Lompat ke konten utama

Lonesome Dove

oleh Larry McMurtry · Mei 2026 · 13 menit baca

Ketika Babi Biru Memakan Ular Derik

Daftar isi

Ketika Babi Biru Memakan Ular Derik

Bayangkan sebuah pagi di kota terpencil Texas tahun 1878. 

Augustus McCrae keluar ke serambi rumahnya dan melihat pemandangan yang aneh: babi-babi biru sedang memakan ular derik—bukan yang besar, tapi tetap saja ular derik. 

Moment sederhana ini—seperti yang ditulis Larry McMurtry di pembuka novelnya—ternyata menjadi metafora sempurna untuk seluruh cerita "Lonesome Dove." 

Seperti babi yang berani memakan predator berbisa, para karakter dalam novel ini akan menghadapi bahaya yang seharusnya membunuh mereka. Mereka akan memakan "ular derik" kehidupan—kematian, penyesalan, cinta yang hilang, impian yang terlambat—dan entah bagaimana tetap bertahan. 

Ini adalah kisah tentang dua pria tua yang memutuskan untuk melakukan satu petualangan terakhir sebelum mati. Tentang persahabatan yang lebih kuat dari pernikahan. Tentang bagaimana era Wild West berakhir bukan dengan tembakan heroik, tapi dengan erangan lelah dari pria-pria yang terlalu tua untuk permainan ini. 

Captain Woodrow Call dan Captain Augustus "Gus" McCrae adalah mantan Texas Ranger yang kini menjalankan usaha kecil di kota perbatasan bernama Lonesome Dove. Mereka sudah tua, bosan, dan bertanya-tanya apakah hidup mereka sudah berakhir. 

Sampai seorang teman lama datang dengan cerita tentang Montana—tanah yang konon adalah "surga bagi peternak sapi" tapi juga "neraka belantara." 

Dan dimulailah perjalanan 2.000 mil yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Atau mengakhirinya. 

Mari kita ikuti jejak debu dan darah mereka melintasi Amerika yang sedang berubah.


Bagian 1: Lonesome Dove—Kota yang Terlupakan Waktu

Hat Creek Cattle Company—Impian Kecil di Kota Kecil 

Lonesome Dove adalah kota yang bahkan tidak layak disebut kota. Beberapa bangunan berdebu di perbatasan Texas-Meksiko, tempat di mana peradaban berakhir dan keliaran dimulai. 

Di sinilah Call dan Gus menjalankan Hat Creek Cattle Company—nama yang terdengar megah untuk operasi yang sebenarnya hanya beberapa ekor sapi dan kuda tua. 

Call, 55 tahun, adalah pekerja keras yang tidak pernah lelah. Dia bangun sebelum fajar, bekerja sampai malam, dan tidak pernah mengeluh. Tapi sekarang, tanpa lagi Apache yang harus dilawan atau bandit yang harus dikejar, dia merasa kosong. 

Gus, juga 55 tahun, adalah kebalikan total dari Call. Dia suka ngobrol, minum, main kartu, dan menggoda wanita. Dia percaya hidup harus dinikmati, bukan hanya dijalani. 

Mereka sudah berteman selama 30 tahun sebagai Texas Ranger. Bahu-membahu melawan Apache, Comanche, bandii Meksiko, dan segala ancaman frontier. Kini mereka seperti pasangan tua yang sudah terlalu lama bersama—saling menggangu tapi tidak bisa hidup terpisah. 

Jake Spoon—Pembawa Berita Buruk dan Baik 

Suatu hari, Jake Spoon tiba dengan tergesa-gesa. Jake adalah mantan Ranger juga, teman lama mereka yang sudah 10 tahun berkelana ke berbagai tempat. 

Tapi kali ini Jake lari dari hukum. Dia tidak sengaja menembak mati seorang dokter gigi di Arkansas—peluru nyasar dalam perkelahian—dan saudara korban yang adalah sheriff sedang mengejarnya. 

