Lompat ke konten utama

A Book of Mediterranean Food

oleh Elizabeth David · Maret 2026 · 14 menit baca

Buku yang Ditulis dari Keputusasaan

Daftar isi

Buku yang Ditulis dari Keputusasaan

Bayangkan Inggris tahun 1950. 

Lima tahun setelah Perang Dunia II berakhir, tapi penjatahan makanan masih berlaku. Daging masih dijatah. Mentega langka. Gula terbatas. Telur sulit didapat. 

Di restoran, menu menawarkan hidangan dengan nama yang terdengar mewah tapi rasanya hambar: "Mock Turtle Soup" (sup kura-kura palsu dari kepala sapi), "Spam Fritters" (gorengan daging kalengan), dan sayuran rebus tanpa rasa. 

Di masa kelam ini, seorang wanita bernama Elizabeth David duduk di rumahnya yang dingin dan menulis tentang hal yang tampaknya mustahil: 

Tomat segar yang harum dipetik di pagi hari. 

Minyak zaitun hijau keemasan dari Provence. 

Ikan yang baru ditangkap, dipanggang dengan thyme liar dan lemon.

Bawang putih yang melimpah, tidak takut, tidak minta maaf. 

Orang-orang mengira dia gila. Bahan-bahan ini tidak ada di Inggris. Sebagian besar orang Inggris bahkan tidak pernah mencicipi minyak zaitun atau melihat terong. 

Tapi Elizabeth David tidak peduli. Dia tidak menulis buku resep untuk masa kini. Dia menulis peta jalan menuju dunia yang lebih baik—dunia di mana makanan bukan sekadar bahan bakar, tetapi kesenangan, keindahan, dan kehidupan itu sendiri. 

"A Book of Mediterranean Food" bukan hanya buku masak. Ini adalah manifesto revolusi kuliner. Ini adalah pelarian imajinasi ke pantai-pantai Mediterania yang hangat, pasar-pasar yang ramai, dan meja-meja yang penuh tawa dan anggur. 

Dan meskipun ditulis lebih dari 70 tahun lalu dalam konteks yang sangat berbeda, pesan intinya tetap radikal dan relevan hari ini:

Masakan terbaik dimulai dengan bahan terbaik, diperlakukan dengan kesederhanaan dan rasa hormat. 

Mari kita mulai perjalanan ini—perjalanan yang mengubah cara seluruh negara memasak dan makan.


Bagian 1: Pelarian dari Inggris yang Kelabu

Latar Belakang Elizabeth David 

Elizabeth David bukan chef profesional. Dia bukan dari keluarga kuliner. Dia adalah wanita kelas menengah Inggris yang kebetulan jatuh cinta dengan Mediterranean. 

Sebelum perang, dia berkeliling Mediterania—Prancis, Italia, Yunani, Mesir. Dia tinggal di kapal layar. Dia makan di taverna lokal, pasar jalanan, dan rumah-rumah keluarga. 

Ketika perang pecah, dia terdampar di Mesir dan India, bekerja untuk perpustakaan Inggris. Dan di sana—di tengah perang, kehilangan, dan ketidakpastian—dia menemukan penghiburan dalam makanan. 

Setelah perang, dia kembali ke Inggris. Dan terkejut. 

Bagaimana orang-orang bisa hidup seperti ini? Makanan tanpa rasa. Tidak ada herba segar. Tidak ada warna. Tidak ada kegembiraan. 

Jadi dia mulai menulis—awalnya untuk dirinya sendiri, sebagai cara untuk mengingat dunia yang dia cintai. Menulis tentang makanan yang pernah dia makan, pasar yang pernah dia kunjungi, matahari yang pernah menghangatkan kulitnya. 

Konteks Penerbitan yang Mustahil 

Ketika dia mengajukan manuscript ke penerbit pada tahun 1949, mereka ragu.

"Tomat? Terong? Minyak zaitun? Siapa yang bisa membeli ini?" 

