Lompat ke konten utama

The 7 Habits of Highly Effective People

oleh Stephen R. Covey · November 2025 · 15 menit baca

Pergeseran Paradigma

Daftar isi

Pergeseran Paradigma 

Stephen Covey menghabiskan 25 tahun bekerja dengan orang-orang sukses—eksekutif bisnis, profesor universitas, pasangan yang harmonis. Ia menemukan pola yang mengejutkan: banyak dari mereka yang berhasil secara luar mengalami kelaparan batin yang mendalam. 

Mereka punya jabatan tinggi, penghasilan besar, rumah mewah. Tapi ada yang hilang. Mereka merasa hampa. Hubungan mereka dangkal. Kesuksesan mereka tidak membawa kebahagiaan yang dijanjikan. 

Mengapa? 

Covey memutuskan untuk mencari jawabannya dengan membaca 200 tahun literatur tentang kesuksesan—buku self-help, artikel tentang perbaikan diri, bahan psikologi populer sejak 1776. 

Ia menemukan sesuatu yang mengubah segalanya. 

Dua Jenis Kesuksesan 

Sebelum Perang Dunia I, kesuksesan dikaitkan dengan Character Ethic—etika karakter. Buku-buku bicara tentang kerendahan hati, kesetiaan, integritas, keberanian, keadilan, kesabaran, kerja keras, kesederhanaan. 

Tapi setelah perang, terjadi pergeseran dramatis ke Personality Ethic—etika kepribadian. Kesuksesan menjadi tentang citra publik, sikap, perilaku, dan keterampilan. Tentang teknik hubungan manusia dan pemikiran positif. Tentang bagaimana "memengaruhi orang lain" dan "menjual diri." 

Ini adalah kesuksesan yang dangkal. Quick fix. Perbaikan permukaan tanpa menyentuh akar. 

Seperti memotong daun rumput liar sambil mengabaikan akarnya. Rumput akan tumbuh lagi. Masalah tidak pernah benar-benar selesai. 

Covey menyadari: Perubahan sejati dimulai dari dalam ke luar. Bukan dengan mengubah perilaku atau sikap, tetapi dengan mengubah cara kita melihat dunia—paradigma kita. 

Dan di sanalah lahir The 7 Habits of Highly Effective People.


Fondasi: Dari Ketergantungan ke Interdependensi 

Sebelum kita masuk ke 7 kebiasaan, Covey menjelaskan sesuatu yang krusial: ada tiga tahap kematangan manusia. 

1. Ketergantungan (Dependence) "Kamu yang mengurus saya. Kamu yang harus menolong saya. Jika ada yang salah, itu salah kamu." 

Ini adalah paradigma bayi. Tapi sayangnya, banyak orang dewasa terjebak di sini. 

2. Kemandirian (Independence) "Saya bisa melakukannya. Saya bertanggung jawab. Saya mengandalkan diri saya sendiri." 

Ini adalah tujuan kebanyakan orang. Kebanyakan literatur self-help berhenti di sini. Tapi Covey mengatakan ada level yang lebih tinggi. 

3. Interdependensi (Interdependence) "Kita bisa melakukannya. Kita bisa bekerja sama. Kita bisa menciptakan sesuatu yang lebih besar bersama-sama." 

Ini adalah kematangan sejati. Menyadari bahwa Anda bisa berdiri sendiri, tetapi memilih untuk bekerja dengan orang lain karena hasilnya jauh lebih besar. 

Kebiasaan 1-3 membawa Anda dari ketergantungan ke kemandirian—ini adalah "Private Victory," kemenangan pribadi. 

Kebiasaan 4-6 membawa Anda dari kemandirian ke interdependensi—ini adalah "Public Victory," kemenangan publik. 

Kebiasaan 7 adalah pembaruan berkelanjutan yang membuat semua kebiasaan lainnya mungkin. 

Mari kita masuk ke dalam.


Kebiasaan 1: Jadilah Proaktif 

Suatu hari di perpustakaan, Covey menemukan satu paragraf dalam sebuah buku tua yang mengubah hidupnya selamanya. 

