Skip to main content

Before You Quit Your Job

by Robert T. Kiyosaki · January 2026 · 14 min read

Dompet Nylon yang Mengajarkan Jutaan Dolar

Table of contents

Dompet Nylon yang Mengajarkan Jutaan Dolar 

Tahun 1977. Robert Kiyosaki berusia 30 tahun, baru pulang dari Vietnam, dan punya ide bisnis yang dia pikir jenius. 

Dompet nylon. 

Sederhana. Ringan. Tahan air. Dia yakin semua orang akan membelinya. Jadi dia investasi seluruh tabungannya—$10,000—untuk memproduksi ribuan dompet nylon. 

Enam bulan kemudian, bisnisnya bangkrut. 

Gudangnya penuh dengan dompet yang tidak laku. Dia tidak bisa bayar supplier. Kartu kreditnya ditolak. Dia tidur di mobilnya karena tidak bisa bayar sewa. 

"Itu adalah momen paling memalukan dalam hidup saya," tulis Kiyosaki. "Saya merasa seperti pecundang terbesar di dunia." 

Tapi di tengah kegagalan itu, ayah temannya—yang dia sebut Rich Dad—memberikan nasihat yang mengubah segalanya: 

"Robert, kamu tidak gagal. Kamu hanya belum sukses. Dan sekarang kamu punya sesuatu yang lebih berharga dari uang: pelajaran dari kegagalan nyata." 

Rich Dad melanjutkan: "Kebanyakan orang tidak pernah memulai bisnis karena takut gagal. Kamu sudah melewati ketakutan itu. Sekarang pertanyaannya: apa yang akan kamu pelajari dari ini?" 

Kiyosaki menghabiskan 20 tahun berikutnya belajar bagaimana membangun bisnis yang benar. Dia gagal beberapa kali lagi. Tapi setiap kegagalan mengajarkan sesuatu.

Dan akhirnya, dia membangun The Rich Dad Company—sebuah bisnis pendidikan finansial yang menghasilkan ratusan juta dolar. 

Buku "Before You Quit Your Job" adalah kompilasi dari semua pelajaran itu—10 pelajaran nyata yang dia harap dia tahu sebelum memulai bisnis pertamanya. 

Ini bukan teori dari MBA atau konsultan. Ini pelajaran dari seseorang yang jatuh keras, bangkit, dan akhirnya menang. 

Mari kita mulai.


Bagian 1: Bisnis Sukses Diciptakan Sebelum Ada Bisnis

Kesalahan Fatal Pertama 

"Masalah terbesar dengan dompet nylon saya," kata Kiyosaki, "bukan produknya buruk. Masalahnya adalah saya tidak punya bisnis—saya hanya punya produk." 

Kebanyakan orang berpikir memulai bisnis adalah: 

1. Punya ide produk 

2. Buat produk 

3. Jual produk 

4. Profit! 

Salah besar. 

Kiyosaki belajar dari Rich Dad bahwa bisnis sejati dibangun dengan B-I Triangle—sebuah framework yang terdiri dari 8 komponen yang harus kuat sebelum Anda meluncurkan produk apapun. 

The B-I Triangle (Business-Investor Triangle) 

Bayangkan piramida dengan 8 level: 

MISSION (Misi) 

/ \ 

TEAM LEADERSHIP 

/ \ 

PRODUCT LEGAL 

/ \ 

SYSTEMS ------------------------------------ COMMUNICATIONS 

\ / 

\ CASH FLOW / 

Mari kita bedah satu per satu: 

1. MISSION (Misi) - Fondasi Spiritual 

"Mengapa bisnis ini ada?" 

Bukan "untuk menghasilkan uang." Itu bukan misi—itu hasil. 

Misi adalah tujuan yang lebih besar dari diri Anda. 

Contoh:

  • Apple: "Think Different" - mengubah cara orang berinteraksi dengan teknologi
  • The Rich Dad Company: Meningkatkan kesejahteraan finansial umat manusia

Dompet nylon Kiyosaki tidak punya misi. Dia hanya ingin cepat kaya. Ketika masalah datang, tidak ada yang membuat dia bertahan karena tidak ada "why" yang lebih besar. 

2. TEAM (Tim) - Fondasi Orang 

"Siapa yang akan membangun bisnis ini bersama Anda?" 

