Skip to main content

Tools of Titans

by Timothy Ferriss · December 2025 · 15 min read

Apa yang Dilakukan Orang Sukses di Pagi Hari?

Table of contents

Apa yang Dilakukan Orang Sukses di Pagi Hari? 

Pagi hari Arnold Schwarzenegger dimulai dengan 1 jam latihan berat sebelum sarapan.

Pagi hari Tony Robbins dimulai dengan cold plunge di kolam es, lalu 10 menit meditasi. 

Pagi hari Tim Ferriss dimulai dengan membuat tempat tidur—karena "jika Anda tidak bisa melakukan hal kecil dengan benar, Anda tidak akan pernah melakukan hal besar dengan benar." 

Sekarang pertanyaannya: Bagaimana pagi hari Anda dimulai? 

Apakah Anda langsung mengecek email dan tenggelam dalam chaos? Apakah Anda scroll media sosial selama 30 menit sebelum keluar dari tempat tidur? Ataukah Anda punya ritual yang mempersiapkan Anda untuk hari yang produktif? 

Tim Ferriss menghabiskan lebih dari 5 tahun mewawancarai lebih dari 200 orang paling sukses di dunia untuk podcast-nya, "The Tim Ferriss Show." Atlet Olympiade. Billionaire investor. Penulis bestselling. Entertainer terkenal. Navy SEALs. Ilmuwan. 

Pertanyaan yang dia ajukan sederhana tapi powerful: 

"Apa tools, tactics, dan routines yang Anda gunakan untuk menjadi world-class di bidang Anda?" 

Dan yang mengejutkan: ternyata ada pola. 

Orang-orang sukses ini tidak punya resep yang sama. Tapi mereka punya prinsip-prinsip yang sama—cara berpikir, kebiasaan harian, sistem kerja yang bisa diadopsi oleh siapa saja. 

"Tools of Titans" adalah kompilasi dari kebijaksanaan kolektif ini. 700+ halaman yang padat dengan nugget emas—tidak dimaksudkan untuk dibaca cover-to-cover, tapi untuk digali sesuai kebutuhan Anda.

Buku ini dibagi menjadi tiga bagian: 

  • Healthy (Sehat) - bagaimana mengoptimalkan tubuh dan pikiran
  • Wealthy (Kaya) - bagaimana membangun karir dan bisnis yang sukses
  • Wise (Bijak) - bagaimana hidup dengan makna dan kebahagiaan

Mari kita mulai dengan yang paling fundamental: bagaimana menguasai diri sendiri sebelum mencoba menguasai dunia.


Bagian 1: Morning Routines—Menang di Pagi Hari, Menang di Hari Itu 

80% Titans Punya Ritual Pagi yang Konsisten 

Setelah mewawancarai ratusan orang sukses, Tim Ferriss menemukan pola yang jelas: hampir semua punya morning routine yang mereka jaga dengan ketat. 

Bukan karena mereka obsesif atau aneh. Tapi karena mereka tahu: pagi adalah satu-satunya waktu yang benar-benar bisa Anda kontrol. 

Sisa hari? Chaos. Email masuk. Meeting dadakan. Orang membutuhkan Anda. Masalah muncul. 

Tapi pagi? Itu milik Anda—jika Anda mengklaimnya. 

Elemen Umum dari Morning Routines Para Titans 

1. Membuat Tempat Tidur 

Terdengar sepele? Tapi ini foundational. 

Admiral William McRaven (mantan komandan Navy SEAL) mengatakan dalam pidato wisuda viral-nya: 

"Jika Anda ingin mengubah dunia, mulai dengan membuat tempat tidur Anda. Jika Anda membuat tempat tidur setiap pagi, Anda telah menyelesaikan tugas pertama hari itu. Itu akan memberi Anda rasa bangga kecil dan mendorong Anda untuk melakukan tugas lain, dan tugas lain, dan tugas lain lagi." 

Small wins compound. 

2. Meditasi atau Mindfulness (10-20 menit) 

Lebih dari 80% titans yang diwawancarai melakukan semacam praktik meditasi atau mindfulness. 

Bukan meditasi woo-woo mystical. Meditasi praktis: duduk, fokus pada napas, observe pikiran tanpa judgment. 

Mengapa ini penting? 