Paragraf itu berkata: "Ada jarak antara stimulus dan respons. Kunci pertumbuhan dan kebahagiaan kita adalah bagaimana kita menggunakan jarak itu." 

Pikirkan tentang itu. 

Seseorang memotong Anda di jalan → Anda marah. Bos Anda mengkritik pekerjaan Anda → Anda tersinggung. Saham Anda jatuh → Anda panik. 

Kita pikir ini otomatis. Stimulus langsung menghasilkan respons. 

Tapi itu tidak benar. 

Antara apa yang terjadi pada Anda dan bagaimana Anda merespons, ada jarak. Dalam jarak itu terdapat kebebasan untuk memilih. 

Orang reaktif membiarkan kondisi eksternal mengendalikan mereka. Cuaca buruk membuat mereka buruk. Perlakuan orang lain menentukan suasana hati mereka. Mereka digerakkan oleh perasaan, kondisi, conditioning. 

Orang proaktif menyadari mereka memiliki kemampuan untuk memilih respons mereka. Mereka tidak dikendalikan oleh kondisi eksternal. Mereka digerakkan oleh nilai-nilai yang mereka pilih secara sadar. 

Circle of Concern vs Circle of Influence 

Covey menggambarkan dua lingkaran: 

Circle of Concern: Semua hal yang Anda pedulikan tapi tidak bisa kendalikan—cuaca, ekonomi, masa lalu, perilaku orang lain. 

Circle of Influence: Hal-hal yang benar-benar bisa Anda pengaruhi—sikap Anda, usaha Anda, cara Anda merespons, keputusan Anda. 

Orang reaktif menghabiskan energi di Circle of Concern. Mereka mengeluh tentang hal-hal yang tidak bisa mereka ubah. Hasilnya? Circle of Influence mereka menyusut. 

Orang proaktif fokus pada Circle of Influence. Mereka bekerja pada hal-hal yang bisa mereka kendalikan. Hasilnya? Circle of Influence mereka meluas. 

Pertanyaan kunci: Apakah Anda menghabiskan waktu di Circle of Concern atau Circle of Influence?

Bahasa Proaktif vs Reaktif 

Dengarkan bahasa yang Anda gunakan: 

Reaktif: 

  • "Tidak ada yang bisa saya lakukan."
  • "Begitulah saya."
  • "Dia membuat saya sangat marah."
  • "Mereka tidak akan membiarkan saya."

Proaktif: 

  • "Mari kita lihat alternatif kita."
  • "Saya bisa memilih pendekatan yang berbeda."
  • "Saya mengontrol perasaan saya sendiri."
  • "Saya akan menciptakan solusi yang efektif."

Bahasa mencerminkan paradigma. Dan paradigma menciptakan realitas. 

Kebiasaan 1 adalah fondasi dari semua kebiasaan lainnya. Tanpa proaktivitas—tanpa mengambil tanggung jawab untuk hidup Anda—kebiasaan lainnya tidak mungkin.


Kebiasaan 2: Mulailah dengan Akhir dalam Pikiran 

Covey meminta Anda melakukan latihan yang tidak nyaman: Bayangkan pemakaman Anda sendiri. 

Tiga tahun dari sekarang. Keluarga Anda, teman-teman Anda, kolega Anda berkumpul untuk mengenang Anda. 

Empat orang akan berbicara: anggota keluarga, sahabat, rekan kerja, seseorang dari komunitas atau gereja Anda. 

Apa yang Anda ingin mereka katakan tentang Anda? Bagaimana Anda ingin diingat? 

Sebagai orang yang sukses secara finansial? Atau sebagai orang yang baik hati dan mencintai keluarga? 

Sebagai orang yang mencapai tujuan karir? Atau sebagai orang yang membuat perbedaan di kehidupan orang lain? 

Pertanyaan ini memaksa Anda untuk mengklarifikasi apa yang benar-benar penting. 

Kebanyakan orang sibuk menaiki tangga kesuksesan, hanya untuk menemukan—ketika mereka mencapai puncak—bahwa tangga itu bersandar pada tembok yang salah. 

