Lompat ke konten utama

The Snowball

oleh Alice Schroeder · Desember 2025 · 16 menit baca

Metafora Bola Salju

Daftar isi

Metafora Bola Salju 

Bayangkan seorang anak kecil di halaman rumahnya yang tertutup salju. Ia mulai membuat bola kecil dari salju, seukuran kepalan tangannya. Lalu ia mulai menggelindingkan bola itu di atas salju. 

Perlahan, bola salju itu mengumpulkan lebih banyak salju. Semakin jauh ia menggelindingkannya, semakin besar bola itu menjadi. Yang dimulai sebagai bola kecil sekarang seukuran bola basket. Terus menggelinding. Sekarang sebesar ban mobil. Terus menggelinding. Sebesar mobil itu sendiri. 

Inilah metafora yang sempurna untuk kehidupan Warren Buffett—sang Oracle of Omaha, salah satu investor terhebat sepanjang masa. 

Warren Buffett tidak membangun kekayaannya dalam semalam. Ia tidak memenangkan lotre. Ia tidak mewarisi kerajaan bisnis. Yang ia lakukan adalah memulai dari kecil, sangat kecil, dan kemudian membiarkan kekuatan compounding—bunga berbunga—bekerja selama lebih dari 70 tahun. 

Seperti bola salju yang menggelinding menuruni bukit, kekayaannya tumbuh eksponensial. Tapi ini bukan hanya cerita tentang uang. Ini adalah cerita tentang seorang anak yang menggunakan angka untuk melarikan diri dari rumah yang penuh amarah. Tentang seorang pria yang membangun reputasi dengan integritas yang tak tergoyahkan. Tentang seseorang yang hidup dengan prinsip yang sederhana namun powerful. 

Alice Schroeder, seorang analis asuransi Wall Street yang menjadi satu-satunya analis yang mau berbicara dengan Buffett selama bertahun-tahun, mendapat akses tak terbatas untuk menulis biografi resminya. Buffett memberinya akses ke file-file pribadi, keluarga, teman, dan rekanan bisnis. Lebih dari 2.000 jam wawancara dan penelitian. 

Yang lebih luar biasa: Buffett berkata kepada Schroeder bahwa ia tidak akan meminta revisi apapun setelah buku selesai, dan jika ada versi cerita yang berbeda, "selalu pilih versi yang kurang memuji saya."

Hasilnya adalah The Snowball—biografi 830 halaman yang mengungkap tidak hanya bagaimana Buffett membangun kekayaannya, tetapi siapa dia sebenarnya sebagai manusia. 

Ini bukan hanya tentang bagaimana menjadi kaya. Ini tentang bagaimana menjalani kehidupan yang bermakna.


Bagian 1: Fondasi Karakter - Masa Kecil yang Sulit

Lahir di Waktu yang Tepat 

20 Agustus 1930. Warren Buffett lahir di Omaha, Nebraska—hanya sepuluh bulan setelah Black Tuesday, keruntuhan pasar saham yang mengirim Amerika ke Great Depression. 

Ayahnya, Howard Buffett, adalah broker saham yang disegani. Tidak seperti banyak keluarga lain yang hancur oleh Depression, keluarga Buffett berhasil bangkit kembali. Howard berhasil menjual sekuritas dan obligasi yang dapat diandalkan, sehingga keluarga mereka hidup dengan relatif nyaman di tahun 1930-an. 

Warren akan kemudian mengatakan bahwa ia "memenangkan lotre ovarium"—dilahirkan di tempat dan waktu yang tepat. Amerika tahun 1930-an hingga 2000-an adalah periode emas pertumbuhan ekonomi. Jika ia lahir di negara lain atau era yang berbeda, ceritanya mungkin sangat berbeda. 

Tapi keberuntungan tempat lahir tidak berarti kehidupan mudah. 

Ibu yang Volatile 

Leila Buffett, ibu Warren, adalah orang tua yang penuh kasih tetapi juga sangat demanding dan tidak stabil secara emosional. Ia cepat marah, sering mempermalukan anak-anaknya tanpa alasan yang jelas. 

