How to Win Friends and Influence People
oleh Dale Carnegie · November 2025 · 17 menit baca
Pelajaran dari Penjahat Paling Dicari
Daftar isi
Pelajaran dari Penjahat Paling Dicari
Tahun 1931, polisi New York mengepung sebuah apartemen di West End Avenue. Di dalam, seorang pria muda bersenjata bernama "Two Gun" Crowley bersembunyi dengan dua pistol dan amunisi berlimpah. Dia baru saja menembak seorang polisi.
Ketika peluru polisi menembus dinding apartemennya, Crowley menulis sebuah surat. Apa yang dia tulis?
"Di balik mantel ini adalah hati yang lelah, tapi hati yang baik—hati yang tidak akan menyakiti siapapun."
Ironis? Ya. Tapi inilah yang Dale Carnegie gunakan untuk membuka bukunya yang legendaris: Bahkan seorang pembunuh tidak melihat dirinya sebagai orang jahat.
Jika penjahat paling brutal sekalipun membenarkan tindakan mereka sendiri dan menolak kritik, bagaimana dengan orang-orang biasa di sekitar Anda? Bos Anda? Pasangan Anda? Anak Anda?
Ini adalah insight pertama yang mengubah segalanya: Anda tidak bisa mengubah orang dengan kritik. Yang Anda dapat hanyalah perlawanan.
Selamat datang di salah satu buku paling berpengaruh sepanjang masa—yang telah terjual lebih dari 30 juta kopi dan mengubah jutaan kehidupan sejak 1936.
Bagian 1: Tiga Teknik Fundamental dalam Menangani Orang
Prinsip 1: Jangan Kritik, Jangan Menyalahkan, Jangan Mengeluh
B.F. Skinner, psikolog terkenal, membuktikan melalui eksperimen: Reward untuk perilaku baik jauh lebih efektif daripada hukuman untuk perilaku buruk.
Tapi kita semua tahu ini, bukan? Lalu mengapa kita terus mengkritik?
Carnegie menceritakan kisah Bob Hoover, pilot ulung yang pesawatnya hampir jatuh karena mekanik salah mengisi bahan bakar. Pilot lain mungkin akan berteriak, memecat mekanik itu, bahkan menuntutnya.
Apa yang Hoover lakukan? Dia meminta mekanik yang sama untuk memperbaiki pesawat berikutnya. Ketika mekanik itu terkejut, Hoover berkata tenang: "Saya yakin Anda tidak akan pernah membuat kesalahan itu lagi."
Hasilnya? Mekanik itu menjadi salah satu yang paling teliti di industri. Satu momen compassion menciptakan loyalitas seumur hidup.
Kritik itu sia-sia karena membuat orang defensif. Mereka akan membenarkan diri, bukan memperbaiki. Lebih buruk lagi, kritik melukai harga diri—dan itu adalah luka yang tidak mudah sembuh.
Abraham Lincoln pernah menulis surat pedas mengkritik seorang jenderal yang membuat kesalahan fatal. Tapi dia tidak pernah mengirim surat itu. Dia belajar: kritik tidak mengubah orang, hanya membuat mereka membenci Anda.
Prinsip 2: Berikan Apresiasi yang Jujur dan Tulus
Kebutuhan manusia paling dalam—lebih dalam dari makanan dan tempat tinggal—adalah kebutuhan untuk merasa penting.
Semua yang kita lakukan, kita lakukan untuk satu dari dua alasan:
1. Keinginan seksual
2. Keinginan untuk merasa penting
Orang akan melakukan hal ekstrem untuk merasa penting. Beberapa menjadi kriminal. Beberapa gila. Beberapa bunuh diri.
Tapi Anda punya kekuatan untuk memberikan apa yang mereka butuhkan: apresiasi tulus.
Carnegie membedakan dua hal:
- Flattery: Pujian palsu, insincere, manipulatif
- Appreciation: Apresiasi tulus dari hati
Charles Schwab, salah satu orang terkaya di masanya, berkata: "Saya hebat dalam membangkitkan antusiasme dalam orang. Cara saya melakukannya adalah dengan apresiasi dan dorongan. Tidak ada yang lebih membunuh ambisi seseorang daripada kritik dari atasan."
