Who Is Government?
by Michael Lewis · January 2026 · 19 min read
Pertanyaan yang Mengubah Perspektif
Table of contents
Pertanyaan yang Mengubah Perspektif
Coba bayangkan ini:
Anda adalah seorang penambang batubara. Setiap hari, Anda turun 160 meter di bawah tanah. Gelap. Pengap. Dingin. Dan di atas kepala Anda—jutaan ton batu yang bisa runtuh kapan saja.
Abad ke-20: 100.000 penambang mati di Amerika. Setengahnya karena atap tambang runtuh. 50.000 jiwa. Ayah, suami, anak—tertimbun batu dalam kegelapan.
Tahun 1960-an: masih 200 penambang mati setiap tahun. Setengahnya karena atap runtuh. Dan ironisnya? Setengah dari yang mati itu mengikuti semua aturan keselamatan yang ada.
Aturannya tidak cukup baik. Tapi tidak ada yang mengubahnya.
Lalu datang seorang pria—anak dari kota kecil Princeton, New Jersey, yang memutuskan untuk menjadi penambang batubara setelah lulus SMA. Dia hampir mati dua kali dalam dua tahun bekerja. Dan dia memutuskan: ini harus berubah.
Namanya Christopher Mark.
Dia tidak mendirikan perusahaan teknologi keselamatan. Dia tidak mencari venture capital. Dia tidak menjual solusi ke perusahaan tambang.
Dia bergabung dengan pemerintah federal.
Dan selama 40 tahun, tanpa ada yang tahu namanya, tanpa pernah mencari publikasi—dia menyelesaikan masalah yang membunuh ribuan orang.
2016: Untuk pertama kali dalam sejarah, nol penambang mati karena atap tambang runtuh.
Nol.
Berapa jiwa yang dia selamatkan? Tidak ada yang bisa menghitung. Ribuan? Puluhan ribu? Kita tidak tahu—karena kita tidak menghitung bencana yang tidak terjadi.
Ini adalah kisah yang diceritakan Michael Lewis—penulis bestseller "The Big Short," "Moneyball," dan "The Fifth Risk"—dalam buku "Who Is Government?".
Tapi bukan hanya kisah Christopher Mark. Ini adalah kumpulan delapan profil tentang orang-orang yang bekerja untuk pemerintah federal Amerika—orang-orang yang tidak kaya, tidak terkenal, tidak mencari perhatian—tetapi melakukan pekerjaan yang mengubah hidup jutaan orang.
Di era di mana "birokrat pemerintah" menjadi cemooh, di mana politisi berkompetisi menyebutkan pemerintah sebagai "rawa yang harus dikeringkan," di mana jutaan pegawai federal dianggap tidak produktif—buku ini mengajukan pertanyaan sederhana tapi powerful:
Siapa sebenarnya pemerintah itu? Dan apa yang sebenarnya mereka lakukan?
Jawabannya akan mengejutkan Anda.
Mari kita mulai.
Bagian 1: Atap yang Tidak Runtuh—Kisah Christopher Mark
Dari Tambang ke PhD
Christopher Mark bukan orang yang Anda bayangkan ketika mendengar "ilmuwan pemerintah."
Ayahnya adalah profesor teknik di Princeton yang mempelajari mengapa katedral Gothic tidak runtuh. Tapi Chris tidak masuk Princeton. Setelah lulus SMA, dia memilih jalan yang sangat berbeda: menjadi penambang batubara di West Virginia.
Tahun 1976. Usia 18 tahun. Turun ke kegelapan tambang setiap hari.
"Saya hampir mati dua kali," kenangnya.
Satu kali, atap di sebelah dia runtuh—tidak mengenainya hanya karena keberuntungan. Kali lain, dia melihat rekan kerjanya tertimbun.
Kebanyakan orang akan kabur dari pekerjaan seperti itu. Tapi Chris berpikir berbeda: "Ini masalah yang bisa diselesaikan. Harus ada cara yang lebih baik."
Dia kembali ke sekolah. Kuliah teknik pertambangan. PhD. Dan ketika selesai, semua orang mengira dia akan menjadi profesor atau konsultan untuk perusahaan tambang besar.
