Lompat ke konten utama

You Can Negotiate Anything

oleh Herb Cohen · Desember 2025 · 14 menit baca

Malam yang Memalukan di Restoran

Daftar isi

Malam yang Memalukan di Restoran 

Herb Cohen, negosiator dunia yang telah menangani segala hal dari klaim asuransi hingga pelepasan sandera, pernah mengalami kekalahan paling memalukan dalam karirnya—oleh anak berusia 9 tahun. 

Suatu malam, ia dan istrinya memutuskan untuk membawa anak bungsu mereka—seorang bocah kurus yang pemilih makanan—ke restoran mewah. Kesalahan besar. 

Segera setelah duduk, sang anak mulai menunjukkan keengganannya. Ia mengeluh, merengek, dan semakin keras. Orang-orang di meja sekitar mulai melirik. Bisikan terdengar. Herb dan istrinya merasa seperti orang tua terburuk di dunia. 

Akhirnya, malu dan frustrasi, mereka menyerah. Membayar tagihan (untuk makanan yang bahkan belum datang), dan bergegas keluar. 

Di mobil pulang, istri Herb berkata, "Herb, aku rasa kita belajar sesuatu malam ini. Mari kita jangan pernah membawa monster kecil itu ke restoran lagi." 

Dan mereka tidak pernah melakukannya. 

Apa yang terjadi? Seorang bocah 9 tahun baru saja menegosiasikan hasil yang ia inginkan—dengan menggunakan informasi (ia tahu orang tuanya tidak suka diper 

malukan) dan kekuatan (kemampuannya untuk menciptakan adegan) untuk mempengaruhi perilaku mereka. 

Dalam momen memalukan itu, Herb menyadari kebenaran fundamental: Semua orang adalah negosiator. Termasuk anak-anak. 

Dan jika seorang anak 9 tahun bisa mengalahkan negosiator profesional, bayangkan apa yang bisa Anda capai jika Anda benar-benar memahami permainan ini.


Bagian 1: Dunia Adalah Meja Negosiasi Raksasa

Anda Bernegosiasi Lebih Sering dari yang Anda Kira 

Kebanyakan orang berpikir negosiasi hanya terjadi dalam situasi formal—membeli mobil, menegosiasikan gaji, kontrak bisnis besar. 

Tapi Herb Cohen punya berita: Anda bernegosiasi setiap hari, mau tidak mau. 

Ketika Anda mencoba membuat anak Anda berperilaku baik? Negosiasi. Ketika Anda meminta bos Anda untuk kenaikan gaji? Negosiasi. Ketika Anda memutuskan kemana pergi liburan dengan pasangan? Negosiasi. Ketika Anda mencoba menghindari tilang polisi? Negosiasi. Ketika Anda berusaha membuat toko menerima cek personal Anda? Negosiasi. 

Definisi negosiasi menurut Herb sangat sederhana: "Bidang pengetahuan yang berfokus pada mendapatkan dukungan dari orang-orang yang kita inginkan sesuatu dari mereka." 

Atau lebih sederhana lagi: Menggunakan informasi dan kekuatan untuk mempengaruhi perilaku orang lain. 

Hampir Semua Hal Bisa Dinegosiasikan 

"Tapi tunggu," Anda mungkin berkata, "Tidak semua hal bisa dinegosiasikan. Ada aturan yang keras. Ada kebijakan perusahaan. Ada hukum." 

Herb tersenyum dan berkata: Hampir semuanya adalah hasil dari dugaan manusia dan negosiasi. 

Harga di toko yang mengatakan "harga pas"? Bisa dinegosiasikan. Hipotek bank? Bisa dinegosiasikan. Tilang parkir? Bisa dinegosiasikan. Bahkan pajak dengan IRS (Internal Revenue Service)? Ya, bahkan itu bisa dinegosiasikan—karena di balik semua aturan dan prosedur, ada manusia yang membuat keputusan. 

Satu-satunya hal yang benar-benar tidak bisa dinegosiasikan adalah hukum alam (gravitasi akan tetap menarik Anda ke bawah) dan perintah moral fundamental yang menjaga fabric masyarakat. 

Tapi sisanya? Game terbuka. 

Pertanyaannya bukan "Bisakah ini dinegosiasikan?" tetapi "Apakah ini layak untuk dinegosiasikan?" Apakah sepadan dengan waktu, energi, dan modal sosial Anda?


