Lompat ke konten utama

The Trading Game

oleh Gary Stevenson · Desember 2025 · 15 menit baca

£300 Juta dalam Satu Tahun—dan Mengapa Itu Membuatnya Sakit

Daftar isi

£300 Juta dalam Satu Tahun—dan Mengapa Itu Membuatnya Sakit 

Tahun 2011. Trading floor Citibank, Canary Wharf, London. 

Gary Stevenson, 24 tahun, duduk di mejanya yang dipenuhi layar komputer. Angka-angka bergerak cepat. Jantungnya berdebar. Telepon berdering tanpa henti. 

Dia baru saja menghasilkan £300 juta profit untuk Citibank dalam satu tahun—lebih banyak dari siapa pun di seluruh bank, bahkan lebih dari trader senior yang sudah 30 tahun di industri ini. 

Dia adalah trader paling menguntungkan di dunia pada tahun itu. 

Bonusnya? £millions. Di usia 24 tahun, Gary lebih kaya dari yang dia bayangkan mungkin. Dia telah menang dalam permainan paling kompetitif di dunia. 

Tapi ada masalah. 

Gary menghasilkan semua uang itu dengan bertaruh bahwa ekonomi akan runtuh. Bertaruh bahwa jutaan orang akan kehilangan pekerjaan. Bertaruh bahwa ketimpangan akan semakin parah. Bertaruh bahwa orang-orang seperti keluarganya—kelas pekerja, hidup dari gaji ke gaji—akan semakin menderita. 

Dan dia benar. 

Setiap kali data ekonomi buruk keluar—pengangguran naik, GDP turun, gaji stagnan—profitnya naik. Setiap kali seseorang kehilangan rumah karena tidak bisa bayar mortgage, posisinya menjadi lebih menguntungkan. 

Dia menghasilkan jutaan dari penderitaan jutaan orang lain. 

Malam itu, Gary pulang ke apartemen mewahnya di Canary Wharf—apartemen yang bisa dia beli tunai, di gedung di mana satu parkir mobil lebih mahal dari rumah orang tuanya.

Dia duduk sendirian. Melihat ke cermin. Dan bertanya pada dirinya sendiri: 

"Apakah ini yang aku inginkan? Menjadi orang terkaya... dengan uang yang berasal dari kehancuran orang-orang seperti keluargaku?" 

Tiga tahun kemudian, pada usia 27, Gary Stevenson meninggalkan Citibank. Meninggalkan gaji £millions per tahun. Meninggalkan dunia yang obsessed dengan uang, status, dan kekuasaan. 

Dan dia mulai berbicara—tentang bagaimana sistem ekonomi global adalah permainan yang rigged, tentang ketimpangan yang menghancurkan ekonomi, tentang kebenaran yang tidak ingin didengar oleh orang kaya. 

"The Trading Game" adalah kisahnya. Kisah tentang bagaimana seseorang dari keluarga kelas pekerja menembus dunia elite—dan kemudian meninggalkannya karena hati nuraninya tidak bisa diam. 

Ini bukan buku tentang bagaimana menjadi trader sukses. Ini adalah buku tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik layar ekonomi global—dan mengapa kita semua harus peduli. 

Mari kita mulai.


Bagian 1: Dari Ilford ke Canary Wharf—Dunia yang Berbeda 

Anak dari Timur London 

Gary Stevenson tumbuh di Ilford, East London. Bukan daerah glamor. Bukan daerah kaya. Keluarganya kelas pekerja—ayahnya driver bus, ibunya perawat. 

Uang selalu ketat. Liburan keluarga adalah trip sehari ke pantai. Pakaian adalah turunan dari kakak. Makan di restoran adalah treat yang jarang. 

Tapi Gary pintar. Sangat pintar. Terutama dalam matematika. 

Dia masuk London School of Economics (LSE)—salah satu universitas paling bergengsi di Inggris untuk ekonomi. Di sana, dia first time bertemu dengan orang-orang dari dunia berbeda: 

Teman sekelasnya tinggal di rumah senilai £10 juta. Mereka liburan ski di Swiss. Mereka tidak pernah melihat harga menu ketika makan di luar—karena harga tidak penting. 

Gary masih tinggal dengan orang tuanya. Dia naik bus 90 menit setiap hari ke kampus untuk menghemat uang. 