Ini adalah kesalahan kedua Kiyosaki. Dia mencoba melakukan semuanya sendiri—produksi, marketing, penjualan, akuntansi, legal. 

Hasilnya? Semua dikerjakan setengah-setengah. Tidak ada yang sempurna. 

Rich Dad mengajarkan: "Bisnis yang sukses dibangun oleh tim orang-orang yang lebih pintar dari Anda di area mereka." 

Anda butuh: 

  • Ahli produk/teknologi
  • Ahli marketing
  • Ahli legal
  • Ahli keuangan
  • Ahli operasional

"Tapi saya tidak punya uang untuk mempekerjakan semua orang!" protes Kiyosaki dulu. 

"Kamu tidak harus membayar mereka di awal," jawab Rich Dad. "Tawarkan equity. Partnership. Future profit. Orang yang tepat tidak hanya bekerja untuk gaji—mereka bekerja untuk visi." 

3. PRODUCT (Produk) 

"Apa yang Anda jual?" 

Ironisnya, produk adalah salah satu komponen yang paling tidak penting dari bisnis yang sukses. 

"Tunggu—apa?" Anda mungkin berpikir. 

Kiyosaki menjelaskan: "Produk bagus adalah umum. Tapi bisnis bagus adalah langka." 

McDonald's tidak sukses karena mereka punya burger terbaik. Mereka sukses karena mereka punya sistem terbaik. 

Starbucks tidak sukses karena mereka punya kopi terbaik. Mereka sukses karena mereka punya pengalaman terbaik.

Produk hanya satu bagian dari puzzle. Jika bagian lain tidak kuat, produk terbaik pun akan gagal. 

4. LEGAL (Hukum) 

"Bagaimana Anda melindungi bisnis dan aset Anda?" 

Kiyosaki kehilangan $100,000 dalam bisnis pertamanya karena dia tidak punya struktur legal yang benar. Partner menipu dia. Dia tidak punya perjanjian tertulis. Dia menggunakan nama pribadi, bukan entitas bisnis. 

Pelajaran yang mahal. 

Rich Dad mengajarkan: 

  • Selalu gunakan entitas legal (PT, CV, LLC, Corporation)
  • Lindungi intellectual property (trademark, patent, copyright)
  • Punya kontrak untuk semua—partner, supplier, customer
  • Pisahkan aset personal dan aset bisnis

"Dalam bisnis," kata Rich Dad, "tidak ada yang namanya teman. Hanya ada partner dengan kontrak yang jelas." 

5. SYSTEMS (Sistem) 

"Bisakah bisnis berjalan tanpa Anda?" 

Ini pembeda terbesar antara self-employed dan business owner. 

Self-employed: Anda adalah bisnis. Jika Anda sakit atau liburan, bisnis berhenti. 

Business owner: Bisnis adalah sistem yang berjalan sendiri. Anda bisa pergi 3 bulan dan bisnis tetap menghasilkan uang. 

McDonald's adalah contoh sempurna. Ray Kroc tidak menciptakan burger terbaik. Dia menciptakan sistem terbaik untuk membuat burger yang konsisten di 30,000+ lokasi. 

Sistem mencakup: 

  • Prosedur operasional standar untuk setiap tugas
  • Sistem training untuk karyawan baru
  • Sistem quality control
  • Sistem customer service

6. COMMUNICATIONS (Komunikasi) 

"Bagaimana orang tahu tentang bisnis Anda?"

Ini adalah marketing, branding, sales, PR—semua cara Anda berkomunikasi dengan dunia.

Kiyosaki mengakui: "Dompet nylon saya gagal terutama karena saya tidak tahu cara menjual."

Dia punya produk. Tapi tidak ada yang tahu. Tidak ada yang peduli. 

"Marketing bukan tentang menipu orang," kata Rich Dad. "Marketing adalah tentang mengkomunikasikan bagaimana produk Anda menyelesaikan masalah orang dengan cara yang mereka pahami." 

Bisnis terbaik adalah bisnis yang bisa menceritakan kisah mereka dengan powerful.

7. CASH FLOW (Arus Kas) 

"Apakah bisnis menghasilkan uang—atau menghabiskan uang?" 

Ini adalah fondasi dari semua fondasi. 

Kiyosaki menulis: "Bisnis yang tidak menghasilkan cash flow positif bukan bisnis—itu hobi mahal." 