Jake membawa dua hal: masalah dan cerita tentang Montana. 

"Montana itu surganya peternak," kata Jake dengan mata berbinar. "Rumput setinggi lutut kuda, air yang jernih, tanah yang luas. Tapi juga neraka belantara. Tidak ada hukum, penuh Indian, beruang, dan segala macam bahaya." 

Call mendengar dengan mata menyala. Akhirnya, sebuah tantangan. 

Gus skeptis. "Kita sudah tua, Call. Untuk apa mencari masalah?" 

Tapi Call sudah memutuskan. Mereka akan mengumpulkan sapi, merekrut kru, dan menjadi peternak pertama di Montana. Satu petualangan terakhir sebelum mati.


Bagian 2: Persiapan—Mencuri Sapi dan Memilih Kru

Newt—Anak Tanpa Ayah 

Di antara kru mereka ada Newt, remaja 17 tahun yang bekerja di Hat Creek sejak kecil. 

Newt adalah anak Maggie, seorang pelacur yang sudah meninggal. Siapa ayahnya? Semua orang tahu, tapi tidak ada yang berani bilang: hampir pasti Call

Call dan Maggie pernah dekat bertahun-tahun lalu. Newt punya mata biru seperti Call, sikap keras kepala seperti Call, dan bakat berkuda seperti Call. Tapi Call tidak pernah mau mengakuinya sebagai anak. 

Mengapa? Karena Call tidak tahu cara menjadi ayah. Dia hanya tahu cara jadi tentara. Perasaan adalah kelemahan. Keluarga adalah komplikasi. 

Jadi Newt tumbuh tanpa ayah, meski ayahnya ada di depan matanya setiap hari.

Lorena—Pelacur dengan Impian 

Ikut dalam perjalanan juga Lorena Wood, satu-satunya pelacur di Lonesome Dove. 

Lorena bermimpi pergi ke San Francisco. Dia menabung setiap sen untuk mencapai impian itu. Tapi ketika Jake datang dengan pesona dan janji-janji manis, dia jatuh cinta dan memutuskan ikut ke Montana. 

"San Francisco bisa menunggu," pikirnya. "Cinta tidak." 

Keputusan yang akan dia sesali dengan sangat pahit. 

Pea Eye, Deets, dan Kru Lainnya 

Kru lain termasuk: 

  • Pea Eye Parker: Ranger tua yang setia tapi tidak cerdas
  • Joshua Deets: Mantan budak yang menjadi tracker terbaik di Texas
  • Dish Boggett: Koboi muda yang hopeless mencintai Lorena
  • Po Campo: Juru masak Irlandia-Meksiko yang bijak

Mereka bukan pahlawan. Mereka adalah pria biasa dengan mimpi sederhana: upah yang baik, petualangan terakhir, dan mungkin kesempatan untuk menjadi seseorang.


Bagian 3: Cattle Drive—2.000 Mil Melawan Alam dan Manusia 

Melintasi Rio Grande 

Perjalanan dimulai dengan menyeberangi Rio Grande. Sapi-sapi panik, beberapa tenggelam, koboi hampir terseret arus. 

Ini baru permulaan. Mereka akan menempuh 2.000 mil melalui: 

  • Gurun Texas yang mematikan
  • Sungai-sungai yang ganas
  • Wilayah Indian yang bermusuhan
  • Badai pasir yang membutakan
  • Serangan bandit dan binatang buas

Tapi bahaya sesungguhnya datang dari dalam—dari keputusan-keputusan buruk dan masa lalu yang mengejar. 

Jake dan Lorena—Cinta yang Berubah Mimpi Buruk 

Jake ternyata bukan pria yang Lorena kira. Dia malas, egois, dan hanya peduli pada diri sendiri. Ketika perjalanan menjadi sulit, dia meninggalkan Lorena untuk bergabung dengan Dan Suggs dan geng banditnya. 