Ini adalah clash pertamanya dengan inequality—ketimpangan yang dia belum sepenuhnya pahami, tapi rasakan setiap hari. 

Kompetisi Trading—Turning Point 

Di tahun ketiga, LSE mengadakan kompetisi trading dengan Citibank. Mahasiswa diberi akun trading simulasi. Yang paling menguntungkan menang. 

Gary menang. Mengalahkan ribuan mahasiswa dari universitas top di seluruh dunia. 

Hadiahnya? Internship di Citibank, Canary Wharf—jantung keuangan London, tempat di mana triliunan dollar bergerak setiap hari. 

Untuk Gary, ini adalah tiket keluar dari Ilford. Tiket ke dunia yang selama ini hanya dia lihat dari jauh. 

Culture Shock di Trading Floor 

Hari pertama di Citibank, Gary merasakan culture shock yang luar biasa. 

Trading floor adalah dunia laki-laki alpha. Keras. Kompetitif. Brutal. Orang berteriak. Telepon berdering tanpa henti. Layar menunjukkan angka yang bergerak setiap detik. Adrenalin di udara begitu tebal sampai kamu bisa merasakannya.

Trader senior datang dengan mobil Ferrari, Lamborghini, Porsche. Mereka berbicara tentang yacht mereka, rumah kedua mereka di Swiss, liburan mereka di Maldives. 

Bonus tahunan mereka adalah £millions—lebih dari yang kebanyakan orang hasilkan dalam seumur hidup. 

Dan mereka memandang rendah siapa pun yang "tidak menghasilkan"—termasuk mahasiswa magang seperti Gary. 

Tapi Gary punya satu keunggulan yang tidak mereka miliki: dia tahu bagaimana orang biasa berpikir, karena dia adalah orang biasa. 

Dan dalam dunia trading, memahami psikologi massa adalah segalanya.


Bagian 2: Permainan Sejati—Bagaimana Trading Bekerja

Apa yang Sebenarnya Dilakukan Trader? 

Kebanyakan orang berpikir trader membeli dan menjual saham. Salah. 

Trader di level Gary tidak menyentuh saham individual. Mereka trading rate—interest rate, currency rate, inflation expectation. 

Contoh sederhana: 

Gary bertaruh bahwa interest rate di UK akan turun. Dia membeli kontrak yang menguntungkan jika rate turun. Jika dia benar, dia (dan bank) menghasilkan uang. Jika salah, dia (dan bank) kehilangan uang. 

Soundsimpel? Tidak juga. 

Karena dia tidak trading £thousands atau £millions. Dia trading £billions. Satu keputusan bisa menghasilkan atau kehilangan puluhan juta dalam hitungan jam. 

The Real Game: Information dan Psychology 

Gary menjelaskan sesuatu yang jarang dipahami orang luar: 

Trading bukan tentang matematika atau model. Trading adalah tentang memahami apa yang orang lain akan lakukan—sebelum mereka melakukannya. 

Ini adalah permainan psikologi massa. 

Bank sentral akan menurunkan rate? Semua orang tahu itu. Yang penting adalah: Kapan pasar akan bereaksi? Seberapa besar reaksinya? Apa yang trader lain pikirkan? 

Dan inilah keunggulan Gary: Dia memahami psikologi orang biasa karena dia berasal dari sana. 

Ketika economist elite berbicara tentang "consumer confidence" atau "spending behavior," mereka tidak benar-benar memahami bagaimana orang biasa membuat keputusan ekonomi. 

Tapi Gary tahu. Karena dia tumbuh dalam keluarga yang keputusan ekonominya adalah: "Apakah kita punya cukup uang untuk bensin minggu ini?" 

Dan pemahaman ini akan membuat dia menjadi trader terbaik di dunia.


Bagian 3: Prediksi yang Mengubah Segalanya

2008 Financial Crisis—dan Setelahnya 

Setelah krisis finansial 2008, semua orang—pemerintah, bank sentral, ekonom—berkata: "Ekonomi akan pulih. Pertumbuhan akan kembali. Inflasi akan naik." 

Gary tidak setuju. 

Dia melihat sesuatu yang orang lain tidak lihat: Ketimpangan yang luar biasa.