Kebiasaan 2 adalah tentang memastikan tangga Anda bersandar pada tembok yang benar sejak awal. 

Semua Hal Diciptakan Dua Kali 

Covey menjelaskan prinsip powerful: Segala sesuatu diciptakan dua kali. 

Pertama: Kreasi mental. Anda membayangkannya dalam pikiran Anda. Arsitek menggambar blueprint sebelum membangun gedung. 

Kedua: Kreasi fisik. Anda mewujudkannya dalam realitas. 

Kebiasaan 1 mengatakan "Anda adalah programmer." Anda bertanggung jawab. Kebiasaan 2 mengatakan "Tulislah program itu." Buat blueprint hidup Anda.

Personal Mission Statement 

Cara paling efektif untuk "memulai dengan akhir dalam pikiran" adalah dengan mengembangkan Personal Mission Statement—pernyataan misi pribadi.

Ini adalah konstitusi pribadi Anda. Standar tertulis yang menjadi kriteria untuk mengevaluasi dan mengarahkan segala sesuatu. 

Covey memberikan pertanyaan untuk memandu Anda: 

  • Apa yang ingin Anda capai dalam hidup Anda?
  • Apa kontribusi unik yang ingin Anda berikan?
  • Siapa yang ingin Anda jadi?
  • Apa nilai-nilai yang paling penting bagi Anda?

Ketika Anda punya misi yang jelas, keputusan jangka pendek menjadi lebih mudah. Anda punya kompas yang selalu menunjuk utara. 

Kepemimpinan vs Manajemen 

Covey membedakan: Manajemen adalah efisiensi dalam menaiki tangga kesuksesan. Kepemimpinan adalah memastikan tangga bersandar pada tembok yang benar. 

Bayangkan tim yang membuka hutan belantara dengan efisien—manajer mengasah gergaji, meningkatkan teknik, memotivasi pekerja. 

Lalu pemimpin naik ke pohon tertinggi, mensurvei situasi, dan berteriak: "Salah hutan!" Manajer menjawab: "Siapa peduli? Lihat betapa efisien kita bekerja!" 

Ini adalah perbedaan antara melakukan sesuatu dengan benar (manajemen) dan melakukan hal yang benar (kepemimpinan). 

Kebiasaan 2 adalah tentang kepemimpinan pribadi—memastikan Anda di hutan yang benar sebelum Anda mulai bekerja keras.

 


Kebiasaan 3: Dahulukan yang Utama 

Kebiasaan 1 dan 2 adalah tentang kesadaran diri dan kepemimpinan. Kebiasaan 3 adalah tentang manajemen diri dan disiplin. 

Ini adalah pelaksanaan sehari-hari dari visi Anda. Ini adalah di mana karet menyentuh jalan.

Time Management Matrix 

Covey memperkenalkan alat yang mengubah cara kita melihat waktu: Time Management Matrix—empat kuadran berdasarkan urgensi dan pentingnya. 

Kuadran I: Penting & Mendesak 

  • Krisis, masalah mendesak, proyek deadline
  • Tidak bisa dihindari, harus dilakukan

Kuadran II: Penting & Tidak Mendesak 

  • Pencegahan, perencanaan, membangun hubungan, belajar, pembaruan diri
  • Ini adalah kuadran orang efektif

Kuadran III: Tidak Penting & Mendesak 

  • Interupsi, beberapa panggilan, beberapa meeting
  • Terlihat penting, sebenarnya tidak

Kuadran IV: Tidak Penting & Tidak Mendesak 

  • Hal-hal trivial, buang waktu, aktivitas menyenangkan tapi tidak produktif

Kebanyakan orang hidup di Kuadran I dan III—bereaksi terhadap hal-hal mendesak, terbakar habis, keluar ke Kuadran IV untuk melarikan diri. 

Orang sangat efektif menghabiskan sebagian besar waktu mereka di Kuadran II. 

Mereka fokus pada pencegahan, sehingga mengurangi krisis. Mereka merencanakan, sehingga tidak digerakkan oleh urgency. Mereka berinvestasi dalam hubungan dan pembelajaran, yang membayar dividen jangka panjang. 