  • Melatih fokus di era distraksi
  • Mengurangi kecemasan dan stress
  • Memberi clarity sebelum hari dimulai

Tony Robbins melakukan "priming" 10 menit: 3 menit gratitude, 3 menit visualisasi, 3 menit intention setting. 

Rick Rubin (produser musik legendaris) menghabiskan satu jam bermeditasi setiap pagi tanpa gagal. 

3. Exercise atau Movement 

Banyak titans mulai dengan aktivitas fisik: 

  • Jocko Willink (ex-Navy SEAL) bangun jam 4:30 pagi untuk workout
  • Arnold Schwarzenegger gym 1 jam sebelum orang lain bangun
  • Kelly Starrett (mobility expert) melakukan mobility drills
  • Tony Robbins cold plunge untuk shock system

Physical energy = mental energy. Start the day moving. 

4. Journaling atau "Morning Pages" 

Julia Cameron, penulis "The Artist's Way," merekomendasikan "Morning Pages"—3 halaman tulisan stream-of-consciousness setiap pagi. 

Tidak harus indah. Tidak harus koheren. Hanya tuangkan semua yang ada di kepala ke kertas. 

Ini membersihkan "mental clutter"—semua kekhawatiran, to-do's, dan pikiran acak yang menghalangi clarity. 

Tim Ferriss sering menggunakan "Five-Minute Journal"—format sederhana: 

  • 3 hal yang saya syukuri
  • 3 hal yang akan membuat hari ini hebat
  • Affirmasi harian

Malam: 

  • 3 hal luar biasa yang terjadi hari ini
  • Apa yang bisa membuat hari ini lebih baik?

Prinsip Kunci: Win the Morning, Win the Day 

Anda tidak perlu meniru exact routine mereka. Tapi prinsipnya sama: 

Desain ritual pagi yang memberi Anda momentum, clarity, dan control sebelum dunia menuntut perhatian Anda.


Bagian 2: Fear-Setting—Menghadapi Ketakutan, Bukan Mengabaikannya 

Goal-Setting Saja Tidak Cukup 

Semua orang tahu tentang goal-setting. Buat tujuan SMART. Visualisasikan sukses. Buat action plan. 

Tapi ada masalah: Ketakutan seringkali lebih kuat daripada goals. 

Anda punya goal untuk memulai bisnis. Tapi Anda takut gagal, jadi Anda tidak pernah mulai.

Anda ingin pindah karir. Tapi Anda takut kehilangan penghasilan stabil, jadi Anda stuck.

Anda ingin menulis buku. Tapi Anda takut dikritik, jadi Anda tidak pernah publish. 

Tim Ferriss menciptakan exercise yang dia sebut "Fear-Setting"—menghadapi ketakutan secara sistematis. 

Exercise Fear-Setting (3 Kolom) 

Ambil selembar kertas. Bagi menjadi 3 kolom. 

Kolom 1: Define (Definisikan) 

Tuliskan tindakan yang Anda takuti. Misalnya: "Keluar dari pekerjaan untuk memulai bisnis."

Lalu list semua hal terburuk yang bisa terjadi: 

  • Bisnis gagal
  • Kehabisan uang
  • Tidak bisa bayar sewa
  • Harus minta bantuan keluarga
  • Malu karena gagal
  • Resume punya gap
  • Sulit dapat pekerjaan baru

Tulis sejelas dan sedetail mungkin. Nama ketakutan Anda. 

Kolom 2: Prevent (Cegah) 

Untuk setiap skenario terburuk, tanya: "Apa yang bisa saya lakukan untuk mencegah ini terjadi?" 

  • Bisnis gagal → Validate idea sebelum quit, start side hustle dulu
  • Kehabisan uang → Save 6 bulan dana darurat sebelum quit
  • Tidak bisa bayar sewa → Punya backup plan, bisa pindah ke tempat lebih murah
  • Harus minta bantuan keluarga → Bicara dengan mereka sekarang, set expectation

Kebanyakan ketakutan bisa diminimalisir dengan preparation. 

Kolom 3: Repair (Perbaiki) 

Jika hal terburuk benar-benar terjadi, bagaimana Anda bisa recover? 