Pertanyaan untuk Anda: Kapan terakhir kali Anda memberitahu pasangan Anda betapa Anda menghargai mereka? Karyawan Anda? Anak Anda?
Jangan menunggu. Lakukan hari ini. Kata-kata apresiasi yang tulus bisa mengubah hari seseorang—bahkan hidup mereka.
Prinsip 3: Bangkitkan Keinginan yang Kuat pada Orang Lain
Henry Ford berkata: "Jika ada satu rahasia sukses, itu terletak pada kemampuan untuk memahami sudut pandang orang lain dan melihat sesuatu dari sudut mereka dan juga dari sudut Anda."
Satu-satunya cara mempengaruhi orang adalah dengan berbicara tentang apa yang mereka inginkan dan menunjukkan mereka cara mendapatkannya.
Carnegie suka memancing. Ketika dia pergi memancing, dia tidak memikirkan apa yang dia suka—steak dan krim. Dia membawa cacing, karena ikan suka cacing.
Mengapa kita tidak menggunakan common sense yang sama ketika "memancing" orang?
Kisah nyata: Seorang ayah tidak bisa membuat putranya berhenti ngompol. Dia mencoba segalanya—marah, menghukum, membujuk. Tidak berhasil.
Lalu dia ingat: apa yang putranya inginkan? Ternyata, anak itu ingin punya tempat tidur seperti kakaknya—tempat tidur besar, bukan tempat bayi.
Ayah berkata: "Bagaimana kalau kita beli tempat tidur besar untuk kamu? Tapi hanya anak besar yang tidur di tempat tidur besar, dan anak besar tidak ngompol."
Masalah selesai dalam semalam. Bukan karena ayahnya pintar—karena dia akhirnya berbicara dalam bahasa yang anaknya mengerti: apa yang anak itu inginkan.
Pelajarannya: Berhenti berbicara tentang apa yang Anda inginkan. Mulai berbicara tentang apa yang orang lain inginkan dan tunjukkan bagaimana membantu Anda akan membantu mereka.
Bagian 2: Enam Cara Membuat Orang Menyukai Anda
Prinsip 4: Jadilah Benar-Benar Tertarik pada Orang Lain
Carnegie menghadiri pesta bridge dan duduk di sebelah seorang wanita yang baru kembali dari Afrika. Alih-alih bercerita tentang perjalanannya sendiri, dia mendorong wanita itu untuk bercerita tentang petualangannya.
Dia berbicara selama 45 menit tanpa henti. Di akhir malam, wanita itu memberi tahu tuan rumah bahwa Carnegie adalah "conversationalist paling menarik" yang pernah dia temui.
Ironinya? Carnegie hampir tidak berbicara sama sekali. Dia hanya mendengarkan dengan antusias.
Anda bisa mendapatkan lebih banyak teman dalam dua bulan dengan menjadi tertarik pada orang lain daripada dalam dua tahun mencoba membuat orang tertarik pada Anda.
Prinsip 5: Tersenyum
Senyum Anda berkata: "Saya suka Anda. Anda membuat saya bahagia. Saya senang bertemu Anda."
William James, psikolog Harvard, menemukan: Tindakan kita mempengaruhi perasaan kita sama seperti perasaan kita mempengaruhi tindakan kita.
Jika Anda merasa sedih, tersenyumlah. Otak Anda akan mulai merasa lebih baik.
Tapi Carnegie memperingatkan: Senyum harus tulus. Senyum palsu lebih buruk daripada tidak tersenyum sama sekali. Orang bisa merasakannya.
Bagaimana tersenyum tulus? Pikirkan hal-hal yang membuat Anda bersyukur. Ingat momen bahagia. Kemudian senyum Anda akan keluar natural.
Prinsip 6: Ingat Nama Seseorang
Nama seseorang adalah, baginya, suara paling manis dan paling penting dalam bahasa apapun.
Jim Farley, yang membantu Franklin Roosevelt menjadi presiden, punya ingatan luar biasa untuk nama. Dia bisa mengingat 50.000 nama.