Bagian 2: Tiga Variabel Krusial 

Dalam setiap negosiasi di dunia—dari pembelian rumah hingga negosiasi diplomatik internasional—selalu ada tiga elemen krusial: 

1. Kekuatan (Power) 

Pihak lain selalu tampak memiliki lebih banyak kekuatan dan otoritas daripada yang Anda pikir Anda miliki. 

Tapi inilah rahasia yang mengubah permainan: Semua kekuatan didasarkan pada persepsi. 

Jika Anda berpikir Anda punya kekuatan, maka Anda punya. Jika Anda berpikir Anda tidak punya, maka Anda tidak punya—bahkan jika faktanya Anda sebenarnya dalam posisi kuat. 

Henry Ford pernah berkata: "Apakah Anda berpikir Anda bisa atau Anda tidak bisa, Anda selalu benar." 

Kekuatan adalah kemampuan untuk menyelesaikan sesuatu, mengontrol orang, peristiwa, situasi, dan diri sendiri. 

Dan kekuatan datang dari berbagai sumber: 

Kekuatan Kompetisi - Jika Anda punya alternatif, Anda punya kekuatan. Penjual mobil lebih cenderung memberikan diskon jika ia tahu Anda juga berbicara dengan dealer lain. 

Kekuatan Legitimasi - Kata-kata di atas kertas resmi memiliki kekuatan luar biasa. Tanda "DELAWARE TUTUP" di jalan tol membuat semua orang berbalik—bahkan ketika itu hanya untuk syuting TV. Tidak ada yang mempertanyakannya. 

Kekuatan Preseden - "Kami selalu melakukannya dengan cara ini." Frasa itu menghentikan banyak negosiasi sebelum dimulai. Tapi Herb memperingatkan: jangan biarkan pengalaman terbatas Anda mewakili kebenaran universal. 

Kekuatan Komitmen - Semakin banyak waktu dan sumber daya yang seseorang investasikan, semakin sulit bagi mereka untuk pergi. Ini adalah dasar dari teknik "nibble" yang akan kita bahas nanti. 

Kekuatan Empati - Memahami posisi pihak lain memberi Anda kekuatan untuk menemukan solusi yang bekerja untuk kedua belah pihak. 

Kekuatan Keyakinan dan Kepercayaan Diri - Ini adalah yang paling penting. Cara Anda terlihat, cara Anda berbicara, cara Anda membawa diri—semua ini memberi sinyal kepada orang lain tentang seberapa besar kekuatan yang Anda miliki.

2. Waktu (Time) 

Pihak lain tampaknya tidak berada di bawah tekanan organisasi, batasan waktu, dan tenggat yang sama seperti yang Anda rasakan. 

Tapi kebenaran adalah: Waktu mempengaruhi semua orang. Pertanyaannya adalah siapa yang lebih bisa bersabar. 

Dalam negosiasi, pihak yang memiliki lebih banyak waktu biasanya memiliki keuntungan. 

Mengapa? Karena tenggat menciptakan tekanan. Dan tekanan membuat orang membuat keputusan terburu-buru yang tidak optimal. 

Herb menceritakan pengalamannya di Jepang. Setelah dua minggu negosiasi yang tidak produktif, ia menghadapi penerbangan pulang besok. Tuan rumah Jepangnya tahu ini. Mereka menunggu sampai malam terakhir, kemudian mengajukan penawaran yang sangat tidak menguntungkan. 

Herb, tidak ingin pulang dengan tangan kosong setelah dua minggu, menerima kesepakatan buruk. 

Pelajarannya? Jangan biarkan tenggat memaksa Anda membuat keputusan buruk. Tenggat adalah ciptaan Anda sendiri. Jika perlu, perpanjang. Jika perlu, pergi tanpa kesepakatan. 

Kesabaran adalah senjata. Orang yang bisa menunggu—atau setidaknya tampak seperti mereka bisa menunggu—memiliki keunggulan besar. 

3. Informasi (Information) 

Pihak lain tampaknya tahu lebih banyak tentang Anda dan kebutuhan Anda daripada Anda tahu tentang mereka dan kebutuhan mereka. 

Dan inilah kenyataannya: Informasi adalah kekuatan. 

Semakin banyak Anda tahu tentang: 

  • Kebutuhan sebenarnya pihak lain
  • Batasan mereka
  • Tenggat mereka
  • Alternatif mereka
  • Prioritas mereka

...semakin baik posisi Anda untuk menegosiasikan hasil yang menguntungkan.