  • Bisnis gagal → Apply pekerjaan lagi, banyak perusahaan menghargai entrepreneur mindset
  • Kehabisan uang → Bisa freelance, konsultasi, atau ambil pekerjaan part-time
  • Gap di resume → Explain sebagai entrepreneurial experiment, learning experience

Kenyataannya: Kebanyakan "worst case scenarios" tidak se-mematikan yang kita bayangkan. Dan bahkan jika terjadi, kita bisa recover. 

Pertanyaan Bonus: "Apa Cost of Inaction?" 

Sekarang flip the script. Tanya diri Anda: 

"Jika saya TIDAK mengambil tindakan ini, apa cost-nya dalam 6 bulan, 1 tahun, 5 tahun?" 

  • Tetap di pekerjaan yang tidak saya cintai → 5 tahun kehilangan passion, burnout, regret
  • Tidak menulis buku → 10 tahun wondering "what if", tidak pernah tahu potensi saya
  • Tidak memulai bisnis → 20 tahun sebagai karyawan, tidak pernah punya kontrol penuh

Sering kali, cost of inaction jauh lebih tinggi daripada cost of action.


Bagian 3: Focus & Saying No—Laser Focus pada Yang Penting 

Busy ≠ Productive 

Derek Sivers, entrepreneur dan penulis, punya aturan sederhana untuk keputusan:

"Jika bukan 'Hell Yeah!' maka itu 'No.'" 

Maksudnya? Jika opportunity atau request tidak membuat Anda sangat excited—jika reaksi Anda bukan "Hell yeah, saya mau!"—maka jawabannya harus no. 

Mengapa? Karena setiap "yes" untuk sesuatu adalah "no" untuk yang lain.

Yes untuk meeting yang tidak penting = No untuk pekerjaan deep work.

Yes untuk project yang hanya "lumayan" = No untuk project yang benar-benar transformative. 

Warren Buffett: "Difference Between Successful People and Very Successful People" 

Warren Buffett mengatakan: 

"Perbedaan antara orang sukses dan orang yang sangat sukses adalah orang yang sangat sukses mengatakan 'no' untuk hampir semua hal." 

Para titans punya ratusan kali lebih banyak opportunities daripada orang biasa. Tapi mereka tidak punya lebih banyak waktu. 

Jadi mereka harus ruthlessly selective. 

How to Say No (Tanpa Menyakiti Hubungan) 

Saying no itu skill. Berikut template dari Tim Ferriss: 

Template 1: "Saya sedang fokus pada X sekarang, jadi saya harus decline." 

Contoh: "Terima kasih untuk undangannya. Saya sedang fokus menyelesaikan buku saya dalam 3 bulan ke depan, jadi saya tidak ambil commitment lain. Semoga sukses dengan event-nya!" 

Template 2: "Itu sounds interesting, tapi tidak sesuai dengan prioritas saya sekarang." 

Contoh: "Project itu menarik, tapi saya sudah commit untuk tidak ambil client baru sampai Q3. Saya bisa rekomendasikan orang lain?"

Template 3: Slow "Yes" 

Jangan jawab immediately. Katakan: "Boleh saya pikir dulu dan kembali ke Anda dalam 24 jam?" 

Ini memberi Anda waktu untuk evaluate apakah ini benar-benar "Hell Yeah!" atau sebenarnya "Meh, tapi saya merasa harus." 

The 80/20 Rule (Prinsip Pareto) 

80% hasil datang dari 20% usaha. 

Artinya: Kebanyakan hal yang kita lakukan tidak menggerakkan jarum secara signifikan.

Exercise dari Tim Ferriss: 

1. List semua aktivitas Anda dalam seminggu 

2. Identifikasi 20% aktivitas yang menghasilkan 80% hasil 

3. Double down pada 20% itu 

4. Eliminate atau delegate sisanya 

Contoh: 

  • 20% klien menghasilkan 80% revenue → Fokus melayani mereka luar biasa
  • 20% konten mendapat 80% engagement → Buat lebih banyak konten seperti itu
  • 20% produk generate 80% profit → Stop waste time pada yang lain

Kesuksesan bukan tentang doing more. It's about doing the right things.


Bagian 4: Systems Over Goals—Bangun Sistem, Bukan Hanya Target 

Problem dengan Goals 

Goals itu bagus untuk set direction. Tapi goals saja tidak cukup. 