Tapi penerbit John Lehmann melihat sesuatu yang lain. Dia melihat bahwa orang Inggris haus akan impian. Mereka tidak perlu bisa memasak resep ini sekarang—mereka perlu tahu bahwa suatu hari nanti, dunia akan lebih baik lagi. 

Buku diterbitkan tahun 1950 dengan ilustrasi indah oleh John Minton—gambar-gambar pasar Mediterranean, ikan, sayuran, yang membuat pembaca bisa melihat dunia yang David gambarkan. 

Dan yang mengejutkan semua orang: buku itu laris. 

Orang-orang membelinya bukan untuk memasak—mereka membelinya untuk bermimpi. Untuk membaca sebelum tidur dan membayangkan diri mereka di teras yang menghadap laut Aegean, makan ikan bakar dengan roti hangat dan anggur dingin. 

Tapi seiring waktu berlalu dan penjatahan berakhir, sesuatu yang luar biasa terjadi: mereka mulai benar-benar memasak.


Bagian 2: Filosofi Mediterranean—Kesederhanaan yang Brilian 

Bukan Tentang Resep, Tentang Cara Hidup 

Hal pertama yang mengejutkan dari buku David adalah gaya penulisannya. 

Ini bukan buku resep teknis dengan pengukuran presisi dan langkah-langkah nomor. Ini adalah prosa yang sensual, deskriptif, menggugah. 

Dia menulis: 

"Sup ikan yang baik dimulai dengan ikan segar yang ditangkap pagi itu, minyak zaitun yang baik, tomat matang, safron yang harum, dan waktu untuk membiarkan semuanya bersatu dengan lembut." 

Tidak ada: "Tambahkan 200 gram tomat, potong dadu 1 cm." 

Kenapa? Karena bagi David, memasak bukan resep yang harus diikuti dengan tepat—memasak adalah pemahaman prinsip. 

Prinsip-prinsip itu adalah: 

1. Bahan Berkualitas adalah Segalanya 

David menulis berulang kali: Lebih baik hidangan sederhana dengan bahan luar biasa daripada hidangan kompleks dengan bahan biasa. 

Contohnya: 

  • Salad tomat hanya dengan tomat terbaik, minyak zaitun terbaik, sedikit garam, basil segar
  • Ikan bakar hanya dengan minyak zaitun dan lemon
  • Roti dengan mentega dan garam laut yang baik

Ini radikal di Inggris 1950 di mana masakan "baik" berarti banyak saus, banyak langkah, banyak komplikasi. 

David berkata: Tidak. Biarkan bahan berbicara. 

2. Musiman dan Lokal 

Di Mediterranean, orang tidak makan tomat di musim dingin. Mereka makan apa yang tersedia sekarang, dari pasar lokal, yang dipetik pagi itu.

David menulis tentang pergi ke pasar di Provence: 

"Di pagi hari, pasar penuh dengan sayuran yang baru dipetik—tomat merah cerah, terong ungu mengkilap, paprika dalam semua warna, zucchini dengan bunga masih menempel." 

Ini bukan sekadar deskripsi romantis. Ini adalah filosofi: makanan terbaik adalah makanan yang dimakan pada waktu yang tepat, di tempat yang tepat. 

3. Kesederhanaan Bukan Berarti Mudah 

Hidangan Mediterranean sederhana—tapi tidak mudah dalam artian "tidak perlu usaha." 

Mereka sederhana karena tidak ada yang bisa disembunyikan. Setiap bahan harus sempurna. Setiap langkah harus dilakukan dengan perhatian. 

Membuat pasta dengan hanya bawang putih, minyak zaitun, dan cabai (aglio e olio) terdengar mudah. Tapi jika bawang putih gosong, minyak zaitun murahan, timing salah—hasilnya bencana. 

Kesederhanaan membutuhkan penguasaan dasar-dasar. 

4. Waktu adalah Bahan 

Banyak resep David yang dimulai dengan: "Biarkan ini meresap semalam" atau "Masak dengan api kecil selama berjam-jam." 

Ini bertentangan dengan budaya Inggris yang ingin semuanya cepat. 