Pengumpulan informasi dimulai jauh sebelum negosiasi formal. Ini dimulai dengan penelitian, dengan percakapan informal, dengan mengajukan pertanyaan yang tepat. 

Herb menekankan: Belajarlah mengajukan pertanyaan, bahkan ketika Anda pikir Anda sudah tahu jawabannya. 

Mengapa? Karena: 

1. Anda mungkin salah tentang apa yang Anda pikir Anda tahu 

2. Cara mereka menjawab (nada, bahasa tubuh, ragu-ragu) memberi Anda informasi tambahan 

3. Pertanyaan membuat pihak lain berbicara—dan orang yang berbicar lebih banyak cenderung mengungkapkan lebih banyak 

Pertanyaan "Bagaimana jika?" sangat kuat: 

"Bagaimana jika saya membawa mesin pemotong rumput itu sendiri alih-alih Anda mengirimkannya? Bagaimana itu mempengaruhi harga?" 

"Bagaimana jika saya membeli dua kasus anggur ini alih-alih satu?" 

"Bagaimana jika saya membayar tunai alih-alih kartu kredit?" 

Setiap "bagaimana jika" adalah cara untuk menguji fleksibilitas mereka dan menemukan peluang untuk kesepakatan yang lebih baik.


Bagian 3: Win-Win vs Win-Lose 

Negosiator Gaya Soviet 

Herb menggunakan Uni Soviet sebagai contoh klasik dari negosiator "win-lose"—mereka yang melihat negosiasi sebagai medan perang di mana satu pihak harus kalah agar pihak lain menang. 

Taktik negosiator gaya Soviet mencakup: 

Posisi Awal yang Konyol - Ketika USSR ingin membeli tanah di Long Island senilai $425.000, mereka menawarkan $125.000. Ketika akhirnya mereka "meningkatkan" tawaran, itu hanya menjadi $133.000. Konsesi yang sangat pelit. 

Konsesi Minimal di Menit Terakhir - Mereka berharap tekanan tenggat akan membuat lawan menyerah. 

Negosiator dengan Otoritas Terbatas - Mereka mengirim orang yang "tidak bisa memutuskan tanpa persetujuan Moscow," yang berarti Anda efektif bernegosiasi dengan diri sendiri. 

Taktik Emosional - Intimidasi, berjalan keluar, bahkan menangis. Apakah Anda pernah mencoba bernegosiasi dengan seseorang yang menangis? Anda sering berakhir memberikan apa pun yang mereka inginkan. 

Mengapa Ini Buruk? 

Negosiasi win-lose mengasumsikan ada sejumlah "kue" tetap yang harus dibagi. Jika saya mendapat lebih banyak, Anda harus mendapat lebih sedikit. 

Hasil terbaik yang bisa dicapai dalam mindset ini adalah kompromi—yang, meskipun terdengar positif, sebenarnya berarti kedua belah pihak menyerahkan sesuatu yang mereka inginkan. 

Tidak ada yang benar-benar bahagia. 

Keindahan Win-Win 

Tapi ada cara yang lebih baik: Negosiasi win-win. 

Ini bukan fantasi idealis. Ini strategi praktis yang sering menghasilkan hasil lebih baik untuk kedua belah pihak. 

Rahasianya adalah memahami bahwa orang jarang menginginkan hal yang persis sama.

Bayangkan keluarga mencoba memutuskan kemana pergi liburan: 

  • Ayah ingin pergi ke Texas
  • Ibu ingin pergi ke Rocky Mountains
  • Anak ingin pergi ke pantai

Jika Anda melihat ini sebagai win-lose, seseorang harus menang dan yang lain kalah. Atau mereka berkompromi dengan tempat yang tidak ada yang benar-benar inginkan. 

Tapi jika Anda menggali lebih dalam ke kebutuhan yang mendasari: 

  • Ayah ingin Texas karena dia suka sejarah Wild West
  • Ibu ingin gunung karena dia suka hiking
  • Anak ingin pantai karena dia suka air

Dengan memahami kebutuhan sebenarnya, Anda mungkin menemukan solusi kreatif: California memiliki pantai (untuk anak), hiking gunung dekat (untuk ibu), dan sejarah Gold Rush (untuk ayah). 

Semua orang menang—bukan karena kompromi, tetapi karena harmonisasi kebutuhan yang berbeda.


