa berhenti makan meskipun sudah kenyang
- Pemindaian MRI menunjukkan otak berubah—area yang terkait dengan reward dan kecanduan menjadi lebih aktif, mirip dengan pecandu narkoba
Yang paling mengerikan? Ia kehilangan kontrol.
"Saya merasa seperti zombie," tulisnya. "Saya tahu apa yang saya makan tidak baik. Tapi tubuh saya menginginkannya. Otak saya meminta lebih. Saya merasa seperti tidak punya pilihan."
Empat minggu. Hanya empat minggu untuk mengubah tubuh dan otak seorang pria dewasa yang sehat.
Sekarang pertanyaannya: Jika ini yang terjadi dalam empat minggu, apa yang terjadi pada orang yang makan seperti ini selama bertahun-tahun?
Dan lebih penting lagi: Apa yang terjadi pada anak-anak kita yang tumbuh dengan makanan ini?
Buku "Ultra-Processed People" bukan sekadar tentang diet. Ini adalah investigasi mendalam tentang bagaimana industri makanan mengubah apa yang kita makan—dan dalam prosesnya, mengubah tubuh dan pikiran kita.
Mari kita mulai dari awal: Apa sebenarnya makanan ultra-proses itu?
Bagian 1: Makanan yang Bukan Makanan—Memahami UPF
Sistem NOVA—Empat Kategori Makanan
Profesor Carlos Monteiro dari Universitas São Paulo menciptakan sistem klasifikasi yang disebut NOVA, yang membagi semua makanan menjadi empat kelompok:
Grup 1: Makanan Belum Diproses atau Minimal Diproses
- Buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, daging segar, susu segar
- Ini adalah makanan yang nenek moyang kita akan kenali
Grup 2: Bahan Kuliner yang Diproses
- Garam, gula, minyak, mentega
- Digunakan untuk memasak Grup 1
Grup 3: Makanan Proses
- Keju, roti tradisional, ikan kaleng, sayuran kaleng
- Kombinasi Grup 1 dan Grup 2 dengan teknik pengawetan sederhana
Grup 4: Makanan Ultra-Proses (UPF) Inilah yang berbeda. Inilah yang berbahaya.
UPF adalah formulasi industri yang sebagian besar atau seluruhnya terbuat dari zat yang diekstrak dari makanan—atau dibuat di laboratorium.
Jika Anda membaca label dan melihat sesuatu yang tidak akan ada di dapur nenek Anda, itu UPF:
- Maltodextrin
- High fructose corn syrup
- Protein isolate
- Hidrogenated oils
- Emulsifier
- Flavor enhancers
- Pewarna sintetis
Aturan praktis sederhana:
Jika makanan itu datang dalam kemasan plastik mengkilap dan punya umur simpan lebih dari beberapa minggu, kemungkinan besar itu UPF.
Bukan Semua Makanan dalam Kemasan Adalah UPF
Ini penting untuk dipahami:
- Roti tradisional (tepung, air, garam, ragi) = Grup 3, BUKAN UPF
- Roti kemasan dengan 20 bahan termasuk emulsifier dan pengawet = UPF
- Yogurt plain = Grup 3
- Yogurt dengan "fruit bits," pemanis, pewarna, pengental = UPF
- Hummus buatan sendiri = Grup 3
- Hummus kemasan dengan pengawet dan stabilizer = UPF
Perbedaannya bukan pada "proses" tetapi pada jenis dan tingkat pemrosesan.
Mengapa Ini Penting?
Di Inggris dan Amerika, 60% kalori yang dikonsumsi rata-rata orang berasal dari UPF.
Untuk anak-anak, angkanya lebih tinggi: 65-70%.
Di Indonesia, meskipun angkanya masih lebih rendah, tren naik dengan cepat—terutama di kota-kota besar di mana Indomie instant, nugget, sosis, minuman kemasan, dan snack mendominasi.
Bagian 2: Didesain untuk Kecanduan—Sains di Balik UPF
Bliss Point—Titik Kebahagiaan Fatal
Van Tulleken mewawancarai Howard Moskowitz, ilmuwan makanan yang terkenal karena satu hal: menemukan "bliss point" untuk Coca-Cola, Pringles, dan ratusan produk lain.