Tapi Chris menyadari sesuatu: Hanya pemerintah yang punya insentif untuk menyelesaikan masalah ini.
Perusahaan tambang? Mereka melihat keselamatan sebagai "cost." Eksekutif perusahaan yang mengunjungi Penn State membuatnya jelas: mereka menganggap keselamatan adalah "topik untuk orang lemah."
Tidak ada perusahaan tambang tunggal yang akan mendanai penelitian yang menguntungkan semua kompetitor mereka. Dan tidak ada universitas yang bisa menjamin akses ke tambang yang dia butuhkan untuk penelitian.
Jadi tahun 1987, Chris bergabung dengan U.S. Bureau of Mines (sekarang bagian dari Mine Safety and Health Administration). Gaji? Maksimal $200,000 setahun—jauh dari apa yang bisa dia dapat di sektor swasta.
Tapi dia punya sesuatu yang lebih berharga: kebebasan untuk menyelesaikan masalah yang benar-benar penting.
Memecahkan Masalah yang Membunuh Ribuan
Masalahnya rumit. Atap tambang ditopang oleh "pillars"—pilar batubara yang ditinggalkan saat menambang. Tapi berapa besar pilar yang cukup? Terlalu kecil—runtuh. Terlalu besar—membuang-buang batubara yang bisa ditambang.
Selama puluhan tahun, engineer menggunakan aturan praktis yang tidak presisi. Dan hasilnya? Ratusan mati.
Chris menghabiskan satu dekade mempelajari satu masalah: bagaimana mendesain pilar yang tepat untuk tambang longwall.
"Mengapa saya menemukan ini begitu menarik adalah misteri bagi semua orang yang pernah saya temui," katanya dengan jujur. "Tapi saya memang menemukan ini menarik."
Kebanyakan orang yang cukup pintar untuk menyelesaikan masalah teknis seperti ini akan bosan sebelum selesai. "Anda harus cerdas tapi tidak terlalu cerdas untuk menghabiskan bertahun-tahun," jelasnya.
Tapi Chris tidak bosan. Dia turun ke ratusan tambang. Mengambil data. Menggabungkan teknik engineering dengan statistik. Menciptakan software yang bisa memprediksi kapan atap akan runtuh.
Dia mengembangkan "mine roof rating"—skala penilaian atap tambang yang sekarang digunakan di seluruh dunia.
Hasilnya? Kematian karena atap runtuh turun drastis. Dari 100 per tahun di tahun 1960-an, menjadi puluhan di tahun 1990-an, menjadi... nol di tahun 2016.
Pekerjaan yang Tidak Terlihat
Inilah yang membuat kisah Chris begitu penting:
Tidak ada yang tahu siapa dia.
Dia tidak pernah muncul di TV. Tidak pernah menulis buku bestseller. Tidak pernah mendapat penghargaan publik yang besar.
Paper-papernya—lebih dari 160—adalah paper teknis, bukan akademis. Ditulis untuk engineer tambang, bukan jurnal bergengsi.
"Saya tidak pernah menulis paper akademis," tegasnya. "Satu pun tidak. Ini paper teknis."
Dia melihat dirinya bukan sebagai akademisi, tapi sebagai problem solver.
Dan inilah paradoks pekerjaan pemerintah yang baik: Semakin berhasil Anda mencegah bencana, semakin tidak terlihat pekerjaan Anda.
Chris tidak bisa mengatakan, "Saya menyelamatkan 5.000 jiwa." Karena bagaimana Anda menghitung orang yang tidak mati? Bagaimana Anda menghitung atap yang tidak runtuh?
Seperti yang dia katakan: "Sebagian besar peran pemerintah dalam kehidupan orang Amerika adalah mencegah bencana. Dan tidak ada cara untuk menghitung bencana yang Anda cegah."
Mengapa Pemerintah?
Ketika Michael Lewis bertanya mengapa Chris memilih pemerintah, jawabannya sederhana tapi profound:
"Jika seseorang di sektor swasta menemukan cara yang lebih baik untuk mendesain pilar, perusahaan mereka akan menyimpannya untuk diri sendiri—karena itu menghemat uang dan memberi mereka keunggulan kompetitif."