Bagian 4: Teknik dan Taktik Negosiasi 

Teknik "Nibble" (Gigit Kecil) 

Ini adalah salah satu taktik paling efektif—dan paling menjengkelkan—dalam negosiasi. 

Nibble adalah ketika Anda melempar permintaan kecil tambahan di detik terakhir, seringkali setelah kesepakatan utama sudah disepakati. 

Contoh: Anda membeli komputer custom yang mahal. Penjual menghabiskan berjam-jam membangunnya sesuai spesifikasi Anda. Ketika Anda datang untuk mengambilnya, Anda berkata, "Oh, bisakah Anda melempar keyboard dan mouse gratis?" 

Karena mereka sudah menginvestasikan begitu banyak waktu dan uang membangun komputer untuk Anda, mereka cenderung memberikan permintaan kecil ini daripada kehilangan seluruh kesepakatan. 

Bagaimana Melindungi Diri? 

Ketika Anda mendeteksi nibble, Anda punya beberapa pilihan: 

1. Nibble kembali: "Oke, tapi kemudian Anda harus memberikan garansi tambahan setahun." 

2. Tetap teguh: "Maaf, kita sudah menyepakati harga. Itu final." 

3. Antisipasi di muka: "Sebelum kita finalisasi, apakah ada yang lain yang Anda inginkan?"

Teknik "Flinch" (Terlonjak) 

Ketika seseorang memberikan penawaran atau harga, reaksi pertama Anda sangat penting.

Jika Anda langsung menerima tanpa reaksi, mereka akan berpikir mereka bisa meminta lebih. Teknik flinch adalah bereaksi dengan: 

  • Keheningan panjang (sangat kuat!)
  • Ekspresi wajah terkejut
  • "Wah, itu lebih tinggi dari yang saya harapkan..."

Bahkan jika harga itu sebenarnya bagus, flinch membuat mereka bertanya-tanya apakah mereka bisa melakukan lebih baik—dan sering kali mereka akan menawarkan konsesi tanpa Anda bahkan meminta.

Kekuatan Keheningan 

Herb menekankan sesuatu yang kontraintuitif: Keheningan bisa sama efektifnya dengan air mata, kemarahan, atau agresi. 

Kebanyakan orang tidak nyaman dengan keheningan. Mereka merasa terdorong untuk mengisinya. Dan ketika mereka berbicara untuk mengisi keheningan, mereka sering mengungkapkan informasi berharga atau membuat konsesi. 

Jadi ketika Anda tidak yakin apa yang harus dikatakan, jangan katakan apa-apa.

Biarkan keheningan bekerja untuk Anda. 

Teknik "What If?" (Bagaimana Jika?) 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, pertanyaan "bagaimana jika" adalah alat yang sangat kuat untuk: 

  • Menguji fleksibilitas
  • Menemukan peluang trade-off
  • Menjelajahi alternatif tanpa komitmen

"Bagaimana jika saya..." tidak mengikat Anda pada apa pun, tetapi membuka percakapan tentang kemungkinan. 

Pura-pura Tidak Tahu 

Kadang-kadang, tampak lebih bodoh dari yang Anda sebenarnya adalah strategi yang brilian. 

Bukan berarti Anda harus bodoh—ingat, informasi adalah kekuatan. Tapi kadang-kadang lebih baik berpura-pura Anda tahu lebih sedikit daripada yang sebenarnya. 

Mengapa? Karena: 

1. Orang lebih cenderung menjelaskan dan mengungkapkan informasi

2. Mereka mungkin meremehkan Anda (yang memberi Anda keuntungan kejutan)

3. Anda bisa mengajukan pertanyaan "naif" yang sebenarnya sangat cerdas

Manipulasi Emosional (Gunakan dengan Hati-hati) 

Herb jujur tentang taktik yang lebih gelap: dalam negosiasi win-lose, orang menggunakan manipulasi emosional untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. 

Ini bisa berupa: 

  • Membuat Anda merasa bersalah
  • Membuat Anda marah sehingga Anda membuat keputusan impulsif
  • Membuat Anda merasa simpati berlebihan
  • Intimidasi

Herb mengajarkan teknik ini bukan agar Anda menggunakannya (meskipun kadang-kadang perlu dalam situasi keras), tetapi agar Anda bisa mengenali ketika digunakan pada Anda. 

Ketika Anda menyadari seseorang mencoba memanipulasi emosi Anda, Anda bisa mundur, mengambil napas, dan membuat keputusan rasional alih-alih emosional.