Katakan "Tidak" dengan Berani 

Untuk menghabiskan lebih banyak waktu di Kuadran II, Anda harus belajar mengatakan "tidak" pada hal-hal lain.

Covey berkata: "Anda harus memutuskan apa prioritas tertinggi Anda dan memiliki keberanian—dengan menyenangkan, tersenyum, tanpa meminta maaf—untuk mengatakan 'tidak' pada hal-hal lain." 

Cara Anda melakukannya adalah dengan memiliki 'ya' yang lebih besar menyala di dalam. 

Ketika Anda jelas tentang misi Anda (Kebiasaan 2), keputusan tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang harus ditolak menjadi lebih mudah. 

Perencanaan Mingguan 

Covey merekomendasikan perencanaan mingguan, bukan harian. 

Setiap minggu: 

1. Identifikasi peran kunci Anda (individu, pasangan, orang tua, profesional, dll.)

2. Untuk setiap peran, tetapkan 2-3 tujuan penting yang mendukung misi jangka panjang Anda 

3. Jadwalkan waktu untuk mencapai tujuan tersebut 

4. Setiap hari, tinjau dan sesuaikan 

Fokusnya bukan pada mengatur waktu, tetapi mengatur diri sendiri. Bukan memprioritaskan jadwal Anda, tetapi menjadwalkan prioritas Anda.


Kebiasaan 4: Berpikir Menang-Menang 

Kebanyakan orang melihat hidup sebagai kompetisi. Jika saya menang, Anda kalah. Jika saya mendapat promosi, itu berarti Anda tidak. Jika bisnis saya berhasil, bisnis pesaing gagal. 

Ini adalah paradigma kelangkaan. Asumsi bahwa kue tetap sama—jika saya dapat potongan lebih besar, Anda dapat potongan lebih kecil. 

Covey menantang paradigma ini dengan paradigma kelimpahan: Selalu ada cukup untuk semua orang. Kesuksesan orang lain tidak mengurangi kesuksesan Anda. 

Enam Paradigma Interaksi Manusia 

Menang-Kalah: Saya menang, Anda kalah. Gaya otoriter, kompetitif. 

Kalah-Menang: Saya kalah, Anda menang. Gaya pushover, tidak punya standar atau ekspektasi. 

Kalah-Kalah: Jika saya tidak bisa menang, Anda juga tidak boleh menang. Gaya destruktif.

Menang: Saya menang. Saya tidak peduli apakah Anda menang atau kalah. Gaya egois. 

Menang-Menang atau Tidak Ada Kesepakatan: Kita mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak, atau kita setuju untuk tidak bekerja sama. Ini membutuhkan keberanian dan pertimbangan. 

Menang-Menang adalah satu-satunya paradigma berkelanjutan dalam interdependensi.

Lima Dimensi Menang-Menang 

1. Karakter: Fondasi dari Menang-Menang adalah karakter—integritas, kedewasaan (keberanian diimbangi dengan pertimbangan), dan mentalitas kelimpahan. 

2. Hubungan: Anda membangun dan memelihara hubungan dengan terus melakukan deposit di "Emotional Bank Account." 

3. Perjanjian: Anda membuat ekspektasi jelas dan eksplisit—hasil yang diinginkan, pedoman, resources, akuntabilitas, konsekuensi. 

4. Sistem: Sistem organisasi harus mendukung Menang-Menang. Jika sistem reward kompetitif, orang akan berperilaku kompetitif. 

5. Proses: Ada empat langkah untuk mencapai solusi Menang-Menang: 

  • Lihat masalah dari sudut pandang orang lain
  • Identifikasi isu dan kekhawatiran kunci
  • Tentukan hasil apa yang akan menjadi solusi yang sepenuhnya dapat diterima
  • Identifikasi opsi baru yang mungkin untuk mencapai hasil tersebut

Menang-Menang bukan teknik; ini adalah filosofi total interaksi manusia.


Kebiasaan 5: Pahami Dahulu, Baru Dipahami

Bayangkan Anda pergi ke dokter mata. Anda katakan, "Saya tidak bisa melihat dengan jelas." 