Tapi David bersikeras: Beberapa hal tidak bisa terburu-buru. Rasa membutuhkan waktu untuk berkembang. Daging membutuhkan waktu untuk menjadi lembut. Anggur membutuhkan waktu untuk mengurangi. 

Memberi waktu adalah bentuk rasa hormat terhadap makanan.


Bagian 3: Bahan-Bahan Esensial—Senjata Rahasia Mediterranean 

David mengidentifikasi beberapa bahan yang mendefinisikan masakan Mediterranean:

Minyak Zaitun—Emas Cair 

Di Inggris 1950, minyak zaitun hanya dijual di apotek sebagai obat telinga. 

David menulis tentang minyak zaitun hijau keemasan dari Provence, minyak zaitun pedas dari Tuscany, minyak zaitun lembut dari Spanyol. 

Dia berkata: Lupakan margarin dan lemak babi. Minyak zaitun adalah kehidupan Mediterranean. 

Gunakan untuk menumis. Untuk dressing. Untuk finishing. Untuk roti. 

Minyak zaitun yang baik mengubah segalanya. 

Bawang Putih—Tanpa Rasa Malu 

Orang Inggris takut bawang putih. "Baunya terlalu kuat!" "Tidak sopan!" 

David: Omong kosong. 

Di Mediterranean, bawang putih digunakan dengan murah hati. Dalam sup. Dalam saus. Digosok di roti panggang. Dipanggang utuh. 

Dia mengajarkan: Jangan takut bawang putih. Peluk dia. 

Tapi juga: gunakan dengan bijaksana. Bawang putih mentah mentah pedas. Bawang putih yang dimasak perlahan menjadi manis dan lembut. 

Tomat—Saat Musimnya 

David menulis tentang tomat dengan cara yang hampir erotis: 

"Tomat matang yang sempurna, hangat dari matahari, dengan jus yang manis dan daging yang kaya—ini adalah salah satu kesenangan sederhana terbesar dalam hidup." 

Tapi dia juga memperingatkan: Tomat di luar musim adalah dosa. Lebih baik gunakan tomat kalengan yang baik daripada tomat segar yang hambar. 

Herba Segar—Aroma Mediterranean

Thyme. Rosemary. Basil. Oregano. Bay leaves. Peterseli. 

Di Mediterranean, ini bukan opsional. Ini adalah esensi

David mengajarkan cara menggunakannya: 

  • Thyme dan rosemary: untuk daging panggang dan kentang
  • Basil: untuk tomat, selalu tambahkan di akhir (panas merusak aromanya)
  • Oregano: untuk Greek salads dan pizza
  • Bay leaves: untuk slow-cooked stews

Dan yang paling penting: Gunakan yang segar jika memungkinkan. Herba kering bisa OK, tapi herba segar adalah tingkat lain. 

Anggur—Untuk Memasak dan Minum 

Di Mediterranean, anggur bukan hanya minuman—itu bahan masak. 

David menulis tentang mendeglaze pan dengan anggur merah. Memasak ayam dalam anggur putih. Mengurangi anggur untuk saus. 

Dan tentu saja: Minum anggur sambil memasak. Ini adalah bagian dari kesenangan.


Bagian 4: Hidangan Ikonik—Resep yang Mengubah Inggris 

David memperkenalkan hidangan-hidangan yang sekarang sudah umum tapi pada tahun 1950 adalah eksotis: 

Ratatouille—Symphony Sayuran Musim Panas 

Terong, zucchini, paprika, tomat, bawang putih, minyak zaitun—semuanya dimasak perlahan sampai meleleh bersama. 

David menulis: "Ini bukan sekadar sayuran rebus. Ini adalah meditasi tentang kesabaran." 

Kunci: Masak setiap sayuran secara terpisah terlebih dahulu untuk mempertahankan identitasnya, lalu gabungkan. Jangan terburu-buru. 

Bouillabaisse—Sup Ikan yang Legendaris 

Sup ikan dari Marseille yang menggunakan berbagai jenis ikan segar, saffron, bawang putih, tomat. 