Teori Gary: Inequality adalah Mesin Deflasi 

Ini adalah insight brilian Gary: 

Setelah krisis 2008, pemerintah mencetak triliunan dollar/pound untuk "menyelamatkan ekonomi" (quantitative easing). 

Tapi uang itu tidak pergi ke rakyat biasa. Uang itu pergi ke orang kaya—melalui bailout bank, melalui kenaikan harga asset (saham, property), melalui interest rate yang rendah yang menguntungkan pemilik asset. 

Hasilnya: 

  • Orang kaya menjadi jauh lebih kaya
  • Orang biasa tidak mendapat apa-apa (gaji stagnan, harga naik, pekerjaan hilang)

Dan ini menciptakan masalah besar: 

Orang kaya tidak menghabiskan semua uang mereka. Jika Anda punya £10 juta, Anda tidak akan belanja 10x lebih banyak dari orang dengan £1 juta. Anda mungkin beli satu yacht lebih banyak, tapi itu saja. 

Sebagian besar uang orang super kaya hanya duduk—di bank account, di asset, tidak bergerak dalam ekonomi riil. 

Sementara itu, orang biasa—yang sebenarnya menghabiskan semua uang mereka untuk konsumsi (makanan, sewa, bensin, pakaian)—tidak punya uang untuk belanja. 

Demand turun. Ekonomi stagnan. Deflasi mengancam. 

Taruhan Besar Gary 

Berdasarkan teori ini, Gary membuat taruhan yang berlawanan dengan semua orang:

Dia bertaruh bahwa interest rate akan tetap rendah—sangat rendah—untuk waktu yang sangat lama. 

Semua orang di bank sentral, semua ekonom, semua trader senior bilang dia salah. Mereka yakin rate akan naik karena inflasi akan kembali. 

Gary bertaruh sebaliknya. Dan dia bertaruh besar—£billions. 

Dia Benar. Semua Orang Salah. 

Tahun demi tahun, interest rate tetap rendah. Tidak naik seperti yang diprediksi semua orang. 

Gary menghasilkan profit luar biasa. £millions. Kemudian £tens of millions. Kemudian £hundreds of millions. 

Di usia 24, dia menjadi trader paling menguntungkan di Citibank—mengalahkan trader dengan 30 tahun pengalaman. 

Tapi kesuksesan ini datang dengan harga.


Bagian 4: Harga dari Menang 

Lingkungan Toxic 

Trading floor Citibank adalah lingkungan yang luar biasa toxic. 

Trader bekerja 12-14 jam sehari. Tekanan immense. Satu kesalahan bisa kehilangan £millions. Bos berteriak. Rekan kerja menjegal satu sama lain untuk promosi. 

Gary mengalami panic attack pertamanya di usia 23. Jantung berdebar. Tidak bisa bernapas. Merasa seperti akan mati. 

Dia pergi ke dokter. Dokter bilang: "Anda stressed. Anda butuh istirahat." 

Tapi istirahat bukan opsi. Jika dia berhenti, dia kalah. Dan dalam trading floor, kalah berarti keluar. 

Isolation 

Ketika Gary semakin kaya, dia semakin terisolasi. 

Teman-teman lamanya dari Ilford tidak bisa relate dengan hidupnya lagi. Ketika mereka khawatir tentang membayar sewa, Gary membeli apartemen tunai. 

Tapi dia juga tidak fit dengan dunia baru trader elite. Mereka tidak peduli dengan ketimpangan. Mereka tidak peduli bahwa profit mereka datang dari penderitaan orang lain. 

Bagi mereka, ini hanya angka di layar. Bagi Gary, ini adalah keluarganya, teman-temannya, tetangganya yang menderita. 

Moral Crisis 

Inilah yang membuat Gary tidak bisa tidur: 

Setiap hari, dia membuat keputusan trading yang menghasilkan £millions. Dan keputusan itu didasarkan pada prediksi bahwa ekonomi tidak akan pulih—bahwa jutaan orang akan terus struggle. 

Dia menghasilkan uang dari bet bahwa kehidupan orang biasa tidak akan membaik. 

Dan setiap kali datanya keluar—pengangguran naik, gaji turun, hutang rumah tangga meningkat—dia menghasilkan lebih banyak uang. 