Kakak perempuan Warren, Doris, sering menjadi target utama amarah ibunya. Tapi Warren juga merasakan teror emosional yang sama—tidak tahu kapan ibunya akan meledak, tidak tahu apa yang akan memicunya. 

Pengalaman ini membentuk Warren dengan cara yang mendalam. Ia belajar untuk menghindari konflik. Ia belajar untuk mencari ketenangan dalam sesuatu yang dapat diprediksi—angka. 

Angka tidak berteriak. Angka tidak berubah pikiran. Angka masuk akal. 

Pelarian ke Dunia Angka 

Pada usia delapan tahun, kakek Warren memberinya buku tentang statistik baseball. Warren menghafalkan seluruh halaman dari buku itu. Ia bisa menyebutkan batting average setiap pemain, setiap statistik, tanpa melihat. 

Ia jatuh cinta pada angka, peluang, persentase. Dunia matematika adalah dunia di mana ia merasa aman dan berkuasa. 

Pada usia sepuluh tahun, Warren telah membaca setiap buku tentang keuangan di perpustakaan Omaha. Sepuluh tahun. Bayangkan itu.

Tapi Warren tidak hanya membaca—ia bertindak. 

Entrepreneur Cilik 

Warren mulai menghasilkan uang pada usia yang sangat muda: 

Usia 6 tahun: Menjual permen karet dari pintu ke pintu. 

Usia 9 tahun: Menjual Coca-Cola di lingkungannya. 

Usia 10 tahun: Menjual kacang di pertandingan sepak bola. Pada usia ini, ia telah menabung $120—setara dengan $2.000-$4.000 hari ini. 

Usia 11 tahun: Membeli saham pertamanya—Cities Services Preferred dengan harga $38 per saham. Ia membeli tiga saham untuk dirinya dan tiga untuk kakaknya Doris. 

Ceritanya menarik: Harga saham turun menjadi $27. Doris mengeluh setiap hari. Warren panik. Akhirnya saham naik kembali ke $40, dan Warren langsung menjual—mengambil profit kecil $2 per saham. 

Tapi kemudian saham itu naik menjadi $200 per saham. 

Pelajaran yang Warren pelajari (dan tidak pernah dilupakan): Kesabaran mengalahkan kegelisahan. Jangan jual terlalu cepat karena tekanan dari orang lain. 

Usia 12 tahun: Mengantar koran, menghasilkan $175 per bulan—lebih banyak dari sebagian besar gurunya. 

Usia 14 tahun: Mengajukan pajak pertamanya, mengklaim jam tangan dan sepedanya sebagai deduksi bisnis. Membayar pajak $7. 

Usia 15 tahun: Membeli tanah pertanian seluas 40 acre seharga $1.200 dengan uang tabungannya. Ia menyewakannya kepada petani dan membagi hasil. 

Di usia ketika remaja lain sibuk dengan hal-hal remaja, Warren sudah menjadi kapitalis muda yang serius. 

Pelajaran dari Cornet 

Suatu hari Warren bermain cornet di pertunjukan sekolah. Ia harus mengiringi pemain terompet. Tapi pemain terompet itu memainkan nada yang salah. 

Warren membeku. Haruskah ia meniru nada yang salah agar tetap harmonis? Atau haruskah ia memainkan nada yang benar?

Pengalaman ini mengajarkan pelajaran hidup yang penting: Mungkin lebih mudah mengikuti orang lain dalam hidup, tetapi hanya sampai orang yang Anda ikuti memainkan nada yang salah. 

Warren memutuskan sejak muda untuk selalu memainkan nada yang ia yakini benar, tidak peduli apa yang orang lain lakukan.


Bagian 2: Pendidikan Investor 

Universitas dan Penolakan Harvard 

Warren kuliah di University of Nebraska, jurusan akuntansi dan bisnis. Teman sekamarnya frustasi karena Warren bisa menghafal seluruh bagian textbook dan menyebutkannya kembali kata per kata kepada profesor—sambil kamarnya berantakan dan ia menghabiskan waktu mendengarkan musik. 