Rahasianya? Dia peduli. Ketika bertemu seseorang, dia bertanya nama mereka, ukuran keluarga, bisnis mereka, pandangan politik mereka. Lalu dia mengingat semuanya.
Tahun depan ketika dia bertemu orang itu lagi, dia bisa menanyakan istri dan anak-anak mereka dengan nama. Dia bisa bertanya tentang bisnis mereka.
Hasilnya? Orang merasa penting. Dan mereka tidak pernah lupa Jim Farley. Carnegie berkata: "Jika Anda tidak ingat nama, Anda tidak cukup tertarik pada mereka."
Prinsip 7: Jadilah Pendengar yang Baik
Pendengar yang baik tidak hanya populer di mana-mana, tetapi setelah beberapa saat, mereka belajar sesuatu.
Kebanyakan orang tidak mendengarkan dengan niat untuk memahami. Mereka mendengarkan dengan niat untuk menjawab.
Saat seseorang berbicara, kita sudah memikirkan apa yang akan kita katakan selanjutnya. Kita menunggu jeda dalam percakapan untuk berbicara tentang diri kita sendiri.
Ini adalah kesalahan besar.
Carnegie menceritakan kisah seorang sales yang mengunjungi pelanggan yang marah. Alih-alih membela diri atau membuat argumen, dia hanya duduk dan mendengarkan selama tiga jam—melintasi tiga pertemuan berbeda.
Pelanggan itu mengeluh, berteriak, mengkritik. Sales itu hanya mendengarkan dengan simpatik, sesekali mengangguk.
Akhirnya, pelanggan yang marah itu menjadi teman seumur hidup dan pelanggan setia.
Rahasia sederhana: Kebanyakan orang lebih tertarik pada diri mereka sendiri daripada pada Anda. Jadi biarkan mereka berbicara tentang diri mereka sendiri.
Prinsip 8: Bicara tentang Minat Orang Lain
Theodore Roosevelt terkenal karena dia bisa berbicara dengan siapa saja tentang apa saja.
Rahasianya? Setiap kali dia mengharapkan tamu, dia akan begadang membaca tentang subjek yang dia tahu tamunya tertarik.
Jika tamunya ahli burung, Roosevelt akan membaca tentang burung. Jika tamunya seorang koboi, Roosevelt akan mempelajari peternakan.
Mengapa dia melakukan ini? Karena "jalan menuju hati seseorang adalah dengan berbicara tentang hal-hal yang paling dia hargai."
Prinsip 9: Buat Orang Lain Merasa Penting
Hukum paling penting dari perilaku manusia: Selalu buat orang lain merasa penting. Dan lakukan dengan tulus.
John Dewey berkata bahwa "keinginan terdalam dalam sifat manusia adalah keinginan untuk menjadi penting."
Setiap orang yang Anda temui merasa superior pada Anda dalam beberapa hal. Dan di area superioritas mereka, mereka adalah expert.
Cara pasti ke hati mereka: Biarkan mereka menyadari dengan cara yang halus bahwa Anda mengakui pentingnya mereka—dan lakukan dengan tulus.
Bagian 3: Cara Memenangkan Orang ke Cara Berpikir Anda
Prinsip 10: Hindari Argumen
Carnegie membuka bagian ini dengan truth bomb: Anda tidak bisa memenangkan argumen. Jika Anda kalah, ya Anda kalah. Tapi jika Anda menang, Anda juga kalah. Mengapa?
Karena Anda membuat orang lain merasa inferior. Anda melukai harga diri mereka. Anda membuat mereka membenci Anda.
"Satu-satunya cara memenangkan argumen adalah dengan menghindarinya."
Ben Franklin, di masa mudanya, suka berdebat. Suatu hari, seorang teman yang lebih tua memberitahunya: "Ben, kamu tidak bisa menggunakan cara seperti ini. Pendapatmu sangat tajam sehingga tidak ada yang mau setuju denganmu. Teman-temanmu menjauhi kamu."