"Tapi karena pemerintah federal yang mengembangkan ini, dan secara spesifik ini adalah tindakan keselamatan, maka kami mencoba menyebarkannya seluas dan secepat mungkin. Dan tidak ada orang lain yang punya insentif itu."
Inilah poin sentral: Ada masalah yang hanya bisa diselesaikan pemerintah—bukan karena pemerintah lebih pintar, tapi karena hanya pemerintah yang punya insentif untuk menyelesaikannya.
Perusahaan tambang tidak akan pernah bekerja sama untuk keselamatan bersama. Mereka kompetitor. Tapi pemerintah bisa berkata: "Ini adalah standar minimum keselamatan yang harus semua orang ikuti. Anda bisa bersaing di hal lain, tapi tidak di keselamatan pekerja."
Dan karena Chris Mark—seorang pegawai pemerintah yang tidak terkenal, yang gajinya tidak pernah mencapai $200,000—ribuan penambang pulang ke rumah dengan selamat setiap hari.
Bagian 2: Delapan Kisah, Satu Kebenaran
Heather Stone—Memerangi Penyakit yang Dilupakan
Michael Lewis juga menceritakan kisah Heather Stone di FDA—seorang policy analyst yang mengalami penyakit autoimun di masa mudanya dan menghabiskan karirnya menangani penyakit langka.
Masalahnya: perusahaan farmasi tidak akan mengembangkan obat untuk penyakit yang hanya menginfeksi beberapa ratus orang per tahun. Tidak ada profit di dalamnya.
Tapi ada keluarga yang putri mereka terkena penyakit otak langka yang disebabkan amoeba. Mematikan dalam hitungan hari. Tidak ada obat. Tidak ada yang mau mengembangkan obat.
Heather menjadi penyelamat mereka. Bekerja tanpa henti untuk mendapatkan akses ke treatment eksperimental. Menghubungkan keluarga dengan peneliti. Memotong birokrasi yang bisa membunuh anak itu sebelum obat datang.
Seperti yang Lewis tulis: "Amoeba yang dalam kasus sangat langka masuk dan memakan otak manusia bukanlah masalah yang akan diselesaikan pasar bebas."
Hanya pemerintah yang akan melakukannya. Dan Heather Stone—dengan gaji pegawai pemerintah biasa—melakukannya.
Agen IRS—Pemburu Penjahat Keuangan
Salah satu penulis kontributor menceritakan tentang agen IRS yang seperti "keluar dari thriller kriminal."
Kita semua berpikir IRS hanya tentang mengaudit pajak. Tapi ada unit khusus yang memburu kejahatan keuangan besar: pencucian uang, penipuan, pendanaan terorisme.
Agen ini—yang memilih tetap anonim—menghabiskan bertahun-tahun melacak aliran uang yang kompleks, mengungkap skema kriminal yang melibatkan miliaran dolar.
Tidak ada headline. Tidak ada penghargaan publik. Hanya pekerjaan yang lambat, teliti, dan sangat penting.
Manager National Cemetery Administration—Kehormatan untuk Para Veteran
Salah satu chapter paling mengharukan adalah tentang manager yang mengubah National Cemetery Administration dari organisasi yang berantakan menjadi—menurut review independent—organisasi yang dijalankan paling baik, publik atau swasta, di seluruh negara.
Bagaimana? Dengan memahami satu hal: Ini bukan hanya tentang mengubur orang. Ini tentang memberikan kehormatan kepada mereka yang melayani negara.
Setiap detail penting. Setiap upacara harus sempurna. Setiap keluarga harus merasa bahwa orang yang mereka cintai dihormati.
Tidak ada yang menghasilkan profit dari ini. Tapi ini adalah hutang moral yang kita miliki kepada veteran.
Tim NASA JPL—Menjelajah yang Tidak Menguntungkan
Dave Eggers menulis tentang tim di Jet Propulsion Laboratory yang bekerja pada eksplorasi ruang angkasa dalam.
Menemukan exoplanet. Mempelajari sistem solar yang jauh. Pekerjaan yang tidak akan pernah menghasilkan uang—setidaknya tidak dalam hidup kita.