David jujur: "Anda tidak bisa membuat bouillabaisse sejati di luar Mediterania."

Kenapa? Karena ikan-ikan spesifik dari Mediterranean tidak tersedia di tempat lain. 

Tapi prinsipnya universal: Gunakan ikan segar yang Anda punya, hormati mereka, dan biarkan mereka bersinar. 

Salade Niçoise—Kesempurnaan Sederhana 

Tomat, telur rebus, tuna, anchovy, olive, bawang, minyak zaitun. 

Tidak ada kentang. Tidak ada kacang hijau rebus (David akan marah jika melihat versi modern).

Hanya bahan-bahan terbaik pada musimnya, disusun dengan indah, diberi dressing sederhana.

Kesempurnaan dalam kesederhanaan. 

Aioli—Mayones Bawang Putih yang Berani 

Mayones yang dipenuhi bawang putih, disajikan dengan sayuran rebus, ikan, atau telur. 

David: "Ini bukan untuk yang lemah hati. Setelah makan aioli, jangan berharap untuk berciuman atau berbisnis di hari yang sama."

Tapi siapa peduli? Ini adalah deklarasi: Saya mencintai rasa. Saya tidak minta maaf.


Bagian 5: Memasak sebagai Kesenangan, Bukan Tugas

Menolak Resep Kaku 

David jarang memberikan pengukuran yang tepat. Dia menulis: "Secukupnya," "Sesuai selera," "Sampai terlihat benar." 

Ini membuat frustrasi pembaca yang terbiasa dengan resep presisi. 

Tapi itu adalah pelajaran yang disengaja: Memasak adalah intuisi, bukan matematika. 

Anda harus mencicipi. Anda harus menyesuaikan. Anda harus merasakan kapan sesuatu sudah benar. 

Resep adalah panduan, bukan hukum. 

Kesalahan Adalah Pembelajaran 

David jujur tentang kegagalan. Dia menulis tentang hidangan yang gagal, waktu ketika dia menggunakan bahan yang salah, momen ketika semuanya salah. 

Tapi dia berkata: Ini OK. Ini adalah bagian dari perjalanan. 

Memasak yang baik datang dari pengalaman—dan pengalaman datang dari mencoba, gagal, dan mencoba lagi. 

Memasak sebagai Ekspresi Cinta 

Di Mediterranean, memasak bukan tugas yang harus diselesaikan dengan cepat. Memasak adalah cara untuk merawat orang yang Anda cintai. 

David menulis tentang ibu-ibu Italia yang bangun pukul 5 pagi untuk membuat pasta segar. Nenek Yunani yang memasak kacang selama berjam-jam dengan api kecil. 

Mereka tidak melakukan ini karena terpaksa. Mereka melakukan ini karena makanan yang baik adalah hadiah cinta. 

Dan ketika Anda duduk di meja dengan keluarga dan teman, berbagi makanan yang Anda buat dengan tangan Anda sendiri—itu adalah salah satu kebahagiaan terbesar dalam hidup.


Bagian 6: Dampak Revolusioner—Mengubah Inggris

Dari Mustahil menjadi Mainstream 

Pada tahun 1950, buku David terlihat seperti fantasi. 

Pada tahun 1960, toko-toko mulai menjual minyak zaitun dan pasta. 

Pada tahun 1970, restoran Italia dan Prancis bermunculan di seluruh Inggris.

Pada tahun 1980, bahan-bahan Mediterranean sudah umum di supermarket.

Pada tahun 2000, cuisine Inggris telah sepenuhnya berubah. 

Elizabeth David mengubah cara seluruh negara makan. 

Pengaruh pada Generasi Chef 

Chef-chef Inggris yang kemudian terkenal—dari Jamie Oliver hingga Nigella Lawson—semua mengutip Elizabeth David sebagai inspirasi. 

Mereka belajar dari dia bahwa: 

  • Bahan adalah bintang 
  • Kesederhanaan adalah kecanggihan 
  • Makanan adalah kesenangan, bukan tugas 

Mengubah Rumah-Rumah Inggris 

Yang lebih penting dari restoran: David mengubah rumah-rumah. 