Ini bukan abstrak. Gary tahu keluarganya di Ilford berjuang. Dia tahu teman-teman sekolahnya kehilangan pekerjaan. Dia tahu orang tuanya khawatir tentang pensiun.

Dan dia menghasilkan £millions dari exactly situasi itu.

Bagaimana Anda hidup dengan itu?


Bagian 5: Sistem yang Rigged 

The Inequality Machine 

Gary mulai memahami sesuatu yang sangat fundamental tentang sistem ekonomi modern: 

Sistem ini dirancang—secara tidak sengaja atau sengaja—untuk mentransfer wealth dari bawah ke atas. 

Bagaimana? 

1. Quantitative Easing (Mencetak uang) Pemerintah mencetak triliunan. Uang itu digunakan untuk beli government bonds dan asset lain. Siapa yang punya asset? Orang kaya. Jadi harga asset naik—dan orang kaya semakin kaya. 

2. Interest Rate Rendah Good untuk orang yang punya hutang mortgage? Sedikit. Great untuk orang yang punya banyak asset yang harganya naik ketika interest rate rendah? Sangat. 

3. Bailout untuk Bank, Austerity untuk Rakyat Ketika bank hampir bangkrut, pemerintah selamatkan dengan triliunan. Ketika rakyat butuh bantuan? "Maaf, kita tidak punya uang. Kita harus potong welfare, healthcare, education." 

The game is rigged. Dan Gary adalah salah satu orang yang menang dalam permainan rigged itu. 

Mengapa Ekonom dan Policymaker Tidak Melihat Ini? 

Gary menjelaskan: Karena mereka tidak mengalami kehidupan orang biasa. 

Ekonom di bank sentral, politician, policy maker—mereka semua dari background privileged. Mereka tidak pernah khawatir tentang membayar listrik. Mereka tidak pernah memilih antara makan atau membayar sewa. 

Jadi ketika mereka membuat model ekonomi, mereka tidak include reality dari kehidupan 90% populasi. 

Mereka berpikir: "Jika kita menurunkan interest rate, orang akan pinjam dan belanja." 

Reality: Orang biasa sudah punya terlalu banyak hutang. Mereka tidak akan pinjam lebih banyak. Mereka tidak punya uang untuk belanja, bahkan dengan rate rendah. 

Disconnect ini adalah alasan kebijakan ekonomi terus gagal.


Bagian 6: Keputusan—Meninggalkan Semuanya

Breaking Point 

Tahun 2014. Gary berusia 27 tahun. 

Dia duduk di trading floor, melihat angka di layar. Bonusnya tahun itu akan £millions lagi. Dia bisa pensiun sekarang dan hidup comfortable selamanya. 

Tapi dia merasa kosong. 

Setiap hari dia datang ke kantor, membuat decision yang menghasilkan £millions untuk bank—dan untuk dirinya. Tapi semua itu berdasarkan bet bahwa dunia akan semakin buruk untuk orang biasa. 

Dan dia tidak bisa melakukan ini lagi. 

Malam itu, dia membuat keputusan: Dia akan keluar. 

Reaksi 

Ketika Gary memberitahu dia akan resign, reaksi di trading floor adalah shock dan ejekan.

"Kamu gila. Kamu meninggalkan £millions?" 

"Apa yang akan kamu lakukan? Jadi apa?" 

"Kamu tidak akan dapat pekerjaan sebagus ini di mana pun." 

Bahkan keluarganya bingung. Orang tuanya berkata: "Tapi ini kesempatan yang tidak pernah kita punya. Kenapa kamu meninggalkannya?" 

Gary tidak bisa menjelaskan dengan mudah. Bagaimana Anda jelaskan bahwa uang tidak membuat Anda bahagia jika uang itu datang dari sumber yang membuat Anda sakit? 

Kehidupan Setelah Trading 

Gary meninggalkan Citibank di usia 27. Dengan uang yang dia simpan, dia bisa hidup comfortable. 

Tapi dia tidak pensiun. Dia mulai sesuatu yang lebih penting: Dia mulai berbicara. 

Berbicara tentang inequality. Tentang bagaimana sistem ekonomi rigged. Tentang mengapa kebijakan pemerintah gagal. Tentang solusi riil untuk ketimpangan.

Dia membuat YouTube channel. Dia menulis artikel. Dia berbicara di universitas, di conference, di media. 