Bliss point adalah kombinasi sempurna dari gula, garam, dan lemak yang membuat otak melepaskan dopamin maksimal—neurotransmitter yang terkait dengan pleasure dan reward.
Terlalu sedikit gula? Tidak menarik. Terlalu banyak gula? Terlalu manis, membuat mual. Tapi pada titik yang tepat—bliss point—otak Anda berteriak: "LAGI! LEBIH BANYAK!"
Ini bukan kebetulan. Ini adalah hasil dari ribuan eksperimen, jutaan dollar riset, dan algoritma komputer yang canggih.
Setiap gigitan Pringles, setiap teguk Coca-Cola, telah dioptimalkan secara matematis untuk membuat Anda tidak bisa berhenti.
Vanishing Caloric Density—Kalori yang Menghilang
Ini adalah trik brilian lain yang ditemukan industri makanan.
Ketika Anda makan apel, ada resistensi. Ada serat. Ada usaha untuk mengunyah. Dan ketika Anda menelan, Anda merasa ada substansi di perut Anda.
Otak Anda merasakan ini dan berkata: "Oke, kita sudah makan. Cukup."
Tapi produk seperti Cheetos dirancang untuk "menghilang" di mulut Anda. Teksturnya lumer dengan sangat sedikit mengunyah. Tidak ada resistensi. Tidak ada rasa kenyang.
Jadi otak Anda tidak pernah mendapat sinyal "cukup." Anda bisa makan satu kantong penuh—500 kalori—dan masih merasa lapar.
Ini disebut "vanishing caloric density"—kalori tinggi yang tidak terdeteksi oleh sistem kenyang Anda.
Hyper-Palatability—Enak Secara Artificial
Makanan alami punya rasa yang kompleks. Stroberi segar itu manis, sedikit asam, ada aroma, ada tekstur biji-bijian kecil.
Tapi stroberi dalam yogurt UPF? Itu bukan stroberi sungguhan. Itu adalah kombinasi dari:
- High fructose corn syrup (manis)
- Citric acid (asam)
- Natural and artificial flavors (aroma)
- Pewarna merah
Hasilnya? Lebih intens, lebih sederhana, lebih "enak" daripada stroberi asli—tapi tanpa nutrisi apapun.
Masalahnya: setelah otak Anda terbiasa dengan intensitas ini, makanan asli jadi hambar.
Anak-anak yang tumbuh makan UPF sering menolak sayuran bukan karena mereka "pilih-pilih" tapi karena lidah mereka telah dikalibrasi ulang untuk mengharapkan intensitas yang tidak ada dalam makanan asli.
Bagian 3: Apa yang UPF Lakukan pada Tubuh Kita
1. Obesitas—Bukan Karena Anda Lemah
Van Tulleken menghancurkan mitos bahwa obesitas adalah tentang "kurang olahraga" atau "kurang disiplin."
Studi menunjukkan: Ketika orang diberi akses unlimited ke UPF vs makanan alami dengan kalori yang sama, orang yang makan UPF makan 500 kalori lebih banyak per hari tanpa menyadarinya.
Mengapa? Karena UPF:
- Tidak memicu sinyal kenyang
- Membuat Anda makan lebih cepat (tidak butuh banyak mengunyah)
- Meningkatkan nafsu makan melalui manipulasi hormonal
Ini bukan kegagalan willpower. Ini adalah desain produk yang mengalahkan biologi Anda.
2. Penyakit Kronis—Bukan Hanya Obesitas
UPF dikaitkan dengan:
- Diabetes tipe 2: risiko naik 15% untuk setiap 10% peningkatan UPF dalam diet
- Penyakit jantung: risiko naik 29%
- Kanker: beberapa studi menunjukkan korelasi dengan kanker usus dan payudara
- Depresi dan kecemasan: risiko naik 22%
- Kematian dini: dari segala penyebab, risiko naik 62%
Dan yang paling mengkhawatirkan: Efek ini independen dari obesitas.
Artinya, bahkan jika Anda tetap langsing sambil makan UPF, Anda masih punya risiko penyakit lebih tinggi.
3. Perubahan pada Otak—Kecanduan yang Nyata
Pemindaian MRI Chris van Tulleken setelah empat minggu menunjukkan sesuatu yang menakutkan:
Area otak yang terkait dengan reward dan kecanduan—area yang sama yang aktif pada pecandu kokain atau alkohol—menjadi lebih aktif dan lebih terkoneksi ketika dia makan UPF.