Masalahnya: 

1. Goals adalah satu-kali. Anda mencapai goal, lalu apa? Back to zero.

2. Goals depend on motivation. Dan motivasi fluktuatif. 

3. Goals fokus pada outcome, bukan process. 

Scott Adams (creator of Dilbert comic) mengatakan: 

"Losers have goals. Winners have systems." 

Maksudnya bukan goals tidak penting. Tapi sistem yang membuat Anda mencapai goals secara konsisten. 

Apa Itu Sistem? 

Sistem adalah proses yang berulang yang menghasilkan output secara konsisten.

Contoh Goals vs Systems: 

Goal: "Saya ingin menulis buku." System: "Saya menulis 500 kata setiap pagi sebelum sarapan." 

Goal: "Saya ingin kurus 10 kg." System: "Saya hanya makan dalam 8-jam window setiap hari (intermittent fasting)." 

Goal: "Saya ingin dapat 100 klien." System: "Saya publish 1 artikel value-driven setiap Senin dan kirim 5 outreach emails setiap Jumat." 

Sistem tidak bergantung pada motivasi. Sistem adalah habit—Anda lakukan apakah Anda termotivasi atau tidak. 

James Clear: Identity-Based Habits 

James Clear, penulis "Atomic Habits" (salah satu buku paling direkomendasikan oleh titans), mengatakan: 

"Fokus pada siapa Anda ingin menjadi, bukan apa yang Anda ingin capai."

Contoh: 

  • Jangan bilang: "Saya ingin lari marathon." Tapi: "Saya adalah runner."
  • Jangan bilang: "Saya ingin menulis buku." Tapi: "Saya adalah penulis." 

Ketika identity Anda berubah, behavior mengikuti secara natural. 

Runner bangun pagi untuk lari—bukan karena motivasi, tapi karena "ini yang saya lakukan."

Penulis menulis setiap hari—bukan karena inspirasi, tapi karena "ini siapa saya."

Small Habits Compound 

Titans tidak sukses karena satu big action. Mereka sukses karena small actions yang dilakukan consistently over time. 

1% improvement setiap hari = 37x lebih baik dalam setahun (1.01^365 = 37.78).

1% worse setiap hari = hampir nol dalam setahun (0.99^365 = 0.03). 

Consistency beats intensity.


Bagian 5: Mastery Over Passion—"Be So Good They Can't Ignore You" 

Mitos "Follow Your Passion" 

Nasihat umum: "Follow your passion dan uang akan mengikuti." 

Tapi banyak titans disagree. 

Cal Newport, penulis "So Good They Can't Ignore You," mengatakan: 

"Passion follows mastery. You don't find passion, you build it." 

Artinya: Anda tidak perlu passionate tentang sesuatu untuk memulai. Tapi ketika Anda menjadi sangat baik di sesuatu, passion akan muncul. 

Steve Martin: "Be So Good They Can't Ignore You" 

Steve Martin, komedian legendaris, punya nasihat sederhana untuk karir:

"Jadilah sangat baik sampai mereka tidak bisa mengabaikan Anda." 

Bukan tentang networking yang sempurna. Bukan tentang marketing yang pintar. Bukan tentang being at the right place at the right time. 

It's about being undeniably good. 

Ketika Anda world-class di skill Anda, opportunities datang ke Anda. Orang mencari Anda. Anda punya leverage. 

Deliberate Practice—How to Get Better 

Anders Ericsson, peneliti yang mempopulerkan "10,000 hours rule," mengatakan: bukan hanya jumlah jam yang penting, tapi bagaimana Anda practice. 

Deliberate practice adalah: 

1. Fokus pada kelemahan spesifik - bukan hanya repeat apa yang sudah Anda kuasai

2. Immediate feedback - Anda tahu langsung apakah Anda melakukan dengan benar

3. Slightly beyond comfort zone - tidak terlalu mudah (boring), tidak terlalu sulit (overwhelming)

Contoh: 

  • Pemain catur tidak hanya main game. Mereka study posisi spesifik, analyze kesalahan, replay game grandmaster.
  • Atlet tidak hanya latihan. Mereka drill skill spesifik berulang-ulang dengan coach yang memberi feedback immediate.
  • Programmer tidak hanya coding. Mereka code review, refactor, learn new patterns.

Practice doesn't make perfect. Perfect practice makes perfect.