Dokter melepas kacamatanya dan memberikannya ke Anda. "Coba ini. Kacamata ini sudah saya pakai 10 tahun. Sangat membantu saya." 

Anda pakai—tapi justru lebih buram! 

"Apa masalahnya?" kata dokter. "Kacamata ini bekerja sempurna untuk saya!" 

Kedengarannya konyol, kan? Tapi ini persis apa yang kita lakukan dalam komunikasi sehari-hari. 

Kita mendengarkan dengan niat untuk menjawab, bukan dengan niat untuk memahami.

Autobiographical Listening 

Covey mengatakan kebanyakan orang mendengarkan pada salah satu dari empat level: 

1. Mengabaikan: Tidak benar-benar mendengarkan

2. Pura-pura: "Ya... uh-huh... oke..."

3. Selektif: Hanya mendengar bagian tertentu

4. Attentive: Memperhatikan kata-kata dengan saksama 

Tapi bahkan di level 4, kita sering mendengarkan melalui filter "autobiographical"—kita mendengarkan dengan referensi pada pengalaman kita sendiri. 

Hasilnya? Kita merespons dengan salah satu dari empat cara: 

Evaluate: "Saya pikir Anda salah." Probe: "Kenapa Anda merasa seperti itu?" Advise: "Anda tahu apa yang harus Anda lakukan?" Interpret: "Yang sebenarnya Anda rasakan adalah..." 

Semua ini gagal memahami orang lain dengan empati. 

Empathetic Listening 

Level tertinggi mendengarkan adalah empathetic listening—mendengarkan dengan niat untuk benar-benar memahami—mental, emosional, dan spiritual. 

Anda mencoba masuk ke frame of reference orang lain. Anda melihat dunia seperti mereka melihat. Anda memahami paradigma mereka. Anda merasakan apa yang mereka rasakan. 

Empathetic listening memberi orang "udara psikologis." 

Ketika mereka merasa dipahami, mereka terbuka. Defensif mereka turun. Mereka mau mendengarkan Anda.

Ethos, Pathos, Logos 

Filsafat Yunani kuno mengajarkan tiga mode persuasi—dan urutannya penting: 

1. Ethos: Kredibilitas pribadi Anda. Kepercayaan yang Anda inspirasikan. "Emotional Bank Account" Anda. 

2. Pathos: Sisi empatik. Keselarasan dengan kepercayaan emosional komunikasi orang lain.

3. Logos: Logika. Bagian penalaran dari presentasi. 

Urutan ini krusial. Kebanyakan orang langsung ke logos tanpa membangun ethos dan pathos terlebih dahulu. 

Tapi jika orang tidak mempercayai Anda (ethos) dan tidak merasa Anda memahami mereka (pathos), mereka tidak akan mendengarkan logika Anda (logos). 

"Pahami dahulu, baru dipahami" bukan hanya teknik komunikasi—ini adalah karakter.


Kebiasaan 6: Wujudkan Sinergi 

Sinergi berarti keseluruhan lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya. 1 + 1 = 3, atau bahkan lebih. 

Bayangkan dua potong kayu. Masing-masing bisa menahan 100 kg. Ditumpuk, mereka bisa menahan 200 kg, kan? 

Salah. Jika dipasang dengan benar, mereka bisa menahan jauh lebih dari 200 kg. Kekuatan gabungan mereka eksponensial. 

Itulah sinergi dalam konteks fisik. Dalam konteks manusia, sinergi adalah ketika orang dengan perbedaan berkolaborasi untuk menciptakan solusi yang jauh lebih baik daripada yang bisa dicapai siapa pun sendiri. 

Menghargai Perbedaan 

Kunci sinergi adalah menghargai perbedaan. 

Kebanyakan orang melihat perbedaan sebagai ancaman. "Anda tidak setuju dengan saya? Anda salah!" 

Orang efektif melihat perbedaan sebagai peluang. "Anda melihat berbeda? Luar biasa! Beri tahu saya perspektif Anda. Mari kita temukan sesuatu yang lebih baik dari sudut pandang kita masing-masing." 

Covey berkata: Kekuatan sejati hubungan adalah memiliki sudut pandang lain. 