Banyak entrepreneur jatuh ke perangkap ini: 

  • Revenue tinggi, tapi profit rendah atau bahkan negatif
  • Punya banyak customer, tapi cash flow tersedot untuk operasional
  • Terlihat sukses di luar, tapi bank account kosong

"Cash flow adalah darah bisnis," kata Rich Dad. "Jika darah berhenti mengalir, bisnis mati. Tidak peduli seberapa bagus produk atau seberapa besar visi Anda." 

8. LEADERSHIP (Kepemimpinan) 

"Apakah Anda pemimpin yang orang ingin ikuti?" 

Di puncak piramida adalah Anda—sang pemimpin. 

Leadership bukan tentang titel atau otoritas. Leadership adalah tentang menginspirasi orang untuk melakukan yang terbaik. 

Pemimpin yang baik: 

  • Punya visi yang jelas dan bisa mengkomunikasikannya
  • Membuat keputusan sulit ketika perlu
  • Bertanggung jawab atas semua hasil—baik atau buruk
  • Terus belajar dan berkembang
  • Melayani tim mereka, bukan sebaliknya

Bagian 2: Perbedaan Antara Job dan Work 

The Cashflow Quadrant 

Kiyosaki terkenal dengan konsep Cashflow Quadrant—empat cara orang menghasilkan uang: 

E (Employee) | B (Business Owner) 

S (Self-Employed) | I (Investor) 

E - Employee (Karyawan) 

  • Bekerja untuk orang lain
  • Gaji tetap
  • Keamanan (tapi keamanan palsu)
  • Bayar pajak paling banyak

S - Self-Employed (Wiraswasta) 

  • Bekerja untuk diri sendiri
  • "Aku punya bisnis sendiri!"
  • Tapi sebenarnya: Anda membeli pekerjaan untuk diri Anda sendiri
  • Dokter, pengacara, konsultan, freelancer—kebanyakan di sini
  • Jika Anda berhenti bekerja, uang berhenti

B - Business Owner (Pemilik Bisnis) 

  • Punya sistem yang bekerja untuk Anda
  • Punya tim yang menjalankan bisnis
  • Anda bisa pergi 6 bulan dan bisnis tetap jalan
  • Ini tujuan sejatinya 

I - Investor 

  • Uang bekerja untuk Anda
  • Passive income
  • Tingkat tertinggi dari kebebasan finansial

Kesalahan Fatal 

"Masalah terbesar," tulis Kiyosaki, "adalah kebanyakan orang yang 'quit their job' untuk 'memulai bisnis' sebenarnya hanya pindah dari E ke S. Mereka tidak membangun bisnis sejati—mereka membeli pekerjaan untuk diri mereka sendiri." 

Tanda-tanda Anda di S, bukan B:

  • Jika Anda sakit, bisnis berhenti
  • Jika Anda liburan, income berhenti
  • Anda bekerja 70+ jam seminggu
  • Anda tidak bisa scale karena semua bergantung pada Anda

"Tujuan entrepreneur sejati," kata Kiyosaki, "bukan bekerja lebih keras—tapi membangun sistem yang bekerja bahkan ketika Anda tidak bekerja."


Bagian 3: 10 Pelajaran yang Mengubah Segalanya

Pelajaran 1: Ubah Kemalangan Jadi Keberuntungan 

Ketika dompet nylon Kiyosaki gagal, dia bisa: 

1. Menyerah dan kembali jadi karyawan 

2. Menyalahkan ekonomi, supplier, customer 

3. Belajar dan mencoba lagi dengan lebih pintar 

Dia memilih #3. 

"Orang sukses dan orang gagal mengalami nasib buruk yang sama," kata Rich Dad. "Perbedaannya adalah apa yang mereka lakukan setelah itu." 

Prinsip: Setiap kegagalan adalah data. Setiap kesalahan adalah pelajaran. Pertanyaannya bukan "Apakah aku gagal?" tapi "Apa yang aku pelajari?" 

Pelajaran 2: Kesuksesan Mengungkap Kegagalan Anda 

Ketika bisnis Kiyosaki akhirnya mulai sukses, masalah baru muncul—masalah yang tidak dia antisipasi. 

Revenue naik 500%, tapi sistemnya tidak bisa handle. Karyawan keluar masuk. Customer complain. Partner bertengkar. Arus kas kacau meskipun revenue tinggi. 