Bagian 5: Persiapan dan Penelitian 

Negosiasi Dimulai Jauh Sebelum Anda Duduk di Meja 

Negosiator amatir berpikir negosiasi dimulai ketika kedua belah pihak duduk bersama.

Negosiator profesional tahu bahwa 80% dari negosiasi terjadi sebelum pertemuan formal.

Ini adalah waktu ketika Anda: 

Mengumpulkan Informasi 

  • Tentang pihak lain: kebutuhan mereka, batasan mereka, tenggat mereka
  • Tentang pasar: apa yang normal, apa yang mungkin
  • Tentang alternatif: apa pilihan Anda jika ini tidak berhasil?

Membangun Hubungan Percakapan informal sebelum negosiasi formal sangat berharga. Orang lebih cenderung memberikan konsesi kepada orang yang mereka suka dan percayai. 

Menentukan BATNA Anda BATNA (Best Alternative To a Negotiated Agreement) adalah alternatif terbaik Anda jika negosiasi gagal. 

Mengetahui BATNA Anda memberi Anda kebebasan untuk berjalan pergi jika kesepakatan tidak bagus. Dan kebebasan itu—atau penampilan kebebasan itu—adalah kekuatan. 

Mempersiapkan Strategi 

  • Apa posisi pembukaan Anda?
  • Apa hasil ideal Anda?
  • Apa hasil minimum yang dapat diterima?
  • Apa trade-off yang bersedia Anda buat?
  • Apa pertanyaan yang akan Anda ajukan?

Sumber Informasi yang Sering Diabaikan 

Herb menunjukkan bahwa informasi terbaik sering datang dari sumber yang tidak terduga: 

Staf Junior - Resepsionis, asisten, staff pendukung sering tahu lebih banyak tentang apa yang sebenarnya terjadi daripada eksekutif senior. Dan mereka lebih cenderung berbicara secara informal. 

Kompetitor - Pesaing Anda kadang-kadang akan berbagi informasi, terutama jika Anda mendekati mereka dengan cara yang benar. 

Pengamatan Langsung - Perhatikan. Apakah mereka terlihat stres? Apakah kantor mereka sibuk atau sepi? Detail-detail kecil mengungkapkan banyak.


Bagian 6: Elemen Manusia 

Negosiasi adalah Tentang Orang, Bukan Hanya Angka 

Salah satu poin paling penting yang Herb buat adalah: Jangan perlakukan negosiasi sebagai transaksi tanpa wajah. Ini adalah interaksi manusia. 

Orang membuat keputusan berdasarkan emosi dan kemudian membenarkannya dengan logika. Jika Anda hanya fokus pada angka dan mengabaikan elemen manusia, Anda kehilangan sebagian besar permainan. 

Bangun Koneksi Personal 

Orang lebih cenderung membuat konsesi untuk orang yang mereka suka. 

Ini bukan tentang manipulasi murni. Ini tentang mengenali bahwa kita semua manusia dengan kebutuhan untuk dihormati, dipahami, dan dihargai. 

Cara membangun koneksi: 

Temukan Kesamaan - Hobi, latar belakang, pengalaman bersama. "Oh, Anda juga bermain golf? Di mana Anda biasa bermain?" 

Tunjukkan Minat Asli - Tanyakan tentang mereka. Dengarkan dengan sungguh-sungguh. Orang suka berbicara tentang diri mereka sendiri. 

Berempati - Coba lihat situasi dari perspektif mereka. Apa tekanan yang mereka hadapi? Apa yang membuat pekerjaan mereka sulit? 

Rentan dan Self-Effacing - Berlawanan dengan intuisi, menunjukkan sedikit kerentanan sering lebih efektif daripada tampil sempurna dan mengintimidasi. Orang lebih terbuka dengan orang yang tampak manusiawi. 

Mengenali Dua Jenis Lawan 

Herb membedakan antara: 

Lawan Ide - Mereka tidak setuju dengan Anda tentang fakta atau pendekatan, tetapi mereka terbuka untuk alasan dan bukti. Anda bisa bekerja dengan mereka. 

Lawan Visceral - Mereka bereaksi secara emosional dan personal. Mereka tidak akan menerima argumen Anda tidak peduli seberapa rasional itu. Dengan mereka, Anda perlu pendekatan yang lebih sensitif untuk menghindari konflik emosional. 

Mengenali mana yang Anda hadapi adalah kunci untuk memilih strategi yang tepat.


