Lompat ke konten utama

There There

oleh Tommy Orange · April 2026 · 14 menit baca

Orang Indian yang Tidak Kamu Lihat

Daftar isi

Orang Indian yang Tidak Kamu Lihat

Pikirkan tentang orang asli Amerika—Native Americans, Indian Amerika. Apa yang muncul di pikiran Anda? 

Mungkin gambar dari film Western: kepala suku dengan mahkota bulu di padang rumput yang luas. Mungkin mascot tim olahraga. Mungkin karakter dari buku sejarah tentang masa lalu yang jauh. 

Tapi ada satu tempat yang mungkin tidak pernah Anda bayangkan menemukan mereka: di kota. 

Di apartemen kumuh Oakland. Di bus pagi menuju pekerjaan. Di kedai donat. Di penjara. Di sekolah umum. Di rumah sakit. Di jalanan yang sama yang Anda lewati setiap hari. 

Mereka ada di sana. Tapi mereka tidak terlihat. 

Ini adalah paradoks yang menyakitkan: Ada sekitar 5,2 juta orang Native American di Amerika Serikat. Lebih dari 70% dari mereka tinggal di kota—bukan di reservasi. Tapi ketika orang berpikir tentang "Indian," mereka tidak pernah membayangkan pria yang mengenakan hoodie menunggu bus. Atau wanita bekerja sebagai kasir. Atau anak muda dengan smartphone di tangan. 

Jika Anda tidak cocok dengan stereotip, Anda tidak terlihat. 

Tommy Orange menulis "There There" untuk membuat mereka terlihat—orang-orang Native American urban yang hidup di persimpangan antara dua dunia yang tidak pernah benar-benar mengklaim mereka. 

Judulnya diambil dari kutipan terkenal Gertrude Stein tentang Oakland: "There is no there there"—tidak ada "di sana" di sana. Tidak ada pusat. Tidak ada esensi. Tidak ada tempat untuk pulang.

Dan ini adalah perasaan yang mendefinisikan karakter-karakter dalam buku ini: mencari "di sana"—tempat untuk belong, identitas untuk dipegang, rumah yang tidak pernah benar-benar mereka miliki. 

Mari kita temui mereka.


Bagian 1: Dua Belas Jiwa, Satu Kota 

Tony Loneman—Pria dengan "Sindrom" 

Tony memiliki Fetal Alcohol Syndrome. Wajahnya berbeda—dahi lebar, mata berjauhan, hidung pesek. Orang-orang melihatnya dan langsung menilai. 

Dia menyebut wajahnya "Sindrom"—dengan huruf kapital, seperti entitas terpisah yang hidup bersamanya. 

"Sindrom membuat orang takut padaku sebelum aku membuka mulut," kata Tony. "Tapi juga membuat mereka meremehkanku. Mereka pikir aku bodoh. Mereka salah." 

Tony bukan bodoh. Dia cerdas. Observan. Dia melihat bagaimana orang bereaksi terhadapnya—ketakutan, belas kasihan, jijik—dan dia telah belajar untuk hidup dengan itu. 

Tapi dia juga marah. Marah pada ibunya yang minum ketika mengandungnya. Marah pada dunia yang tidak pernah memberinya kesempatan. Marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa menjadi normal. 

Ketika seseorang menawarkan dia kesempatan untuk "mendapat uang besar," Tony mengambilnya—tanpa bertanya terlalu banyak pertanyaan. 

Dene Oxendene—Fotografer Mencari Cerita 

Dene ingin mendokumentasikan cerita orang Indian Oakland—proyek video oral history untuk menangkap pengalaman yang tidak pernah diceritakan. 

Mengapa? Karena pamannya yang meninggal selalu berkata: "Mereka tidak pernah mendengar cerita kita. Mereka hanya mendengar apa yang mereka ingin dengar." 

Dene mendapat dana kecil untuk proyek ini dan berencana merekam orang-orang di Big Oakland Powwow yang akan datang. 