"Saya pikir ketika bisnis sukses, semua masalah selesai," tulis Kiyosaki. "Ternyata kesuksesan hanya mengungkap semua kelemahan yang tersembunyi ketika bisnis masih kecil." 

Prinsip: Bangun fondasi yang kuat (B-I Triangle) sebelum Anda scale. Jangan scale bisnis yang broken—Anda hanya akan mendapat bigger mess. 

Pelajaran 3: Ketahui Perbedaan Kapan Harus Berhenti—dan Kapan Harus Bertahan 

Kiyosaki membahas dilema setiap entrepreneur: Kapan kamu harus quit dan cut losses? Kapan kamu harus persist? 

Dia punya kriteria sederhana: 

Quit jika: 

  • Fondasi bisnis (B-I Triangle) lemah dan Anda tidak mau atau tidak bisa memperbaikinya
  • Anda kehilangan passion dan tidak lagi peduli dengan misi
  • Biaya personal (kesehatan, keluarga, kebahagiaan) terlalu tinggi

Persist jika: 

  • Fondasi kuat, hanya eksekusi yang perlu diperbaiki
  • Anda masih percaya pada misi
  • Anda belajar dan berkembang dari setiap kegagalan

"Ada garis tipis," tulis Kiyosaki, "antara kegigihan dan kegilaan. Kegigihan adalah terus mencoba dengan strategi berbeda. Kegilaan adalah terus melakukan hal yang sama dan berharap hasil berbeda." 

Pelajaran 4: Alasan Orang Tidak Kaya: Takut Kehilangan Uang

"Mengapa kebanyakan orang tidak pernah jadi entrepreneur?" tanya Rich Dad.

"Karena takut kehilangan uang," jawab Kiyosaki. 

"Benar. Dan tahu kenapa mereka takut kehilangan uang?" 

"Karena mereka tidak punya?" 

"Tidak. Karena mereka tidak tahu cara mendapatkannya kembali." 

Rich Dad menjelaskan: "Orang kaya tidak takut kehilangan uang karena mereka punya skill untuk menghasilkannya lagi. Orang miskin takut kehilangan uang karena jika hilang, mereka tidak tahu cara mendapatkannya kembali." 

Prinsip: Investasi terbaik bukan di saham atau real estate. Investasi terbaik adalah di pendidikan dan skill Anda untuk menghasilkan uang. 

Pelajaran 5: Proses Lebih Penting dari Goal 

"Setiap orang ingin bisnis yang sukses," kata Kiyosaki. "Tapi tidak semua orang ingin melalui proses untuk membangunnya." 

Proses itu tidak glamor: 

  • Ribuan jam belajar
  • Berkali-kali gagal
  • Ribuan keputusan sulit
  • Mengorbankan keamanan untuk ketidakpastian
  • Kritik dan keraguan dari orang-orang terdekat

"Goal adalah hasil," tulis Kiyosaki. "Tapi proses adalah siapa Anda menjadi dalam perjalanan mencapai goal itu."

Versi Anda yang bisa membangun bisnis $10 juta berbeda dari versi Anda sekarang. Proses adalah transformasi dari versi lama ke versi baru. 

Pelajaran 6: Bisnis Terbaik adalah Bisnis yang Mengajarkan Bisnis

Ini adalah insight paling profound dari Rich Dad Company. 

Kiyosaki menulis: "Kami tidak menjual buku atau game. Kami menjual pendidikan tentang bagaimana membangun bisnis dan menjadi kaya. 

Dan karena customer kami belajar membangun bisnis, mereka jadi lebih kaya. Dan ketika mereka lebih kaya, mereka membeli lebih banyak produk kami. Dan mereka menceritakan ke teman-teman mereka. 

Kami tidak mengambil uang dari customer—kami membantu mereka menghasilkan lebih banyak uang. Itu adalah business model paling sustainable." 

Prinsip: Bisnis terbaik adalah yang membuat customer lebih baik, lebih pintar, lebih kaya—bukan lebih miskin. 

Pelajaran 7: Semakin Banyak Anda Belajar, Semakin Banyak Anda Hasilkan 

Kiyosaki menghabiskan ribuan dolar untuk seminar, course, mentor, dan buku sebelum membangun Rich Dad Company. 

"Orang mengeluh bahwa education mahal," tulis Kiyosaki. "Tahu apa yang lebih mahal? Ignorance." 