Dan yang luar biasa? Orang mendengarkan. 

Karena Gary punya kredibilitas yang tidak dimiliki ekonom lain: Dia tidak bicara teori. Dia bicara dari pengalaman. Dia adalah orang dalam yang berani bicara keluar.


Bagian 7: Pelajaran dari The Trading Game 

1. Inequality Bukan Bug—Itu Feature 

Sistem ekonomi modern tidak accidentally menciptakan inequality. Sistem ini structurally bias untuk mentransfer wealth ke atas. 

Ketika pemerintah "menyelamatkan ekonomi," mereka sebenarnya menyelamatkan asset orang kaya—bukan pekerjaan orang biasa. 

Solusi: Kita butuh perubahan structural—tax wealth lebih tinggi, invest di public services, naikkan gaji minimum, kuatkan union. 

2. Expertise Tanpa Experience adalah Berbahaya 

Orang yang membuat kebijakan ekonomi seringkali tidak pernah experience kesulitan ekonomi. Mereka membuat decision berdasarkan model, bukan reality. 

Gary berhasil sebagai trader karena dia understand reality orang biasa—sesuatu yang ekonom elite tidak punya. 

Pelajaran: Listen ke orang yang mengalami, bukan hanya yang belajar tentang.

3. Success dalam Sistem yang Rusak Bukan Real Success

Gary menjadi trader paling sukses di dunia. Tapi dia merasa empty. 

Mengapa? Karena success dalam sistem yang rigged bukan achievement—itu hanya bukti bahwa sistem rigged. 

Pelajaran: Define success Anda sendiri. Jangan biarkan sistem yang rusak tentukan apa itu "menang." 

4. Uang Tidak Membuat Anda Bahagia Jika Datang dari Tempat yang Salah

Gary menghasilkan £millions. Tapi setiap pound terasa seperti darah orang lain. 

Pelajaran: Ada harga moral untuk setiap keputusan. Dan kadang harga itu lebih mahal dari benefit finansial. 

5. Speaking Up adalah Bentuk Courage Tertinggi 

Gary meninggalkan £millions per tahun untuk berbicara kebenaran yang orang kaya tidak ingin dengar.

Dia bisa tetap diam, tetap kaya, tetap comfortable. Tapi dia choose conscience over comfort. 

Pelajaran: Real courage bukan tentang menghasilkan banyak uang dalam sistem yang rigged. Real courage adalah meninggalkan sistem itu dan berbicara melawannya.


Bagian 8: Solusi—Apa yang Harus Dilakukan?

Gary tidak hanya kritik sistem. Dia juga tawarkan solusi konkret: 

1. Tax Wealth, Not Work 

Sekarang, orang yang bekerja bayar pajak lebih banyak (proportionally) daripada orang yang kaya dari asset. 

Solusi: Tax wealth secara aggressive. Tax property kedua. Tax capital gains lebih tinggi dari income. Tax inheritance untuk mencegah dynasties. 

2. Invest di Public Services 

Education, healthcare, housing yang affordable—ini bukan "charity." Ini adalah investment dalam ekonomi yang sehat. 

Ketika orang punya akses ke education dan healthcare, mereka bisa produktif. Mereka bisa contribute. Ekonomi tumbuh. 

3. Tingkatkan Gaji, Kuatkan Worker Power 

Gaji stagnan selama 40 tahun sementara productivity naik. Di mana perginya uang itu? Ke shareholder dan executive. 

Solusi: Naikkan minimum wage. Kuatkan union. Beri worker lebih banyak bargaining power.

4. Stop Quantitative Easing yang Benefit Orang Kaya 

Jika pemerintah mau stimulate ekonomi dengan cetak uang, beri uang itu langsung ke rakyat—bukan ke asset market yang hanya benefit orang kaya. 

Universal basic income, direct cash transfer, public investment—ini lebih efektif daripada QE yang hanya pump asset price.


Penutup: Permainan yang Harus Kita Ubah 

Gary Stevenson menutup bukunya dengan refleksi powerful: 

"Saya memenangkan permainan. Saya menjadi trader terbaik di dunia. Saya menghasilkan lebih banyak uang dalam satu tahun daripada yang kebanyakan orang hasilkan seumur hidup. 