Seperti yang Eggers tulis: "Tidak ada miliarder yang akan mendanai pekerjaan seperti ini karena tidak ada uang di dalamnya."
Elon Musk tertarik pada Mars karena bisa dikomersilkan. Tapi eksplorasi ilmiah murni? Itu domain pemerintah.
National Archives—Menjaga Memori Bangsa
Sarah Vowell menulis tentang orang-orang yang mendigitalisasi National Archives—dokumen-dokumen yang mendefinisikan sejarah Amerika.
Pekerjaan yang lambat. Teliti. Tidak glamor. Tapi vital.
Bangsa tanpa memori adalah bangsa yang hilang.
Dan orang-orang ini—dengan sabar, tanpa pengakuan—memastikan memori itu tidak hilang.
Bagian 3: Pola yang Muncul—Siapa yang Menjadi Pegawai Pemerintah?
Bukan tentang Uang
Satu pola yang muncul dari semua delapan profil: Tidak ada satu pun dari orang-orang ini yang melakukannya untuk uang.
Mereka semua bisa menghasilkan lebih banyak di sektor swasta. Christopher Mark bisa menjadi konsultan untuk perusahaan tambang dan menghasilkan jutaan. Agen IRS bisa bekerja untuk firma akuntansi besar. Ilmuwan NASA bisa bekerja untuk SpaceX atau Google.
Tapi mereka memilih pemerintah. Mengapa?
Michael Lewis mengutip percakapannya dengan seorang pejabat Trump yang bingung dengan fenomena ini: "Mereka max out di berapa? $200,000? Paling banyak?"
Trump tidak bisa memahami mengapa orang pintar mau bekerja untuk gaji segitu. Baginya—dan banyak orang lain—uang adalah motivasi utama.
Tapi orang-orang dalam buku ini berbeda. Mereka adalah givers, bukan takers.
Mereka menemukan sesuatu yang lebih berharga dari uang: makna.
Seperti yang Lewis observasi: "Ketika mereka di ranjang kematian nanti, mereka akan berpikir: 'Saya melayani tujuan yang benar-benar penting di bumi ini.' Mereka tidak akan berpikir: 'Oh, saya menghasilkan 100 juta. Dan itu untuk apa?'"
Problem Solvers, Bukan Politisi
Satu hal lain yang mencolok: Semua orang ini membenci politik.
Mereka tidak tertarik pada kampanye, pada drama Washington, pada tweet dan headline.
Yang mereka inginkan adalah menyelesaikan masalah teknis yang spesifik.
Christopher Mark tidak peduli siapa presidennya. Dia peduli bagaimana membuat atap tambang tidak runtuh.
Heather Stone tidak peduli partai mana yang berkuasa. Dia peduli bagaimana mendapatkan obat untuk anak yang sekarat.
Mereka adalah technocrats dalam arti terbaik: orang-orang yang menguasai domain teknis mereka dan fokus pada hasil, bukan politik.
Alergi terhadap Pengakuan
Hampir semua orang dalam buku ini menolak publicity.
Christopher Mark: "Tidak normal? Ya, mungkin tidak normal. Tapi saya punya alergi absolut terhadap elitisme akademis."
Dia bisa menjadi professor terkenal. Tapi dia lebih suka bekerja dalam kegelapan—literally dan figuratively.
Yang lain juga sama. Mereka tidak mencari Sammies Award (penghargaan untuk pegawai pemerintah terbaik). Mereka dicalonkan oleh orang lain. Dan ketika menang, respons mereka biasanya: "Ini bukan hanya saya. Ini tim."
Kerendahan hati ini adalah feature, bukan bug.
Orang yang mencari perhatian tidak bertahan 40 tahun meneliti atap tambang. Orang yang mencari pengakuan tidak menghabiskan dekade pada masalah teknis yang hanya dipahami 100 orang di dunia.
Orang-orang ini melakukannya karena pekerjaan itu sendiri yang penting—bukan pengakuan yang datang darinya.
Bagian 4: Mitos vs Realitas Birokrasi Pemerintah
Mitos: "Pegawai Pemerintah Malas dan Tidak Produktif"
Ini adalah stereotip yang paling umum: pegawai pemerintah menghabiskan hari dengan duduk-duduk, minum kopi, tidak melakukan apa-apa, menunggu pensiun.