Franklin berubah. Dia berhenti menyatakan pendapatnya dengan keras. Dia mulai berkata, "Mungkin saya salah. Saya sering salah. Tapi menurut saya..." atau "Tampaknya bagi saya..."
Hasilnya? Dia menjadi salah satu diplomat paling sukses dan orang paling dihormati di masanya.
Prinsip 11: Hormati Pendapat Orang Lain
Jangan pernah berkata "Kamu salah."
Kata-kata itu adalah tampar langsung ke ego seseorang. Mereka akan langsung defensif.
Sebagai gantinya, coba: "Mungkin saya salah. Sering kali saya salah. Mari kita lihat faktanya bersama-sama."
Pendekatan ini menakjubkan karena:
1. Tidak ada yang bisa marah ketika Anda mengakui Anda mungkin salah
2. Itu menghentikan semua argumen
3. Itu membuat orang lain ingin jujur dan adil
Prinsip 12: Jika Anda Salah, Akui dengan Cepat
Ada keajaiban tertentu dalam mengakui kesalahan Anda sendiri.
Ketika Carnegie memilik anjing, dia sering membiarkan anjing itu berlari tanpa tali di taman—melanggar hukum. Suatu hari, polisi mendatanginya dengan marah.
Sebelum polisi bisa mengatakan apa pun, Carnegie berkata: "Saya tahu, saya tahu. Saya salah total. Tidak ada excuse. Saya sudah diperingatkan dan saya masih melakukannya."
Polisi itu kehilangan angin dari layarnya. Dia tidak bisa marah lagi. Dia mulai membela Carnegie!
"Yah, saya tahu anjing kecil perlu berlari...dan mungkin tidak ada yang tertabrak..."
Pelajaran: Ketika Anda mengakui kesalahan Anda dengan cepat dan emphatically, Anda disarm semua oposisi.
Prinsip 13: Mulai dengan Cara yang Ramah
Aesop berkata 2.500 tahun yang lalu: "Kebaikan dan kelembutan lebih kuat daripada kemarahan dan kekerasan."
Matahari dan angin bertaruh siapa yang bisa membuat seorang pria melepas mantelnya. Angin berusaha memaksa dengan badai. Tapi semakin kencang angin bertiup, semakin erat pria itu memegang mantelnya.
Lalu matahari keluar, tersenyum hangat. Pria itu segera melepas mantelnya.
Begitu juga dengan orang: Anda tidak bisa memaksa mereka berubah. Tapi satu kata baik, satu senyum, satu gesture ramah—dan mereka akan terbuka.
Prinsip 14: Buat Mereka Berkata "Ya, Ya" Sejak Awal
Socrates menggunakan teknik ini 2.400 tahun yang lalu.
Ketika berbicara dengan seseorang, jangan mulai dengan hal-hal yang Anda tidak setuju. Mulai dengan hal-hal yang Anda setuju.
Terus tekankan—dan terus buat yang lain berkata "Ya, ya" dari awal.
Mengapa ini bekerja? Karena begitu seseorang mengatakan "Tidak," harga diri mereka menuntut mereka tetap konsisten. Sangat sulit untuk mengubah "Tidak" menjadi "Ya."
Tapi jika mereka sudah mengatakan "Ya, ya, ya" beberapa kali, psikologis mereka mendorong mereka untuk terus setuju.
Prinsip 15: Biarkan Orang Lain Berbicara Lebih Banyak
Kita semua suka berbicara tentang diri kita sendiri. Tapi Carnegie menemukan: Biarkan orang lain berbicara tentang prestasi mereka, masalah mereka, kehidupan mereka.
Seorang pria mencoba menjual produknya ke sebuah perusahaan besar selama bertahun-tahun tanpa hasil. Lalu dia mengubah pendekatannya.
Alih-alih berbicara tentang produknya, dia bertanya pada buyer tentang bisnisnya, problemnya, goalnya. Dia mendengarkan selama dua jam.
Di akhir, buyer berkata: "Saya kira Anda datang untuk menjual sesuatu?"
Pria itu menjawab: "Ya, tapi saya ingin tahu apakah produk saya bisa membantu Anda setelah mendengar tentang bisnis Anda."
