Lompat ke konten utama

How to Become a People Magnet

oleh Marc Reklau · Desember 2025 · 15 menit baca

Pertanyaan yang Mengubah Segalanya

Daftar isi

Pertanyaan yang Mengubah Segalanya 

Pernahkah Anda bertemu seseorang yang begitu masuk ke ruangan, semua orang langsung tertarik? 

Mereka tidak harus paling tampan. Tidak harus paling pintar. Tidak harus paling kaya. 

Tapi entah bagaimana, orang-orang gravitate ke arah mereka. Percakapan mengalir natural. Orang merasa nyaman. Mereka ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang itu. 

Lalu ada tipe sebaliknya: orang yang meskipun sukses, pintar, dan menarik secara fisik—entah kenapa orang tidak betah lama-lama di sekitar mereka. Percakapan terasa berat. Interaksi terasa menguras energi. 

Apa bedanya? 

Marc Reklau menghabiskan bertahun-tahun mempelajari orang-orang yang secara natural menarik orang lain—people magnets. Dan dia menemukan sesuatu yang mengejutkan: 

Menjadi people magnet bukan tentang bakat. Ini tentang kebiasaan. 

Kebiasaan kecil dalam cara Anda berbicara, mendengarkan, dan berinteraksi—yang membuat perbedaan besar antara seseorang yang orang hindari dan seseorang yang orang cari. 

Kabar baiknya? Kebiasaan bisa dipelajari. 

Buku "How to Become a People Magnet" adalah blueprint praktis untuk menjadi orang yang orang lain ingin temui, ingin bekerja sama, dan ingin menghabiskan waktu bersama. 

Bukan manipulasi. Bukan akting. Tapi transformasi genuine dalam cara Anda berhubungan dengan orang lain. 

Mari kita mulai dengan kebenaran yang tidak nyaman.


Bagian 1: Kebohongan yang Kita Percayai 

"Saya Harus Menjadi Diri Sendiri" 

Kita sering dengar nasihat: "Just be yourself!" 

Kedengarannya bagus. Tapi inilah masalahnya: kalau "diri Anda sendiri" adalah seseorang yang self-centered, tidak peduli pada orang lain, dan hanya bicara tentang diri sendiri—maka "being yourself" adalah resep untuk kesepian. 

Reklau menjelaskan: Menjadi people magnet bukan tentang mengubah kepribadian Anda. Ini tentang mengembangkan versi terbaik dari diri Anda—versi yang genuine peduli pada orang lain. 

Realitas Brutal: Orang Tidak Peduli pada Anda 

Ini terdengar kasar, tapi ini adalah kebenaran yang membebaskan: 

Orang tidak peduli pada Anda. Mereka peduli pada diri mereka sendiri. 

Pikirkan tentang foto terakhir Anda dalam group photo. Siapa yang pertama kali Anda cari? Diri Anda sendiri. 

Ketika Anda menceritakan kisah, apa yang Anda pikirkan? Bagaimana Anda terdengar. Apa yang orang pikirkan tentang Anda. 

Ketika orang lain berbicara, apa yang Anda lakukan? Menunggu giliran untuk bicara tentang diri Anda. 

Ini tidak membuat Anda jahat. Ini membuat Anda manusia. Kita semua egois secara natural. 

Tapi inilah rahasianya: People magnets memahami ini—dan menggunakan pengetahuan ini untuk membuat orang lain merasa penting. 

Alih-alih bertarung untuk perhatian, mereka memberikan perhatian. Dan dalam prosesnya, mereka mendapat perhatian yang lebih besar.


Bagian 2: Kekuatan Mendengarkan Sejati 

Perbedaan Antara Mendengar dan Menunggu 

Coba ingat percakapan terakhir Anda. Apakah Anda benar-benar mendengarkan? Atau Anda sedang: 

  • Menyiapkan respons Anda berikutnya
  • Memikirkan cerita serupa yang ingin Anda bagikan
  • Mengecek ponsel Anda
  • Melihat ke sekitar ruangan

Ini bukan mendengarkan. Ini menunggu giliran bicara. 

Mendengarkan sejati adalah hadiah paling langka yang bisa Anda berikan.

Eksperimen Sederhana 

Reklau menyarankan eksperimen: Dalam percakapan berikutnya, fokuskan 100% perhatian Anda pada lawan bicara selama 5 menit penuh. 