Dia membuat daftar skill penting untuk entrepreneur: 

Hard Skills: 

  • Sales dan marketing
  • Akuntansi dan finance
  • Leadership dan management
  • Legal dan struktur bisnis
  • Teknologi dan systems

Soft Skills: 

  • Komunikasi
  • Negosiasi
  • Problem-solving
  • Emotional intelligence
  • Ketahanan mental

"Karyawan dibayar untuk apa yang mereka tahu," kata Rich Dad. "Entrepreneur dibayar untuk seberapa cepat mereka belajar hal baru." 

Pelajaran 8: Anda Tidak Bisa Melakukannya Sendiri 

"Superman adalah fiksi," tulis Kiyosaki. "Dalam dunia nyata, tidak ada yang sukses sendirian."

Setiap entrepreneur sukses punya: 

  • Mentor: Orang yang sudah mencapai apa yang Anda ingin capai
  • Coach: Orang yang membantu Anda berkembang di area spesifik
  • Mastermind Group: Peer yang saling support dan challenge
  • Team: Orang yang mengeksekusi visi Anda

"Ego adalah musuh terbesar entrepreneur," kata Kiyosaki. "Ego bilang 'Aku bisa lakukan sendiri.' Tapi truth adalah: Anda butuh bantuan. Dan itu okay." 

Pelajaran 9: Perbedaan Rich dan Wealthy 

"Rich berarti punya income tinggi," kata Rich Dad. "Wealthy berarti punya assets yang generate income." 

Contoh: 

  • Dokter gaji $500K/tahun = Rich (tapi jika berhenti kerja, income berhenti)
  • Business owner yang bisnis generate $100K/tahun tanpa dia bekerja = Wealthy

Prinsip: Jangan bangun bisnis yang membuat Anda rich. Bangun bisnis yang membuat Anda wealthy—bisnis yang generate income bahkan ketika Anda tidak bekerja. 

Pelajaran 10: Uang Mengikuti Management 

"Orang berpikir mereka butuh uang untuk memulai bisnis," tulis Kiyosaki. "Wrong. Yang mereka butuh adalah management skill.

Investor tidak investasi di ide. Mereka investasi di orang yang punya skill untuk mengeksekusi ide. 

"Jika Anda punya management skill yang kuat—financial management, people management, systems management—investor akan mengejar Anda. Uang akan datang. 

Tapi jika skill Anda lemah, tidak peduli berapa banyak uang Anda punya, Anda akan kehilangannya." 

Prinsip: Fokus pada building skills, bukan fundraising. Skill menarik uang. Bukan sebaliknya.


Bagian 4: Pertanyaan Sebelum Anda Quit Your Job

Kiyosaki menutup buku dengan checklist untuk calon entrepreneur: 

1. Apakah Anda Punya Misi yang Jelas? 

Bukan "Saya ingin kaya." 

Tapi "Saya ingin menyelesaikan masalah X untuk orang Y dengan cara Z." Jika tidak ada misi jelas, Anda akan menyerah ketika susah. 

2. Apakah B-I Triangle Anda Kuat? 

Jujur assess setiap komponen: 

  • Mission: Clear? Compelling?
  • Team: Punya orang yang tepat di setiap posisi?
  • Product: Solve masalah nyata?
  • Legal: Struktur benar? IP protected?
  • Systems: Bisa jalan tanpa Anda?
  • Communications: Orang tahu tentang Anda?
  • Cash Flow: Positif atau burning cash?
  • Leadership: Apakah Anda pemimpin yang orang mau ikuti?

Jika ada yang lemah—jangan quit job dulu. Strengthen fondasi sambil masih punya income.

3. Apakah Anda Siap Secara Finansial? 

Kiyosaki recommend: 

  • Simpan 12-24 bulan living expenses
  • Punya insurance (kesehatan, jiwa)
  • Zero atau minimal debt
  • Punya passive income dari investasi atau side business

"Jangan quit job Anda untuk start bisnis karena desperate," tulis Kiyosaki. "Quit karena prepared." 

4. Apakah Support System Anda Kuat? 

Tanya: 

  • Apakah pasangan/keluarga support?
  • Apakah mereka siap untuk fase sulit?
  • Apakah Anda punya mentor dan advisor?
  • Apakah Anda punya network entrepreneur lain?

"Starting bisnis sambil fight dengan pasangan adalah cara paling cepat untuk gagal di keduanya," kata Kiyosaki. 