Setelah lulus, Warren melamar ke Harvard Business School. Ditolak. 

Ini adalah blessing in disguise. Karena penolakan itu, ia melamar ke Columbia Business School—di mana Benjamin Graham mengajar, penulis "The Intelligent Investor" dan bapak value investing. 

Belajar dari Sang Master: Benjamin Graham 

Benjamin Graham mengajarkan filosofi yang mengubah hidup Warren: Beli saham di bawah nilai intrinsiknya

Graham menggunakan metafora "cigar butt"—puntung cerutu. Bayangkan Anda menemukan puntung cerutu di jalan. Masih ada beberapa hisapan tersisa. Anda tidak membayar apa-apa untuk itu, tetapi Anda mendapat nilai dari sisa hisapan itu. 

Itulah filosofi Graham: cari perusahaan yang undervalued pasar—yang dijual di bawah nilai sebenarnya—dan beli mereka dengan diskon. 

Warren menyerap setiap kata Graham. Ia mendapat A+ di kelas Graham—satu-satunya A+ yang pernah diberikan Graham. 

Setelah lulus, Warren mohon untuk bekerja gratis di perusahaan Graham, Graham-Newman. Graham menolak—ia tidak mempekerjakan non-Yahudi pada saat itu (ironisnya untuk seseorang yang mengalami diskriminasi sebagai Yahudi). 

Tapi akhirnya pada 1954, Graham mempekerjakan Warren. Warren menjadi rising star di Graham-Newman, meski ia cepat menyadari bahwa ia membenci menjadi stockbroker—ia tidak tahan dengan ide memilih investasi yang salah dan kehilangan uang keras orang lain.

Meluncurkan Kemitraan Sendiri 

1956. Pada usia 25 tahun, dengan tabungan $174.000 (sebagian besar dari upahnya selama bekerja), Warren meluncurkan Buffett Associates, Ltd.—kemitraan investasi pertamanya. 

Aturannya sederhana: 

  • Hanya untuk teman dan keluarga
  • Warren mendapat 25% dari profit di atas 6% return
  • Tidak ada gaji untuk Warren—ia hanya dibayar jika partner menghasilkan uang
  • Setiap dolar profit akan diinvestasikan kembali, tidak dicairkan

Pendekatan ini berbeda dari kebanyakan fund managers yang mengambil fee management terlepas dari performa. 

Hasilnya? Dalam 13 tahun, dari 1957 hingga 1969, kemitraan Buffett menghasilkan return rata-rata 29.5% per tahun—mengalahkan S&P 500 dalam setiap tahun kecuali satu. 

Pertemuan dengan Charlie Munger 

1959. Warren bertemu Charlie Munger, seorang lawyer dan investor paruh waktu dari California, untuk makan siang. 

Mereka langsung cocok. Keduanya punya cara berpikir yang sama—rasional, jangka panjang, fokus pada value. 

Charlie membuka mata Warren ke kemungkinan yang lebih besar. Graham mengajarkan untuk membeli bisnis buruk dengan harga murah. Charlie mengajarkan untuk membeli bisnis hebat dengan harga wajar. 

"Lebih baik membeli bisnis luar biasa dengan harga wajar daripada bisnis wajar dengan harga luar biasa," kata Charlie. 

Ini mengubah filosofi investasi Warren. Dan ini akan membawanya ke kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya.


Bagian 3: Berkshire Hathaway dan Kekuatan Compounding 

Kesalahan yang Menjadi Kerajaan 

1962. Warren mulai membeli saham Berkshire Hathaway—sebuah perusahaan tekstil yang sedang sekarat di New England. 

Ini adalah classic "cigar butt"—perusahaan yang dijual jauh di bawah nilai asetnya. Warren berpikir ia bisa membeli dengan murah, menjual asetnya, dan menghasilkan profit cepat. 