Lewis menghancurkan mitos ini dengan data:
Jumlah pegawai federal telah konstan di 2,3 juta selama 50 tahun terakhir—meskipun populasi Amerika tumbuh dari 200 juta menjadi 330 juta.
Artinya? Pegawai pemerintah sekarang melayani jauh lebih banyak orang dengan jumlah pegawai yang sama.
Dan orang-orang seperti Christopher Mark? Mereka bekerja lebih keras dari kebanyakan orang di sektor swasta—dengan gaji lebih rendah, tanpa bonus, tanpa stock options.
Mitos: "Sektor Swasta Selalu Lebih Efisien"
Buku ini membuktikan bahwa ini tidak selalu benar.
National Cemetery Administration dinilai sebagai organisasi yang dijalankan paling baik—publik ATAU swasta—di seluruh negara.
Mengapa? Karena misi mereka jelas. Metrik mereka jelas. Dan mereka punya dedikasi yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Perusahaan swasta fokus pada profit. Tidak ada yang salah dengan itu. Tapi ada hal-hal yang tidak bisa dan tidak seharusnya dijalankan untuk profit.
Keselamatan penambang? Veteran cemetery? Penelitian penyakit langka? Eksplorasi ruang angkasa ilmiah murni?
Ini adalah public goods—hal-hal yang menguntungkan semua orang tapi tidak bisa dihargai secara individual.
Dan hanya pemerintah yang punya insentif untuk menyediakan public goods.
Realitas: "Pekerjaan Paling Sulit yang Tidak Ingin Dilakukan Orang Lain"
Lewis membuat observasi brilian:
"Semua kekacauan yang tidak bisa diselesaikan sektor swasta, semua masalah yang sangat sulit untuk diselesaikan, akhirnya menjadi tanggung jawab pemerintah."
Sektor swasta mengambil masalah yang mudah dan menguntungkan. Pemerintah mendapat sisanya.
Banjir? FEMA. Pandemi? CDC. Atap tambang runtuh? Mine Safety and Health Administration. Penyakit langka tanpa pasar? FDA.
Ini adalah pekerjaan yang tidak sexy. Tidak menguntungkan. Tidak menghasilkan headline kecuali ketika ada yang salah.
Tapi ini adalah pekerjaan yang menjaga peradaban tetap berjalan.
Bagian 5: Risiko Melupakan Pemerintah
Ketika Expertise Hilang
Salah satu hal yang paling mengkhawatirkan Lewis adalah apa yang terjadi ketika expertise pemerintah hilang.
Christopher Mark memperingatkan: "Jenis keahlian yang saya bawa ke keselamatan tambang bukanlah sesuatu yang bisa Anda pekerjakan dari jalanan."
Butuh puluhan tahun untuk mengembangkan expertise seperti yang dimiliki Chris. Dia menghabiskan 40 tahun mempelajari satu masalah.
Jika Anda menghilangkan posisi seperti itu—karena "efisiensi" atau "pemotongan anggaran"—Anda tidak hanya kehilangan satu pegawai. Anda kehilangan empat dekade pengetahuan.
Dan ketika bencana berikutnya terjadi—atap tambang runtuh, wabah penyakit, krisis finansial—tidak ada yang tahu cara menanganinya.
Generasi yang Hilang
Chris juga khawatir tentang mentorship: "Ada kekhawatiran tambahan bahwa pemecatan lebih lanjut terhadap pegawai baru dan probationary bisa menciptakan gap dalam mentorship, tanpa generasi berikutnya yang belajar dari pegawai dengan lebih banyak pengalaman."
Expertise tidak bisa di-download. Tidak bisa dipelajari dari buku. Harus ditransmisikan dari mentor ke mentee, dari generasi ke generasi.
Ketika generasi senior dipaksa pensiun dini dan generasi junior diberhentikan, rantai pengetahuan itu putus.
Privatisasi yang Berbahaya
Ada dorongan konstan untuk privatisasi: "Serahkan ini ke sektor swasta. Mereka akan lebih efisien."
Kadang itu benar. Tapi tidak selalu.
