Skip to main content

The American Language

by H. L. Mencken · March 2026 · 12 min read

Ketika Bahasa Menjadi Medan Perang

Table of contents

Ketika Bahasa Menjadi Medan Perang 

Tahun 1919, seorang jurnalis Amerika bernama H. L. Mencken melakukan sesuatu yang berani—bahkan melawan. 

Dia menulis buku yang mengklaim bahwa bahasa yang digunakan orang Amerika bukan bahasa Inggris yang rusak, tapi bahasa yang berbeda dan setara—bahkan superior. 

Ini adalah heresy. Pengkhianatan linguistik. 

Bayangkan konteksnya: Saat itu, Amerika masih dianggap sebagai koloni budaya dari Inggris. Kritikus Inggris menertawakan cara orang Amerika berbicara—mengatakan mereka "membunuh bahasa Shakespeare." Akademisi Amerika sendiri merasa malu dan mencoba meniru aksen Inggris agar terdengar "berpendidikan." 

Lalu datang Mencken dengan pesan yang mengguncang: 

"Bahasa Amerika bukan inferior. Bahasa Amerika lebih hidup, lebih kreatif, lebih demokratis, dan lebih vital daripada bahasa Inggris Britania yang kaku dan mati." 

Buku "The American Language" bukan sekadar kamus atau studi linguistik. Ini adalah manifesto kemerdekaan budaya—deklarasi bahwa Amerika tidak hanya merdeka secara politik, tapi juga secara linguistik. 

Dan seperti semua revolusi, ini dimulai dengan penolakan untuk malu. 

Mari kita lihat bagaimana sebuah bangsa menciptakan bahasanya sendiri—dan dalam prosesnya, mengubah cara seluruh dunia berbicara.


Bagian 1: Perceraian Linguistik—Ketika Amerika dan Inggris Berpisah 

Dua Bahasa dalam Satu Nama 

Sejak awal, bahasa Inggris di Amerika mulai berbeda. 

Bukan karena orang Amerika bodoh atau tidak terdidik. Tapi karena mereka menghadapi realitas yang berbeda yang membutuhkan kata-kata yang berbeda. 

Pikirkan ini: Pemukim di Amerika menemukan hewan yang tidak ada di Inggris. Tanaman yang tidak punya nama Inggris. Cuaca yang berbeda. Institusi politik yang baru. 

Mereka butuh kata untuk "raccoon" (rakun)—tidak ada kata Inggris untuk itu, jadi mereka meminjam dari bahasa Indian. "Moose" (rusa besar). "Skunk" (sigung). "Squash" (labu). Semua dari bahasa asli Amerika. 

Mereka menciptakan kata-kata baru: "backwoods" (pedalaman), "log cabin" (kabin kayu), "clearing" (lahan terbuka hasil menebang hutan). 

Orang Inggris tidak butuh kata-kata ini—mereka tidak hidup di frontier. 

Inovasi vs Konservasi 

Mencken mengidentifikasi perbedaan fundamental: 

Bahasa Inggris Britania = konservatif, resisten terhadap perubahan

Bahasa Inggris Amerika = inovatif, terbuka terhadap yang baru 

Mengapa? 

Karena di Inggris, bahasa dikontrol oleh kelas atas, akademisi Oxford dan Cambridge, dan institusi seperti BBC yang menentukan "bahasa yang benar." 

Di Amerika? Tidak ada otoritas seperti itu. Bahasa dibentuk di jalanan, di frontier, oleh imigran, oleh pedagang, oleh orang biasa. 

Ini demokrasi linguistik—dan seperti demokrasi politik, kadang kacau, tapi sangat hidup.


Bagian 2: Kontribusi Frontier—Bahasa Perbatasan

Menciptakan Kata dari Ketiadaan 

Frontier Amerika—wilayah liar antara peradaban dan wilderness—adalah laboratorium linguistik. 

Orang-orang di perbatasan membutuhkan kata-kata untuk pengalaman yang tidak pernah dialami orang Eropa. Dan mereka menciptakannya dengan cara yang brilian dan kadang konyol. 