Ini bukan metafora. Ini bukan "seperti kecanduan." Ini adalah kecanduan.
Dan seperti kecanduan lainnya, semakin lama Anda konsumsi, semakin banyak yang Anda butuhkan untuk efek yang sama.
4. Dampak pada Anak—Generasi yang Diprogram Ulang
Anak-anak lebih rentan karena:
- Otak mereka masih berkembang
- Mereka tidak punya kontrol penuh atas apa yang mereka makan
- Paparan sejak dini menciptakan preferensi seumur hidup
Van Tulleken menulis dengan emosional tentang putrinya yang berusia 5 tahun:
"Saya melihat dia menginginkan Pringles. Bukan karena dia lapar. Bukan karena dia suka rasanya dalam arti yang sebenarnya. Tapi karena otak kecilnya telah diprogramkan oleh ratusan iklan, oleh desain kemasan yang warna-warni, oleh pengalaman dopamine rush setiap kali dia memakannya. Saya merasa seperti saya kehilangan dia pada kekuatan yang tidak bisa saya kontrol."
Bagian 4: Konspirasi yang Tidak Terlihat—Politik Makanan
Industri yang Lebih Kuat dari Rokok
Van Tulleken membandingkan industri makanan dengan industri tembakau—dan menyimpulkan bahwa industri makanan lebih canggih, lebih kuat, dan lebih berbahaya.
Mengapa?
1. Produk mereka legal dan diterima secara sosial Tidak ada stigma makan Cheetos seperti ada stigma merokok.
2. Mereka menargetkan anak-anak secara agresif Iklan di TV, sponsor sekolah, maskot kartun—semuanya didesain untuk menciptakan loyalitas merek sejak dini.
3. Mereka mengendalikan sains Industri makanan mendanai ratusan studi yang "menemukan" bahwa UPF tidak berbahaya, bahwa masalahnya adalah "kurang olahraga," bahwa semua kalori adalah sama.
Van Tulleken mengungkap:
- Coca-Cola mendanai lebih dari 200 organisasi kesehatan di seluruh dunia
- Nestle punya ilmuwan mereka sendiri di komite penasihat WHO
- Ketika studi independen menemukan bahaya UPF, industri meluncurkan kampanye untuk mendiskreditkan peneliti
4. Mereka membentuk kebijakan pemerintah Melalui lobbying, donasi politik, dan "revolving door" antara industri dan regulator, perusahaan makanan memastikan bahwa regulasi tetap lemah.
Di AS, perusahaan makanan menghabiskan $170 juta per tahun untuk lobbying—jauh lebih banyak dari industri tembakau.
Studi Kasus: Strategi Coca-Cola
Dokumen internal yang bocor menunjukkan strategi Coca-Cola:
1. Shift the blame: Fokuskan perhatian pada kurang olahraga, bukan pada diet
2. Fund friendly science: Danai studi yang menunjukkan olahraga lebih penting dari diet
3. Partner with health organizations: Sehingga mereka tidak bisa mengkritik Anda
4. Create confusion: "Semua makanan bisa menjadi bagian dari diet seimbang"
Hasilnya? Selama bertahun-tahun, pesan kesehatan publik adalah "bergeraklah lebih banyak" bukan "berhenti minum soda."
Dan sementara orang berlari di treadmill sambil minum Gatorade (produk Pepsi), epidemi obesitas terus meledak.
Bagian 5: Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Solusi Individual—Melindungi Diri dan Keluarga
1. Kenali Musuh Baca label. Jika ada bahan yang tidak Anda kenal atau tidak bisa beli di pasar tradisional, itu UPF.
2. Masak Sendiri Ini adalah senjata paling ampuh. Ketika Anda masak, Anda kontrol apa yang masuk.
Tidak perlu jadi chef. Resep sederhana:
- Nasi + telur dadar + tumis sayuran
- Ayam panggang + kentang + salad
- Pasta + saus tomat buatan sendiri + sayuran
3. Jangan Simpan UPF di Rumah Jika tidak ada di rumah, Anda tidak akan makan. Willpower bekerja lebih baik di supermarket daripada di rumah jam 10 malam.
4. Ajarkan Anak Sejak Dini Libatkan mereka dalam memasak. Ajak ke pasar tradisional. Jelaskan mengapa makanan tertentu tidak baik.