Kesamaan bukanlah kesatuan. Keseragaman bukanlah unity. Unity adalah complementariness—saling melengkapi, bukan kesamaan. 

Perbedaan sebagai Kekuatan 

Pikirkan tentang tubuh manusia. Mata tidak bisa mendengar. Telinga tidak bisa melihat. Apakah ini masalah? Tidak! Perbedaan membuat mereka powerful sebagai sistem. 

Demikian juga dalam tim, keluarga, atau organisasi. Orang dengan kekuatan berbeda, perspektif berbeda, talenta berbeda—ketika mereka bekerja sama dengan saling menghargai—menciptakan hasil yang luar biasa.

Sinergi membutuhkan: 

1. Karakter (Kebiasaan 1-3): Anda harus mandiri sebelum bisa interdependen

2. Menang-Menang (Kebiasaan 4): Mindset kelimpahan 

3. Empathetic Listening (Kebiasaan 5): Benar-benar memahami orang lain Ketika elemen-elemen ini hadir, sinergi terjadi secara alami.


Kebiasaan 7: Asah Gergaji 

Covey bercerita tentang seseorang yang melihat pria menggergaji pohon dengan susah payah. "Apa yang Anda lakukan?" tanya orang itu. 

"Menggergaji pohon. Bukankah jelas?" 

"Anda terlihat lelah! Sudah berapa lama Anda bekerja?" 

"Lebih dari lima jam. Saya kelelahan!" 

"Mengapa Anda tidak berhenti sebentar dan mengasah gergaji Anda?" 

"Saya tidak punya waktu mengasah gergaji! Saya terlalu sibuk menggergaji!" 

Inilah paradoks produktivitas. Terkadang Anda harus berhenti bekerja untuk menjadi lebih produktif. 

Empat Dimensi Pembaruan 

Kebiasaan 7 adalah tentang pembaruan diri berkelanjutan dalam empat dimensi:

1. Fisik: Olahraga, nutrisi, manajemen stres 

  • Minimal 30 menit, 3-6 kali seminggu
  • Fokus pada ketahanan, fleksibilitas, kekuatan
  • Ini Kuadran II—investasi yang membayar dividen besar

2. Mental/Intelektual: Belajar, membaca, menulis, mengajar 

  • Baca buku berkualitas satu jam sehari
  • Tulis jurnal, refleksi
  • Hindari junk mental (TV berlebihan, media sosial tanpa tujuan)

3. Spiritual: Klarifikasi nilai, komitmen pada nilai, studi, meditasi 

  • Tinjau pernyataan misi Anda
  • Praktikkan meditasi atau doa
  • Habiskan waktu di alam
  • Dengarkan musik yang mengangkat

4. Sosial/Emosional: Pelayanan, empati, sinergi 

  • Berinvestasi dalam hubungan
  • Lakukan deposit di Emotional Bank Account
  • Cari peluang untuk melayani orang lain

Keempat dimensi saling terkait. Mengabaikan satu akan mempengaruhi yang lain. Anda perlu balance. 

Upward Spiral 

Ketika Anda konsisten mempraktikkan Kebiasaan 7, Anda menciptakan upward spiral—spiral ke atas dari pembelajaran, komitmen, dan tindakan pada level yang semakin tinggi. 

Anda belajar → Anda berkomitmen → Anda melakukan → Anda belajar lebih dalam → siklus berulang. 

Setiap iterasi melalui 7 kebiasaan mengajarkan Anda prinsip-prinsip dengan pemahaman yang lebih dalam. 

Pembaruan adalah prinsip—dan proses—yang memberdayakan kita untuk bergerak pada spiral ke atas.


Penutup: Inside-Out 

Setelah perjalanan melalui 7 kebiasaan, kita kembali ke di mana kita mulai: Perubahan sejati dimulai dari dalam. 

Anda tidak bisa mengubah orang lain. Anda tidak bisa mengubah keadaan. Tapi Anda bisa mengubah diri sendiri. Dan ketika Anda berubah—ketika paradigma Anda bergeser—cara Anda melihat dunia berubah. Dan dunia Anda berubah. 