5. Apakah Anda Siap untuk 3-5 Tahun Kerja Keras? 

"Orang berpikir entrepreneur berarti freedom dan flexibility," tulis Kiyosaki. "Truth: Tiga tahun pertama akan lebih keras dari job apapun." 

Anda akan bekerja: 

  • 70-80 jam per minggu
  • Weekend dan hari libur
  • Kadang tanpa gaji
  • Dengan stress tinggi
  • Dengan ketidakpastian konstan

"Apakah Anda siap untuk itu? Jika tidak—don't quit your job. Build bisnis sebagai side hustle sampai siap full-time."


Penutup: Pilihan Ada di Tangan Anda 

Kiyosaki menutup dengan refleksi personal: 

"Dompet nylon adalah kegagalan terbesar sekaligus hadiah terbesar dalam hidup saya. Jika tidak gagal saat itu, saya tidak akan belajar pelajaran yang membuat saya sukses di masa depan. 

Tapi saya juga tidak akan recommend siapa pun untuk quit job dan langsung start bisnis tanpa persiapan. Itu bukan keberanian—itu kecerobohan." 

Tiga Path yang Bisa Anda Ambil 

Path 1: Stay sebagai Employee atau Self-Employed 

Dan itu okay. Tidak semua orang harus jadi entrepreneur. Jika Anda happy dan fulfilled, tidak ada yang salah dengan ini. 

Path 2: Build Bisnis Sambil Masih Employed 

Ini path yang Kiyosaki recommend untuk kebanyakan orang: 

  • Keep job untuk stability dan income
  • Build bisnis di sisi dengan waktu dan resources yang ada
  • Strengthen B-I Triangle pelan-pelan
  • Quit job hanya ketika bisnis sudah proven dan generate income konsisten

Path 3: Full Commitment sejak Awal 

Untuk orang yang: 

  • Sudah punya financial cushion kuat
  • Sudah validate bisnis idea
  • Punya support system solid
  • Siap untuk grind 3-5 tahun

Pertanyaan Terakhir untuk Anda 

Robert Kiyosaki bertanya: 

"Sepuluh tahun dari sekarang, apakah Anda ingin melihat ke belakang dan berkata: 'Saya senang saya mengambil risiko itu' atau 'Saya berharap saya pernah mencoba'?" 

Pilihan ada di tangan Anda. Tapi apapun pilihan Anda—make it informed, not impulsive. Make it prepared, not desperate.

Karena seperti yang Rich Dad selalu katakan: 

"Entrepreneur terbaik bukan yang paling berani. Entrepreneur terbaik adalah yang paling prepared."


Tentang Buku Asli 

"Before You Quit Your Job: 10 Real-Life Lessons Every Entrepreneur Should Know About Building a Multimillion-Dollar Business" diterbitkan pada tahun 2005 sebagai bagian dari serial Rich Dad. 

Robert T. Kiyosaki adalah penulis bestseller internasional dengan lebih dari 40 juta buku terjual di seluruh dunia. Buku terkenalnya "Rich Dad Poor Dad" telah mengubah cara jutaan orang berpikir tentang uang dan kekayaan. 

Kiyosaki adalah entrepreneur yang membangun beberapa bisnis multijuta dolar, mengalami kebangkrutan, dan akhirnya mencapai kesuksesan dengan Rich Dad Company. Pengalamannya—baik kegagalan maupun kesuksesan—memberikan kredibilitas pada setiap pelajaran dalam buku ini. 

Untuk pemahaman mendalam tentang B-I Triangle, cashflow quadrant, dan strategi praktis membangun bisnis, sangat disarankan membaca buku aslinya. Kiyosaki memberikan puluhan contoh detail, diagram, dan worksheet yang tidak bisa sepenuhnya ditangkap dalam ringkasan. 

Ringkasan ini memberikan esensi dari 10 pelajaran, tetapi buku lengkap menawarkan depth, nuansa, dan action steps spesifik yang akan membedakan bisnis sukses dari bisnis yang gagal. 

Sekarang—apakah Anda siap untuk quit your job? Atau Anda perlu lebih banyak persiapan? 

Jawaban jujur pada pertanyaan itu bisa menyelamatkan Anda dari kesalahan jutaan dolar. 

Make your choice wisely.

 

That's the end — you've finished this summary.

Read next: The Art of Profitability
Back to top

Similar books