Tapi ada beban lain yang dia bawa: pamannya meninggal karena overdosis. Dan Dene tidak yakin apakah itu kecelakaan atau bunuh diri. Dia tidak yakin apakah pamannya menyerah—atau hanya terlalu lelah untuk terus bertarung. 

Opal Viola Victoria Bear Shield—Nenek dengan Rahasia 

Opal adalah nenek dari tiga anak: Orvil, Loother, dan Lony. Dia membesarkan mereka sendirian setelah putrinya—ibu mereka—meninggalkan mereka dan menghilang ke dalam kecanduan. 

Opal tidak pernah berbicara tentang masa lalunya. Tidak pernah berbicara tentang bagaimana dia datang ke Oakland. Tentang apa yang terjadi sebelum cucu-cucunya lahir.

Tapi masa lalu tidak pernah benar-benar pergi. 

Di kamar tidurnya, tersembunyi di kotak tua, ada regalia powwow—pakaian tradisional yang indah dengan manik-manik dan bulu. Dia tidak pernah memakai lagi. Dia tidak pernah menjelaskan mengapa. 

Cucu-cucunya tidak tahu apa-apa tentang budaya mereka. Tidak tahu bahasa. Tidak tahu cerita. Tidak tahu tarian. 

Dan Opal merasa bersalah—tapi juga takut. Takut bahwa jika dia membuka masa lalu, rasa sakit akan mengalir keluar dan menenggelamkan mereka semua. 

Orvil Red Feather—Anak yang Belajar Sendiri 

Orvil adalah cucu tertua Opal. Dia 14 tahun. Dan dia lapar akan identitasnya.

Karena Opal tidak pernah berbicara tentang budaya Native, Orvil pergi ke YouTube. 

Dia menonton video powwow. Mempelajari tarian tradisional dari clip yang diunggah orang asing. Mempraktikkan langkah-langkahnya di kamar sendirian, dengan earphone di telinga. 

Ini absurd dan juga menyedihkan: seorang anak Indian belajar tentang budayanya dari internet, karena keluarganya terlalu trauma untuk mengajarkannya. 

Tapi Orvil bertekad. Dia menemukan regalia neneknya yang tersembunyi. Dan dia membuat keputusan: dia akan menari di Big Oakland Powwow. 

Dia tidak memberitahu Opal. Dia tahu dia akan melarang. 

Jacquie Red Feather—Wanita yang Lari dari Masa Lalu 

Jacquie adalah kakak Opal. Tapi mereka tidak berbicara selama bertahun-tahun. 

Jacquie adalah pecandu alkohol yang sedang dalam pemulihan. Dia telah sober selama beberapa bulan setelah puluhan kali kambuh. 

Dia tinggal di New Mexico, bekerja untuk program rehabilitasi Native American. Tapi sekarang dia kembali ke Oakland—untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade. 

Mengapa? Untuk konferensi tentang kecanduan di komunitas Native. Dan juga karena bagian dari dirinya ingin—atau mungkin perlu—menghadapi masa lalu yang dia tinggalkan. 

Tapi dia tidak tahu apakah dia cukup kuat. Setiap hari tanpa minum adalah pertempuran. Dan Oakland penuh dengan memori yang membuatnya ingin lupa. 

Edwin Black—Pria yang Terlalu Besar

Edwin berusia 20-an, sangat gemuk, dan hidup dengan ibunya. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya online—membaca, menulis, bermain game. 

Dia merasa tidak terlihat. Bukan hanya karena ukuran tubuhnya—tetapi karena dia tidak tahu siapa dia. 

Ibunya putih. Ayahnya—yang tidak pernah dia kenal—adalah Native American. Jadi Edwin adalah apa? Setengah Native? Tapi apakah itu cukup? Apakah dia berhak mengklaim identitas itu? 