Keluarga-keluarga Inggris mulai memasak pasta. Membuat salad dengan minyak zaitun. Menggunakan bawang putih tanpa malu. 

Meja makan menjadi tempat untuk menikmati, bukan hanya mengisi perut.

Ini adalah revolusi budaya yang diam-diam namun mendalam.


Bagian 7: Pelajaran untuk Hari Ini 

Meskipun ditulis 70 tahun lalu, pelajaran David tetap relevan—mungkin lebih relevan di era makanan cepat saji dan delivery: 

1. Perlambat 

David menulis di era sebelum microwave, sebelum delivery apps, sebelum meal kits.

Tapi pesannya tetap mendesak: Beri waktu untuk makanan. 

Waktu untuk belanja di pasar. Waktu untuk memasak dengan perhatian. Waktu untuk duduk dan menikmati. 

Pelajaran: Di dunia yang semakin cepat, tindakan memperlambat untuk makanan adalah tindakan perlawanan—dan perawatan diri. 

2. Belanja dengan Mata dan Hati 

David tidak pernah pergi ke pasar dengan daftar belanja yang kaku. Dia pergi dan melihat apa yang bagus hari ini. 

Apakah tomat terlihat luar biasa? Beli itu dan putuskan nanti apa yang akan dibuat.

Apakah ikan ini sangat segar? Ubah rencana makan malam. 

Pelajaran: Fleksibilitas dalam menu memungkinkan kualitas dalam bahan. Ikuti musim, bukan resep. 

3. Investasi dalam Dasar-Dasar 

David tidak pernah mengatakan Anda perlu peralatan mahal atau bahan eksotis langka.

Yang dia katakan adalah: Investasikan dalam beberapa bahan dasar berkualitas tinggi. 

Minyak zaitun yang baik. Garam laut yang baik. Cuka anggur yang baik. Parmigiano-Reggiano asli, bukan yang palsu. 

Dengan dasar-dasar ini, Anda bisa membuat hidangan luar biasa. 

Pelajaran: Kualitas lebih penting dari kuantitas. Lebih baik lima bahan luar biasa daripada dua puluh bahan biasa. 

4. Percayai Insting Anda

David menolak untuk memberikan pengukuran yang tepat karena dia ingin pembaca belajar merasakan. 

Apakah saus ini perlu lebih banyak garam? Lebih banyak asam? Lebih banyak waktu? 

Pelajaran: Cookbook bisa mengajarkan teknik, tapi hanya pengalaman yang bisa mengajarkan intuisi. Cicipi. Sesuaikan. Percayai diri Anda. 

5. Makanan adalah Koneksi 

Di Mediterranean, makan tidak pernah sendirian, tidak pernah terburu-buru, tidak pernah di depan layar. 

Makan adalah peristiwa sosial—waktu untuk berbicara, tertawa, terhubung. 

Pelajaran: Di era makan sendirian sambil scrolling ponsel, tradisi makan bersama adalah sesuatu yang perlu kita rebut kembali.


Penutup: Warisan Elizabeth David 

Elizabeth David meninggal pada tahun 1992, tapi warisannya hidup setiap kali seseorang: 

  • Membeli tomat hanya saat musimnya
  • Menggunakan minyak zaitun dengan murah hati
  • Memasak dengan cinta, bukan terburu-buru
  • Duduk di meja dengan orang yang dicintai tanpa distraksi

Dia tidak menciptakan resep baru. Dia tidak menciptakan teknik baru. 

Yang dia lakukan adalah mengingatkan kita bagaimana seharusnya memasak dan makan: 

Dengan kesenangan

Dengan perhatian

Dengan rasa hormat untuk bahan. 

Dengan cinta untuk orang yang kita layani. 

"A Book of Mediterranean Food" ditulis pada tahun 1950 untuk orang Inggris yang kelaparan akan warna, rasa, dan kehidupan. 