Lorena ditinggal sendirian dengan kru yang sebagian besar memandangnya sebagai objek, bukan manusia. 

Yang lebih buruk: Blue Duck, bandit Indian yang kejam, menculiknya. 

Blue Duck—Kejahatan Tanpa Alasan 

Blue Duck bukan sekadar antagonis. Dia adalah kejahatan murni—seseorang yang membunuh karena suka membunuh, menyiksa karena merasa powerful, menghancurkan kebaikan di mana pun dia menemukannya. 

Dia menjual Lorena kepada prajurit Comanche yang memperlakukannya dengan brutal. Berminggu-minggu dia disiksa, diperkosa, dan hampir kehilangan kewarasan. 

Tapi Gus datang menyelamatkannya.


Bagian 4: Gus dan Lorena—Kelembutan di Tengah Kekejaman 

Penyembuhan yang Lambat 

Gus menemukan Lorena dalam kondisi hampir mati—fisik dan mental. Dia tidak bisa bicara, tidak mau makan, hanya menatap kosong. 

Pria lain mungkin akan meninggalkannya. Gus tidak. 

Dengan sabar tak terbatas, dia merawat Lorena. Memberinya makan seperti anak kecil. Melindunginya dari pandangan penasaran koboi lain. Membacakan buku dan bercerita sampai dia mau bicara lagi. 

Pelan-pelan, Lorena pulih. Dan dia mulai melihat Gus bukan sebagai penyelamat, tapi sebagai pria pertama yang memperlakukannya dengan hormat. 

Gus juga mulai jatuh cinta—untuk pertama kali dalam hidupnya sejak Clara.

Clara Allen—Cinta yang Hilang 

Clara Allen adalah wanita yang pernah dicintai Gus 20 tahun lalu. Mereka akan menikah, tapi Gus terlalu takut kehilangan kebebasannya. Clara akhirnya menikah dengan pria lain dan pindah ke Nebraska. 

Kini Clara adalah janda dengan anak-anak. Suaminya masih hidup tapi dalam keadaan koma setelah kecelakaan. 

Ketika cattle drive sampai di Nebraska, Gus bertemu Clara lagi. Api lama menyala kembali. Tapi sudah terlambat—terlalu banyak air telah mengalir di bawah jembatan. 

Clara masih mencintai Gus, tapi dia juga melihat bahwa Gus sudah berubah. Dia tidak lagi pemuda yang bebas. Dia pria tua yang lelah dengan beban masa lalu. 

Dan Clara melihat bagaimana Gus memandang Lorena. "Dia membutuhkanmu," kata Clara. "Dan kau membutuhkannya."


Bagian 5: Kematian-Kematian yang Membentuk Hidup

Deets—Kematian yang Tak Terduga 

Joshua Deets, tracker dan scout terbaik mereka, mati dalam pertemuan dengan Indian—bukan dalam pertempuran besar, tapi dalam kesalahpahaman sederhana yang berakhir tragis. 

Kematian Deets menghancurkan semua orang, terutama Call. Deets adalah teman, rekan, dan pria terbaik yang pernah Call kenal. Dia menyelamatkan hidup Call berkali-kali. 

Dan dia mati karena kecelakaan bodoh. 

Pertanyaan menghantui Call: Untuk apa mereka melakukan perjalanan ini? Apakah mimpi tentang Montana layak dibayar dengan nyawa teman-teman terbaik? 

July Johnson—Mengejar Keadilan yang Salah 

Sementara itu, July Johnson, sheriff yang mengejar Jake Spoon, juga dalam perjalanan sendiri. Dia membawa anak tirinya Joe untuk menangkap Jake dan membalas kematian saudaranya. 

Tapi July juga mencari istrinya Elmira yang kabur dari rumah. Elmira ternyata hamil dan tidak mau jadi istri sheriff kecil. Dia pergi ke Montana dengan harapan menemukan mantan kekasihnya. 