Tapi manajer Berkshire, Seabury Stanton, menipu Warren dalam negosiasi. Ini membuat Warren marah. Dalam kemarahan, ia tidak menjual—tetapi malah membeli lebih banyak saham sampai ia menguasai perusahaan dan memecat Stanton. 

Warren kemudian akan mengatakan ini adalah salah satu kesalahan terbesarnya. Berkshire Hathaway sebagai bisnis tekstil tidak pernah menghasilkan profit yang bagus. Ia menghabiskan 20 tahun mencoba menghidupkan bisnis yang pada dasarnya tidak ekonomis. 

Tapi kesalahan itu memiliki silver lining: Karena sudah memiliki Berkshire sebagai shell, Warren menggunakannya sebagai holding company untuk membeli bisnis-bisnis lain yang lebih baik. 

Berkshire Hathaway bertransformasi dari perusahaan tekstil yang sekarat menjadi konglomerat investasi terbesar di dunia. 

See's Candies: Epifani Kualitas 

1972. Charlie Munger membujuk Warren untuk membeli See's Candies—perusahaan permen California—seharga $25 juta. 

Ini mahal menurut standar Graham. Tapi See's adalah bisnis yang luar biasa: 

  • Brand yang kuat dan dicintai
  • Pricing power—bisa menaikkan harga setiap tahun tanpa kehilangan pelanggan
  • Bisnis sederhana yang mudah dimengerti
  • Menghasilkan cash yang besar

See's menjadi cash cow Berkshire. Dalam 40 tahun berikutnya, See's menghasilkan lebih dari $2 miliar dalam profit—dari investasi awal $25 juta. 

Lebih penting lagi, See's mengajarkan Warren pelajaran berharga: Bisnis berkualitas tinggi lebih berharga daripada bisnis murah. Pelajaran ini akan membimbingnya ke investasi terbesar berikutnya.

Coca-Cola: Home Run Terbesar 

1988. Setelah crash pasar 1987, harga saham Coca-Cola turun signifikan. Warren melihat peluang. 

Coca-Cola adalah bisnis impian

  • Produk sederhana yang tidak berubah
  • Brand terkuat di dunia
  • Tersedia di hampir setiap negara
  • Margin profit tinggi
  • Manajemen hebat

Warren membeli saham Coke senilai $1 miliar—hampir 25% dari Berkshire's capital pada saat itu. Ini adalah taruhan besar dan berani. 

Hasilnya? Investasi itu tumbuh menjadi lebih dari $13 miliar. Salah satu home run terbesar dalam sejarah investasi. 

Prinsip Investasi Warren 

Dari puluhan tahun pengalaman, Warren mengembangkan prinsip-prinsip investasi yang sederhana namun powerful: 

1. Circle of Competence "Ketahui apa yang Anda ketahui, dan ketahui apa yang Anda tidak ketahui." Warren hanya berinvestasi dalam bisnis yang ia mengerti sepenuhnya. Ia menghindari teknologi selama bertahun-tahun (melewatkan boom dot-com) karena ia tidak mengerti bisnis tersebut. 

2. Moat Ekonomi Cari bisnis dengan "moat"—parit pertahanan yang melindunginya dari kompetitor. Bisa berupa brand kuat (Coca-Cola), biaya switching tinggi (software), network effects, atau skala ekonomi. 

3. Manajemen yang Jujur dan Kompeten "Investasi pada bisnis yang bisa dijalankan oleh idiot, karena suatu hari akan ada idiot yang menjalankannya." Tapi lebih baik lagi jika ada manajemen yang brilliant dan dapat dipercaya. 

4. Nilai Intrinsik Harga adalah apa yang Anda bayar. Nilai adalah apa yang Anda dapat. Fokus pada nilai intrinsik bisnis, bukan fluktuasi harga saham jangka pendek. 

5. Margin of Safety Selalu beli dengan diskon dari nilai intrinsik. Ini memberi Anda margin of safety jika analisis Anda salah. 

6. Jangka Panjang "Periode holding favorit saya adalah selamanya." Jangan berdagang saham seperti chips poker. Beli dan pegang bisnis hebat selama mungkin.