Dia mendapat kontrak terbesar dalam karirnya—tanpa banyak berbicara tentang produknya.
Prinsip 16: Buat Ide Itu Terasa Milik Mereka
Tidak ada yang suka diperintah. Tapi semua orang suka merasa bahwa mereka membuat keputusan sendiri.
Jadi jangan katakan kepada orang apa yang harus dilakukan. Ajukan pertanyaan dan biarkan mereka sampai pada kesimpulan "sendiri."
Mr. Wesson menjual sketches design ke studio. Selama bertahun-tahun dia gagal. Lalu dia mengubah pendekatannya.
Alih-alih membawa sketches lengkap, dia membawa sketches tidak lengkap. Dia bertanya pada buyers: "Apa yang akan Anda tambahkan untuk membuat ini berguna untuk Anda?"
Para stylist memberikan ide mereka. Wesson menyelesaikan sketches sesuai saran mereka. Dan tiba-tiba, semua orang mau membeli—karena mereka merasa itu adalah ide mereka.
Prinsip 17: Coba Lihat dari Sudut Pandang Orang Lain
Ford berkata: "Jika ada satu rahasia sukses, itu adalah kemampuan untuk mendapatkan sudut pandang orang lain dan melihat hal-hal dari sudut pandang mereka dan juga dari sudut pandang Anda."
Carnegie memberikan phrase yang powerful: "Saya tidak menyalahkan Anda sedikit pun karena merasa seperti itu. Jika saya adalah Anda, saya pasti akan merasa sama."
Ini bukan manipulasi. Ini adalah kebenaran. Jika Anda punya gen mereka, dibesarkan seperti mereka, mengalami apa yang mereka alami—Anda AKAN merasa persis seperti mereka.
Prinsip 18: Bersimpati dengan Ide dan Keinginan Mereka
Semua orang yang Anda temui menginginkan simpati.
Berikan itu pada mereka dan mereka akan mencintai Anda.
Berkata: "Saya tidak menyalahkan Anda untuk merasa seperti itu. Jika saya di posisi Anda, saya akan merasa persis sama."
Ini adalah kata-kata ajaib yang menenangkan kemarahan, menghilangkan permusuhan, dan membuat orang mendengarkan.
Prinsip 19: Appeal to Nobler Motives
J.P. Morgan berkata: "Seseorang biasanya punya dua alasan untuk melakukan sesuatu: satu yang terdengar baik dan satu yang nyata."
Tapi orang sendiri berpikir tentang alasan yang terdengar baik.
Jadi ketika Anda ingin mengubah orang, appeal to their nobler motives.
Alih-alih menuduh seseorang tidak jujur, berkata: "Saya tahu Anda adalah orang yang adil dan jujur, jadi saya yakin ada penjelasan yang masuk akal untuk ini..."
Anda memberi mereka reputasi untuk dijaga. Dan kebanyakan orang akan berusaha keras untuk tidak mengecewakan Anda.
Bagian 4: Cara Menjadi Pemimpin
Prinsip 20: Mulai dengan Pujian
Selalu lebih mudah mendengar hal-hal tidak menyenangkan setelah kita mendengar pujian tentang hal-hal baik kita.
Seorang barber mulai mencukur dengan "bagaimana Anda ingin dicukur hari ini?" untuk membuat pelanggan merasa penting. Lalu barber bisa mengerjakan apa yang perlu dikerjakan.
Begitu juga dengan kritik: Mulai dengan apresiasi tulus, lalu transisi ke area improvement.
Prinsip 21: Tunjukkan Kesalahan Secara Tidak Langsung
Alih-alih mengatakan "Kamu salah dalam hal ini," katakan "Pekerjaan Anda biasanya sangat bagus, tapi kali ini sepertinya ada sedikit yang terlewat..."
Satu kata—"tapi"—membuat semua perbedaan.
Lebih baik lagi, gunakan "dan": "Pekerjaan Anda sangat bagus, dan jika Anda memperhatikan detail ini, itu akan sempurna."