Ketika dia menemukan bahwa ayahnya—Harvey—tinggal di Oakland dan bekerja mengorganisir Big Oakland Powwow, Edwin membuat keputusan: dia akan pergi ke powwow dan bertemu ayahnya untuk pertama kalinya. 

Mungkin di sana dia akan menemukan jawaban tentang siapa dia sebenarnya.

Dan Masih Banyak Lagi... 

Ada Bill Davis, mantan drummer yang kehilangan keluarganya dan jatuh ke dalam alkohol. Ada Calvin Johnson, pemuda yang putus asa mencari cara mendapat uang. Ada Octavio Gomez, dealer yang merencanakan sesuatu yang berbahaya. 

Dua belas karakter. Dua belas kehidupan terpisah. Dua belas cerita yang tampaknya tidak berhubungan. 

Tapi seperti yang akan kita lihat: tidak ada yang benar-benar terpisah. 

Mereka semua adalah bagian dari jaring yang lebih besar—jaring sejarah, trauma, keluarga, dan takdir yang akan membawa mereka semua ke satu tempat: Big Oakland Powwow.


Bagian 2: Benang Tak Terlihat yang Menghubungkan

Trauma yang Diturunkan 

Salah satu hal paling menghancurkan yang ditunjukkan Orange adalah bagaimana trauma ditransmisikan antar generasi. 

Opal dan Jacquie mengalami trauma masa kecil yang mengerikan—sesuatu yang terjadi ketika mereka masih sangat muda, sesuatu yang mereka tidak pernah benar-benar pulih darinya. 

Jacquie mencoba melarikan diri dengan alkohol. Opal mencoba melarikan diri dengan diam—dengan tidak pernah berbicara tentang masa lalu, tidak pernah mengajarkan budaya kepada cucu-cucunya, berharap jika dia tidak menyentuhnya, rasa sakit akan hilang. 

Tapi trauma tidak hilang. Trauma hanya berubah bentuk. 

Putri Opal tumbuh tanpa akar, tanpa identitas, dan jatuh ke dalam kecanduan—meninggalkan tiga anak laki-laki. 

Ketiga anak laki-laki itu—Orvil, Loother, Lony—tumbuh tanpa ibu, tanpa cerita, tanpa koneksi ke budaya mereka. Mereka mencintai Opal, tapi ada kekosongan yang mereka rasakan, lubang yang mereka tidak bisa beri nama. 

Dan siklus berlanjut. 

Identitas Urban yang Rumit 

Semua karakter ini bergulat dengan pertanyaan yang sama: Apa artinya menjadi Native American di kota? 

Mereka tidak tinggal di reservasi. Mereka tidak berbicara bahasa suku. Mereka tidak tumbuh dengan upacara tradisional. Beberapa dari mereka bahkan tidak "terlihat" Native—mereka dicampur, memiliki warna kulit yang tidak cocok dengan stereotip. 

Jadi apakah mereka "cukup Indian"? 

Masyarakat Amerika mengatakan tidak—mereka tidak cocok dengan gambar "Indian sejati" dari film dan buku. 

Tapi mereka juga tidak sepenuhnya diterima di dunia non-Native—karena sejarah, karena nama, karena darah di dalam mereka yang membawa memori penderitaan. 

Mereka terjebak di tempat yang Gertrude Stein gambarkan: there is no there there. Tidak ada "di sana" di sana. Tidak ada tempat yang sepenuhnya mengklaim mereka.

Dan powwow—dalam semua kontradiksinya—menjadi satu-satunya tempat di mana mereka bisa berkumpul dan berkata: "Kita ada. Kita di sini. Ini adalah rumah kita, meskipun rumah ini tidak sempurna."


Bagian 3: Konvergensi—Jalan Menuju Powwow

Rencana Perampokan 

Sementara sebagian besar karakter pergi ke powwow untuk alasan personal atau spiritual, beberapa dari mereka pergi dengan niat yang sangat berbeda. 

Octavio, Calvin, dan Tony merencanakan perampokan. Mereka akan mencuri uang hadiah dari kompetisi powwow—puluhan ribu dolar dalam cash. 