7. Compounding Kekuatan compounding adalah keajaiban dunia. $1 yang tumbuh 20% per tahun menjadi $38 dalam 20 tahun. Biarkan waktu bekerja untuk Anda.


Bagian 4: Kehidupan Personal yang Kompleks

Susie: Cinta Pertama 

1952. Warren bertemu Susan Thompson—Susie—seorang gadis ceria, musikal, dan penuh empati yang menjadi kebalikan total dari Warren. 

Warren introvert, obsesif tentang uang, tidak nyaman secara sosial. Susie ekstrovert, peduli pada orang lain, musikal, dan emosional. 

Mereka menikah, dan Susie menjadi social buffer Warren—mengelola rumah, membesarkan anak-anak, dan membuat Warren terlihat lebih normal di mata dunia. 

Tapi ada harga yang harus dibayar. Warren begitu terobsesi dengan menghasilkan uang dan membangun kekayaan sehingga ia mengabaikan keluarga. Ia jarang ada untuk anak-anaknya. Ia tidak tahu cara menjadi ayah yang hangat. 

Perpecahan dan Pengaturan yang Tidak Konvensional 

1977. Setelah 25 tahun menikah, Susie merasa suffocated. Ia sudah menghabiskan seluruh hidupnya menjaga Warren. Sekarang ia ingin hidup untuk dirinya sendiri. 

Susie pindah ke San Francisco untuk mengejar karir menyanyi. Mereka tidak bercerai—mereka masih mencintai satu sama lain—tapi mereka hidup terpisah. 

Sebelum pergi, Susie memastikan Warren tidak sendirian. Ia memperkenalkan Warren kepada Astrid Menks—seorang pelayan di restoran lokal—dan secara eksplisit meminta Astrid untuk menjaga Warren. 

Pengaturannya tidak konvensional: Susie tetap istri legal Warren dan tetap terlibat dalam hidupnya. Astrid tinggal dengan Warren dan menjadi companion-nya. Ketiganya berteman. 

Dunia luar bingung. Tapi bagi Warren, ini berhasil. Ia mendapat stabilitas emosional yang ia butuhkan tanpa drama.

Anak-Anak yang Terlupakan 

Warren punya tiga anak: Susie Jr., Howie, dan Peter. Ketiganya tumbuh dengan ayah yang secara fisik hadir tapi secara emosional absent. 

Warren tidak tahu cara menunjukkan kasih sayang. Ia tidak memeluk. Ia tidak bermain dengan mereka. Ia tidak bertanya tentang kehidupan mereka. 

Satu cerita menyedihkan: Ketika Howie kecil sakit serius dan perlu operasi appendix darurat, Warren sibuk dengan pekerjaan dan hampir tidak mengunjungi. 

Baru di kemudian hari, setelah Susie pergi dan anak-anaknya sudah dewasa, Warren menyadari apa yang ia lewatkan. Ia mencoba memperbaiki hubungan, tapi damage-nya sudah terjadi. 

Pelajaran Warren: Uang tidak bisa membeli kembali waktu yang hilang dengan orang yang Anda cintai.


Bagian 5: Pelajaran Hidup dari Warren Buffett

1. Start Early, Start Now 

Warren memulai pada usia sangat muda—membaca, berinvestasi, menghasilkan uang. Ini memberinya keuntungan compounding selama lebih dari 70 tahun. 

Tapi bahkan jika Anda terlambat, mulailah sekarang. Waktu terbaik untuk menanam pohon adalah 20 tahun lalu. Waktu terbaik kedua adalah hari ini. 

2. Kesabaran Mengalahkan Aksi 

Warren terkenal karena tidak melakukan apa-apa untuk waktu yang lama. Ia bisa duduk dengan cash selama bertahun-tahun, menunggu peluang yang tepat. 

"Pasar adalah mekanisme untuk mentransfer uang dari yang tidak sabar kepada yang sabar." 

Kebanyakan orang kehilangan uang karena mereka terlalu banyak berdagang, terlalu banyak bertindak. Warren menang dengan menunggu. 