Penutup: Menjadi Negosiator yang Lebih Baik

Negosiasi adalah Keahlian, Bukan Keberuntungan 

Pesan inti dari Herb Cohen adalah ini: Siapa pun bisa menjadi negosiator yang lebih baik dengan latihan. 

Ini bukan bakat bawaan yang Anda punya atau tidak punya. Ini adalah serangkaian keterampilan, alat, dan teknik yang bisa dipelajari dan disempurnakan. 

Prinsip-Prinsip untuk Dibawa 

1. Sadar bahwa Anda bernegosiasi sepanjang waktu. Kesadaran adalah langkah pertama menuju perbaikan. 

2. Kuasai tiga variabel: Power, Time, Information. Ini adalah fondasi dari setiap negosiasi. 

3. Cari win-win kapan pun mungkin. Ini bukan hanya lebih etis—sering kali lebih efektif dalam jangka panjang. 

4. Persiapkan secara menyeluruh. Negosiasi dimulai jauh sebelum pertemuan formal. 

5. Ajukan pertanyaan. Dengarkan lebih banyak daripada Anda berbicara. Informasi adalah kekuatan. 

6. Proyeksikan kepercayaan diri bahkan ketika Anda tidak merasakannya. Kekuatan didasarkan pada persepsi. 

7. Bersabar. Waktu adalah sekutu Anda. Jangan biarkan tenggat memaksa Anda ke kesepakatan buruk. 

8. Kenali taktik manipulatif ketika digunakan pada Anda. Kesadaran melindungi Anda. 

9. Bangun hubungan manusia yang nyata. Orang membuat konsesi untuk orang yang mereka suka dan percayai. 

10. Ketahui BATNA Anda dan bersedialah untuk berjalan pergi. Kebebasan untuk mengatakan tidak adalah kekuatan ultimate.

Tantangan untuk Anda 

Dalam minggu depan, identifikasi tiga situasi di mana Anda bernegosiasi tanpa menyadarinya. Mungkin: 

  • Memutuskan dengan pasangan Anda acara TV apa yang akan ditonton
  • Meminta teman membantu Anda pindah
  • Mencoba mendapatkan meja yang lebih baik di restoran

Dalam setiap situasi, tanyakan pada diri sendiri: 

  • Apa yang saya coba capai?
  • Apa kekuatan saya dalam situasi ini?
  • Informasi apa yang saya butuhkan?
  • Apakah tenggat mempengaruhi saya?
  • Bagaimana saya bisa menciptakan win-win?

Latihan membuat sempurna. Dan kehidupan memberi Anda ribuan peluang untuk berlatih setiap hari.


Tentang Buku Asli 

You Can Negotiate Anything ditulis oleh Herb Cohen dan pertama kali diterbitkan pada 1980. Buku ini menghabiskan sembilan bulan di daftar bestseller New York Times dan telah terjual lebih dari satu juta copy. 

Herb Cohen adalah negosiator dunia yang telah bekerja pada segala hal dari klaim asuransi hingga pelepasan sandera. Kliennya termasuk eksekutif bisnis, perusahaan besar, dan badan pemerintah seperti Departemen Luar Negeri, FBI, CIA, dan Departemen Kehakiman AS. 

Dia juga mengklaim telah menciptakan istilah "win-win" pada tahun 1963, meskipun ini diperdebatkan oleh beberapa sejarawan negosiasi. 

Yang tidak diperdebatkan adalah pengaruh buku ini. Konsep tiga variabel (Power, Time, Information) telah menjadi dasar dalam bidang negosiasi dan diajarkan di sekolah bisnis di seluruh dunia. 

Untuk pemahaman penuh, sangat disarankan membaca buku aslinya. Herb menggunakan storytelling yang brilian dengan anekdot personal yang membuat konsep-konsep kompleks menjadi mudah dipahami dan diingat. 

Ringkasan ini memberikan overview komprehensif tentang ide-ide kunci, tetapi tidak menggantikan kekayaan contoh, nuansa, dan humor dari buku asli. 

Sekarang, ambil apa yang Anda pelajari dan mulai bernegosiasi untuk kehidupan yang lebih baik. 

Ingat: Anda bisa menegosiasikan apa saja. Pertanyaannya adalah: Apakah Anda akan melakukannya?

 

Selesai. Kamu sudah menuntaskan ringkasan ini.

Baca berikutnya: The Culture Map
Kembali ke atas

Buku serupa