Bukan dengan menakut-nakuti, tapi dengan memberikan kontrol: "Kamu bisa pilih: wortel atau brokoli untuk makan malam?"
5. 80/20 Rule Tidak perlu sempurna. Jika 80% makanan Anda adalah Grup 1-3, 20% UPF sesekali tidak akan membunuh Anda.
Tapi ketahuilah: untuk banyak orang, "sesekali" dengan cepat menjadi "setiap hari" karena sifat adiktif UPF.
Solusi Sistemik—Perubahan yang Dibutuhkan
Van Tulleken berpendapat bahwa solusi individual tidak cukup. Kita perlu perubahan struktural:
1. Regulasi Iklan
- Larang iklan UPF yang menargetkan anak-anak (seperti yang dilakukan Chile dan UK)
- Larang maskot kartun dan packaging yang menarik anak-anak
2. Label yang Jelas
- Label depan kemasan yang jelas menunjukkan apakah produk adalah UPF
- Warning labels seperti pada rokok untuk produk yang sangat tidak sehat
3. Pajak pada UPF
- Seperti pajak rokok, pajak pada UPF bisa mengurangi konsumsi sekaligus mendanai program kesehatan
4. Subsidi Makanan Sehat
- Membuat buah, sayuran, dan makanan segar lebih murah dan accessible
5. Pendidikan Publik
- Kampanye kesehatan yang jujur tentang bahaya UPF
- Mengajarkan memasak di sekolah
Mengapa Ini Akan Sulit
Industri makanan adalah salah satu industri terbesar di dunia. Mereka tidak akan menyerah tanpa perlawanan sengit.
Tapi ada harapan. Tembakau dulu juga tampak tidak terkalahkan.
Butuh 50 tahun dari studi pertama yang menunjukkan rokok menyebabkan kanker hingga regulasi ketat. Tapi akhirnya terjadi.
Dengan UPF, kita baru di awal perjalanan. Tapi semakin banyak orang yang sadar, semakin besar kemungkinan perubahan akan terjadi.
Bagian 6: Masa Depan Makanan—Apa yang Akan Terjadi?
Skenario 1: Status Quo (Distopia)
Jika tidak ada yang berubah, ini yang akan terjadi:
- Pada 2050, 70% populasi dunia akan obesitas atau overweight
- Diabetes, penyakit jantung, kanker akan terus meledak
- Sistem kesehatan akan collapse di bawah beban biaya medis
- Generasi saat ini mungkin hidup lebih pendek dari orang tua mereka—untuk pertama kali dalam sejarah modern
Dan ironisnya, sementara ini terjadi, kelaparan masih ada—karena UPF murah mengalihkan lahan dari produksi makanan bergizi ke produksi jagung dan kedelai untuk bahan baku UPF.
Skenario 2: Perubahan (Utopia)
Jika kita bertindak sekarang:
- Regulasi ketat pada iklan dan penjualan UPF
- Pendidikan massal tentang nutrisi dan memasak
- Sistem pangan yang mendukung petani lokal dan makanan segar
- Generasi yang tumbuh dengan hubungan sehat terhadap makanan
- Penurunan dramatik dalam penyakit kronis
- Sistem kesehatan yang sustainable
Mana yang akan terjadi?
Itu tergantung pada pilihan kita—sebagai individu, sebagai orang tua, sebagai warga negara yang menuntut perubahan dari pemerintah.
Penutup: Revolusi di Piring Anda
Chris van Tulleken menutup bukunya dengan refleksi personal yang powerful:
"Setelah eksperimen empat minggu, saya kembali makan makanan asli. Dalam dua bulan, berat badan saya kembali normal. Tidur saya membaik. Wasir hilang. Tapi yang paling mendalam adalah ini: Saya merasa kembali punya kontrol.
Saya tidak lagi merasa dikendalikan oleh keinginan yang tidak bisa saya pahami. Saya bisa makan sampai kenyang—dan berhenti. Makanan berhenti menjadi musuh atau obsesi. Makanan kembali menjadi... makanan."
Pelajaran Terbesar
1. Ini Bukan Tentang Disiplin
Jika Anda merasa tidak bisa berhenti makan UPF, jika Anda merasa "lemah" atau "tidak punya kontrol"—itu bukan salah Anda.