3. Internal Scorecard vs. External Scorecard 

Warren membedakan antara dua jenis orang: 

External scorecard: Orang yang mengukur kesuksesan berdasarkan apa yang orang lain pikirkan—pujian, status, validasi sosial. 

Internal scorecard: Orang yang mengukur kesuksesan berdasarkan standar internal mereka sendiri—integritas, nilai, prinsip. 

Warren selalu mengikuti internal scorecard-nya. Ia tidak peduli jika Wall Street menertawakannya karena tidak berinvestasi di dot-com. Ia tahu apa yang ia yakini benar. 

"Haruskah Anda peduli dengan pendapat orang yang akan makan bersama Anda, atau orang yang tidak akan makan bersama Anda?" 

4. Reputasi Butuh 20 Tahun untuk Dibangun, 5 Menit untuk Hancur 

"Dibutuhkan 20 tahun untuk membangun reputasi dan lima menit untuk menghancurkannya. Jika Anda memikirkan itu, Anda akan melakukan hal-hal dengan cara yang berbeda." 

Warren menjaga reputasinya dengan hati-hati. Ia jujur dalam setiap dealing. Ia melakukan apa yang ia katakan akan dilakukan. Ia menghindari situasi yang bisa merusak integritasnya.

Ketika Salomon Brothers—perusahaan di mana Warren adalah direktur—terjebak dalam skandal besar pada 1991, Warren mengambil alih sebagai interim CEO. Ia dengan cepat membersihkan kekacauan, mereformasi perusahaan, dan menyelamatkan reputasinya. 

Integritas Warren tidak pernah dipertanyakan—bahkan di tengah krisis. 

5. Keep Your Ego in Check 

Warren tinggal di rumah yang sama di Omaha yang ia beli pada 1958 seharga $31.500. Ia mengendarai mobil sendiri. Ia membawa koper sendiri. 

Ia tidak pernah membiarkan kesuksesan naik ke kepalanya. Ia tidak pernah berpikir dirinya ahli di luar circle of competence-nya. 

"Shoe Button Complex" yang ia hindari: jangan biarkan keahlian di satu area membuat Anda berpikir Anda ahli di semua area. 

6. Compound Your Knowledge 

Warren menghabiskan 80% waktunya membaca. Setiap hari, ia membaca ratusan halaman—laporan tahunan, koran, buku, majalah. 

"Itulah cara knowledge bekerja. Ia menumpuk seperti compound interest." Baca setiap hari. Belajar setiap hari. Pengetahuan compound seperti uang.

7. Hidup dengan Sederhana 

Meskipun kekayaannya lebih dari $100 miliar, Warren hidup dengan sangat sederhana. Rumah sederhana. Makanan sederhana (ia terkenal suka McDonald's dan Coca-Cola). Tidak ada yacht, tidak ada koleksi seni, tidak ada lifestyle mewah. 

Mengapa? "Saya bisa membeli apa saja yang saya inginkan. Tapi saya sudah punya semua yang saya butuhkan." 

Kebahagiaan bukan tentang lebih banyak barang. Ini tentang merasa cukup.

8. Berikan Kembali 

2006. Warren mengumumkan ia akan memberikan 99% kekayaannya—sekitar $37 miliar pada saat itu—sebagian besar kepada Bill & Melinda Gates Foundation. 

Ini adalah donasi charity terbesar dalam sejarah. 

Warren percaya pada "ovarian lottery"—ia beruntung dilahirkan di tempat dan waktu yang tepat. Dengan keberuntungan itu datang tanggung jawab untuk membantu mereka yang tidak seberuntung itu. 

"Jika Anda berada di 1% yang paling beruntung di umat manusia, Anda berutang pada 99% lainnya untuk memikirkan mereka."


Penutup: Snowball yang Terus Menggelinding

Pelajaran Terbesar 

Kehidupan Warren Buffett mengajarkan kita bahwa kesuksesan sejati bukan hanya tentang mengumpulkan kekayaan. Ini tentang: 

Menemukan apa yang Anda cintai dan melakukannya dengan passion. Warren mencintai investasi seperti orang lain mencintai seni atau musik. Ia tidak pernah merasa seperti "bekerja." 