Tidak menyela. Tidak menambahkan cerita Anda. Hanya mendengarkan, bertanya follow-up, dan menggali lebih dalam. 

Apa yang terjadi? Orang itu akan meninggalkan percakapan berpikir: "Wow, dia orang yang menarik." 

Ironinya? Anda hampir tidak bicara apa-apa. Tapi dengan mendengarkan mereka, Anda membuat mereka merasa menarik. Dan ketika orang merasa menarik di sekitar Anda, mereka akan kembali lagi dan lagi. 

Tiga Level Mendengarkan 

Level 1: Mendengar Permukaan Anda mendengar kata-kata tapi tidak memproses artinya. Seperti mendengar musik di background. 

Level 2: Mendengar Faktual Anda mendengar fakta yang dibagikan tapi tidak memahami emosi di baliknya. 

Level 3: Mendengar Empatik Anda mendengar kata-kata, memahami fakta, DAN merasakan emosi yang mereka rasakan. Ini adalah level yang mengubah segalanya. 

Ketika seseorang bercerita tentang hari buruk mereka di kantor, Level 2 mendengar "atasan marah." Level 3 mendengar "Saya merasa tidak dihargai dan khawatir tentang pekerjaan saya."

Teknik Mendengarkan Aktif 

1. Kontak Mata Bukan menatap intensif yang creepy. Tapi kontak mata yang natural yang mengatakan: "Saya hadir. Saya peduli." 

2. Anggukan dan Verbal Cues "Hmm," "Oh," "Lalu apa yang terjadi?"—sinyal kecil yang menunjukkan Anda engaged. 

3. Refleksi "Jadi yang kamu rasakan adalah..." atau "Kedengarannya kamu..." Ini menunjukkan Anda benar-benar memproses apa yang mereka katakan. 

4. Pertanyaan Terbuka Bukan "Apakah kamu baik-baik saja?" (ya/tidak). Tapi "Bagaimana perasaanmu tentang itu?" atau "Apa yang membuatmu berpikir begitu?" 

5. Jeda Sebelum Merespons Ketika mereka selesai bicara, tunggu 2-3 detik sebelum Anda respons. Ini menunjukkan Anda merenungkan kata-kata mereka, tidak langsung melompat ke agenda Anda.


Bagian 3: Membuat Orang Merasa Penting 

Kebutuhan Manusia Terdalam 

Psikolog William James mengatakan: "Prinsip terdalam dalam sifat manusia adalah keinginan untuk dihargai." 

Lebih dari makanan. Lebih dari seks. Lebih dari uang. 

Manusia membutuhkan merasa penting. Merasa dilihat. Merasa dihargai.

Dan kebanyakan orang tidak pernah mendapatkan ini cukup. 

Apresiasi vs Pujian Kosong 

Ada perbedaan besar antara pujian generik dan apresiasi spesifik. 

Pujian kosong: "Kerja bagus!" "Kamu hebat!" "Nice!" 

Terdengar bagus tapi tidak ada substansi. Orang tahu Anda hanya sopan. 

Apresiasi spesifik: "Saya perhatikan bagaimana kamu tetap tenang ketika klien marah tadi. Itu menunjukkan profesionalisme yang luar biasa." 

"Presentasi kamu sangat jelas, terutama bagian ketika kamu breakdown data kompleks jadi mudah dimengerti. Itu sangat membantu." 

Lihat bedanya? Yang kedua menunjukkan Anda benar-benar memperhatikan detail spesifik. Ini tulus. Ini berarti. 

Formula Apresiasi Genuine 

1. Notice - Perhatikan sesuatu yang spesifik 

2. Name it - Sebutkan tindakan atau kualitas spesifik 

3. Impact - Jelaskan bagaimana itu mempengaruhi Anda atau orang lain 

Contoh: "Terima kasih sudah mengirim summary meeting tadi malam (tindakan spesifik). Itu sangat detail dan terorganisir (kualitas). Pagi ini saya bisa langsung action tanpa harus mengingat-ingat diskusi kita (impact)." 

Hindari Apresiasi Palsu 

Jangan pernah memberikan pujian yang tidak Anda maksud. Orang bisa merasakan ketidaktulusan—dan itu lebih buruk daripada tidak ada pujian sama sekali. 

Jika Anda tidak menemukan sesuatu untuk dihargai, lebih baik diam daripada berbohong.