Tapi hari ini, di dunia yang dibanjiri dengan makanan cepat saji, ultra-processed foods, dan screen time selama makan—kita semua sedikit kelaparan akan hal yang sama. 

Kita kelaparan akan kesederhanaan. 

Kita kelaparan akan kualitas. 

Kita kelaparan akan koneksi. 

Elizabeth David menawarkan jalan kembali.


Pertanyaan untuk Anda 

Elizabeth David menulis: "Perbedaan nyata antara masakan yang baik dan masakan yang buruk terletak pada penggunaan bahan-bahan berkualitas terbaik yang dimasak dengan sederhana." 

Jadi sekarang pertanyaan untuk Anda: 

  • Kapan terakhir kali Anda memasak sesuatu dari awal, tanpa terburu-buru?
  • Apakah Anda belanja untuk apa yang bagus hari ini, atau hanya mengikuti daftar?
  • Apakah makanan Anda adalah bahan bakar, atau kesenangan? 
  • Kapan terakhir kali Anda duduk di meja tanpa ponsel, hanya menikmati makanan dan percakapan? 

Anda tidak perlu pergi ke Mediterranean untuk mengalami cara hidup Mediterranean.

Anda hanya perlu: 

  • Tomat yang baik (pada musimnya)
  • Minyak zaitun yang baik 
  • Waktu (untuk memasak dan makan dengan perhatian)
  • Orang yang Anda cintai (atau bahkan hanya diri Anda sendiri, dihormati dengan makanan yang baik)

Mulailah hari ini. Mulailah sederhana. 

Besok, pergi ke pasar (atau toko sayur lokal). Lihat apa yang terlihat bagus. Beli itu. 

Pulang. Masak dengan perhatian. Tidak perlu rumit—mungkin hanya pasta dengan bawang putih dan minyak zaitun. Atau salad tomat dengan basil. 

Matikan ponsel. Duduk. Makan perlahan. 

Ini adalah revolusi kecil. Tapi ini adalah awal.


Tentang Buku Asli 

"A Book of Mediterranean Food" pertama kali diterbitkan tahun 1950 oleh John Lehmann dengan ilustrasi oleh John Minton. 

Elizabeth David (1913-1992) menulis buku ini setelah bertahun-tahun tinggal dan berkeliling di Mediterania. Dia kemudian menulis buku-buku lain yang sama berpengaruhnya: "French Country Cooking" (1951), "Italian Food" (1954), dan "French Provincial Cooking" (1960). 

Dia tidak pernah melatih sebagai chef profesional. Dia adalah penulis yang menulis tentang makanan dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya—tidak sebagai instruksi teknis, tetapi sebagai sastra, sensual, dan penuh dengan pemahaman budaya. 

Pada tahun 1977, dia dianugerahi Order of the British Empire (OBE) untuk kontribusinya pada gastronomi Inggris. Pada tahun 1986, dia menjadi wanita pertama yang dianugerahi Fellowship dari Royal Society of Literature untuk menulis tentang makanan. 

Untuk pemahaman lengkap tentang filosofi Mediterranean cooking, sangat disarankan membaca buku aslinya. Prosa David indah, deskriptif, dan akan membuat Anda lapar—bukan hanya untuk makanan, tetapi untuk kehidupan yang lebih penuh warna. 

Ringkasan ini menangkap esensi—tapi pengalaman membaca David, dengan gaya tulisannya yang sensual dan deskripsi yang vivid, tidak bisa sepenuhnya ditangkap dalam ringkasan. 

Edisi yang direkomendasikan: Penguin Modern Classics edition dengan kata pengantar oleh Clarissa Dickson Wright. 

Sekarang pergilah ke dapur. Beli tomat yang baik. Tuangkan minyak zaitun dengan murah hati. 

Dan ingat kata-kata David: "Salah satu kesenangan terbesar dalam hidup adalah makanan yang baik, dibagikan dengan orang yang baik." 

Tidak ada waktu seperti sekarang untuk memulai.

 

Selesai. Kamu sudah menuntaskan ringkasan ini.

Baca berikutnya: Orientalism
Kembali ke atas

Buku serupa