Ketika perusahaan tambang batubara dibiarkan mengatur keselamatan mereka sendiri, ribuan mati. Profit menang atas keselamatan.
Lewis menceritakan tentang Upper Big Branch Mine disaster tahun 2010—29 penambang tewas. Investigasi menemukan bahwa CEO perusahaan menolak menyewa orang untuk menaburkan rock dust yang mencegah ledakan—karena itu akan "biaya uang."
Ini adalah mengapa kita butuh pemerintah.
Bukan karena pemerintah selalu lebih baik. Tapi karena ada tempat di mana motif profit dan keselamatan publik bertentangan—dan dalam kasus itu, kita butuh institusi yang prioritasnya adalah keselamatan, bukan profit.
Bagian 6: Timing yang Sempurna—atau Tragis?
Buku di Era DOGE
"Who Is Government?" diterbitkan Maret 2025—tepat ketika administrasi baru meluncurkan kampanye besar-besaran untuk "efisiensi pemerintah" yang dipimpin oleh Elon Musk melalui DOGE (Department of Government Efficiency).
Ribuan pegawai federal diberhentikan. Entire agencies diancam penutupan. Narasi dominan: "Pegawai pemerintah kebanyakan tidak bekerja atau tidak melakukan pekerjaan yang baik."
Lewis menulis buku ini justru untuk melawan narasi itu.
Washington Post menyebutnya: "Mungkin tidak pernah ada buku yang lebih tepat waktu atau lebih urgent."
The Guardian: "Ode multifaset yang eye-opening untuk pelayanan publik... terasa urgent dan moving."
Tapi ada ironi tragis di sini: buku yang menunjukkan pentingnya pegawai pemerintah diterbitkan tepat ketika ribuan dari mereka kehilangan pekerjaan.
Insentif Politik
Lewis menjelaskan mengapa pegawai pemerintah selalu menjadi kambing hitam:
"Ronald Reagan terkenal berkampanye dengan ide bahwa kata-kata paling berbahaya dalam bahasa Inggris adalah: 'Saya dari pemerintah federal dan saya di sini untuk membantu Anda.'"
"Ada semacam sistem insentif dalam politik. Dan insentifnya, jika Anda pejabat terpilih di Washington, adalah insentif untuk mengambil kredit untuk segala sesuatu yang berhasil dan menyalahkan pegawai karir untuk segala sesuatu yang tidak berhasil."
"Dan populasi sudah lebih atau kurang dikondisikan untuk mendengar hal-hal negatif tentang tenaga kerja federal."
Ini adalah political game yang sempurna: politisi mendapat kredit ketika hal baik terjadi ("Kebijakan saya berhasil!") dan blame bureaucrats ketika hal buruk terjadi ("Birokrat tidak menjalankannya dengan benar!").
Dan pegawai federal—yang tidak bisa speak out karena Hatch Act dan norma professional—tidak bisa membela diri.
Message untuk Elon Musk
Christopher Mark, ketika ditanya apa yang akan dia katakan jika bisa membawa Elon Musk turun ke tambang, menjawab:
"Saya akan berkata: 'Ada banyak orang yang harus bekerja di tambang ini dan mereka layak untuk bisa pulang dengan selamat di akhir shift ke keluarga mereka.'"
Sederhana. Tapi profound.
Ini bukan tentang ideologi. Bukan tentang politik. Ini tentang nilai dasar bahwa kehidupan manusia penting.
Dan kadang—sering kali—butuh pemerintah untuk melindungi nilai itu ketika motif profit akan mengabaikannya.
Bagian 7: Pelajaran untuk Kita Semua
1. Invisibility Is Often a Sign of Success
Ketika pemerintah bekerja dengan baik, Anda tidak menyadarinya.
Air minum Anda aman? Anda tidak berpikir tentang EPA. Pesawat tidak jatuh? Anda tidak berpikir tentang FAA. Tambang tidak runtuh? Anda tidak berpikir tentang MSHA.
Kita hanya memperhatikan pemerintah ketika ada yang salah.
Ini adalah curse of competence: semakin baik Anda melakukan pekerjaan, semakin tidak terlihat Anda.