Bagian 4: Kekuatan Magis Mengingat 

Nama adalah Suara Terindah 

Dale Carnegie berkata: "Nama seseorang adalah suara terindah dan terpenting dalam bahasa apa pun bagi orang itu." 

Ketika Anda mengingat nama seseorang—terutama setelah hanya bertemu sekali—Anda mengirim pesan: "Anda cukup penting bagi saya untuk saya ingat." 

Ketika Anda lupa nama? "Anda tidak cukup penting." 

Mengapa Kita Lupa Nama 

Bukan karena memori buruk. Karena kita tidak pernah benar-benar mendengar di tempat pertama. 

Skenario umum: Seseorang memperkenalkan diri. "Hai, saya Alex." 

Apa yang terjadi di kepala Anda? 

  • "Wajahnya familiar..."
  • "Apa yang harus saya katakan?"
  • "Apakah ada makanan di gigi saya?"

Anda tidak fokus pada nama. Anda fokus pada diri sendiri. 

Teknik Mengingat Nama 

1. Dengar dengan Intense Focus Ketika mereka menyebutkan nama, stop semua pikiran lain. Fokus 100%. 

2. Ulangi Segera "Senang bertemu, Alex!" (menggunakan nama mereka dalam kalimat pertama) 

3. Asosiasi Hubungkan dengan sesuatu: Alex seperti Alexander the Great. Sarah seperti teman lama. 

4. Gunakan Berkali-kali dalam Percakapan "Jadi Alex, kamu kerja di bidang apa?" "Oh menarik, Alex. Sudah berapa lama?" 

Jangan berlebihan sampai aneh. Tapi 3-4 kali dalam percakapan membuat nama tertanam. 

5. Review Setelahnya Setelah pertemuan, review: "Tadi saya bertemu Alex, kerja di marketing, suka hiking."

Mengingat Detail Kecil 

Yang lebih powerful dari mengingat nama: mengingat detail tentang hidup mereka. 

"Bagaimana anakmu yang ujian minggu lalu?" "Apakah proyekmu di Berlin selesai?" "Kamu sudah selesai renovasi rumah?" 

Ini menunjukkan: "Saya tidak hanya mengingat namamu. Saya mengingat hidupmu. Kamu penting bagiku."


Bagian 5: Bahasa Tubuh yang Magnetic 

55-38-7 Rule 

Penelitian Albert Mehrabian menunjukkan dalam komunikasi: 

  • 55% dari pesan kita adalah bahasa tubuh
  • 38% adalah nada suara
  • 7% adalah kata-kata actual

Anda bisa mengatakan "Senang bertemu kamu" dengan: 

  • Tangan terlipat, tidak ada kontak mata, nada datar = tidak tulus
  • Senyum lebar, kontak mata, nada hangat = genuine

Kata-katanya sama. Pesannya berbeda 180 derajat. 

Bahasa Tubuh People Magnet 

1. Postur Terbuka 

  • Bahu rileks, tidak tegang
  • Tangan tidak terlipat di depan dada
  • Tubuh menghadap ke lawan bicara
  • Tidak ada barrier (tas, ponsel) di antara Anda

2. Kemiringan Kepala Sedikit miring kepala menunjukkan ketertarikan dan keterbukaan. Ini sinyal "Saya mendengarkan." 

3. Mirroring (Subtly) Secara natural, ketika kita nyaman dengan seseorang, kita mirror bahasa tubuh mereka. Mereka minum, kita minum. Mereka condong ke depan, kita condong ke depan. 

Ini bisa dilakukan secara sadar (dengan subtle) untuk membangun rapport. 

4. Jarak yang Tepat Terlalu dekat = invasive. Terlalu jauh = cold. Untuk percakapan casual: sekitar 1-1.5 meter. Biarkan mereka yang menentukan—jika mereka mundur, Anda terlalu dekat. 

5. Genggaman Tangan Firm tapi tidak crushing. 2-3 pump. Kontak mata saat berjabat tangan. Ini menciptakan kesan percaya diri dan trustworthy. 

Yang Harus Dihindari 

  • Melihat ponsel ketika orang bicara
  • Melihat ke arah lain (mencari orang lebih menarik)
  • Lengan terlipat (defensif)
  • Menghindari kontak mata (tidak tertarik atau menyembunyikan sesuatu)
  • Fidgeting berlebihan (nervous, tidak nyaman)

Bagian 6: Senyum—Senjata Rahasia 

Senyum Lebih Powerful dari Kata-kata 

Reklau bercerita: Dia pernah masuk elevator dengan orang asing yang tersenyum tulus padanya. Tidak ada yang dikatakan. Tapi dia ingat orang itu—dan merasa hari lebih baik karena senyum itu. 