Contoh kata-kata yang lahir dari frontier: 

"To make tracks" (pergi cepat-cepat) – dari jejak kaki di tanah "Bark up the wrong tree" (salah sasaran) – dari anjing pemburu yang salah pohon saat mengejar rakun "Bury the hatchet" (berdamai) – dari tradisi Indian mengubur kapak perang "Blaze a trail" (merintis jalan) – dari menandai pohon untuk membuat jalur 

Bahasa Inggris tidak punya ekspresi seperti ini karena mereka tidak punya pengalaman seperti ini. 

Keberanian Linguistik 

Yang membuat Mencken kagum adalah keberanian orang Amerika menciptakan kata baru tanpa malu. 

Di Inggris, menciptakan kata baru dianggap vulgar, tidak berpendidikan. Anda harus menggunakan kata-kata Latin atau Yunani agar terdengar terpelajar. 

Di Amerika? Mereka menciptakan kata dari apa saja: 

  • Menggabungkan kata: "bulldoze", "hot dog", "joy ride"
  • Mengubah kata benda jadi kata kerja: "to corner" (menyudutkan pasar), "to railroad" (memaksakan)
  • Membuat kata dari suara: "sizzle", "fizz", "buzz"

Mencken menulis: "Orang Amerika memperlakukan bahasa seperti alat, bukan museum. Jika alat yang ada tidak cukup, mereka membuat yang baru."


Bagian 3: Imigran—Melting Pot Linguistik 

Ribuan Bahasa, Satu Amerika 

Amerika adalah bangsa imigran. Dan setiap gelombang imigran membawa bahasa mereka—yang kemudian melebur ke dalam bahasa Amerika. 

Dari Jerman: kindergarten (taman kanak-kanak), hamburger, frankfurter, pretzel, dunk (mencelupkan), ouch (aduh) 

Dari Italia: pizza, spaghetti, macaroni, influenza, scenario 

Dari Yiddish (bahasa Yahudi Eropa Timur): bagel, schmooze (ngobrol santai), klutz (orang ceroboh), chutzpah (keberanian yang melanggar batas) 

Dari Spanyol: ranch, rodeo, lasso, canyon, mosquito, tornado 

Dari Belanda: cookie, boss, Santa Claus, coleslaw 

Dari Prancis: restaurant, menu, café, bureau 

Bahasa Inggris Britania juga meminjam kata asing—tapi dengan sangat hati-hati, biasanya hanya kata "elegan" dari Prancis atau Latin. 

Amerika? Mereka mengambil kata dari mana saja tanpa peduli apakah itu "berkelas" atau tidak. 

Hasilnya adalah bahasa yang kaya, fleksibel, dan mencerminkan realitas multikultural.


Bagian 4: Slang—Vitalitas yang Memalukan

Bahasa Jalanan 

Bagi puritan bahasa, slang adalah musuh—bahasa yang kotor, tidak terpelajar, yang harus diberantas. 

Bagi Mencken, slang adalah jantung dari vitalitas bahasa. 

Dia menulis: "Slang adalah bahasa yang menggulung lengan bajunya, meludah di telapak tangan, dan mulai bekerja." 

Amerika menciptakan slang lebih cepat daripada bangsa mana pun. Mengapa? 

1. Mobilitas sosial: Di Inggris, kelas sosial kaku—orang kaya bicara satu cara, orang miskin cara lain, dan tidak pernah bercampur. Di Amerika, semua orang bercampur. Slang menjadi bahasa universal. 

2. Budaya populer: Jazz, film Hollywood, radio, komik—semua menciptakan dan menyebarkan slang dengan kecepatan luar biasa. 

3. Bisbol: Olahraga nasional Amerika menciptakan ratusan istilah yang kemudian masuk ke bahasa umum. "Out of left field" (tidak terduga), "touch base" (berkomunikasi), "ballpark figure" (perkiraan kasar). 

Dari Slang Jadi Bahasa Resmi 

Yang menarik: banyak kata yang dulu dianggap slang vulgar sekarang menjadi bahasa standar. 

  • "Okay" – Dulu slang dari tahun 1830-an, sekarang mungkin kata Amerika paling terkenal di dunia
  • "Cool" – Dulu slang jazz, sekarang universal
  • "Guy" – Dulu slang untuk "orang aneh", sekarang kata netral untuk "pria"

Mencken memprediksi (dengan benar): "Slang hari ini adalah bahasa resmi besok."