Tony setuju karena dia butuh uang. Calvin karena dia putus asa dan tidak punya pilihan lain. Dan Octavio? Octavio hanya melihat kesempatan. 

Mereka mendapatkan senjata. Mereka membuat rencana. Dan mereka bergerak menuju powwow—tidak menyadari bahwa kehadiran mereka akan mengubah segalanya. 

Perjalanan Edwin 

Edwin bersiap untuk bertemu ayahnya. Dia membeli tiket untuk powwow. Dia mencoba membayangkan apa yang akan dia katakan. 

"Hai, aku anakmu yang tidak pernah kamu kenal." 

Kedengarannya bodoh. Tapi dia tidak punya pilihan lain. Dia harus tahu: Siapa ayahnya? Dan apakah mengenalnya akan membantunya memahami siapa dia sendiri? 

Misi Dene 

Dene membawa kamera video ke powwow. Dia akan merekam wawancara. Menangkap cerita. Memberikan suara kepada orang-orang yang tidak pernah didengar. 

Ini lebih dari sekadar proyek—ini adalah warisan pamannya. Ini adalah cara mengatakan: "Kami ada. Kami penting. Kami tidak hanya statistik atau stereotip." 

Rahasia Orvil 

Orvil menyelinap keluar dengan regalia neneknya. Dia tidak memberitahu Opal. Dia tahu dia akan marah, tapi dia harus melakukan ini. 

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia akan menari. Dia akan menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. Dia akan merasakan koneksi yang dia rindukan tanpa pernah tahu dia merindukannya.


Bagian 4: Powwow—Ketika Segalanya Bertemu

Keindahan Sebelum Badai 

Big Oakland Powwow adalah perayaan. Ribuan orang berkumpul—penari dalam regalia yang indah, drum yang menggelegar, aroma makanan tradisional, anak-anak berlari di sekitar, sesepuh duduk dan mengobrol. 

Ada kompetisi tarian. Ada penjual seni dan kerajinan. Ada rasa komunitas—perasaan bahwa meskipun mereka semua datang dari tempat yang berbeda, dari suku yang berbeda, dari kehidupan yang berbeda, di sini mereka semua belong. 

Dene merekam wawancara. Edwin mencari ayahnya di kerumunan. Orvil bersiap untuk menari, jantungnya berdetak kencang dengan campuran kegembiraan dan ketakutan. 

Tembakan 

Dan kemudian: tembakan. 

Tidak ada peringatan. Tidak ada kesempatan untuk lari. 

Octavio, Tony, dan Calvin masuk dengan senjata. Rencana adalah sederhana: ambil uang, keluar cepat. Tapi rencana tidak pernah berjalan seperti yang diharapkan ketika senjata terlibat. 

Seseorang melawan. Seseorang berteriak. Kepanikan meledak. 

Dan dalam hitungan detik, powwow—tempat perayaan, tempat penyembuhan—menjadi zona perang. 

Tembakan berkali-kali. Orang berteriak. Berlari. Terjatuh. 

Korban 

Orvil ditembak. Anak 14 tahun yang hanya ingin menari, yang belajar tentang budayanya dari YouTube, yang mencoba menemukan identitasnya—tertembak. 

Tony juga terluka—ironi yang tragis, dia yang membawa senjata sekarang menjadi korban dari kekerasan yang dia bantu ciptakan. 

Edwin, Dene, dan banyak lainnya terluka baik secara fisik maupun psikologis dari apa yang mereka saksikan. 

Dan ketika asap hilang, ketika sirene ambulans akhirnya datang, yang tersisa adalah: kehancuran. Trauma. Pertanyaan tanpa jawaban.


Bagian 5: Setelah—Apa yang Tersisa 

Orvil di Rumah Sakit 

Orvil selamat—tapi dia terluka parah. Opal duduk di samping tempat tidurnya di rumah sakit, menangis dengan cara yang dia tidak pernah izinkan dirinya untuk menangis sebelumnya. 