Senyum adalah bahasa universal. Melampaui budaya, bahasa, dan status. 

Tapi bukan senyum palsu yang kaku. Senyum genuine yang melibatkan mata—"Duchenne smile." 

Duchenne Smile vs Fake Smile 

Fake smile: Hanya melibatkan mulut. Mata tetap datar. Orang bisa feel inauthenticity. 

Duchenne smile: Melibatkan mata—keriput kecil di sudut mata (crow's feet). Ini tidak bisa dipalsukan. Ini otomatis ketika Anda benar-benar senang. 

Cara memunculkan genuine smile: Pikirkan sesuatu yang Anda syukuri atau seseorang yang Anda cintai tepat sebelum bertemu orang. Senyum akan muncul natural. 

Senyum Menciptakan Cycle Positif 

Ketika Anda tersenyum pada seseorang: 

1. Mereka merasa lebih baik 

2. Mereka cenderung tersenyum balik 

3. Anda merasa lebih baik 

4. Ini meningkatkan mood percakapan 

5. Interaksi menjadi lebih pleasant untuk semua orang 

Plus, penelitian menunjukkan: tersenyum (even fake smile) benar-benar membuat Anda merasa lebih bahagia karena feedback loop antara otot wajah dan otak. 

Jadi bahkan jika Anda tidak feel like smiling—smile anyway. Mood Anda akan follow.


Bagian 7: Menghindari Kritik dan Argumen

Kemenangan yang Menciptakan Musuh 

Pernahkah Anda "menang" dalam argumen tapi kehilangan teman? 

Reklau menjelaskan: Dalam kebanyakan kasus, memenangkan argumen adalah kalah. 

Anda prove bahwa Anda benar. Mereka wrong. Dan sekarang? Mereka membenci Anda. Mereka defensive. Mereka akan menghindari Anda di masa depan. 

Apakah itu kemenangan? 

"A Man Convinced Against His Will..." 

Ada pepatah lama: "A man convinced against his will is of the same opinion still." 

Anda bisa memaksa seseorang secara logika mengakui mereka salah. Tapi Anda tidak mengubah pikiran mereka. Anda hanya membuat mereka resentful. 

Alternatif untuk Argumen 

1. Cari Common Ground Pertama "Saya mengerti sudut pandang kamu, dan saya setuju dengan beberapa poin..." 

Mulai dengan persetujuan membuat mereka lebih terbuka untuk mendengar perbedaan. 

2. Gunakan Pertanyaan, Bukan Pernyataan Alih-alih: "Kamu salah. Ini faktanya..." Coba: "Menarik. Apa yang membuat kamu berpikir begitu? Apakah kamu pernah mempertimbangkan perspektif ini?" 

Pertanyaan membuat mereka reflect sendiri, tanpa feeling attacked. 

3. Biarkan Mereka Menyimpulkan Sendiri Orang lebih percaya pada kesimpulan yang mereka buat sendiri daripada yang diberitahu orang lain. 

Guide mereka dengan pertanyaan, tapi biarkan mereka yang arrive pada insight. 

4. Ketika Anda Salah—Akui Cepat dan Tulus "Kamu benar. Saya tidak mempertimbangkan itu. Terima kasih sudah menunjukkannya." 

Ini disarming. Dan malah meningkatkan respek terhadap Anda. 

Kritik yang Konstruktif 

Jika Anda HARUS memberikan kritik:

Formula Sandwich: 

  • Mulai dengan sesuatu yang positif
  • Sampaikan kritik atau area improvement (dengan spesifik dan solusi)
  • Akhiri dengan encouragement atau kepercayaan

Contoh: "Presentasimu sangat engaging dan data-driven (positif). Untuk slide terakhir, mungkin akan lebih kuat jika kita simplify chart supaya audiens lebih mudah grasp poin utama (kritik + solusi). Secara keseluruhan, great job. Saya yakin dengan tweak kecil ini, next presentation kamu akan even better (encouragement)."


Bagian 8: Empati—Melihat Dunia dengan Mata Mereka

"Seek First to Understand" 

Stephen Covey mengajarkan: "Seek first to understand, then to be understood."

Kebanyakan orang melakukan sebaliknya. Mereka ingin dipahami, tapi tidak mau memahami. 