Bagian 5: Simplifikasi—Amerika Membuat Bahasa Lebih Mudah 

Perang Melawan Ejaan Bodoh 

Bahasa Inggris Britania punya ejaan yang gila. Mengapa? 

Karena ejaan Inggris dikodifikasi ratusan tahun lalu oleh orang-orang yang ingin bahasa terlihat "klasik" dan rumit—untuk menjaga kelas bawah tetap buta huruf. 

Contoh kegilaan ejaan Inggris: 

  • "Colour" (warna) – mengapa ada "u" yang tidak diucapkan?
  • "Centre" (pusat) – mengapa "-re" bukan "-er"?
  • "Programme" (program) – mengapa dua "m" dan "e" di akhir?

Amerika, dipimpin oleh reformis seperti Noah Webster (pencipta kamus Webster), memutuskan: Cukup. Kita akan menyederhanakan. 

Hasil: 

  • Colour → Color
  • Centre → Center
  • Programme → Program
  • Honour → Honor
  • Organise → Organize

Orang Inggris mentertawakan ini sebagai "penyederhanaan vulgar." 

Mencken menjawab: "Kami tidak mencoba terlihat pintar. Kami mencoba berkomunikasi efektif." 

Dan siapa yang menang? Coba tebak ejaan mana yang digunakan Microsoft Word dan Google hari ini.


Bagian 6: Nama—Kreativitas Tanpa Batas

Nama Tempat yang Berani 

Amerika menamakan tempat dengan cara yang tidak pernah terpikirkan oleh orang Inggris.

Di Inggris, nama tempat serius dan bersejarah: Oxford, Cambridge, Westminster.

Di Amerika? Mereka membuat nama yang deskriptif, lucu, atau bahkan absurd: 

  • Truth or Consequences, New Mexico – Dinamai sesuai acara radio game show
  • Accident, Maryland – Karena penemuan tanah itu adalah "kecelakaan"
  • Why, Arizona – Orang bertanya "Why here?" dan nama itu stuck
  • Boring, Oregon – Bukan karena membosankan, tapi dari nama keluarga Boring
  • Big Bone Lick, Kentucky – Karena ada tulang mammoth besar di sana

Mencken menulis dengan geli: "Orang Amerika memberi nama tempat seperti anak kecil memberi nama mainan—dengan imajinasi dan tanpa rasa malu." 

Nama Orang—Inovasi Tanpa Akhir 

Tradisi Inggris: nama dibatasi oleh konvensi kelas. Nama "baik" adalah nama lama dari keluarga bangsawan. 

Tradisi Amerika: buat nama apa pun yang Anda suka. 

Hasil: Amerika menciptakan nama yang tidak ada di dunia: 

  • Menggabungkan nama orang tua: Mary + John = Marijon
  • Nama dari tempat: Dakota, Brooklyn, Dallas
  • Nama dari benda: Apple, Meadow, River
  • Nama yang dieja unik: Madisyn (Madison), Jaxxon (Jackson)

Orang Inggris terkejut. Orang Amerika tidak peduli.


Bagian 7: Tata Bahasa—Demokrasi Melawan Aristokrasi

"Ain't" dan Pertarungan Kelas 

Tidak ada kata yang lebih melambangkan pertarungan linguistik Amerika daripada "ain't". 

"Ain't" adalah kontraksi dari "am not", "is not", "are not"—dan sangat efisien. Tapi dianggap sangat vulgar oleh elit. 

Mengapa? Bukan karena gramatikal salah. Tapi karena digunakan oleh kelas pekerja. 

Mencken mengamati: Di Inggris, bahasa adalah penanda kelas yang kaku. Jika Anda berbicara seperti orang kelas bawah, Anda tidak bisa naik kelas. 

Di Amerika, secara teori, siapa pun bisa naik kelas. Jadi elit mencoba menciptakan penanda kelas baru—salah satunya "bahasa yang benar." 

Tapi rakyat Amerika menolak. Mereka terus menggunakan "ain't", "gonna", "wanna", "y'all" (kalian semua, dari Selatan)—dan bahkan presiden dan CEO menggunakannya dalam konteks informal. 

Pelajaran: Bahasa yang "salah" menurut buku tata bahasa sering lebih hidup dan lebih komunikatif daripada bahasa yang "benar."