Pencarian July berakhir tragis: Joe mati dibunuh Blue Duck, Elmira melahirkan dan meninggalkan bayinya, dan July harus menerima bahwa keadilan tidak selalu possible. 

Jake Spoon—Akhir yang Menyedihkan 

Jake akhirnya ditangkap—bukan oleh July, tapi oleh Call dan Gus. 

Mereka menemukan Jake bergabung dengan geng Dan Suggs yang telah membunuh keluarga innocent, termasuk anak-anak. Jake tidak ikut membunuh, tapi dia tidak mencoba mencegah juga. 

Call dan Gus harus memutuskan: menggantung sahabat lama mereka atau membiarkan pembunuh bebas. 

Dengan hati hancur, mereka memilih keadilan. Jake digantung bersama geng Suggs.

Sebelum mati, Jake berkata: "Aku tidak pernah bermaksud jadi buruk. Aku hanya... malas."

Kadang kemalasan bisa jadi kejahatan yang mematikan.


Bagian 6: Montana—Sampai di Tanah Impian

Mewujudkan Mimpi Call 

Setelah berbulan-bulan perjalanan, kehilangan beberapa teman, dan menghadapi countless bahaya, mereka akhirnya sampai di Montana. 

Dan Montana benar-benar indah. Rumput hijau sampai cakrawala. Gunung yang menjulang. Air jernih. Seperti yang dijanjikan Jake. 

Call memilih tempat di utara Milk River dan mulai membangun ranch. Dia menamainya tidak berdasarkan harta atau kemegahan, tapi berdasarkan kenangan: "Deets Ranch," untuk menghormati sahabat yang mati. 

Gus—Memilih Cinta Daripada Petualangan 

Tapi Gus tidak bahagia di Montana. Dia sakit, lelah, dan mulai menyadari bahwa dia tidak peduli pada ternak atau ranch. 

Yang dia pedulikan adalah Lorena. Dan Clara. Dan memori tentang hidup yang tidak dia jalani. 

Gus membuat keputusan: dia akan kembali ke Nebraska, menikahi Lorena, dan hidup tenang. "Aku sudah cukup petualangan untuk seumur hidup," katanya. 

Tapi takdir berkata lain.


Bagian 7: Kematian Gus—Akhir dari Era 

Serangan Terakhir 

Dalam misi scouting rutin, Gus diserang Apache. Dia terluka parah—panah Indian menembus pahanya dan menyebabkan infeksi yang mematikan. 

Dokter di Miles City, Montana, mengatakan satu-satunya cara menyelamatkan hidup Gus adalah amputasi kaki. Gus menolak. 

"Aku tidak mau jadi pincang," katanya. "Aku lebih baik mati utuh daripada hidup setengah." 

Call memohon, Lorena menangis, semua orang mencoba meyakinkannya. Tapi Gus tetap pada keputusannya. 

Permintaan Terakhir 

Sebelum mati, Gus membuat permintaan aneh kepada Call: "Bawa jenazahku kembali ke Texas. Kuburkan di Lonesome Dove." 

"Kenapa?" tanya Call. "Kita di Montana. Ini yang kau inginkan." 

"Tidak," jawab Gus. "Ini yang kau inginkan. Aku hanya ikut karena kita sahabat."

Gus mati dengan tenang, meninggalkan Call sendirian untuk pertama kali dalam 30 tahun.

Call dan Newt—Ayah dan Anak yang Tidak Pernah Bertemu

Dengan Gus mati, Call harus memutuskan masa depan ranch dan kru. 

Dia meninggalkan ranch dalam pengelolaan Newt, yang sekarang sudah menjadi koboi handal dan pemimpin yang baik. Ini secara tidak langsung adalah pengakuan bahwa Newt adalah anaknya—tapi Call tetap tidak pernah mengatakan hal itu dengan terus terang. 

"Jagalah tempat ini," kata Call kepada Newt. Kata-kata terdekat dengan "aku bangga padamu, anak" yang pernah dia ucapkan.