People magnet membalik ini. Mereka berusaha memahami orang lain terlebih dahulu—dan dalam prosesnya, orang lain naturally ingin memahami mereka. 

Empati Bukan Setuju 

Kesalahpahaman umum: empati berarti setuju. 

Tidak. 

Empati berarti: "Saya memahami mengapa kamu merasa atau berpikir seperti itu, meskipun saya mungkin tidak setuju." 

Contoh: Teman Anda marah karena tidak dapat promosi. Anda tahu performanya biasa saja. Tapi empati bukan mengatakan "Ya, kantor memang tidak adil!" 

Empati adalah: "Saya tahu kamu bekerja keras dan berharap mendapat promosi. Pasti mengecewakan. Apa yang menurutmu bisa jadi next step?" 

Anda validate perasaan mereka tanpa harus setuju dengan assessment mereka.

Latihan Empati 

Teknik Perspective-Taking: Sebelum bereaksi pada perilaku seseorang yang menyebalkan, tanyakan: 

  • "Apa yang mungkin dia alami hari ini?"
  • "Apa ketakutan atau kebutuhan yang mendorong perilaku ini?"
  • "Jika saya dalam posisi dia, dengan sejarah dan pengalaman dia, apakah saya akan bertindak berbeda?"

Ini tidak excuse perilaku buruk. Tapi ini membuat Anda lebih compassionate dan less reactive.


Bagian 9: Memberikan Tanpa Mengharapkan

Hukum Reciprocity 

Ketika Anda memberikan sesuatu kepada seseorang—bantuan, informasi, koneksi—secara psikologis, mereka merasa ingin membalas. 

Tapi inilah kuncinya: Memberikan harus genuine, tanpa ekspektasi. 

Ketika Anda memberikan dengan ekspektasi balasan, orang merasakannya. Itu terasa transaksional. Manipulatif. 

Ketika Anda memberikan karena Anda genuinely ingin membantu—tanpa scorecard mental—ini menciptakan goodwill yang authentic. 

The Five-Minute Favor 

Adam Grant, dalam "Give and Take," berbicara tentang konsep five-minute favor—sesuatu yang Anda bisa lakukan dalam 5 menit yang sangat bernilai bagi orang lain. 

Contoh: 

  • Mengenalkan dua orang yang bisa saling benefit
  • Share artikel atau resource yang relevan dengan masalah mereka
  • Memberikan feedback singkat tapi konstruktif
  • Merekomendasikan mereka untuk opportunity

Cost untuk Anda: minimal. Value untuk mereka: besar. 

Jangan Menjadi Doormat 

Ada garis tipis antara generous dan doormat. 

Generous: Memberikan secara genuine ketika Anda bisa, dengan boundaries yang sehat. 

Doormat: Mengatakan ya untuk semua, meskipun merugikan diri Anda, karena takut konflik atau rejection. 

Reklau mengingatkan: Anda harus give dari overflow, bukan dari defisit. Jaga diri Anda terlebih dahulu. Kemudian give kepada orang lain.


Bagian 10: Autentisitas dan Konsistensi 

Jangan Jadi Chameleon 

Ada perbedaan antara adaptif dan palsu. 

Adaptif: Anda menyesuaikan bahasa atau topik sesuai audiens (formal di kantor, casual dengan teman), tapi nilai dan karakter Anda konsisten. 

Palsu: Anda mengubah kepribadian, opini, atau nilai tergantung siapa yang ada di ruangan—untuk disukai semua orang. 

People magnet adalah versi terbaik dari diri mereka yang authentic. Mereka tidak perlu berpura-pura. 

Konsistensi Membangun Trust 

Trust dibangun melalui konsistensi dari waktu ke waktu. 

Jika Anda ramah hari ini tapi cold besok—orang tidak tahu versi mana yang real.

Jika Anda memberi janji tapi tidak deliver—trust hancur. 

Tapi jika Anda consistently: 

  • Mendengarkan dengan sungguh-sungguh
  • Menghargai orang lain
  • Menepati janji
  • Memperlakukan semua orang dengan respek

Orang tahu siapa Anda. Dan trust tumbuh. 

Vulnerable Authenticity 

Reklau menjelaskan: Orang tertarik pada kesempurnaan, tapi mereka connect dengan vulnerability. 