Bagian 8: Teknologi dan Modernitas—Amerika Memimpin

Bahasa untuk Dunia Baru 

Abad ke-20 membawa gelombang teknologi baru—dan Amerika memimpin dalam menciptakan kata-kata untuk teknologi itu. 

Mobil: Semua istilah otomotif adalah bahasa Amerika—automobile, truck, gas station, parking lot, highway, traffic jam. 

(Inggris menggunakan istilah yang berbeda dan lebih kuno: car park, petrol station, lorry, motorway—tapi perlahan digantikan oleh istilah Amerika.) 

Penerbangan: Airplane, airport, runway, pilot, takeoff, landing—semua dari Amerika. 

Komputer: Software, hardware, download, upload, email, website, online—semuanya bahasa Amerika. 

Film dan Media: Movie (bukan film), talkies, screenplay, close-up, fade-out—dari Hollywood. 

Mengapa Amerika mendominasi? Mencken menjawab: "Karena kami menciptakan teknologinya, kami menciptakan kata-katanya." 

Dan ketika Anda menciptakan kata-kata, Anda mengontrol bagaimana dunia berpikir tentang konsep itu.


Bagian 9: Pengaruh Global—Dari Kolonial Jadi Penjajah

Pembalikan Peran 

Ironi terbesar: Pada tahun 1776, Amerika memerdekakan diri dari Inggris secara politik. Pada abad ke-20, Amerika menjajah Inggris secara linguistik. 

Mencken memprediksi di tahun 1919—dan dia benar—bahwa bahasa Amerika akan mendominasi dunia. 

Mengapa prediksinya benar? 

1. Hollywood: Film Amerika menyebar ke seluruh dunia, membawa bahasa Amerika. 

2. Musik: Jazz, rock and roll, hip-hop—semua dari Amerika, semua membawa slang Amerika. 

3. Bisnis: Perusahaan Amerika mendominasi ekonomi global. Jika Anda ingin berbisnis internasional, Anda belajar bahasa Amerika, bukan Inggris. 

4. Internet: Diciptakan di Amerika, dengan bahasa Inggris Amerika sebagai default. 

Hari ini, seorang anak di Jepang atau Brasil yang belajar bahasa Inggris akan belajar "color" bukan "colour", "elevator" bukan "lift", "truck" bukan "lorry." 

Bahasa Amerika menang.


Bagian 10: Pelajaran—Apa yang Bahasa Amerika Ajarkan Kita 

Mencken tidak hanya menulis tentang bahasa. Dia menulis tentang filosofi kreativitas, inovasi, dan demokrasi. 

1. Jangan Takut Melanggar Aturan 

Bahasa Amerika berkembang karena orang biasa berani menciptakan kata baru, mengubah tata bahasa, meminjam dari bahasa lain—tanpa minta izin dari akademisi. 

Pelajaran: Inovasi datang dari keberanian melanggar aturan yang tidak masuk akal.

2. Vitalitas Lebih Penting daripada Kesempurnaan 

Bahasa Inggris Britania mungkin lebih "rapi" dan "elegan." Tapi bahasa Amerika lebih hidup, lebih ekspresif, lebih mampu beradaptasi. 

Pelajaran: Lebih baik hidup dan kacau daripada sempurna dan mati. 

3. Demokrasi Menang dalam Jangka Panjang 

Elite Inggris mencoba mengontrol bahasa dari atas. Amerika membiarkan rakyat membentuk bahasa dari bawah. 

Mana yang bertahan? Demokrasi linguistik. 

Pelajaran: Ide-ide yang bertahan adalah yang resonan dengan orang banyak, bukan yang diputuskan oleh segelintir elit. 

4. Budaya Membentuk Bahasa, Bahasa Membentuk Budaya 

Amerika menciptakan kata-kata untuk individualisme ("self-made man"), mobilitas ("get up and go"), dan optimisme ("can-do attitude") karena itu adalah nilai budaya mereka. 

Dan memiliki kata-kata ini memperkuat nilai budaya itu. 

Pelajaran: Bahasa yang Anda gunakan membentuk cara Anda berpikir. Pilih kata-kata yang memberdayakan. 

5. Masa Depan Milik yang Berani 

Pada tahun 1919, mengklaim bahasa Amerika superior terhadap bahasa Inggris Britania adalah pernyataan yang berani—bahkan arogan.