Produk-produk ini didesain oleh ilmuwan dengan PhD dan budget jutaan dollar untuk mengalahkan biologi Anda.
Bukan Anda yang gagal. Sistem yang mengatur Anda untuk gagal.
2. Makanan Adalah Informasi
Setiap gigitan makanan adalah informasi yang Anda berikan pada tubuh Anda.
Makanan asli memberikan informasi yang jelas: nutrisi, serat, vitamin, mineral. Tubuh Anda tahu apa yang harus dilakukan dengannya.
UPF memberikan informasi yang membingungkan—atau informasi yang salah. Tubuh Anda tidak tahu bagaimana meresponnya. Jadi dia menyimpannya sebagai lemak, menciptakan peradangan, dan meminta lebih.
3. Kita Adalah Apa yang Kita Makan—Secara Literal
Setiap sel di tubuh Anda dibuat dari molekul yang berasal dari makanan yang Anda makan.
Jika Anda makan UPF, Anda secara literal membangun tubuh dari bahan yang tidak dirancang untuk tubuh manusia.
4. Perubahan Dimulai dari Satu Makanan
Anda tidak perlu mengubah segalanya sekaligus.
Mulai dengan sarapan. Atau makan malam. Atau camilan.
Satu makanan asli menggantikan satu UPF = satu kemenangan kecil.
Lakukan itu cukup sering, dan dalam beberapa bulan, Anda akan menjadi orang yang berbeda—secara literal dan metaforis.
Pertanyaan untuk Anda
Lihatlah ke dapur Anda sekarang. Buka lemari. Buka kulkas.
Berapa persen makanan di rumah Anda adalah UPF?
Jika jawabannya lebih dari 50%, Anda dan keluarga Anda dalam bahaya.
Bukan bahaya langsung. Tidak seperti racun yang membunuh dalam hitungan jam. Tapi bahaya yang perlahan, insidious, yang mengubah tubuh dan pikiran dari dalam—sampai suatu hari Anda bangun dengan diabetes, obesitas, depresi, atau penyakit yang dulunya tidak Anda miliki.
Apa yang akan Anda lakukan tentang itu?
Karena seperti yang Chris van Tulleken buktikan: Perubahan mungkin terjadi. Tapi hanya jika Anda memutuskan untuk memulainya.
Revolusi tidak selalu dimulai di jalanan. Kadang ia dimulai di dapur. Di supermarket. Di keputusan kecil yang Anda buat tiga kali sehari.
Setiap makanan adalah pilihan. Setiap pilihan adalah kesempatan.
Mulailah hari ini. Mulai dengan makanan berikutnya. Karena tubuh Anda—dan anak-anak Anda—layak mendapat makanan yang benar-benar makanan.
Tentang Buku Asli
"Ultra-Processed People: The Science Behind Food That Isn't Food" diterbitkan pada tahun 2023 dan langsung menjadi Sunday Times bestseller #1 di Inggris.
Chris van Tulleken adalah dokter infeksi dan presenter BBC dengan gelar PhD dari University College London. Dia menjadi viral karena video eksperimen UPF-nya dan sejak itu menjadi advokat terkemuka untuk reformasi sistem pangan.
Buku ini menggabungkan:
- Investigasi jurnalistik mendalam
- Penelitian ilmiah dari ratusan studi
- Narasi personal yang jujur dan engaging
- Wawancara dengan ilmuwan, eksekutif industri, dan korban obesitas
Yang membuat buku ini special adalah kejujuran brutal—van Tulleken tidak menghakimi. Dia sendiri perjuangan dengan UPF. Dia memahami betapa sulitnya berubah. Tapi dia juga menunjukkan bahwa perubahan mungkin dan necessary.
Untuk pemahaman lengkap tentang sains di balik UPF, politik makanan, dan strategi praktis untuk melindungi diri, sangat disarankan membaca buku aslinya.
Buku ini mengubah cara ribuan orang memandang makanan—dan mengubah cara mereka makan. Bisa jadi buku ini akan menyelamatkan hidup Anda.
Sekarang pergilah ke dapur. Lihat apa yang ada di sana. Dan mulai revolusi Anda sendiri.
Satu makanan pada satu waktu. Satu pilihan pada satu waktu.
Karena makanan yang Anda makan hari ini adalah tubuh yang Anda jalani besok.