Jangan takut menunjukkan Anda juga manusia: 

  • Berbagi struggle Anda (dengan appropriate)
  • Akui ketika Anda tidak tahu sesuatu
  • Tertawa pada diri sendiri ketika membuat kesalahan

Ini tidak membuat Anda lemah. Ini membuat Anda relatable. Dan orang connect dengan yang relatable.

 


Penutup: Transformasi Dimulai Hari Ini 

Marc Reklau mengakhiri dengan reminder sederhana: 

Menjadi people magnet bukan tentang teknik. Ini tentang mindset. 

Mindset bahwa orang lain penting. Bahwa membuat mereka merasa dihargai adalah worthwhile. Bahwa connection genuine lebih berharga daripada popularitas superficial. 

Tiga Komitmen Hari Ini 

1. Dengarkan Satu Orang Dengan Sepenuh Hati 

Hari ini, pilih satu percakapan. Matikan ponsel. Fokuskan 100% perhatian. Dengarkan tidak untuk merespons, tapi untuk memahami. 

2. Apresiasi Satu Orang Secara Spesifik 

Temukan seseorang yang melakukan sesuatu dengan baik. Katakan dengan spesifik apa yang Anda hargai dan mengapa itu berarti. 

3. Tersenyum Pada Orang Asing 

Di lift, di coffee shop, di jalan. Beri genuine smile. Tidak mengharapkan apa-apa. Hanya menyebarkan sedikit positivity. 

Efek Domino 

Inilah yang luar biasa tentang menjadi people magnet: ini menciptakan ripple effect. 

Ketika Anda membuat satu orang merasa dihargai, mereka cenderung memperlakukan orang lain dengan lebih baik. Mereka mengingat bagaimana Anda membuat mereka feel—dan mereka ingin memberikan feeling itu ke orang lain. 

Anda tidak hanya mengubah hidup Anda. Anda mengubah ekosistem di sekitar Anda.

Pertanyaan Terakhir 

Reklau meninggalkan kita dengan pertanyaan: 

"Ketika orang berpikir tentang Anda, apa yang mereka rasakan?" 

Apakah mereka merasa: 

  • Dilihat dan dihargai?
  • Didengarkan dan dipahami?
  • Lebih baik tentang diri mereka setelah interaksi dengan Anda?

Atau apakah mereka merasa: 

  • Diabaikan?
  • Tidak penting?
  • Drained setelah berbicara dengan Anda?

Jawabannya menentukan apakah Anda people magnet atau orang yang orang hindari.

Dan jawabannya sepenuhnya dalam kontrol Anda.


Tentang Buku Asli 

"How to Become a People Magnet" diterbitkan oleh Marc Reklau, penulis bestselling yang dikenal dengan pendekatan praktis dan actionable dalam self-improvement. 

Marc Reklau telah menulis lebih dari 10 buku tentang personal development, dengan total lebih dari 300,000 eksemplar terjual di seluruh dunia. Bukunya diterjemahkan ke berbagai bahasa dan digunakan sebagai referensi oleh profesional, entrepreneurs, dan siapa saja yang ingin meningkatkan keterampilan interpersonal mereka. 

Buku ini didasarkan pada prinsip-prinsip klasik dari Dale Carnegie ("How to Win Friends and Influence People") yang dikombinasikan dengan penelitian psikologi sosial modern dan pengalaman praktis Reklau dalam mengajar ribuan orang tentang keterampilan sosial. 

Untuk pemahaman lengkap dan latihan praktis yang lebih dalam, sangat disarankan membaca buku aslinya. Reklau memberikan exercises di akhir setiap chapter, real-life examples, dan nuansa yang tidak bisa sepenuhnya ditangkap dalam ringkasan. 

Buku ini adalah investasi terbaik yang bisa Anda buat—karena kualitas hubungan Anda menentukan kualitas hidup Anda. 

Sekarang pergilah dan mulai praktek satu hal hari ini. Hanya satu. 

Karena seperti kata Reklau: 

"Orang mungkin lupa apa yang Anda katakan. Orang mungkin lupa apa yang Anda lakukan. Tapi orang tidak akan pernah lupa bagaimana Anda membuat mereka merasa." 

Jadi buatlah mereka merasa penting. Buatlah mereka merasa dihargai. Buatlah mereka merasa dilihat. 

Dan mereka akan tertarik pada Anda seperti magnet.

 

Selesai. Kamu sudah menuntaskan ringkasan ini.

Baca berikutnya: The Sales Advantage
Kembali ke atas

Buku serupa