Tapi Mencken benar. Dan dia benar karena dia berani melihat ke depan daripada ke belakang. 

Pelajaran: Jangan terlalu hormat pada tradisi. Masa depan diciptakan oleh mereka yang berani mencoba yang baru.


Penutup: Bahasa Hidup, Bahasa Mati 

H. L. Mencken menulis "The American Language" bukan hanya sebagai catatan sejarah, tapi sebagai perayaan kreativitas. 

Dia melihat bahasa bukan sebagai artefak yang harus diawetkan dalam formalin, tapi sebagai organisme hidup yang tumbuh, beradaptasi, dan berevolusi. 

Bahasa yang tidak berubah adalah bahasa yang mati. Latin adalah bahasa sempurna—tata bahasa yang rapi, aturan yang jelas, tidak ada ambiguitas. Dan itulah mengapa tidak ada yang berbicara Latin lagi kecuali dalam gereja dan pengadilan. 

Bahasa Amerika penuh dengan inkonsistensi, slang yang berubah setiap dekade, kata-kata yang dipinjam dari mana-mana, tata bahasa yang "salah" menurut buku teks. 

Dan itulah mengapa bahasa Amerika adalah bahasa paling dinamis dan berpengaruh di dunia. 

Pertanyaan untuk Anda 

Mencken mengajarkan kita untuk berani dengan bahasa. Tapi ini berlaku untuk semua aspek kehidupan: 

Dalam pekerjaan Anda: Apakah Anda mengikuti "cara yang benar" yang sudah mati? Atau berani mencoba cara baru yang mungkin "salah" tapi lebih efektif? 

Dalam kreativitas Anda: Apakah Anda takut melanggar aturan? Atau berani menciptakan sesuatu yang belum pernah ada? 

Dalam budaya Anda: Apakah Anda mempertahankan tradisi yang tidak lagi relevan? Atau berani beradaptasi dan berevolusi? 

Bahasa Amerika mengajarkan kita satu hal paling penting: 

Yang bertahan bukan yang paling sempurna, tapi yang paling adaptif.

Bukan yang paling "benar," tapi yang paling hidup.


Tentang Buku Asli 

"The American Language" pertama kali diterbitkan pada tahun 1919 dan menjadi sensasi langsung—baik dipuji maupun dikritik dengan keras. 

H. L. Mencken (1880-1956) adalah jurnalis, kritikus budaya, dan satiris terkemuka Amerika. Dia dikenal karena gaya tulisannya yang tajam, humor sarkastik, dan keberaniannya menentang kemunafikan. 

Buku ini direvisi dan diperluas beberapa kali—edisi 1919, 1921, 1923, dan edisi besar tahun 1936. Ada juga dua suplemen besar yang diterbitkan tahun 1945 dan 1948. Total, karya ini mencakai lebih dari 2.000 halaman—monumen linguistik yang luar biasa. 

Pengaruh buku ini: 

1. Mengubah persepsi: Sebelum Mencken, bahasa Amerika dianggap inferior. Setelahnya, dilihat sebagai inovatif dan vital. 

2. Mempengaruhi leksikografi: Mencken's research menjadi dasar untuk kamus-kamus Amerika modern. 

3. Menginspirasi generasi linguist: Banyak ahli bahasa modern mengutip Mencken sebagai inspirasi. 

Gaya penulisan: Mencken menulis dengan humor, sarkasme, dan energi yang membuat buku akademis ini menghibur. Dia tidak takut untuk menertawakan puritan bahasa dan elit Inggris. 

Untuk pemahaman lengkap tentang evolusi bahasa Amerika dan filosofi inovasi linguistik, sangat disarankan membaca buku aslinya—atau setidaknya edisi ringkas yang lebih mudah diakses. Mencken's wit dan observasi tajam tidak bisa sepenuhnya ditangkap dalam ringkasan. 

Sekarang pergilah dan gunakan bahasa dengan berani. 

Ciptakan kata baru jika perlu. Langgar aturan yang tidak masuk akal. Pinjam dari mana saja.

Karena bahasa—seperti kehidupan—milik yang berani, bukan yang takut salah.

Okay? 

(Ya, kata yang dulu dianggap slang vulgar, sekarang menguasai dunia. Mencken akan tersenyum.)

 

That's the end — you've finished this summary.

Read next: Night Watch
Back to top

Similar books