Dia menyadari: dengan mencoba melindungi cucu-cucunya dari rasa sakit masa lalu, dia malah meninggalkan mereka tanpa alat untuk menghadapi rasa sakit masa kini. 

Orvil mencari identitasnya sendirian karena Opal terlalu takut untuk membantunya. Dan sekarang dia terluka—mungkin selamanya—karena dia mencari tempat untuk belong. 

Jacquie dan Opal Bersatu Kembali 

Di rumah sakit, setelah bertahun-tahun terpisah, Jacquie dan Opal akhirnya berbicara. 

Tidak ada rekonsiliasi yang indah. Tidak ada pelukan dramatis dengan musik latar. Hanya dua wanita yang rusak oleh trauma yang sama, mencoba menemukan cara untuk hidup dengan apa yang mereka alami. 

"Aku minta maaf," kata Jacquie. 

"Aku juga," kata Opal. 

Dan dalam dua kata sederhana itu, sesuatu mulai menyembuhkan—lambat, sakit, tapi nyata.

Pertanyaan yang Tersisa 

Orange tidak memberikan akhir yang rapi. Dia tidak mengatakan "dan mereka semua pulih dan bahagia selamanya." 

Karena itu bukan bagaimana trauma bekerja. 

Orvil akan hidup dengan luka fisik dan psikologis. Edwin tidak pernah mendapatkan pertemuan dengan ayahnya yang dia bayangkan. Dene kehilangan rekaman yang dia buat—cerita yang dia coba dokumentasikan hilang dalam chaos. 

Tapi mereka hidup. Dan dalam kehidupan itu, ada kemungkinan.


Bagian 6: Apa yang Orange Benar-Benar Katakan

Kekerasan Bukan Hanya Fisik 

Powwow shooting adalah klimaks dramatis—tapi itu bukan satu-satunya kekerasan dalam buku ini. 

Ada kekerasan sejarah—pembantaian, pemindahan paksa, penghancuran budaya yang dilakukan terhadap Native Americans selama berabad-abad. 

Ada kekerasan struktural—kemiskinan, kurangnya akses ke pendidikan dan healthcare, rasisme sistemik yang membuat hidup urban Indians sangat sulit. 

Ada kekerasan budaya—stereotip yang menghapus kemanusiaan mereka, invisibilitas yang membuat mereka merasa tidak ada. 

Dan ada kekerasan internal—kecanduan, bunuh diri, kekerasan domestik yang adalah gejala dari trauma yang tidak pernah disembuhkan. 

Orange menunjukkan: Tembakan di powwow adalah hanya manifestasi fisik dari kekerasan yang sudah ada dalam setiap aspek dari kehidupan karakter-karakter ini. 

"There There"—Mencari yang Tidak Ada 

Judul buku ini sangat powerful. 

Gertrude Stein berkata tentang Oakland: "There is no there there"—tidak ada esensi, tidak ada pusat, tidak ada rumah sejati. 

Tapi Orange mengubah frasa ini. "There There" adalah apa yang kita katakan ketika menghibur seseorang yang sedih. "There, there"—di sana, di sana—semuanya akan baik-baik saja. 

Tapi apakah semuanya akan baik-baik saja? 

Karakter-karakter ini mencari "there"—tempat untuk belong. Identitas untuk dipegang. Rumah yang tidak pernah mereka miliki. 

Dan apa yang mereka temukan? Komunitas yang rusak, tapi masih bersama. Identitas yang kompleks dan kontradiktif, tapi tetap nyata. Rumah yang tidak sempurna, tapi tetap rumah. 

There is a there there—ada "di sana" di sana. Hanya saja itu tidak terlihat seperti yang diharapkan orang.


Penutup: Pelajaran dari Oakland 

1. Identitas Tidak Harus Sempurna untuk Menjadi Nyata 

Orvil belajar menari dari YouTube. Edwin adalah setengah Native dan tidak yakin apakah dia "cukup." Tony memiliki Sindrom yang membuat orang meragukan kecerdasannya. 