2. Not Everything Should Be About Profit
Kapitalisme luar biasa untuk banyak hal. Inovasi. Efisiensi. Pilihan konsumen.
Tapi ada hal-hal yang tidak bisa dan tidak seharusnya dijalankan seperti bisnis.
Keselamatan pekerja. Kesehatan publik. Keadilan. National security. Penelitian dasar.
Ini adalah public goods yang harus dilindungi dari logika pasar.
3. Expertise Matters
Di era di mana setiap orang merasa opini mereka sama pentingnya dengan fakta, buku ini mengingatkan kita:
Expertise penting. Pengetahuan teknis penting. Pengalaman puluhan tahun penting.
Christopher Mark menghabiskan 40 tahun mempelajari atap tambang. Anda tidak bisa menggantikannya dengan Google search atau AI.
Heather Stone menghabiskan karirnya mempelajari penyakit langka. Anda tidak bisa menggantikannya dengan "common sense."
Beberapa masalah membutuhkan expertise mendalam—dan itu membutuhkan waktu, dedikasi, dan kesabaran untuk mengembangkannya.
4. Measure What Doesn't Happen
Kita pandai mengukur kesuksesan yang terlihat: profit meningkat, produk diluncurkan, deal ditutup.
Kita buruk mengukur bencana yang dicegah.
Berapa nyawa yang diselamatkan karena atap tambang tidak runtuh? Kita tidak tahu.
Berapa pandemi yang dicegah oleh CDC? Kita tidak tahu sampai ada yang tidak dicegah—dan kemudian kita melihat perbedaannya.
Insurance policy tidak terlihat nilainya sampai Anda membutuhkannya.
Pemerintah adalah insurance policy terhadap risiko eksistensial. Dan kita tidak menghargainya sampai terlambat.
5. Meaning Over Money
Semua orang dalam buku ini bisa menghasilkan lebih banyak uang di tempat lain.
Mereka memilih makna.
Mereka menemukan sesuatu yang lebih berharga dari gaji besar: rasa bahwa hidup mereka penting, bahwa pekerjaan mereka membuat perbedaan.
Dan mungkin—di dunia yang semakin didorong oleh akumulasi kekayaan—ini adalah pelajaran paling penting dari semuanya.
Penutup: Pertanyaan yang Harus Kita Jawab
Michael Lewis menutup bukunya dengan refleksi:
"Saya bisa menulis seratus cerita seperti ini dalam pemerintah federal. Mereka ada di sana, menunggu—karena ini adalah institusi besar dan terabaikan yang dipenuhi dengan orang-orang yang sangat menarik."
Tapi pertanyaannya sekarang: Akankah kita membiarkan mereka terus melakukan pekerjaan mereka? Atau akankah kita membongkar sistem sebelum kita benar-benar memahami apa yang dilakukannya?
Untuk Anda yang Membaca Ini
Coba lakukan eksperimen sederhana:
Hari ini, perhatikan semua hal yang tidak salah dalam hidup Anda:
- Air dari keran Anda aman untuk diminum
- Makanan di toko tidak beracun
- Pesawat yang terbang di atas Anda tidak jatuh
- Jalan yang Anda lewati tidak runtuh
- Obat yang Anda beli tidak palsu
Kemudian tanyakan: Siapa yang memastikan semua ini?
Jawabannya, dalam banyak kasus, adalah orang-orang seperti Christopher Mark—orang yang tidak Anda kenal, yang tidak mencari perhatian, yang bekerja dalam kegelapan untuk memastikan Anda aman.
Pertanyaan Terakhir
"Who is government?"
Bukan politisi yang Anda lihat di TV. Bukan gedung putih megah di Washington. Bukan retorika kampanye atau tweet kontroversial.
Pemerintah adalah orang-orang yang menyelesaikan masalah yang tidak ingin atau tidak bisa diselesaikan orang lain.
Pemerintah adalah Christopher Mark yang menghabiskan 40 tahun memastikan penambang pulang dengan selamat.
Pemerintah adalah Heather Stone yang berjuang mendapatkan obat untuk anak yang sekarat dari penyakit langka.
Pemerintah adalah ribuan orang yang Anda tidak kenal namanya, yang bekerja setiap hari untuk masalah yang mungkin tidak pernah Anda pikirkan.