Bagian 8: Perjalanan Pulang—1.500 Mil dengan Jenazah Sahabat 

Sendirian dengan Mayat 

Call memulai perjalanan paling aneh dalam hidupnya: 1.500 mil dari Montana ke Texas, membawa jenazah Gus dalam peti mati. 

Orang-orang yang dia temui menganggapnya gila. "Kenapa tidak kuburkan saja dia di Montana?" 

Tapi Call memahami: janji kepada sahabat yang sekarat lebih penting dari logika atau kemudahan. 

Kembali ke Lonesome Dove—Circle Complete 

Setahun kemudian, Call kembali ke Lonesome Dove. Kota itu hampir kosong. Saloon sudah terbakar (pemiliknya bunuh diri setelah Lorena pergi). Sebagian besar penduduk pindah. 

Hanya Bolivar, juru masak tua mereka, yang masih ada dan senang sekali melihat Call. 

Call menggali kubur untuk Gus di bawah pohon tempat mereka dulu duduk ngobrol. Dia menanam tanda kuburan sederhana. 

Lalu dia duduk dan akhirnya—untuk pertama kali—menangis. 

Menangis untuk Gus, untuk Deets, untuk Newt yang tidak pernah dia akui, untuk hidup yang sudah berlalu, untuk era yang telah berakhir.


Bagian 9: Pelajaran dari Lonesome Dove 

1. Persahabatan Sejati Berlangsung Melewati Kematian 

Call dan Gus adalah dua orang yang sangat berbeda—satu stoic, satu epicurean; satu workaholic, satu suka bersenang-senang—tapi mereka saling melengkapi. 

Persahabatan mereka menunjukkan bahwa love doesn't require similarity. Kadang opposites tidak hanya attract, tapi saling menyelamatkan. 

Pelajaran: Teman sejati bukan yang seperti kita, tapi yang membuat kita menjadi versi terbaik dari diri kita. 

2. Impian Tanpa Hubungan Manusiawi adalah Kosong 

Call mencapai impiannya—ranch di Montana, petualangan terakhir, menaklukkan frontier baru. Tapi tanpa Gus, impian itu terasa hampa. 

Gus memahami sejak awal: yang membuat hidup bermakna bukan pencapaian, tapi orang-orang yang kita cintai. 

Pelajaran: Success without relationship is just expensive loneliness. 

3. Cinta Membutuhkan Keberanian untuk Vulnerable 

Call tidak pernah mengakui Newt sebagai anaknya karena takut pada vulnerability. Dia takut pada perasaan, commitment, dan kemungkinan disakiti. 

Gus, sebaliknya, berani mencintai—Clara, Lorena, teman-temannya—meski tahu cinta selalu berakhir dengan kehilangan. 

Pelajaran: Lebih baik mencintai dan kehilangan daripada tidak pernah mencintai sama sekali.

4. Kematian Memberikan Makna pada Hidup 

Lonesome Dove penuh dengan kematian—Deets, Jake, Gus, dan banyak lagi. Tapi kematian bukan ending yang tragic; kematian adalah reminder bahwa hidup precious karena temporary. 

Gus hidup dengan kesadaran akan kematian, jadi dia menikmati setiap hari. Call berusaha menghindar dari kematian dengan kerja keras, jadi dia melewatkan hidup yang sebenarnya. 

Pelajaran: Memento mori—ingatlah bahwa kamu akan mati, maka hiduplah dengan sungguh-sungguh. 

5. Era Berakhir, tapi Spirit Tetap Hidup

Lonesome Dove adalah tentang akhir Wild West. Railroad datang, pemerintah federal berkuasa, Indian dipaksa ke reservasi, frontier dijinakkan. 

Tapi spirit of adventure, friendship, dan courage tidak mati bersama era itu. Mereka diteruskan oleh generasi berikutnya—seperti Newt. 