Prinsip 22: Bicara tentang Kesalahan Anda Sendiri Dulu
Carnegie ingin kritik putrinya tentang kesalahan piano tanpa menyakiti perasaannya atau menghalangi antusiasmenya.
Dia berkata: "Kamu membuat progress! Saya sangat bangga. Tapi ingat ketika saya pertama kali belajar? Saya membuat banyak kesalahan. Dan satu hal yang selalu saya lakukan adalah..."
Dengan mengakui kesalahan Anda sendiri terlebih dahulu, kritik terhadap orang lain tidak terasa begitu keras.
Prinsip 23: Ajukan Pertanyaan, Bukan Perintah
Tidak ada yang suka diperintah. Tapi semua orang suka ditanya pendapat mereka. Alih-alih "Lakukan ini," coba "Apa pendapat Anda jika kita melakukan ini?"
Alih-alih "Jangan lakukan itu lagi," coba "Apakah ada cara yang lebih baik untuk melakukan ini?"
Orang lebih cenderung menerima perintah yang mereka beri pada diri mereka sendiri.
Prinsip 24: Biarkan Orang Lain Menjaga Muka
Kita sangat kejam ketika melukai ego orang lain.
Memecat seseorang di depan orang lain. Mengkritik di public. Membuat seseorang terlihat bodoh.
Apa yang kita dapat? Mungkin ego yang dipuaskan untuk sesaat. Tapi kita menciptakan musuh seumur hidup.
Carnegie bercerita tentang Marshal Foch dari Prancis yang tidak pernah memarahi perwira di depan orang lain. Dia selalu menarik mereka ke samping.
Sedikit pertimbangan, sedikit pikiran tentang perasaan orang lain—ini membuat perbedaan antara pemimpin yang dicintai dan pemimpin yang dibenci.
Prinsip 25: Puji Setiap Peningkatan
Kemampuan kita layu di bawah kritik; mereka berkembang di bawah dorongan.
Keith Roper tidak bisa membuat karyawannya datang tepat waktu. Dia sudah mencoba semuanya—kemarahan, ancaman, hukuman.
Lalu dia mencoba pendekatan berbeda. Setiap kali karyawan datang tepat waktu (bahkan hanya sekali seminggu), dia memuji mereka.
Dalam beberapa minggu, hampir semua orang datang tepat waktu.
Mengapa? Karena pujian mengubah perilaku. Kritik hanya menciptakan perlawanan.
B.F. Skinner, psikolog animal terkenal, membuktikan: Hewan yang di-reward untuk perilaku baik belajar lebih cepat dan retain pembelajaran lebih baik daripada hewan yang dihukum untuk perilaku buruk.
Ini juga benar untuk orang.
Prinsip 26: Berikan Reputasi yang Baik
Shakespeare berkata: "Anggaplah suatu kebajikan, jika kamu tidak memilikinya."
Jika Anda ingin seseorang meningkat di area tertentu, bertindak seolah-olah trait tertentu itu sudah menjadi salah satu karakteristik mereka yang outstanding.
Berikan mereka reputasi yang baik untuk dijaga, dan mereka akan melakukan usaha luar biasa daripada melihat Anda kecewa.
Carnegie ingin sekretarisnya lebih akurat. Alih-alih mengatakan "Kamu membuat terlalu banyak kesalahan," dia berkata: "Kamu biasanya sangat akurat. Ketika saya melihat kesalahan ini, saya terkejut."
Sekretarisnya berusaha ekstra keras setelah itu untuk mempertahankan reputasi akurasinya.
Penutup: Transformasi Dimulai dari Diri Anda
Ini Bukan Trik
Carnegie menutup buku dengan peringatan penting: Prinsip-prinsip ini hanya bekerja jika datang dari hati.
Ini bukan bag of tricks untuk memanipulasi orang. Ini adalah cara hidup baru—cara melihat dan berinteraksi dengan orang di sekitar Anda.
Jika Anda mencoba menggunakan prinsip-prinsip ini sebagai manipulasi, orang akan merasakannya. Dan mereka akan membenci Anda.