Bagian 6: Money Mindset—Hubungan Sehat dengan Uang 

Naval Ravikant: "Money is a Tool for Freedom" 

Naval Ravikant, angel investor dan philosopher, punya perspektif unik tentang uang: 

"Uang adalah alat untuk membeli kebebasan—kebebasan untuk melakukan apa yang Anda mau, dengan siapa Anda mau, kapan Anda mau." 

Bukan untuk membeli Ferrari. Bukan untuk pamer. Bukan untuk status.

Untuk kebebasan. 

Kebebasan untuk: 

  • Bekerja pada project yang Anda cintai
  • Spend waktu dengan orang yang Anda sayangi
  • Say no untuk hal yang tidak Anda mau
  • Retire atau tidak retire—pilihan Anda

"Any Time I'm Telling Myself 'But I'm Making So Much Money,' That's a Warning Sign" 

Derek Sivers mengatakan: 

"Setiap kali saya bilang ke diri sendiri, 'Tapi saya menghasilkan banyak uang,' itu tanda bahaya bahwa saya melakukan hal yang salah." 

Artinya: Jika satu-satunya alasan Anda melakukan sesuatu adalah uang, itu path to misery.

Uang bisa dibuat lagi. Waktu dan reputasi tidak bisa. 

The "Enough" Question 

Banyak orang chase uang tanpa define berapa "enough." 

$100K? $1M? $10M? $100M? 

Tanpa definisi "enough," Anda akan selalu chase—dan tidak pernah satisfied. 

Naval Ravikant: "Desire is a contract you make with yourself to be unhappy until you get what you want." 

Jadi pilih desire Anda carefully. Dan define finish line-nya.


Bagian 7: Kesehatan—Optimalkan Tubuh, Optimalkan Performa 

Ketosis dan Fasting—Biohacking Favorit Titans 

Banyak titans experiment dengan ketosis—state metabolic di mana tubuh membakar lemak untuk energi instead of carbs. 

Manfaat yang dilaporkan: 

  • Mental clarity lebih tinggi
  • Energi lebih stabil (tidak ada crash setelah makan)
  • Fat loss
  • Longevity benefits

Cara masuk ketosis: 

1. Ketogenic diet - high fat, moderate protein, very low carb 

2. Intermittent fasting - makan dalam window terbatas (misalnya 8 jam)

3. Extended fasts - tidak makan 24-72 jam (dengan supervision medis) 

Tim Ferriss pribadi melakukan 3-hari fast setiap quarter untuk "reset" sistem dan mental clarity. 

Catatan penting: Ini bukan untuk semua orang. Konsultasi dengan dokter sebelum mencoba. 

Cold Exposure—Wim Hof Method 

Wim Hof, "The Iceman," bisa bertahan di cold extreme dengan teknik pernapasan dan mental training. 

Banyak titans adopt cold exposure: 

  • Tony Robbins cold plunge setiap pagi
  • Tim Ferriss cold shower setiap pagi
  • Laird Hamilton ice bath setelah workout

Manfaat

  • Mental toughness—start the day with discomfort
  • Improved circulation
  • Reduced inflammation
  • Fat burning (cold thermogenesis)

Movement & Mobility 

Kelly Starrett, physical therapist dan mobility expert, menekankan:

"Sitting is the smoking of our generation." 

Titans prioritize movement: 

  • Standing desk atau treadmill desk
  • Mobility work setiap hari (stretching, foam rolling)
  • Walk meetings instead of sit meetings
  • Break up sitting every 30-60 menit

Bagian 8: Wisdom—Hidup dengan Makna 

Stoicism—Philosophy Favorit Titans 

Banyak titans (termasuk Tim Ferriss) study Stoicism—ancient Greek philosophy.

Prinsip kunci: 

1. Fokus pada apa yang bisa Anda kontrol, lepaskan yang tidak 

2. Negative visualization - imagine losing apa yang Anda punya to appreciate it more

3. Amor fati - love your fate, embrace apa yang terjadi 

Marcus Aurelius, Roman Emperor dan Stoic philosopher: 

"You have power over your mind, not outside events. Realize this, and you will find strength." 

Gratitude Practice 

Hampir semua titans practice gratitude dalam beberapa bentuk. 

Tony Robbins: 3 menit gratitude setiap pagi. 

Tim Ferriss: Tulis 3 hal yang disyukuri dalam journal. 

Oprah: Gratitude journal yang dia keep selama bertahun-tahun. 