Pelajaran: Setiap generasi menghadapi akhir "dunia mereka." Yang penting adalah apa yang mereka wariskan untuk generasi selanjutnya.


Penutup: Lonesome Dove Abadi 

Di akhir novel, Call duduk sendirian di kuburan Gus, merenungkan perjalanan panjang hidupnya. 

Dia telah mencapai semua yang dia inginkan: menjadi Ranger terbaik, membangun ranch di Montana, menaklukkan frontier. Tapi dia juga telah kehilangan semua yang benar-benar penting: sahabat terbaik, peluang untuk menjadi ayah yang baik, kemampuan untuk menikmati hidup. 

Tapi ada harapan. 

Newt di Montana sedang membangun masa depan. Lorena dan Clara di Nebraska sedang menyembuhkan luka masa lalu. Bahkan Call, di usia tua, mulai belajar bahwa vulnerability bukan kelemahan. 

Pertanyaan untuk Anda 

Larry McMurtry menulis Lonesome Dove sebagai elegy—lagu duka—untuk era yang telah berlalu. Tapi juga sebagai celebration untuk nilai-nilai abadi: persahabatan, keberanian, cinta. 

Jadi pertanyaannya untuk hidup Anda: 

  • Siapa "Gus" dalam hidup Anda—teman yang membuat Anda lebih manusiawi?
  • Apa "Montana" yang Anda kejar—dan apakah worth it tanpa orang yang Anda cintai? 
  • "Newt" mana yang Anda belum akui—relationship yang Anda hindari karena takut vulnerable? 
  • Bagaimana Anda ingin diingat—seperti Call yang mencapai segalanya tapi kehilangan yang penting, atau seperti Gus yang mungkin tidak mencapai banyak tapi hidup dengan penuh? 

Di opening novel, babi biru memakan ular derik. Mereka selamat karena mereka berani mengambil risiko yang tampak mustahil. 

Dalam hidup, kita semua menghadapi "ular derik"—ketakutan, keraguan, kemungkinan kehilangan. 

Pertanyaannya: Apakah kita akan berani "memakannya" seperti babi biru, atau kita akan lari dan melewatkan petualangan hidup? 

Seperti yang Gus katakan: "Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan bermain aman."


Tentang Buku Asli 

"Lonesome Dove" diterbitkan tahun 1985 dan memenangkan Pulitzer Prize for Fiction 1986. Novel setebal hampir 900 halaman ini lahir dari screenplay yang originally ditulis untuk John Wayne, Jimmy Stewart, dan Henry Fonda. 

Larry McMurtry (1936-2021) adalah novelis Texas yang tumbuh di ranch keluarga. Dia menulis 33 novel dan memenangkan Oscar untuk screenplay "Brokeback Mountain." McMurtry menggambarkan Lonesome Dove sebagai "buku yang cukup bagus"—understatement khas Texas. 

Novel ini diadaptasi menjadi TV miniseries 1989 dengan Robert Duvall (Gus) dan Tommy Lee Jones (Call) yang memenangkan Emmy dan Golden Globe. McMurtry juga menulis tiga buku lain dalam Lonesome Dove series. 

Untuk merasakan kepenuhan karakter McMurtry, keindahan prosa Western-nya, dan kompleksitas tema tentang persahabatan dan kematian, sangat disarankan membaca novel lengkapnya. Ringkasan ini hanya menangkap essence—buku aslinya menawarkan pengalaman mendalam tentang America dan humanity. 

Sekarang pergilah dan temukan "Montana" Anda sendiri. Tapi jangan lupa membawa "Gus" dalam perjalanan. 

Karena seperti yang McMurtry ajarkan: Adventure without friendship is just expensive loneliness. 

Dan loneliness, my friend, adalah satu-satunya hal yang benar-benar menakutkan di frontier ini yang kita sebut hidup.

 

Selesai. Kamu sudah menuntaskan ringkasan ini.

Baca berikutnya: Washington Black
Kembali ke atas

Buku serupa