Membangun dengan sabar selama puluhan tahun. Tidak ada jalan pintas untuk compounding. Anda harus membiarkan waktu melakukan keajaibannya. 

Hidup sesuai dengan nilai-nilai Anda. Integritas, kejujuran, kesederhanaan—Warren tidak pernah berkompromi pada ini. 

Menyadari bahwa uang bukan akhir dari segalanya. Warren gagal sebagai ayah. Ia mengabaikan keluarganya demi obsesinya dengan uang. Ia menyesali ini. 

Snowball Metaphor 

Judul buku ini—The Snowball—adalah metafora sempurna. 

Warren sendiri yang mengatakan: "Kehidupan adalah seperti bola salju. Yang penting adalah menemukan salju yang basah dan bukit yang panjang." 

Salju yang basah = Peluang yang tepat, bisnis yang bagus, keputusan yang smart.

Bukit yang panjang = Waktu yang cukup untuk membiarkan compounding bekerja. 

Warren menemukan salju yang basah—value investing, bisnis-bisnis hebat—dan ia punya bukit yang sangat panjang—lebih dari 70 tahun berinvestasi. 

Hasilnya adalah snowball terbesar yang pernah dibangun dalam dunia investasi.

Untuk Anda 

Anda tidak perlu menjadi Warren Buffett. Anda tidak perlu kekayaan $100 miliar. Tapi Anda bisa belajar dari prinsip-prinsipnya: 

  • Mulailah sekarang, tidak peduli seberapa kecil
  • Bersabarlah dan biarkan compounding bekerja
  • Hidup dengan integritas
  • Bangun reputasi yang kokoh
  • Terus belajar setiap hari
  • Jangan biarkan ego mengontrol Anda
  • Ingat apa yang benar-benar penting—hubungan, kesehatan, kebahagiaan

Bola salju Anda tidak perlu sebesar bola salju Warren. Tapi Anda bisa mulai menggelindingkannya hari ini. 

Temukan salju yang basah. Temukan bukit yang panjang. 

Dan mulailah menggelinding.


Tentang Buku Asli 

The Snowball: Warren Buffett and the Business of Life ditulis oleh Alice Schroeder dan pertama kali diterbitkan pada 2008. 

Alice Schroeder adalah mantan analis asuransi Wall Street yang menghabiskan enam tahun sebagai satu-satunya analis yang mau berbicara dengan Buffett. Ketika Buffett memutuskan untuk membuat biografi resmi, ia memilih Schroeder. 

Schroeder menghabiskan lebih dari 2.000 jam membaca file pribadi Buffett dan mewawancarai Buffett, keluarga, teman, dan rekan bisnis. Buku 830 halaman ini adalah hasil dari lima tahun penelitian dan penulisan intensif. 

Buku ini menjadi: 

  • Bestseller #1 Business and Investing book di Amazon 2008
  • Salah satu dari 10 buku terbaik tahun ini menurut Time Magazine, People Magazine, dan New York Times
  • Best book 2008 menurut Washington Post, Financial Times, BusinessWeek
  • Shortlist untuk Financial Times dan Goldman Sachs Business Book of the Year Award

Untuk pemahaman yang lebih mendalam, sangat disarankan membaca buku asli 830 halaman. Buku ini penuh dengan cerita, detail, dan nuansa yang tidak bisa sepenuhnya ditangkap dalam ringkasan. 

Buku ini wajib dibaca untuk: 

  • Siapa saja yang tertarik dengan investasi
  • Entrepreneur yang ingin memahami bisnis jangka panjang
  • Orang yang ingin belajar tentang kesabaran dan disiplin
  • Siapa saja yang ingin memahami apa artinya hidup dengan integritas

Mulailah menggelindingkan bola salju Anda hari ini.

 

Selesai. Kamu sudah menuntaskan ringkasan ini.

Baca berikutnya: Buckley
Kembali ke atas

Buku serupa