Karakter vs Kepribadian 

Kebiasaan 1-3 membangun karakter pribadi Anda—fondasi dari efektivitas. Ini adalah Private Victory. 

Kebiasaan 4-6 membangun karakter publik Anda—kemampuan untuk bekerja efektif dengan orang lain. Ini adalah Public Victory. 

Kebiasaan 7 memastikan Anda terus memperbarui dan meningkatkan karakter. Tapi semua dimulai dengan karakter, bukan kepribadian. 

Personality Ethic mencoba memperbaiki Anda dari luar—teknik, taktik, quick fix. Character Ethic mengubah Anda dari dalam—prinsip, nilai, integritas. 

Hanya dengan Character Ethic Anda bisa mencapai kesuksesan sejati yang berkelanjutan. 

Kebiasaan Bisa Dipelajari 

Kabar baiknya: Kebiasaan bisa dipelajari. 

Karakter Anda adalah komposit dari kebiasaan Anda. Dan kebiasaan adalah persimpangan pengetahuan, keterampilan, dan keinginan. 

  • Pengetahuan: Apa yang harus dilakukan dan mengapa
  • Keterampilan: Bagaimana melakukannya
  • Keinginan: Motivasi, keinginan untuk melakukannya

Ketika ketiga elemen ini bertemu, kebiasaan terbentuk. 

Dan dengan latihan konsisten, kebiasaan ini menjadi second nature. Mereka menjadi bagian dari siapa Anda.

Mulai Sekarang 

Jangan coba kuasai semua 7 kebiasaan sekaligus. Mulai dengan satu.

Mungkin Kebiasaan 1—menjadi lebih proaktif, mengambil tanggung jawab.

Atau Kebiasaan 2—menulis pernyataan misi pribadi Anda. 

Atau Kebiasaan 3—merencanakan minggu Anda dengan fokus pada Kuadran II.

Pilih satu. Praktikkan sampai menjadi bagian dari Anda. Lalu pindah ke berikutnya. 

Seperti yang Covey tulis: "Kami adalah apa yang kami lakukan berulang kali. Keunggulan, kemudian, bukan tindakan, tetapi kebiasaan." 

Masa depan Anda diciptakan oleh apa yang Anda lakukan hari ini, bukan besok.

Jadi tutup ringkasan ini. Pilih satu kebiasaan. Dan mulai. 

Karena kesuksesan sejati—sukses dengan diri sendiri—dimulai dari dalam.


Tentang Buku Asli 

The 7 Habits of Highly Effective People: Powerful Lessons in Personal Change ditulis oleh Stephen R. Covey dan pertama kali diterbitkan pada 1989. 

Stephen R. Covey (1932-2012) adalah otoritas kepemimpinan yang dihormati secara internasional, ahli keluarga, guru, konsultan organisasi, dan co-founder FranklinCovey Co.—firma pelatihan global terkemuka. 

Buku ini telah terjual lebih dari 25 juta kopi dalam 38 bahasa dan dinobatkan sebagai #1 Most Influential Business Book of the Twentieth Century oleh majalah TIME. 

Covey meraih MBA dari Harvard dan doktor dari Brigham Young University. Ia dinobatkan sebagai salah satu dari 25 orang Amerika paling berpengaruh oleh TIME magazine. 

The 7 Habits bukan quick-fix book. Konsep-konsepnya terkadang rumit dan Anda akan ingin mempelajari buku ini, bukan hanya membacanya sekilas. 

Ketika Anda selesai, kemungkinan Anda akan memiliki catatan atau anotasi di setiap bab, dan Anda akan merasa seperti telah mengikuti seminar powerful oleh Covey. 

Untuk transformasi sejati, bacalah buku aslinya, praktikkan prinsip-prinsipnya, dan biarkan mereka mengubah cara Anda melihat dan berinteraksi dengan dunia. 

Perubahan dimulai dari dalam. Dan dimulai sekarang.

 

Selesai. Kamu sudah menuntaskan ringkasan ini.

Baca berikutnya: 3 Things Successful People Do
Kembali ke atas

Buku serupa