Tapi jika Anda benar-benar peduli tentang orang lain, jika Anda benar-benar ingin membantu mereka—prinsip-prinsip ini akan mengubah kehidupan Anda.
Kekuatan untuk Mengubah Kehidupan
Carnegie menulis: "Jika Anda dan saya akan menginspirasi orang yang kita temui dengan realisasi tentang hidden treasures yang mereka miliki, kita bisa melakukan jauh lebih dari sekadar mengubah orang. Kita bisa literally mentransformasi mereka."
Bayangkan kekuatan itu. Kekuatan untuk membuat seseorang merasa penting. Kekuatan untuk membangkitkan potensi terbaik mereka. Kekuatan untuk mengubah hari mereka—bahkan hidup mereka—dengan kata-kata baik, senyuman tulus, atau momen perhatian sejati.
Anda punya kekuatan itu sekarang.
Mulai Hari Ini
Warren Buffett, salah satu investor paling sukses di dunia, mengambil kursus Dale Carnegie ketika dia berusia 20 tahun. Sampai hari ini, diploma dari kursus itu tergantung di kantornya—bukan diploma Harvard-nya.
Mengapa? Karena Buffett menyadari sesuatu yang fundamental: Tidak ada yang bisa sampai ke puncak sendirian. Dan bahkan jika mungkin, hidup tidak menyenangkan jika Anda tidak dikelilingi orang-orang hebat.
Prinsip-prinsip dalam buku ini telah mengubah jutaan kehidupan sejak 1936. Mereka telah membantu orang:
- Mendapat promosi
- Memperbaiki pernikahan
- Membesarkan anak yang lebih bahagia
- Membangun bisnis yang sukses
- Membuat teman di mana pun mereka pergi
Dan sekarang giliran Anda.
Mulai dengan satu prinsip hari ini. Hanya satu. Mungkin mengingat nama seseorang. Mungkin memberikan apresiasi tulus kepada seseorang yang Anda anggap remeh. Mungkin mendengarkan—benar-benar mendengarkan—tanpa menunggu giliran Anda untuk berbicara.
Satu prinsip. Satu hari. Satu orang.
Lalu besok, lakukan lagi. Dan lagi. Sampai prinsip-prinsip ini menjadi bagian dari siapa Anda.
Karena pada akhirnya, seperti yang Carnegie tulis: "Hidup kita adalah produk dari pikiran kita."
Ubah cara Anda berpikir tentang orang lain, dan Anda akan mengubah seluruh hidup Anda.
Tentang Buku Asli
How to Win Friends and Influence People ditulis oleh Dale Carnegie dan pertama kali diterbitkan pada November 1936. Buku ini telah terjual lebih dari 30 juta kopi di seluruh dunia dan menjadi salah satu buku terlaris sepanjang masa.
Dale Carnegie lahir dalam kemiskinan di peternakan Missouri pada 1888. Dia drop out dari college, bekerja sebagai sales, gagal berkali-kali, sampai akhirnya menemukan bakatnya: mengajar public speaking dan hubungan manusia.
Pada 1912, dia mulai mengajar kursus malam di YMCA New York. Kursusnya sangat populer sehingga dia harus memperluas ke Philadelphia, Baltimore, dan akhirnya seluruh dunia.
Buku ini lahir dari kursus 14 minggu tersebut. Publisher Leon Shimkin dari Simon & Schuster mengambil kursus Carnegie, lalu meyakinkannya untuk mengubah materi kursus menjadi buku.
5.000 copy pertama terjual luar biasa cepat. Buku ini masuk New York Times bestseller list di akhir tahun dan bertahan di sana selama dua tahun penuh.
Untuk pengalaman penuh, bacalah buku aslinya. Setiap prinsip diperkuat dengan cerita nyata yang engaging, contoh dari kehidupan Carnegie sendiri, dan exercise praktis. Buku ini dirancang untuk dibaca ulang, dipraktikkan, dan diterapkan sepanjang hidup Anda.
Sekarang Anda punya prinsip-prinsipnya. Langkah selanjutnya adalah menjalaninya.
Karena seperti yang Carnegie tulis: "Knowledge isn't power until it is applied."