Dan ketika kita melupakan mereka, ketika kita menganggap mereka tidak penting, ketika kita membongkar sistem tanpa memahaminya—kita tidak hanya kehilangan pegawai.
Kita kehilangan knowledge, expertise, dan perlindungan yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Seperti yang Lewis tulis:
"Practically setiap risiko eksistensial yang kita hadapi, kita tidak berpaling ke sektor swasta untuk meresponsnya; kita berpaling ke pemerintah. Misi pemerintah federal adalah menjaga kita tetap aman. Dan Anda tidak benar-benar tahu bahwa polis asuransi itu tidak ada sampai tidak ada lagi."
Jadi lain kali Anda mendengar seseorang mengatakan "pegawai pemerintah tidak produktif," ingatlah Christopher Mark.
Lain kali Anda mendengar "birokrat hanya membuang-buang uang pajak," ingatlah Heather Stone.
Dan lain kali Anda mendengar "kita harus membongkar pemerintah," tanyakan:
"Apakah kita tahu apa yang sebenarnya dilakukan pemerintah sebelum kita membongkarnya?"
Karena kadang, yang membuat kita aman adalah hal-hal yang tidak kita lihat.
Dan kadang, pahlawan sejati adalah orang yang tidak pernah kita dengar namanya.
Tentang Buku Asli
"Who Is Government?: The Untold Story of Public Service" diterbitkan pada Maret 2025 oleh Riverhead Books.
Buku ini adalah kumpulan delapan esai yang diedit oleh Michael Lewis, dengan kontribusi dari:
- Casey Cep - penulis dan kontributor The New Yorker
- Dave Eggers - penulis "A Heartbreaking Work of Staggering Genius" dan pendiri McSweeney's
- John Lanchester - novelist dan jurnalis Inggris
- Geraldine Brooks - penulis pemenang Pulitzer Prize
- Sarah Vowell - sejarawan dan penulis "Assassination Vacation"
- W. Kamau Bell - comedian dan pembuat dokumenter
Buku ini berasal dari seri yang diterbitkan di Washington Post pada akhir 2024, di bagian Opinion yang dipimpin David Shipley.
Michael Lewis sendiri adalah penulis bestseller "The Big Short," "Moneyball," "The Blind Side," dan "The Fifth Risk." Gaya penulisannya yang unik—menggabungkan storytelling yang compelling dengan riset mendalam—membuat topik kompleks menjadi accessible dan engaging.
"Who Is Government?" telah menerima pujian luas:
- Dipilih sebagai salah satu Summer Reads 2025 Presiden Obama
- The Washington Post: "Mungkin tidak pernah ada buku yang lebih tepat waktu atau lebih urgent"
- The Guardian: "Ode multifaset yang eye-opening untuk pelayanan publik"
- New York Times: "Terrific"
- Katie Couric: "Michael Lewis punya kemampuan luar biasa untuk zoom in pada kisah satu orang, dan dari sana mengungkap sesuatu yang jauh lebih besar tentang budaya kita"
Untuk pemahaman lengkap tentang profil-profil luar biasa ini dan argumen yang lebih nuanced tentang nilai pemerintah, sangat disarankan membaca buku aslinya. Setiap esai ditulis dengan gaya yang berbeda oleh penulis berbeda, memberikan perspektif yang kaya dan bervariasi.
Buku ini bukan propaganda pemerintah. Ini adalah reminder tentang manusia di balik institusi—manusia yang dedikasi, expertise, dan kerendahan hatiannya membuat hidup kita lebih baik dengan cara yang jarang kita sadari.
Di era di mana "birokrat" menjadi kata caci maki, buku ini mengembalikan kemanusiaan—dan kehormatan—pada kata itu.
Sekarang pergilah dan hargai orang-orang yang bekerja dalam kegelapan untuk menjaga Anda tetap aman.
Karena seperti yang Christopher Mark buktikan: Kadang pahlawan terbesar adalah mereka yang tidak pernah kita lihat.
Dan kadang, pekerjaan terpenting adalah pekerjaan yang mencegah hal buruk terjadi—meskipun tidak ada yang akan pernah tahu bahwa Anda melakukannya.