Tapi saya menang dalam permainan yang rigged. Dan ketika permainan rigged, menang tidak membuat Anda merasa baik—itu membuat Anda merasa kotor. 

Solusinya bukan menjadi lebih baik dalam permainan yang rigged. Solusinya adalah mengubah permainan itu sendiri." 

Pertanyaan untuk Anda 

Gary menghadapi pilihan: Tetap dalam sistem yang membuat dia kaya tapi sakit hati, atau keluar dan berbicara kebenaran. 

Dia pilih yang kedua. 

Sekarang pertanyaan untuk Anda: 

1. Apakah Anda menang dalam permainan yang rigged? 

Jika ya—apakah Anda nyaman dengan itu? Atau ada harga moral yang Anda bayar?

2. Apa yang Anda lakukan dengan privilege atau advantage yang Anda punya? 

Gary gunakan platformnya untuk berbicara untuk orang yang tidak punya voice. Apa yang Anda lakukan dengan platform Anda—sekecil apa pun itu? 

3. Ketika Anda melihat ketidakadilan, apa yang Anda pilih: Diam karena menguntungkan Anda, atau bicara meskipun merugikan Anda? 

Gary memilih bicara. Dan itu membuat perbedaan. 

Kata Terakhir 

"The Trading Game" bukan hanya memoir seorang trader. Ini adalah expose tentang sistem ekonomi global yang rigged untuk benefit segelintir orang di atas dengan mengorbankan mayoritas di bawah. 

Tapi yang membuat buku ini powerful adalah: Gary adalah insider yang berani bicara. 

Dia tidak bicara dari luar sistem. Dia bicara dari dalam—dari pengalaman menjadi salah satu orang yang paling benefit dari sistem itu.

Dan dia bilang: "Sistem ini rusak. Dan kita semua harus bekerja untuk mengubahnya."

Seperti yang Gary tulis di halaman terakhir: 

"Saya beruntung. Saya keluar. Tapi jutaan orang tidak bisa keluar dari sistem yang menindas mereka setiap hari. Mereka tidak punya pilihan selain bermain dalam permainan yang rigged melawan mereka. 

Jadi sekarang tanggung jawab kita—yang punya privilege, yang punya platform, yang punya voice—untuk mengubah permainan itu. 

Bukan untuk kita. Tapi untuk semua orang yang tidak punya pilihan." 

Permainan harus berubah. Dan perubahan itu dimulai ketika cukup banyak orang menolak bermain dalam aturan yang rigged. 

Gary sudah memulai. Sekarang giliran kita.


Tentang Buku Asli 

"The Trading Game: A Confession" diterbitkan pada tahun 2024 dan langsung menjadi bestseller internasional. 

Gary Stevenson adalah mantan trader Citibank yang menjadi ekonom dan aktivist. Setelah meninggalkan trading pada 2014, dia mendirikan YouTube channel "Garys Economics" yang sekarang memiliki ratusan ribu subscriber. 

Buku ini unik karena memberikan insider perspective tentang dunia trading dan inequality—ditulis oleh seseorang yang benar-benar ada di sana, di puncak, dan memilih untuk meninggalkannya. 

Gary sekarang menghabiskan waktunya untuk mengajar tentang ekonomi, inequality, dan kebijakan publik—mencoba menggunakan pengalaman dan platformnya untuk membuat perubahan sistemik. 

Untuk pemahaman mendalam tentang sistem keuangan global, inequality, dan pengalaman personal yang mengharukan, sangat disarankan membaca buku aslinya. Gary menulis dengan jujur, tanpa filter, dan dengan kombinasi unique dari expertise teknis dan emotional honesty. 

Ringkasan ini menangkap argumen dan journey utama, tetapi buku lengkap memberikan detail, nuance, dan personal story yang tidak bisa sepenuhnya ditangkap dalam ringkasan. 

Sekarang pergilah dan pikirkan: Dalam permainan apa Anda bermain? Dan apakah permainan itu fair? 

Karena seperti yang Gary buktikan: Kadang keberanian terbesar adalah berjalan menjauh dari meja yang penuh dengan chips—ketika Anda sadar permainannya rigged.

 

Selesai. Kamu sudah menuntaskan ringkasan ini.

Baca berikutnya: Simple Numbers, Straight Talk, Big Profits!
Kembali ke atas

Buku serupa