Mengapa ini powerful? 

Brain science: Anda tidak bisa merasa grateful dan anxious pada saat yang sama. Gratitude literally mengubah brain chemistry Anda. 

"If You're Looking for a Formula for Greatness..." 

Tim Ferriss conclude: 

"Jika Anda mencari formula untuk greatness, yang paling mendekati adalah ini: Consistency driven by a deep love of the work." 

Bukan talent. Bukan luck. Bukan connections.

Consistency. Driven by love. 

Anda tidak bisa sustain excellence jangka panjang dengan motivasi ekstrinsik (uang, fame, approval). 

Anda hanya bisa sustain dengan motivasi intrinsik—genuine love untuk pekerjaan itu sendiri.


Penutup: Tools Are Useless Without Action

Di akhir buku, Tim Ferriss memberi reminder penting: 

"Buku ini penuh dengan tools. Tapi tools tidak berguna jika tidak digunakan." 

Anda baru saja membaca puluhan insights dari orang paling sukses di dunia. Tapi membaca tidak mengubah hidup Anda. Implementing does. 

Challenge untuk Anda 

Jangan coba adopt semua tools sekaligus. Itu overwhelming dan tidak sustainable.

Sebagai gantinya: 

Pilih 1-3 tools yang paling resonate dengan Anda. Test selama 30 hari. Track hasilnya.

Mungkin itu: 

  • Morning routine sederhana: make bed + 10 menit meditasi + journaling
  • Fear-setting exercise untuk keputusan besar yang Anda tunda
  • "Hell Yeah or No" rule untuk semua commitment baru
  • Writing 500 kata setiap hari untuk 30 hari
  • Intermittent fasting 16:8
  • Cold shower setiap pagi

Start small. Test. Iterate. Build your own toolkit. 

Ingat Kata-Kata Steve Jobs 

"Semua yang Anda sebut 'hidup' dibuat oleh orang yang tidak lebih pintar dari Anda. Dan Anda bisa mengubahnya, Anda bisa mempengaruhinya, Anda bisa membangun hal Anda sendiri yang orang lain bisa gunakan." 

Para titans di buku ini bukan superhuman. Mereka manusia dengan kelemahan dan struggles. 

Bedanya? Mereka punya courage untuk push past obstacles. Dan sistem untuk sustain excellence. 

Anda bisa melakukan hal yang sama. 

Tools-nya ada di buku ini. Execution-nya ada di tangan Anda. 

Jadi, tool mana yang akan Anda test pertama kali?


Tentang Buku Asli 

"Tools of Titans: The Tactics, Routines, and Habits of Billionaires, Icons, and World-Class Performers" diterbitkan pada Desember 2016 dan langsung menjadi New York Times bestseller. 

Tim Ferriss adalah entrepreneur, investor, dan penulis bestselling dari "The 4-Hour Workweek," "The 4-Hour Body," dan "The 4-Hour Chef." Podcast-nya, "The Tim Ferriss Show," telah diunduh lebih dari 700 juta kali dan dianggap sebagai salah satu podcast bisnis terbaik di dunia. 

Ferriss juga angel investor di perusahaan seperti Uber, Facebook, Shopify, Duolingo, dan Alibaba. Tapi yang membedakannya adalah kemampuannya untuk deconstruct bagaimana orang sukses berpikir dan beroperasi—dan mengkomunikasikannya dengan cara yang actionable. 

Buku asli adalah 700+ halaman penuh dengan detail, quotes, dan recommendations yang tidak bisa sepenuhnya ditangkap dalam ringkasan. Ini termasuk: 

  • Rekomendasi buku dari setiap guest
  • Tools dan equipment spesifik yang mereka gunakan
  • Protocols detail untuk health, training, dan productivity
  • Quotes inspiratif yang bisa jadi mantra Anda

Untuk pengalaman lengkap dan untuk menemukan tools yang paling cocok untuk situasi spesifik Anda, sangat disarankan membaca buku aslinya. Perlakukan sebagai reference book—buka ketika Anda butuh insight untuk area tertentu dalam hidup Anda. 

Sekarang tutup ringkasan ini. Pilih satu tool. Dan test. 

Your titans toolkit is waiting to be built.

 

That's the end — you've finished this summary.

Read next: The 5 AM Club
Back to top

Similar books