Tidak ada dari mereka yang cocok dengan stereotip "Indian sejati."

Tapi Orange mengatakan: Itu tidak membuat identitas mereka kurang nyata. 

Pelajaran: Identitas Anda tidak harus sempurna atau "cukup" menurut standar orang lain. Anda ada. Itu cukup. 

2. Trauma Ditransmisikan—Tapi Juga Bisa Dihentikan 

Opal mencoba melindungi cucu-cucunya dengan diam. Hasilnya? Mereka tumbuh tanpa alat untuk memahami diri mereka. 

Pelajaran: Diam tentang trauma tidak melindungi generasi berikutnya—itu hanya membuat mereka bingung ketika trauma itu muncul kembali. Berbicara, menyembuhkan, adalah satu-satunya cara untuk memutus siklus. 

3. Komunitas Adalah Tempat, Bukan Lokasi Geografis 

Oakland bukan reservasi. Ini bukan "tanah leluhur." Tapi bagi karakter-karakter ini, ini adalah rumah—karena di sinilah komunitas mereka, di sinilah keluarga mereka, di sinilah mereka mencoba membangun kehidupan. 

Pelajaran: Rumah bukan tentang geografi. Rumah adalah di mana orang yang Anda cintai, di mana cerita Anda, di mana Anda berjuang untuk belong. 

4. Tidak Ada yang Benar-Benar Terpisah 

Dua belas karakter yang tampaknya tidak berhubungan semuanya terhubung dengan cara yang mereka tidak sadari—melalui keluarga, sejarah, trauma, dan takdir. 

Pelajaran: Kita semua lebih terhubung daripada yang kita sadari. Tindakan kita mempengaruhi orang lain dengan cara yang tidak pernah kita lihat. 

Pertanyaan untuk Anda 

  • Bagian dari identitas Anda apa yang merasa "tidak cukup"—dan siapa yang membuat Anda merasa begitu?
  • Trauma apa yang keluarga Anda wariskan—dan apakah Anda berani untuk berbicara tentangnya?
  • Di mana "there" Anda—tempat atau komunitas di mana Anda merasa belong?
  • Siapa yang tidak terlihat dalam hidup Anda—dan bagaimana Anda bisa membuat mereka terlihat?

Tentang Buku Asli 

"There There" adalah novel debut Tommy Orange yang diterbitkan tahun 2018 dan segera menjadi sensasi—finalis Pulitzer Prize for Fiction dan pemenang banyak penghargaan lainnya. 

Tommy Orange adalah anggota Cheyenne and Arapaho Tribes of Oklahoma dan lahir serta dibesarkan di Oakland. Buku ini lahir dari kemarahannya bahwa cerita urban Indians tidak pernah diceritakan—bahwa orang berasumsi Native Americans hanya ada di masa lalu atau di reservasi. 

Novel ini ditulis dengan struktur yang unik—multi-perspektif yang terjalin seperti anyaman basket tradisional, dengan setiap karakter memberikan satu benang yang akhirnya membentuk gambar lengkap. 

Untuk pemahaman lengkap tentang kompleksitas naratif, keindahan bahasa Orange, dan nuansa setiap karakter, sangat disarankan membaca buku aslinya. Ringkasan ini hanya menangkap esensi—pengalaman penuh dari cara Orange menganyam suara-suara ini menjadi chorus yang powerful hanya bisa didapat dari teks lengkapnya. 

Sekarang pergilah dan lihat—benar-benar lihat—orang-orang yang tidak terlihat di sekitar Anda. 

Karena seperti yang Orange tunjukkan: There is a there there. Selalu ada. Anda hanya perlu melihat dengan mata yang benar.

 

Selesai. Kamu sudah menuntaskan ringkasan ini.

Baca berikutnya: Know My Name
Kembali ke atas

Buku serupa